
Kembali ke pinggiran Hutan Terkutuk.
Para Guru dan murid dari Perguruan Langit Cerah dan Bintang Utara tengah dalam suasana yang mencekam.
Di tambah lagi dengan Perguruan Pedang Langit dan dua lainnya tidak ingin membantu dalam pencaharian murid yang hilang.
Menurut mereka, itu tidak ada hubungannya dengan mereka. Selain itu, itu hanya akan membuang-buang waktu mereka.
Sehingga mereka tidak menetap lebih lama di tempat itu.
Tidak seperti dua lainnya yang berpikir bahwa itu membuang-buang waktu dan pergi dalam diam, Perguruan Pedang Langit justru sangat bersemangat ketika pergi dari tempat itu.
Karna jenius yang sesungguhnya dari Perguruan Langit Cerah telah menghilang, tentu itu akan menjadi kesempatan baik bagi Perguruan Pedang Langit untuk mendapatkan perhatian yang lebih dari masyarakat.
Jadi, kenapa harus repot-repot memikirkan orang lain?
Yang perlu mereka lakukan sekarang adalah menyiapkan diri untuk kompetisi yang akan di adakan 4 bulan mendatang.
Dengan hilangnya Putra Mahkota Dong Fang dan dua lainnya, itu akan menjadi mudah bagi mereka.
Dengan perginya tiga perguruan lainnya, tinggallah dua perguruan dengan masing-masing memiliki 3 kelompok.
"Yang Mulia, maaf atas kelalaian saya. Sebagai senior, saya tidak menjaga junior saya dengan baik". Ucap Haocun pada Běi Nue.
Haocun selalu percaya dengan kekuatan yang dimiliki oleh Feng Mei.
Setiap kali mereka melakukan pelatihan bersama di Hutan belakang perguruan, Feng Mei akan selalu berpencar dengan mereka, dengan alibi "mengurusi urusan" yang belum diselesaikan.
Meski begitu, Feng Mei pasti akan keluar dari Hutan itu setelah beberapa menit kelompok mereka keluar.
Itu sebabnya, saat Feng Mei mengatakan bahwa dia memiliki beberapa masalah yang ingin dia selesaikan, Haocun dengan santainya mengijinkan dia untuk pergi.
Siapa yang tahu bahwa akan ada dimana Feng Mei tidak kembali dari dalan hutan setelah berpencar.
"Tidak apa-apa. Saya sangat mengerti bagaimana dia. Itu bukan salahmu". Ucap Běi Nue sambil menpuk bahunya.
Běi Nue masih sangat tenang dan bijaksana dalam keadaan yang kacau ini.
Sebagai seorang kakak yang meskipun selalu diberi bahu dingin, Běi Nue tentu lebih mengerti adiknya, Feng Mei.
Dia tahu bahwa adiknya cukup kuat dan pintar.
Dia yakin bahwa Feng Mei hanya terjebak disuatu tempat didalam Hutan ini, dan hanya memerlukan waktu yang cukup, selagi Feng Mei tidak memasuki Lapisan keempat mereka pasti akan menemukannya segera.
Begitu juga Li Wei dan Dong Fang.
.
Anehnya, pada saat yang kritis ini, para Guru dan yang lainnya juga baru menyadari sikap aneh Putri Min Yue.
Seseorang bertanya, "Ada apa dengan Putri Min Yue?"
Leng Yu menenggang saat mendengar pertanyaan tersebut.
Sejak awal mereka sampai di pinggiran Hutan ini, para Guru sibuk dengan hal-hal lain sehingga tidak begitu memperhatikan mereka.
'Dan dalam suasana yang kritis ini, mengapa mereka malah memperhatikan satu sama lain?'
Leng Yu sedikit kesal dengan dirinya sendiri yang tiba-tiba tidak dapat mengeluarkan suaranya.
"Oh.. itu karna Kekuatan mental milik Putri Min Yue telah hancur". Ucap Tian Mo tanpa sadar dengan santai.
Leng Yu, Jiazhen, Mo Cheng, dan Liu Jun diam-diam mengutuk Tian Mo yang mulutnya benar-benar tidak bisa di percaya.
__ADS_1
"Bagaimana bisa? Siapa yang melakukan itu?" Tanya seseorang lainnya dengan sedikit bingung.
Mereka lain yang mendengar itu juga sedikit bingung, kekuatan milik Putri Min Yue bisa dikatakan cukup untuk menyerang seseorang yang satu tingkat diatasnya.
Tapi tidak mungkin bagi orang itu dapat menghancurkan kekuatan mental miliknya. Kecuali, orang yang dilawan Putri Min Yue sangat kuat.
Melihat bagaimana semua orang memandang mereka dengan penuh tanda tanya.
Jiazhen segera berkata dengan dingin, "Apakah ini perlu dijelaskan? Kita sekarang dalam keadaan yang mendesak, jika kita lebih lama ditempat ini hanya untuk mendengar penjelasan, bagaimana dengan nasib Senior Fang dan dua lainnya?"
"Saya mengerti, tapi dengan keadaan Putri Min Yue sekarang ini ... "
Belum selesai dengan ucapannya, Liu Jun segera menyela, "Kita memiliki beberapa gadis di kelompok, biarkan saja mereka berada ditempat ini bersama Leng Yu dan Putri Min Yue, dengan begitu fokus kita hanya untuk mencari bukan untuk saling mengkhawatirkan satu sama lain".
Maksudnya adalah akan merepotkan jika mereka membawa para gadis untuk kembali memasuki hutan.
Memikirkan hal ini, semua orang yang berada disitu menganggukan kepalanya setuju.
Namun, di detik berikutnya, suara tidak menyenangkan terdengar di telinga semua orang.
"Mengapa repot-repot untuk mencari? Bukankah mereka sangat kuat?" Ucap Feng Xin santai.
Saat kata-kata itu jatuh, suasana menjadi sangat dingin dan dingin.
Menatap tajam Feng Xin, Leng Yu berkata dengan marah, "Feng Xin, apa maksudmu?"
"Leng Yu, bukankah kau mengetahuinya lebih baik? Kalau bulan karna "dia", apakah kau pikir, Putri Min Yue akan berakhir seperti ini?" Ucap Feng Xin mencibir.
"Kamu ... "
Leng Yu sudah tidak bisa berkata-kata lagi. Dia hanya tidak pernah menyangka bahwa Feng Xin akan menjadi lebih tidak tahu malu.
"Berhenti berbicara omong kosong". Timpal Liu Jun dengan dingin, kemudian mengalihkan atensinya pada yang lainnya lalu kembali berkata, "Kita sebaiknya segera pergi, sebelum hari semakin larut".
"Jadi, kalian telah bertemu satu sama lain sebelumnya?" Tanya Haocun mewakili.
Mendengar dari percakapan mereka, Běi Nue, Haocun para Guru dan yang lainnya telah mengerti dari sebagian permasalahan mereka.
Mereka juga dapat menangkap bahwa "dia" adalah salah satu dari "kedua orang" yang dimaksud oleh Feng Xin.
Hanya saja, mereka masih tidak tahu siapa kedua orang tersebut, dan mengapa mereka bahkan tidak menyebutkan nama salah satu dari keduanya.
Itu membingungkan.
"Itu benar Senior .. " Ucap Leng Yu pelan.
Saat dia akan kembali menjelaskan lebih jauh, Feng Xin langsung menyelahnya dan menceritakan segalanya.
Awalnya, Dia, Liu Jun, Tian Mo, Mo Chen dan Jiazhen tidak mencegahnya untuk berbicara.
Tapi siapa yang tahu bahwa semakin Feng Xin berbicara, semakin pula dia pergi terlalu jauh.
Mereka tidak menyangka, bahwa dia akan mengatakan hal-hal yang tidak seharusnya di katakan dan menyembunyikan hal-hal yang seharusnya dia katakan.
Semakin Leng Yu, Liu Jun dan tiga lainnya mendengar ucapannya, semakin gelap dan suram pula wajah mereka.
"Apakah semuanya itu benar?" Tanya Bě Nue setelah mendengar ucapan Feng Xin.
"Tentu saja itu ... "
Tidak tahan dengan pengakuan yang di buat-buat oleh Feng Xin, Leng Yu segera menyelahnya dan berteriak dengan marah, "Feng Xin hentikan! Kau b*jingan sialan tidak tahu malu".
Feng Xin hanya tertawa mendengar ucapan Leng Yu, dia bahkan mengedikkan bahunya acuh tak acuh.
__ADS_1
Para Guru dan yang lainnya kebingungan harus percaya pada siapa.
Tetapi, melihat bagaimana Feng Xin dengan sangat tegas saat menekan pada hal-hal tersebut, juga menempatkan Putri Min Yue sebagai salah satu contohnya, membuat mereka tidak bisa tidak mempercayainya.
Meski hanya sedikit.
Namun, melihat Leng Yu dan yang lainnya begitu marah, mereka semakin yakin, bahwa segala sesuatu yang dikatakan oleh Feng Xin adalah benar.
Hanya saja, otak mereka tiba-tiba menjadi kosong.
... Air Dewa?
...Pil Regenerasi dan Penempaan Tulang yang masing-masing berada di Kelas 9?
...Menyatukan dan menghidupkan kembali tubuh yang telah hancur berkeping-keping?
Katakan, siapa yang bisa mempercai hal-hal yang tidak masuk akal seperti itu?
"Feng Xin, bukankah Senior Fang telah memperingati kita? Mengapa kamu ... ugh.. kamu benar-benar sungguh menggelikan". Ucap Mo Chen sambil menggertakkan giginya menahan amarah yang meluap-luap.
Feng Xin menatapnya dengan malas, dan dengan acuh dia berkata, "Heh... ucapanmu sangat lucu seolah-olah bahwa aku salah satu dari kalian yang harus tunduk dan patuh dengan ucapannya. Aku bahkan tidak mengerti, mengapa kalian begitu sangat patuh? Tidak hanya itu, kalian bahkan berusaha untuk menyembunyikan "kedua orang" tersebut seolah mereka tidak pernah muncul dihadapan kalian".
"Feng Xin kamu memang b*ajingan". Ucap Jiazhen dengan mata memerah setelah mendengar ucapan Feng Xin.
Dengan jari-jarinya yang terkepal dengan sangat kuat, Jiazhen mengarahkan tinjunya ke wajah Feng Xin.
Dia benar-benar sangat ingin menghancurkan pria dihadapannya itu.
Namun, sebelum tinjunya mendarat tepat diwajah Feng Xin, Běi Nue dengan sangat cepat menangkapnya.
Melihat itu, Jiazhen meraung dengan marah, "Lepaskan. Biarkan aku membunuh orang yang tidak tahu berterima kasih seperti dirinya".
Běi Nue tidak menyangka akan mendapat reaksi yang begitu besar dari Jiazhen.
Mendengar bagaimana Jiazhen mengumpat Feng Xin, dia tahu bahwa Jiazhen marah karna Feng Xin telah mengatakan sesuatu yang tidak seharusnya.
Seolah-olah Feng Xin telah menghianati mereka.
Dia juga sedikit marah dengan Feng Xin, tetapi dia tidak ingin ada perkelahian antara mereka, apalagi mereka berasal dari Perguruan yang sama.
Selain itu, dia juga sangat penasaran pada Leng Yu dan yang lainnya.
Seperti ...
Mengapa mereka begitu sangat marah dengan apa yang dikatakan oleh Feng Xin?
Apa yang dilakukan Putri Min Yue sehingga dia berakhir seperti ini?
Tentu dia juga sangat akrab dengan karakter Putri Min Yue yang terkenal sangat manja, angkuh dan suka menindas.
Segala sesuatu pasti ada sebab dan akibatnya.
Tetapi Feng Xin bahkan tidak menjelaskan lebih detail dan hanya menyalahkan "dia" disebagian besar pengakuannya
Dan yang terakhir, apa yang dikatakan oleh Putra Mahkota Dong Fang pada mereka sehingga mereka begitu sangat patuh dalam merahasiakan "kedua orang" yang dikatakan oleh Feng Xin sebelumnya?
Pertanyaan-pertanyaan tersebut, dengan cepat memenuhi isi kepalanya.
Dan saat dia akan membuka mulutnya untuk menanyakan pertanyaan yang begitu penuh dikepalanya, suara tawa tiba-tiba terdengar dari belakang Jiazhen, Tian Mo dan dua lainnya.
Semua orang, mau tidak mau mengalihkan atensinya untuk melihatnya.
Itu adalah Leng Yu.
__ADS_1