
Li Wei dan Wen Xia telah selesai dengan meditasi mereka.
Keduanya terlihat lebih segar dan segar. Namun, ada sedikit kekecewaan yang terpancar di bagian bawah mata keduanya.
"Apa yang salah?" Tanya Feng Mei.
Keduanya menggelengkan kepala pelan.
Feng Mei terdiam.
"Sudah menyadari kekurangan kalian?" Tanya Zora.
Mendengar pertanyaan Zora, Feng Mei sadar dan mulai mengerti dengan kekecewaan keduanya.
Kali ini keduanya menganggukan kepala sebagai tanggapan.
"Katakan". Ucap Zora.
Dia ingin mendengar dan mengetahui sejauh mana keduanya mengenal diri mereka sendiri.
Li Wei, "Selain pengalaman tempur, kecepatan dan penggunaan senjata saya masih sangat kurang".
Zora mengangguk pelan, "Itu benar. Selain itu, kamu juga masih sedikit ragu-ragu dan responmu masih sedikit lambat. Tapi sebenarnya sudah cukup baik, mengingat kamu tidak menggunakan Binatang Kontrakmu".
Setelah itu atensinya dialihkan pada Wen Xia, "Bagaimana denganmu?"
"Jangkauan arah penyerangan saya masih terlalu luas". Jawab Wen Xia.
Dia benar.
Meski dia dapat mengendalikan senjatanya dengan baik, arah penyerangannya yang dia lakukan masih terlalu luas.
Jika lawannya adalah Binatang Iblis, itu tidak masalah.
Namun, yang lawannya kali ini adalah manusia, Li Wei. Dan hal itu menyebabkan Li Wei dapat dengan mudah menentukan titik penyerangannya. Bukan karna dia benar-benar hebat dalam menentukannya, tetapi karna jangkauan penyerangan yang begitu luas mempermudah Li Wei untuk menentukannya.
Jika Wen Xia tidak mengacaukan arah serangan di menit terakhir, mungkin, keduanya masih bertarung saat ini.
Mengangguk, Zora puas dengan kesadaran keduanya, "Saya tidak berharap untuk kalian mengubah cara tempur kalian, tapi cobalah untuk menutupi kekurangan kalian agar tidak terlihat oleh musuh".
Berhenti sejenak, mengalihkan pandangannya kepada Dong Fang dan Feng Mei, "Saudara Fang dan Saudari Mei. Cobalah untuk tidak menahan diri kalian". Ucapnya.
Dong Fang dan Feng Mei mengangguk dan segera pergi ke tempat di mana Li Wei dan Wen Xia gunakan.
Ketika suara Hongling jatuh sekali lagi, keduanya saling menyerang tanpa menahan diri masing-masing.
Karna pelatihan ini sangat penting bagi mereka.
Maka, kali ini senjata yang di gunakan oleh Feng Mei bukan lagi pedang yang diciptakan dari Elemen Es seperti biasanya. Melainkan, dua senjata berbentuk bulan sabit berwarna hitam dan merah pada gagangnya. Sedangkan Dong Fang menggunakan Pedang Biru Safir miliknya.
Duduk di sebelah Li Wei, "Menurutmu, siapa yang akan menang?" Bisik Wen Xia.
Menggelengkan kepalanya, Li Wei menatap dua orang yang tengah bertarung. "Keduanya tidak berada pada Ranah yang sama. Meski demikian, kekuatan tempur Saudari Mei telah meningkat dan hampir setara dengan Saudara Fang. Sulit untuk menetukan siapa pemenangnya".
Seperti yang di katakan oleh Li Wei.
Perkembangan Feng Mei bisa di katakan sangat cepat.
Selain itu, cara tempurnya juga berbeda, dan Dong Fang telah memperhatikannya sejak awal pertempuran melawan Binatang Iblis.
Dia pernah membayangkan bagaimana jadinya jika keduanya bertempur. Tapi dia tidak berharap akan ada hari ini dan hal ini membuatnya kewalahan.
Pergerakan Feng Mei yang berbeda membuatnya sering kebingungan dalam menentukan titiknya.
Dengan kedua senjata di tangannya, Feng Mei berputar di udara dengan cepat.
Karna ini adalah keinginannya sejak dulu, dia tidak menahan dirinya sama sekali.
Dia terlihat sangat kejam saat ini.
Menahan serangan Feng Mei, senjata keduanya bergesekan menghasilkan bunyi gemercing.
Cahaya api kecil yang di hasilkan dari gesekan tersebut terlihat dengan sangat jelas.
Mengendurkan serangannya, Feng Mei melambung mundur.
Melihat itu, mengangkat pedangnya tepat di depan wajahnya, Dong Fang menutup mata.
Seketika.
Pedang yang berada pada tangannya tumbuh semakin panjang.
__ADS_1
Tidak hanya itu, dia juga menciptakan ribuan pedang yang melayang bebas di langit terbuka.
"Oh. Teknik seribu pedang". Ucap Zora sambil mengelus dagunya, "Keduanya benar-benar sangat serius".
Hongling, Li Wei, Wen Xia. "..." Bukankah kamu yang memintanya.
Dua orang itu tidak mendengar apa yang dikatakan oleh Zora.
Keduanya bertarung dengan sangat cepat dan mantap.
Feng Mei tidak hanya bertarung melawan Dong Fang tetapi, dia juga harus menghindari berbagai serangan yang jatuh dari langit.
Itu merepotkannya.
Melemparkan salah satu senjatanya pada Dong Fang, dia juga dengan cepat menciptakan seribu pedang dari Elemen Es miliknya.
"Oh. Itu luar biasa". Ucap Zora lagi.
Mengeluarkan berbagai buah-buahan dari Ruang Dimensinya, dia membagikannya pada tiga lainnya.
Melihat Zora dengan antusias memakan anggur sambil menonton, Hongling dan dua lainnya mau tidak mau mengikuti jejaknya.
"Apel ini sangat manis. Dari mana kamu mendapatkannya?" Tanya Li Wei.
"Pasar Kekaisaran Běi". Ucap Zora asal tanpa mengalihkan pandangannya dari dua orang yang sedang bertarung.
"Anggur ini juga sangat enak. Selain itu, saya dapat merasakan kekuatan jiwa saya bertambah". Ucap Wen Xia.
"Kamu benar". Timpal Li Wei.
Hongling. "..." Kalian tidak punya hati.
Setelah menciptakan seribu pedang es miliknya, dia menangkap kembali senjata miliknya yang di pukul kembali oleh Dong Fang dan kemudian berlari ke arahnya dan mulai menyerangnya dengan ganas.
Bang!
Bang!
Tidak hanya bunyi gemercing akibat gesekan dari senjata milik keduanya, tetapi juga terdengar suara ledakan dari tabrakan seribu pedang dan seribu pedang es yang saling menyerang dan saling menghancurkan di udara.
Suara-suara itu terdengar sangat besar dan jelas di kesunyian hutan itu.
"Wow. Itu luar biasa". Kali ini, Wen Xia berseru kagum melihat pemandangan di depannya.
Jika itu di malam hari, maka akan terlihat seperti petasan yang meledak di udara.
Keduanya terus bertarung tanpa memperdulikan sekitar.
"Siapa yang mengajarimu cara bertarung?" Tanya Dong Fang.
Sambil menghindari pukulan Dong Fang, Feng Mei menjawab dengan santai, "Tidak ada".
Dong Fang mengerutkan keningnya, itu adalah jawaban yang tidak ingin dia dengan sama sekali.
Tapi, dia tidak bertanya lebih lanjut tentang hal-hal itu.
Menghindari dan memukul kembali salah satu senjata Feng Mei yang terbang ke arahnya, dia bertanya tentang sesuatu yang sedari tadi ditahannya, "Apakah pertunangan kita di jadikan alasan untuk menghindari Ayah dan ibumu?"
Menangkap senjatanya, Feng Mei berputar di udara. Tapi tidak menjawab pertanyaan Dong Fang.
Melihatnya diam, Dong Fang melengkungkan bibirnya, "Sepertinya benar".
Memukul dengan keras pedang milik Dong Fang, "Diam". Ucap Feng Mei yang sedikit kesal.
Dong Fang ingin tertawa melihatnya seperti itu, tapi dia tidak punya waktu tertawa untuk saat ini.
Melambung mundur, kakinya menyentuh tanah dengan lembut. Melemparkan kedua senjata miliknya kemudian dia mengelurkan beberapa jarum seukuran jari telunjuk.
Melihat titik buta yang di tentukan, dia dengan akurat melemparkan jarum-jarum tersebut sebelum menangkap kembali kedua senjatanya.
Tidak memiliki waktu yang cukup untuk menghindarinya, Dong Fang segera mengayunkan pedangnya dengan sangat cepat. Itu bahkan meninggalkan beyangan di sekitar pedangnya.
Tak!
Tak!
. . .
Sepuluh suara tabrakan jarum terdengar.
Jarum-jarum tersebut berhasil dicegatnya dengan sangat baik tanpa menyetuh kulitnya.
__ADS_1
Suara ledakan di udara juga tidak berkurang sedikitpun.
Melihat pertarungan tidak ada habisnya, Dong Fang segera mengumpulka kekuatan penuh pada Pedang Biru Safir miliknya.
Melengkungkan bibirnya, Feng Mei jelas juga melakukan hal yang sama.
Sepertinya dia telah menunggu hasil ini.
Tapi tidak seperti Dong Fang, dia hanya mengumpulkan setengah kekuatan miliknya.
Bukan karna dia tidak mampu menghasilkan kekuatan penuh. Untuk mengumpulkan kekuatan penuh itu sendiri. Artinya, menggabungkan seluruh kekuatan yang dimiliki.
Dia memiliki dua Elemen, meski Dong Fang juga memilikinya, salah satu dari Elemen yang mereka miliki berbeda. Selain itu, Elemen Tumbuhan adalah salah satu Elemen Terkuat setelah Elemen Cahaya dan Kegelapan.
Jika dia menggunakan kekuatan penuh, Dong Fang mungkin akan terluka parah.
Sedangkan Dong Fang, meski dia tidak mengumpulkan setengah kekuatannya, dia percaya bahwa dengan kekuatan penuhnya, Feng Mei dapat menahannya.
Benar saja!
Bang!
Ledakan besar terjadi, debu bi bawah kaki mereka segera menyebar menutupi keduanya, gelombang kekuatan seketika menyebar dengan sangat cepat meruntuhkan berbagai pohon di sekitar.
Bahkan Binatang Iblis yang berada pada radius 200 meter jauhnya dari mereka segera berlarian dengan panik saat mendengar ledakan itu.
Beruntungnya refleks Zora dan Hongling cepat, sehingga keduanya dengan cepat menghalangi gelombang kekuatan yang berlari ke arah mereka.
Beberapa saat kemudian, debu perlahan menghilang. Menyaksikan pemandangan di depan mereka, membuat Wen Xia berseru kaget. "Ya Tuhan. Keduanya seimbang".
Benar!
Keduanya seimbang.
Dengan setengah kekuatan yang dimiliki Feng Mei dia dapat menahan kekuatan penuh milik Dong Fang.
Namun, dorongan dari gelombang kekuatan yang dihasilkan membuat keduanya terluka cukup parah dan memuntahkan beberapa teguk darah segar.
Memegangi dadanya, Dong Fang berjalan menuju Feng Mei, "Apakah kamu baik-baik saja".
Mengangguk, "Bagaimana denganmu?"
"Tidak apa-apa". Jawab Dong Fang tersenyum.
Mengaitkan tangannya pada jari-jari Feng Mei, dia segera menyeretnya menuju Zora.
Feng Mei ingin menghindar. Tapi gerakannya bahkan lebih lambat darinya. Akibatnya, dia hanya diam di seret pergi.
"Kalian luar biasa". Puji Hongling.
Tidak hanya Hongling, bahka Wen Xia dan Li Wei pun kagum terhadap kekuatan yang dimiliki oleh keduanya.
Meski mereka sering melihat keduanya bertarung melawan Binatang Iblis, itu berbeda.
Melihat mereka, Feng Mei dan Dong Fang tersenyum. Tapi di detik berikutnya, senyum keduanya menghilang tanpa jejak saat melihat berbagai jenis buah-buahan yang ada di tangan mereka.
Keduanya tersedak dengan darah mereka sendiri.
Melihat itu, Li Wei dan Wen Xia tanpa malu-malu mengulurkan tangannya masing-masing, "Mau mencobanya? Ini sangat enak. Ini bahkan menambah kekuatan jiwa di setiap gigitannya". Ucap Wen Xia mewakili dengan mata berbinar.
Feng Mei dan Dong Fang yang baru saja bertarung mati-matian. "..." Kalian luar biasa.
Hongling hanya menggelengkan kepalanya pelan melihat tingka Li Wei dan Wen Xia.
Zora, mengeluarkan pil dan memberikannya pada Feng Mei dan Dong Fang, "Istirahat dulu". Ucapnya sambil menggigit anggur di tangan lainnya.
Feng Mei dan Dong Fang. "..." Terima kasih atas perhatiannya.
Menepuk bahu Feng Mei, Zora kemudian berkata, "Pengendalian dirimu sangat baik".
Feng Mei terdiam.
Dia tidak mengatakan apa-apa.
Dia yakin bahwa Zora telah mengetahui segala sesuatu tentang dirinya. Tapi dia tidak punya bukti.
Hongling, Dong Fang dan dua lainnya mengerutkan keningnya, bingung.
"Baiklah. Istirahat dengan baik. Kita akan melanjutkan dengan Formasi Kubus yang tertunda". Ucap Zora. Melihat sekeliling. Setelah tidak merasakan apapun, dia kembali berkata, "Sepertinya, tamu-tamu kita akan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk sampai".
Mereka mengangguk.
__ADS_1
Melihat Zora yang tidak mengatakan lebih lanjut, Feng Mei merasa lega, tapi juga tertekan di saat yang bersamaan.