Zora

Zora
CH 30


__ADS_3

Semua murid dan guru dari berbagai Perguruan telah sampai pada tempat tujuan mereka 'Benua Terkutuk'.


Seperti namanya, Benua itu terlihat sangat suram. Hanya ada pohon-pohon yang mengelilingi Benua itu.


Benua itu juga biasa disebut sebagai Hutan Terkutuk.


Aura mencekam mengelilingi Benua itu.


Beruntungnya setiap lapisan Hutan berisikan Binatang Iblis tertentu.


Seperti lapisan pertama, hanya berisikan Binatang Iblis tingkat satu atau yang terlemah, begitu juga seterusnya.


Setiap lapisan Hutan itu juga memiliki pemimpinnya masing-masing.


Setiap murid telah berbaris pada kelompoknya. Di barisan para murid itu, ada juga beberapa senior.


Bisa di katakan mereka adalah senior terkuat yang ada di perguruannya.


Tugas mereka untuk menjaga junior-junior mereka yang akan memasuki Hutan Terkutuk ini.


"Perhatian!"


Ucap seorang pria tua yang adalah salah satu guru dari Perguruan Langit Cerah.


Aura yang dikeluarkan cukup mengesankan.


Meskipun dia tidak terlalu keras dalam beesuara, itu sudah lebih dari cukup untuk di dengar oleh semua orang.


...Ini adalah pelatihan pertama sepanjang sejarah, butuh banyak pertimbangan dari berbagai pihak untuk menyetujui hal ini....


...Jadi untuk semua murid yang akan melakukan pelatihan ini, cobalah untuk tidak berpencar dari kelompok agar tidak adanya korban, selain itu tidak boleh ada dari kalian yang memasuki lapisan ke 3....


...Ini bukanlah pertempuran biasa....


...Dimana kalian akan bersaing mengumpulkan Inti Spirit dari Binatang Iblis....


...Kelompok yang mendapatkan Inti Spirit terbanyak akan dihadiahi Senjata Kelas Tiga, beberapa Pil Penerobosan dan sebuah buku Teknik Tingkat Menengah....


...Pelatihan ini akan dilaksanakan selama 7 hari....


Selesai menjelaskan hal tersebut, barisan menjadi riuh.


"Tidak dijelaskan mengenai peraturan, bukankah ini artinya pertempuran antar Perguruan tidak bisa dielakan". Ucap salah satu murid dari Perguruan Teratai Putih.


"Sepertinya memang begitu". Timpal murid yang lain.


"Hei, bukankah mereka akan mengambil keuntungan dari ini?"


"Hohoho.. Putri Min Yue, bukankah ini adalah kesempatanmu?" Ucap Lan Li pelan.


Putri Min Yue hanya tersenyum dengan liciknya.


"Tentu saja". Ucapnya pasti.


Lan Li adalah sahabat Putri Min Yue, dia merupakan Putri Kedua Keluarga Bangsawan Lan.


Keluarga Bangsawan Lan sendiri adalah Keluarga yang menapaki jalan perdagangan.


Bisnis mereka merupakan bisnis terbesar yang ada di Benua Barat, hal itu membuat Keluarga Lan menjadi salah satu dari 5 Keluarga Besar di Benua Barat.

__ADS_1


Lan Li memiliki sifat yang sama dengan Putri Min Yue. Itulah menjadi alasan mengapa mereka berteman baik.


..


Setiap Perguruan mengutus 20 lebih murid-murid mereka.


Karna hal itu, para murid dibagi lagi menjadi kelompok kecil yang berisikan 5 sampai 6 orang dan di dampingi satu senior disetiap kelompoknya.


Putri Feng Mei sekelompok dengan Li Wei yang adalah teman dekatnya.


Putri Min Yue sangat senang meskipun dia berpisah dengan temannya tetapi senior yang mendampingi mereka adalah Dong Fang.


Běi Nue di tempatkan di kelompok yang sama dengan Putri Mahkota Zhong Ming Xie.


Sedangkan Pangeran Dong Ling,  Pangeran pertama Zhong Fan, Pangeran Kedua Zhong Kei, Putra Mahkota Xī Ming dan Pangeran Xī Que, mereka di tempatkan pada masing-masing kelompok pada perguruan masing-masing.


Kelompok-kelompok itu mulai jalan berpisah memasuki Hutan Terkutuk tersebut.


***


Disisi lain


"Yang Mulia".


"Hm".


"Rencananya telah berjalan dengan baik".


"Itu bagus, bagaimana dengan Pedangnya?"


"Pedangnya dijaga dengan baik Yang Mulia".


"Baik Yang Mulia".


"Pergilah dan lanjutkan kembali rencana yang lainnya dan jangan sampai lengah".


"Baik Yang Mulia, saya undur diri".


***


Zora, Hongling dan Xiao Dai kini berada di Pelabuhan Kekaisaran setelah mengantar Jia Li ke kediamannya.


Hal yang mengejutkan bagi mereka adalah Jia Li berasal dari Keluarga Wen yang adalah salah satu dari 4 Keluarga Bangsawan di Kekaisaran Běi.


Meskipun dia hanya anak dari seorang Gundik, dia masih memiliki darah dari Kepala Keluarga.


Sebelum mereka pergi, Zora memberikan beberapa Botol Persolen untuk Jia Li.


"Hei..". Sapa seorang Gadis, membuat Zora dan Hongling mengalihkan atensi mereka.


Zora hanya menatap Gadis itu tenang, tidak ada cahaya kebencian ataupun dingin.


Tidak dengan Hongling dan Xiao Dai yang menatap jijik Gadis itu.


Mereka mengembalikan atensinya masing-masing setelah melihat Gadis yang menyapa mereka.


"Aku Wen Xia". Ucap gadis itu, dia tidak peduli dengan tatapan jijik dari Hongling dan Xiao Dai, dia tau kalau dia memang melakukan kesalahan.


"Kemana kalian akan pergi". Ucapnya lagi.

__ADS_1


Zora hanya menghela napasnya, "Benua Tengah".


"Emm,, bolehkah aku ikut?" Tanya Wen Xia hati-hati.


"Huh...?" Zora dan Hongling cukup tercengang mendengar apa yang diucapkan Wen Xia.


Mereka mengalihkan atensinya kembali lalu menatapnya dengan seksama, "Kita tidak seakrab itu". Ucap Zora mengingatkan.


"Aku tau,, aku minta maaf soal kemarin". Ucap Wen Xia dengan kepala menunduk.


Wen Xia benar-benar menelan rasa malunya hanya dalam hal ini, sepertinya pikirannya mulai terbuka.


Zora lalu mengalihkan atensi seperti mencari sesuatu, "Kau kabur dari kediaman mu?" Tanya Zora.


"Emm.. itu...aku.. aku sudah meminta ijin pada ayah". Jawab Wen Xia sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


Zora menatap tajam dirinya begitu juga Hongling 'benar-benar nekat'.


"Kembalilah". Ucap Zora mengalihkan atensinya dari Wen Xia.


"Ta.."


"Kami akan menunggumu di rumah makan yang ada disana, aku tidak ingin ayahmu menghawatirkanmu". Ucap Zora memotong perkataan Wen Xia.


"Benarkah?" Tanya Wen Xia dengan mata berbinar.


Zora hanya mengangguk menanggapi peetanyaannya.


"Baiklah.. aku akan segera kembali, tunggu aku". Ucap Wen Xia lalu pergi dengan cepat dari hadapan mereka.


"Kamu yakin?" Tanya Hongling pada Zora.


"Ya.. dia gadis baik, dia juga masih sangat muda pikirannya juga sangat mudah untuk dipengaruhi". Ucap Zora tenang.


Hongling mengangguk kepalanya paham.


"Baiklah.. kalian pergilah lebih dulu ke Rumah Makan itu, aku akan menyusul setelah mendapat kapal sewaan". Ucap Hongling.


***


"Berhati-hatilah, meskipun ini hanya lapisan pertama dari Hutan ini, tidak menutup kemungkinan akan adanya bahaya yang menanti kita". Ucap Haocun yang adalah pendamping senior dari kelompok Feng Mei.


Feng Mei dan yang lainnya menanggapi ucapan Senior Haocun dengan anggukan kepala.


Meskipun mereka dari Peguruan Bintang Utara yang dikatakan terendah bukan berarti kekuatan mereka lemah.


"Senior Hao, sepertinya kita akan kedatangan tamu". Ucap Feng Mei.


Indranya lumayan tajam, apalagi dia memiliki Elemen Tumbuhan.


Bisa dibilang Hutan adalah tempat paling cocok untuknya berlatih ataupun bertarung.


Mendengar ucapan Feng Mei, Haocun tidak bisa tidak untuk percaya padanya.


Ini adalah kesekian kalinya mereka berada pada kelompok yang sama.


Kinerja Feng Mei tidak bisa di anggap remeh.


"Teman-teman semuanya, persiapkan diri kalian untuk bertarung". Ucap Haocun lalu terbang ke atas pohon meninggalkan yang lainnya.

__ADS_1


__ADS_2