Zora

Zora
CH 46


__ADS_3

Zora tengah duduk bersilah pada sebidang tanah yang ditutupi beberapa rumput.


Setelah matanya terpejam dengan erat. Dia dengan segera memasuki Ruang Jiwa miliknya, memperhatikan 'Bola-bola aneh' yang tengah melayang di tengah lautan Qi nya. Tidak lupa dengan betapa rakusnya bola-bola itu menyerap Aliran Qi miliknya.


Merasakan aura Petir Penghakiman yang kembali menggema, rantai pada Bola berwarna hijau gelap dan Bola berwarna pelangi bergetar hebat.


Zora mengerucutkan bibirnya menyaksikan kedua bola itu.


'Ini pasti akan sangat menyakitkan'. Keluhnya pada diri sendiri.


Zora kembali dari Ruang Jiwanya, mempersiapkan diri untuk menerima 'Pembabtisan' yang akan terjadi beberapa menit lagi.


Dia berusahan untuk tetap tenang dan berkonsentrasi. Meskipun dia tau itu sangat menyakitkan, dia tidak ingin mundur dengan mudah sebab ini merupakan kesempatan baginya.


Bola-bola itu menerima suatu rangsangan dengan memastikan seberapa kuat 'hal' yang membuatnya dirangsang, dengan itu dia memiliki keyakinan, bahwa bola-bola itu tidak akan membiarkannya mati dengan mudah.


"Apakah ini akan baik-baik saja?" Tanya Wen Xia sedikit gugup dengan nada suara yang sedikit menurun. Telapak tangannya memutih meramas ujung bajunya dengan kuat. Wajahnya juga terlihat sedikit pucat.


"Percayakan saja padanya, dia pasti akan baik-baik saja". Ucap Li Wei menenangkan Wen Xia.


"Berjaga jarak terlebih dahulu. Terlalu dekat dengannya akan sangat bahaya". Nasihat Zhusu.


o0o


Secara tiba-tiba siluet tipis berwarna merah darah menghantam tubuh Zora dengan ganas. Meskipun tubuh Zora diam-diam dilindungi oleh kekuatan pertama dari Bola Berwarna Hijau Gelap, Zora masih menyemburkan banyak darah.


Tubuhnya seperti akan hancur akibat dari hantaman tersebut.


Dia menggertak kuat giginya. Berusaha menahan rasa sakit yang dia rasakan.


Disaat yang bersamaan, salah satu rantai yang ada pada Bola Berwarna Hijau Gelap hancur berkeping-keping melepas kekangan pada Bola Hijau Gelap tersebut.


Dengan lepasnya Rantai tersebut, kekuatan fisik Zora melonjak dalam sepersekian detik.


Tubuh fisiknya terasa semakin kuat dan kuat.


Melihat Zora yang seperti itu, Hongling tidak bisa menahan diri. Dia dengan cepat melangkahkan kakinya menuju Zora. Hanya saja tiba-tiba kekuatan entah dari mana melemparnya kembali.


Mereka yang menyaksikan itu terkejut.


"Apa kau baik-baik saja? Apa yang membuatmu tiba-tiba berakhir seperti ini?" Tanya Zhusu saat membantu menopang tubuh Hongling.


Dia jelas bingung dengan apa yang baru saja dia saksikan. Meskipun Zora tengah menerima 'Pembabtisan', tidak ada pengetahuan tentang seseorang akan dilempar begitu saja saat mendekati orang yang menerima 'Pembatisan'.


"Ya". Jawab Hongling, "Aku tidak tau. Hanya saja ada kekuatan besar yang mendorongku saat aku mendekatinya".


"Itu sangat aneh".


Hongling menganggukan kepalanya setuju, "Seperti ada yang melindunginya". Ucapnya kemudian.


Zhusu sedikit berpikir sejenak mendengar perkataan Hongling kemudian berkata, "Baik, beristirahatlah dulu. Aku sendiri juga tidak tau apa itu, ini pertama kalinya aku melihat hal seperti ini. Jangan dipikirkan, kita masih bisa menanyakan langsung padanya setelah dia menyelesaikan 'Pembabtisannya'".


*


Kilatan petir kembali terpancar.


Siluet tipis kembali menghantam tubuh kecil Zora.


Berkat peningkatan kekuatan tubuh fisiknya, Zora dapat menahan pukulan kedua dari Petir Penghakiman tersebut.


Setidaknya, rasa sakit yang dia rasakan tidak semengerihkan pukulan pertama dari Petir Penghakiman.


Bersamaan dengan hantaman kedua dari Petir Penghakiman, 2 Rantai yang mengekang Bola berwarna Pelangi hancur begitu saja.


Didalam Ruang Jiwa milik Zora, setelah Rantai pada Bola Pelangi itu hancur, cahaya kemudian menyebar keseluruh Ruang Jiwanya, bahkan kekuatan yang besar tiba-tiba melonjak dari dalam tubuh Zora dan menyapu keluar begitu saja.


Membuat Hongling dan yang lainnya di dorong mundur beberapa langkah. Seperti angin besar yang mendorong mereka secara tiba-tiba dengan kekuatan yang luar biasa.


Perlahan, cahaya berwarna pelangi tiba-tiba merembes keluar kemudian menyelimuti tubuh Zora. Membawanya melayang di udara setinggi orang dewasa.

__ADS_1


Mata Zora masih tertutup dengan rapat. Dia bisa merasakan kekuatan besar melonjak dari dalam dirinya. Tetapi tidak dengan apa yang terjadi di luar ataupun di dalam Ruang Jiwanya.


Kekuatannya yang terus melonjak, hingga akhirnya berhenti pada Tahapan Raja, Ranah Profound Monarch tahap 3.


Meskipun Zora merasakan gejolak di hatinya, dia masih berusaha untuk tetap tenang. Karna dia masih harus menerima 'Pembatisan' yang terakhir.


*


Suara petir kembali menggema. Gemaannya terdengar seperti raungan marah dan dipenuhi dengan keangkuhan yang siap mengobrak abrik seluruh alam.


Hongling dan Zhusu hanya bisa menatap Zora nanar.


Keduanya tentu tau, 'pembaptisan' yang ketiga dari Petir Penghakiman adalah 'Penghancuran'. Dimana itu merupakan kekuatan Penuh dari Petir Penghakiman tersebut.


Wajah Hongling yang berangsur-angsur cerah, kembali pucat.


Melihat wajah Hongling dan Zhusu yang tidak enak dipandang. Dong Fang, Feng Mei, Wen Xia dan Li Wei hanya bisa berdoa di dalam hati mereka masing-masing.


Saat Siluet Merah Darah yang mengerikan itu akan menghantam tubuh Zora.


Kepulan Cahaya Pelangi yang menyelimuti tubuh Zora tiba-tiba melonjak dan berputar dengan cepat.


Kemudian membentuk sesosok Siluet yang sangat indah, lipatan sayapnya terlihat seperti sebuah kempompong.


Dengan warna pelangi yang menghiasi seluruh tubuhnya, Siluet itu secara perlahan melebarkan sayapnya dengan perkasa.


Gerakannya dipenuhi dengan keagungan.


Auranya penuh dengan kaangkuhan dan penindasan.


Tatapannya yang tajam dari mata biru jernihnya, menatap rendah semua orang dan bahkan alam itu sendiri.


Saat itu juga, Siluet tipis merah darah seakan membeku diudara.


Wajah semua orang yang mulanya pucat dan takut berubah menjadi keterkejutan yang luar biasa, melihat sosok Siluet yang tiba-tiba muncul dihadapan mereka.


Di bawah tekanan aura yang begitu luar biasa kuat dan mengerikan. Hongling dan yang lainnya secara tidak sadar dipaksa berlutut begitu saja. Mereka sendiri tidak menyadari hal tersebut.


Dengan rasa kagum yang begitu luar biasa membuat mata mereka tidak pernah lepas dari sosok siluet itu.


Tentu mereka sangat tau sosok seperti apa yang ada dihadapan mereka saat ini.


Yang adalah salah satu dari 5 sosok yang tiba-tiba menghilang entah kemana. Dan hari ini, secara tiba-tiba menampilkan dirinya dengan begitu megah dan penuh keagungan.


Sosok yang bahkan keberadaannya sangat di hormati dan ditakuti.


Salah satu yang disebut sebagai Binatang Ilahi.


Phoenix Tujuh Warna.


*


Untuk beberapa alasan, Hongling kembali mengingat saat pertama dia dan Zora bertemu.


Dia menceritakan segala sesuatu secara umum.


Tetapi dia tidak pernah menyebutkan nama ataupun memberikan gambaran tentang Binatang Ilahi saat Zora menanyainya.


Saat itu, dia hanya menggelengkan kepalanya sebagai jawaban bahwa dia tidak tau apa-apa.


Faktanya, semua orang entah di Alam paling tinggi sampai ke Rendah sekalipun mengetahui seperti apa Binatang Ilahi itu dan berapa banyak.


Tetapi Hongling bahkan menyangkal bahwa dia tidak tau apa-apa. Tentu dia punya alasannya tersendiri.


Sama seperti Hongling, bahkan orang-orang disemua alam yang mengetahui tentang Binatang Ilahi memiliki alasan sendiri untuk tidak mengungkapkannya.


Sebab nama dari masing-masing mereka adalah sesuatu yang adalah tabu untuk di ucapkan begitu saja.


Seperti yang diketahui.

__ADS_1


Kelima sosok Binatang Ilahi adalah salah satu ikon tentang 'dirinya'. Meski tidak banyak yang tau kisah tentang 'dia'. Bukan berarti orang-orang tidak tau kisah tentang Binatang Ilahi itu sendiri.


Yang pada akhirnya ikut menghilang setelah beberapa ribu tahun 'orang itu' menghilang. Tetapi tidak ada yang tau alasan apa yang membuat para Binatang Ilahi menghilang.


Itu adalah kisah 15.000 tahun yang lalu. Sebelum akhirnya perpecahan dimulai setelah 5.000 tahun menghilangnya para Binatang Ilahi.


Menyebut nama mereka, sama seperti tidak menghormati 'dirinya'.


Dan hal tersebut, telah di percaya dari generasi ke generasi.


Itulah alasan mengapa tidak ada yang berani menyebut nama mereka, meski mereka tidak lagi ada.


*


Perasaan Hongling dan Zhusu saat ini tidak bisa dilukiskan dengan kata-kata.


Menatap penuh hormat siluet tersebut.


Tetapi menatap bingung Zora.


Pikiran mereka tengah mencari tau jawaban yang pas untuk pertanyaan 'siapa sebenarnya sosok Zora?'


'Jika memang Siluet itu salah satu ikon dari 5 sosok lainnya tentang 'dirinya' lalu, siapa Zora sebenarnya?'


'Apakah dia adalah Yang Ditakdirkan atau memang dia memiliki hubungan dengan 'orang itu' sendiri?'


Ketiga pertanyaan itu terus berputar di pikiran mereka.


Sedangkan Dong Fang, dan tiga lainnya hanya diam meskipun pikiran mereka juga campur aduk, mata mereka terus memperhatikan setiap tindakan dan gerakan sosok Siluet itu, mereka tidak melewati sedikitpun pemandangan begutu indah yang tengah terjadi di hadapan mereka.


CTARRRRR......


Setelah menyaksikan pertunjukan yang begitu luar biasa, sekali lagi mereka dikejutkan dengan suara petir yang menggema.


Siluet merah darah yang tadinya membeku kembali meliuk-liuk menuju tubuh kecil Zora.


Melihat dan mendengar itu, mata birunya yang lembut seperti air dilautan menjadi sangat dingin dan dingin, menatap tajam langit yang dihiasi dengan Petir berwarna merah darah.


Phoenix Tujuh Warna hanya mendengus dingin, dan dengan marah dia mengepakan sayapnya terbang menuju langit.


ROARRRRR.....


Raungan marahnya terdengar diseluruh Benua bahkan diseluruh Alam.


Petir Penghakiman yang tadinya terdengar begitu marah dan angkuh, menyusut seketika. Dan perlahan-lahan menghilang dari pandangan semua orang.


Langit kembali cerah.


Siluet megah itu masih berputar dan meraung beberapa kali dilangit. Seolah mengumumkan keberadaannya.


Setelah beberapa saat, Siluet tersebut terbang kembali menuju Zora dengan kecepatan yang begitu luar biasa.


Saat akan menabrak tubuh Zora, Siluet tersebut menghilang seketika dengan 'whoshh' dan segera di gantikan dengan cahaya pelangi dan kembali menyelimuti Zora.


Dan dengan perlahan-lahan membawa kembali tubuh Zora ke tanah.


o0o


Alam Ras Dewa.


Sesosok agung tengah berdiri di dekat jendela menatap kosong pemandangan dihadapannya.


Beberapa garis kerutan terlihat pada keningnya, ketika raungan yang begitu luar biasa memekakan telinga terdengar.


Dengan balutan berwarna putih menyelimuti tubuhnya, sosok itu terlihat indah dengan tempramen yang agung dan berkharisma. Wajahnya yang tampan dapat memabukan siapa saja yang memandangnya.


Meskipun pikirannya dipenuhi dengan emosi saat ini, dia masih terlihat sangat tenang.


"Cari tau dari mana suara itu berasal, berpencar ke seluruh Alam Ras dan bunuh orang-orang yang terlihat mencurigakan". Titahnya dengan suara yang rendah dan berat.

__ADS_1


__ADS_2