
"Maaf". Ucap Zora meminta maaf pada Feng Mei. Meskipun Feng Mei salah, dia memiliki alasannya sendiri. Lagi pula, dia juga tidak ingin membawa masalah ini lebih jauh lagi. "Saya tidak dapat mengendalikan diri saya dengan baik". Lanjutnya.
Feng Mei tertegun beberapa menit.
Dia tidak menyangka bahwa Zora akan meminta maaf padanya.
Meski dia dipukuli oleh Zora, dia sama sekali tidak marah.
Itu adalah kesalahannya.
Jika dia tidak mengambil bunga itu dari tempatnya, Hutan Kabut pasti akan baik-baik saja, dan orang-orang itu tidak akan muncul entah dari mana untuk mengambil jantung dari hutan tersebut.
"Tidak. Seharusnya, saya yang minta maaf. Itu semua kesalahan saya". Ucap Feng Mei cepat. Dia berusaha berdiri dengan susah payah kemudian, "Maaf". Ucapnya lagi sambil membungkuk 90°.
Melihat dia dengan sangat tulus meminta maaf, Zora tidak melanjutkan lagi, "Baiklah. Duduk kembali". Ucapnya.
Li Wei dan Dong Fang segera membantu Feng Mei kembali duduk.
Setelah duduk, Li Wei bertanya pada Feng Mei dengan pelan, "Mengapa kamu tidak meminta bantuan Kaisar saat itu?"
"Saya tidak punya pilihan. Ayah Kaisar selalu disibukan dengan tugas-tugas dan saya tidak bisa mengganggunya dengan hal-hal yang telah saya ciptakan sendiri". Jawab Feng Mei.
Setelah jeda beberapa detik, dia melanjutkan. "Karna saya menghabiskan 10 hari di Hutan Kabut untuk penyembuhan luka luar dan dalam, semuanya masih baik-baik saja saat itu dan setelah luka-luka saya sembuh, saya pergi ke Perguruan untuk meminta bantuan pada Guru saya. Kami berdua bersama-sama menghabiskan waktu siang dan malam di perpustakaan Perguruan, kami bahkan pergi ke Perpustakaan Pusat Kerajaan untuk mencari hal-hal lain yang dapat membantu menekan racun ini. Tapi kami tidak menemukan apapun".
"Karna kabut pada hutan tersebut menghilang secara perlahan, saya kira saya dapat menggunakan kesempatan ini untuk mencari pengganti dari bunga ini. Tapi karna setelah lama mencari saya tidak mendapatkan hasil apapun, saya memutuskan untuk kembali ke Hutan Kabut untuk mengisi kembali daya kabutnya. Siapa yang tahu bahwa segala sesuatunya telah terlambat. Saya terlambat dan seluruh Hutan telah hancur. Saya panik dan berusaha mencari beberapa penghuni yang masih tertinggal ataupun bersembunyi. Sayangnya saya tidak menemukan barang satupun dari mereka. Saya memutuskan untuk kembali ke Kerajaan, tetapi setelah melihat kedua orang tua saya, saya sadar bahwa situasinya bahkan lebih sulit dari apa yang saya bayangkan. Saya tidak punya muka untuk melihat mereka. Pada akhirnya saya hanya bisa menghindari mereka sambil mencari cara untuk menghilangkan racun pada tubuh mereka".
"Apa? Jadi Kaisar dan Permaisuri terkena racun. Bagaimana orang-orang itu bisa begitu kejam". Seru Wen Xia tidak percaya.
"Ya. Racun Kalajengking Berkepala Dua". Jawab Feng Mei.
"Ya Dewa. Meski tidak sama dengan milikmu, racun itu akan membuat Kaisar dan Permasuri tidak dapat melakukan apa-apa. Selain itu, beberapa bahan untuk penawarnya tidak dapat di temukan di Alam ini. Bagaimana ini?" Ucap Li Wei panik.
Li Wei berasal dari keluarga biasa-biasa saja.
Karna sumber daya yang kurang, pertumbuhannya lebih lambat dari pada Wen Xia.
Setelah di terima di Perguruan Bintang Utara, dia memanfaatkan segala sumber daya untuk meningkatkan pertumbuhannya.
Dan karna satu kesalahan kecil yang di buat tanpa sengaja olehnya, membuat dia bertemu dengan Feng Mei.
__ADS_1
Dia awalnya tidak begitu tahu tentang status yang dimiliki oleh Feng Mei, di tambah Feng Mei yang tidak banyak bicara, membuatnya merasa tidak perlu untuk bertanya banyak tentangnya.
Namun, setelah 4 tahun berteman, dia akhirnya tahu siapa Feng Mei dan status yang dimilikinya.
Dia sedikit malu dan tidak percaya diri. Tetapi setiap kali dia berusaha untuk menghindari Feng Mei, dia justru malah semakin terikat dengan Feng Mei.
Hingga suatu hari, Feng Mei membawanya ke Kerajaan Běi untuk bermain.
Dia pikir dia akan di pandang rendah dan diberi bahu dingin oleh anggota Kerajaan. Siapa yang tahu, mereka sangat baik dan ramah setelah berkenalan.
Jadi, setelah mendengar tentang Kaisar dan Permaisuri yang terkena Racun, itu membuatnya panik.
Tidak hanya baik dan ramah, kecakapan dalam kepemimpinan Kaisar Běi juga sangat luar biasa, di tambah dengan Permaisuri yang lembut dan bijaksana membuatnya menjadi lengkap.
Tapi sekarang mereka terkena racun. Meski itu tidak berbahaya, jika mereka di hadapkan dengan konflik internal ataupun eksternal, mereka berdua tidak dapat melakukan apa-apa dan itu sangat berbahaya.
Dong Fang yang berada disisinya juga terkejut mendengarnya.
Memikirkan sesuatu, dia membuka mulut untuk menanyakan sesuatu pada Feng Mei. Tetapi melihat bagaimana situasi saat ini, dia kembali menelan kata-katanya.
"Bagaimana ini? Apa yang harus kita lakukan?" Tanya Li Wei kembali.
Feng Mei menggelengkan kepalanya pelan. Dia juga tidak tahu apa yang harus dia lakukan. Dia telah berusaha mencari bahan-bahan yang dibutuhkan. Tapi seperti yang dikatakan oleh Li Wei, beberapa bahan sangat langka dan tidak tumbuh di Alam ini. Jikapun ada. Tempat itu pasti merupakan tempat yang paling berbahaya untuk di datangi.
Meski Hongling tidak tahu kenapa Zora memberikan beberapa Pil pada Kaisar Běi, dia yakin bahwa itu adalah penawarnya.
Menghela napasnya pelan, "Kamu bilang, kamu ingin mencari bahan untuk kedua orang tuamu. Tapi kenapa kamu memutuskan untuk mengikuti kami? Bukankah itu akan mengacaukan dirimu sendiri?" Tanya Zora pada Feng Mei.
Meski tidak tahu mengapa Zora bertanya seperti itu pada Feng Mei, Hongling hanya memperhatikan dalam diam.
Feng Mei mengalihkan atensinya pada Zora. Dia sendiri tidak tahu, mengapa dia memilih untuk mengikuti mereka.
Tapi, melihat mata hitam milik Zora, dia tanpa ragu-ragu menjawab, "S-saya tidak tahu. Saya tidak punya alasan mengapa. Saya hanya mengikuti dorongan kata hati saya".
"Lalu, bagaimana dengan racun pada tubuh kedua orang tuamu?" Tanya Zora lagi.
"Saya telah berkeliling ke seluruh Benua dan tidak menemukan apapun. Tetapi juga ada beberapa tempat yang belum saya kunjungi. Itu dikenal sangat berbahaya. Salah satunya adalah Hutan ini. Saya percaya, saya pasti dapat menemukan bahan tersebut di tempat ini. Namun, jika bahan tersebut tidak ada, saya hanya bisa ke tempat berbahaya lainnya". Jawab Feng Mei.
"Dengan mempertaruhkan nyawamu sendiri?"
__ADS_1
"Ya". Jawab Feng Mei lagi tanpa ragu-ragu.
Zora mengangguk puas kemudian mengeluarkan satu buah pil dan di berikan pada Feng Mei, "Minumlah, masih ada beberapa latihan lagi yang masih menunggu kalian".
"Apakah kami akan kembali menerima tekanan itu lagi?" Tanya Li Wei sambil menunjuk Formasi Kubus yang tidak jauh dari mereka.
"Tidak. Kalian telah menghabiskan 3 hari penuh dalam pelatihan tersebut. Untuk itu, latihan kalian mulai hari ini akan di ubah". Jawab Zora.
"Kenapa? Apakah itu juga termasuk?" Tanya Wen Xia bingung.
"Sebenarnya tidak. Hanya saja, kita mungkin akan kedatangan tamu". Jelas Zora santai.
"Tamu? Apakah itu isi dari pesan tersebut?" Tanya Dong Fang.
"Ya, dan tamu-tamu tersebut tidak dapat kita anggap remeh". Ucap Zora ringan.
"Apakah itu juga yang di tulis didalam surat tersebut". Tanya Li Wei menelan salivanya susah payah.
"Tidak".
"Hufff. Jika tidak, bagaimana kamu tahu?". Tanya Li Wei lagi, merasa sedikit lega.
"Menebaknya".
Mendengar jawaban Zora, mereka tidak lagi bertanya.
Feng Mei diam-diam membawa pil yang baru saja di berikan oleh Zora ke tempat yang tidak jauh dari yang lainnya, kemudian memakannya.
Dong Fang, Li Wei dan Wen Xia tengah duduk merencanakan diri mereka sendiri kemudian tenggelam dalam pikiran masing-masing.
Sedangkan Zora dan Hongling hanya menonton mereka dalam diam.
###
Penerobosan Tahap yang di alami oleh Ke-empat orang tersebut.
Dong Fang \= Ranah Master Tahap Awal \=> Ranah Master Tahap 2.
Feng Mei \= Ranah Pengembangan Roh Tahap Awal \=> Ranah Pengembangan Roh Tahap 3.
__ADS_1
Li Wei \= Ranah Awal Tahap 4 \=> Pembentukan Inti Tahap 2.
Wen Xia \= Ranah Awal Tahap Akhir \=> Pembentukan Inti Tahap 2.