Zora

Zora
CH 74


__ADS_3

"Minggir". Ucap Wen Xia pada Li Wei.


Mengerutkan keningnya, Li Wei menatapnya dengan bingung. Dia akan bertanya, tetapi ketika dia melihat wajah serius Wen Xia, dia menelan kembali kata-katanya dan bertukar tempat dalam diam.


Setelah bertukar tempat, Wen Xia mengatur napas dan suaranya beberapa kali.


Mengetahui apa yang akan di lakukan oleh Wen Xia, Dong Fang dan Li Wei segera mengulurkan tangannya untuk menghentikannya.


Sayang, mereka terlambat.


Suara nyaring yang sangat keras bergema di kedalaman hutan.


Untungnya, Dong Fang dan Li Wei telah menutup kedua telinga mereka tepat waktu. Jika tidak, mereka mungkin akan tuli setelah ini.


"Apakah kamu berencana untuk membuatku tuli?" Dengus Feng Mei dengan dingin.


Aura di sekelilingnya juga dengan cepat berubah menjadi sangat menyeramkan.


Tapi... karna melihat metodenya berhasil, Wen Xia tidak merasakannya, dia bahkan tersenyum dengan sangat cerah. Mengingat sesuatu, dia menunjukan lima jarinya pada Feng Mei, "Ini berapa?"


Feng Mei mengerutkan keningnya, meski dia tidak tahu apa yang di lakukan oleh Wen Xia, dia tetap menjawabnya dengan patuh dan benar.


Memeluk Feng Mei, "Saya kira kamu menjadi idiot setelah dipukuli. Untungnya kamu baik-baik saja".


Dong Fang dan Li Wei tidak bisa tidak menepuk dahi mereka dengan keras.


Wajah Feng Mei yang awalnya bingung, seketika berubah gelap, sedikit berjuang melonggarkan pelukannya, "Lepas". Teriaknya dengan tidak sabar.


"Baiklah. Saudari Mei, jangan marah". Ucap Wen Xia melepas pelukannya, "Saya hanya sangat khawatir".


Melirik Wen Xia, Feng Mei menghelah napasnya, tidak menjawabnya.


"Saya baik-baik saja". Menekan segala keingintahuannya tentang Zora, dia berkata, "Melihat bagaimana kalian, sepertinya kalian telah pulih".


Meski suaranya ringan, itu masih terdengar sedikit acuh.


"Ya. Meski begitu, kekuatan kami masih belum pulih sepenuhnya". Ucap Dong Fang dan di angguki oleh Li Wei dan Wen Xia.


"Tidak apa-apa". Mari kita mulai dari ..." Feng Mei mengucapkan segala yang di ketahuinya, dari setiap pergerakan, penyerangan dan berbagai strategi yang mereka lakukan untuk Zora.

__ADS_1


Namun, karna segalanya tidak berhasil, dia hanya dapat menyimpulkan untuk kembali menyerang Zora bersama-sama dengan menggunakan semua kekuatan dan membentuk gelombang kekuatan.


Karna menurutnya, itu adalah cara terakhir yang dapat mereka gunakan.


Keempatnya berdiskusi dengan penuh perhatian.


Zora yang sedari tadi memperhatikan keempatnya tersenyum tanpa sadar.


Melihat bagaimana mereka berkembang, tidak hanya dalam kekuatan tetapi juga kebersamaan, dia merasa sedikit lega.


Menghela napasnya pelan, dia melirik Formasi Hitam yang tidak jauh darinya.


Angin kencang menampar pakaiannya, membuatnya menarik kembali pandangannya dan memperhatikan orang-orang di hadapannya.


Melihat mereka yang telah menggabungkan kekuatannya masing-masing, Zora menyipitkan matanya lembut.


Dengan sedikit gerakan pada tangannya, dia juga mengumpulkan kekuatan sedikit demi sedikit.


Kekuatan yang terkumpul, di lemparkan secara bersamaan.


Ketika kedua kekuatan besar itu bertambrakan, ledakan besar terjadi.


Suara ledakan itu bahkan lebih besar dari biasanya, itu sangat besar.


Gelombang kekuatan yang di hasilkan oleh tabrakan itu juga sangat besar, sehingga tidak hanya Zora, melainkan Dong Fang dan tiga lainnya melambung mundur cukup jauh.


Keempat orang itu memuntahkan banyak darah, mereka tidak tahu bagaimana keadaan Zora, tapi mereka cukup yakin bahwa Zora pasti terluka meski tidak begitu parah.


Setelah cukup sunyi, bunyi "Crack" pada Formasi Cahaya Bulan terdengar.


Dong Fang dan tiga lainnya saling padang tetapi tidak dapat melakukan apapun, mereka telah berusaha hingga ke batasan mereka masing-masing dan membuat tubuh mereka tidak hanya kekeringan kekuatan tetapi juga terluka sangat parah.


Mereka ingin melihat bagaimana ekperesi Zora, namun pandangan mereka terhalang oleh debu dan dedaunan yang berterbangan.


Zora di sisi berlawanan, berdiri dengan punggung mengahadap keempatnya.


Meski gelombang kekuatan begitu dasyat dan berhasil memukulnya mundur, keadaannya tidak sama seperti keempat orang tersebut.


Dia masih baik-baik saja, bahkan tidak memiliki luka apapun di tubuhnya.

__ADS_1


Dia berdiri dengan santai, namun ketika dia mendengar suara retakan pada Formasi, dia tanpa sadar mendongak, dengan teknik Mata Dewanya, dia mencoba untuk mencari asal suara tersebut.


Hanya butuh waktu beberapa menit baginya untuk menemukan asal retakan tersebut.


Retakannya cukup besar, tapi itu tidak berdampak hingga dapat menghancurkan Formasi.


Meski demikian, Zora masih terkejut dengan kekuatan gelombang yang di hasilkan.


Dapat meretakan Formasi Cahaya Bulan merupakan hasil yang luar biasa.


Di sisi Dong Fang dan yang lainnya sudah terbaring lemas di tanah, setelah mengeluarkan banyak darah.


Menoleh ke samping untuk melihat tiga lainnya, "Apakah Formasi ini akan hancur?" Tanya Wen Xia.


"Hah". Menatap langit yang begitu cerah, Li Wei menghelah napasnya pelan. "Tidak tahu".


Memikirkan sesuatu, Wen Xia segera kembali duduk, "Lalu, apakah kita telah memenangkan pertandingan ini...? Di lihat dari suara retakan ini..." Mengalihkan atensinya ke depan, dia mendapati Zora yang tengah berdiri. Dia terlihat seperti sedang memeriksa sesuatu dan Wen Xia tentu tahu apa yang dia lakukan, "Ah.. lupakan".


Suaranya tenggelam dan sedikit kesal.


"Ada apa? Dia benar-benar baik-baik saja?" Tanya Feng Mei.


Gelombang pukulan itu sangat besar, dan itu bahkan menghasilkan badai yang dapat membuat Formasi Cahaya Bulan retak.


Bahkan jika dia sangat kuat, dia seharusnya masih mendapat luka, kan?


Yah... meski itu hanya luka kecil.


Menggelengkan kepalanya pelan, "Kita memang berhasil memukul mundur dia, tapi dia sepertinya tidak mendapat luka apapun. Lihat, dia bahkan masih berdiri tegak sambil mencari asal suara retakan itu". Ucap Wen Xia lemah.


"Jadi, bahkan setelah satu bulan penuh di isi dengan pelatihan neraka, kita bahkan tidak dapat menyentuh cadarnya? Betapa menyebalkan". Ucap Li Wei.


Melihat Feng Mei, Li Wei dan Wen Xia yang terlihat putus asa, Dong Fang mencoba menghibur, "Apa yang bisa kita lakukan? Lagipula dia sangat kuat, bertukar pukulan dengan dia merupakan suatu hal yang bahkan mungkin tidak akan pernah terjadi pada orang lain. Seharusnya kalian senang, karna meskipun tidak dapat mengalahkan dia, kita masih di latih hingga ke tahap ini hanya dalam kurun waktu satu bulan". Berhenti sejenak, Dong Fang kembali melanjutkan. "Jangan mencoba untuk membandingkan dia. Tidak peduli apa, dia tidak dapat di bandingkan dengan siapapun. Cukup pikirkan saja, ketika kita keluar dari tempat ini dengan kekuatan yang seperti ini... "


Dong Fang tidak lagi melanjutkan ucapannya. Bagaimanapun, kelanjutannya cukup jelas dan ke tiga orang tersebut segera mengerti dengan apa yang dimaksud olehnya.


Benar, bahwa Zora tidak dapat di bandingkan dengan siapapun. Bagaimanapun, dia adalah eksistensi yang tidak dapat dicapai oleh siapapun.


Yang perlu mereka pikirkan adalah, bagaimana tanggapan orang luar ketika mereka kembali dalam keadaan utuh. Tidak hanya itu, bahkan kekuatan mereka meningkat dengan sangat tidak relevan.

__ADS_1


Meski mereka berlatih siang dan malam dengan sangat keras, siapa yang tahu apa yang mereka alami.


Pemikiran masyarakat terkadang terlalu menyimpang dari hal-hal yang seharusnya.


__ADS_2