
Pagi berikutnya.
Aktivitas telah kembali normal dengan hilangnya cahaya pelangi semalam.
Zora, Hongling, Zhusu dan yang lainnya bersiap untuk melanjutkan perjalanan.
Zora juga telah diberitahukan oleh Hongling tentang berapa hari yang telah dia habiskan saat melakukan meditasi mendalam.
Dia cukup terkejut saat mendengar apa yang dikatakan Hongling. Dia pikir, dia akan menghabiskan lebih banyak waktu untuk memperbaiki kekacuan yang terjadi di dalam Ruang Jiwanya dan menyeimbangkan kekuatannya yang tiba-tiba melonjak.
Dia tidak berharap bahwa akan membutukan waktu secepat itu.
Selain itu, dia juga telah memikirkan tentang tongkat yang dia anggap 'aneh' tersebut.
Jika apa yang dikatakan oleh Qing Yu adalah kebenaran maka dia hanya perlu mencari 'sesuatu' yang dapat melepaskan rantai-rantai tersebut dari bola kristal dalam Ruang Jiwanya. Dengan begitu dia dapat melengkapi tongkat tersebut.
Hanya saja itu akan memakan waktu lebih lama.
o0o
Lapisan kedua, bagian selatan Hutan Terkutuk.
Běi Nue, Ming Xie dan yang lainnya kembali menyusuri Hutan mencari Binatang Iblis.
Berkat hilangnya cahaya pelangi semalam, aura tipis yang mereka rasakan sebelumnya juga menghilang.
Hanya saja, Ming Xie merasakan sesuatu yang mengganjal dalam dirinya.
Entalah apa itu, dia sendiri juga tidak tau. Semakin dia memikirkannya, semakin jauh jarak pikirannya.
Itu agak membuatnya frustasi.
"Ada apa denganmu?" Tanya Wei Wei disebelahnya.
Meski matanya mengawasi pergerakan Binatang Iblis, dia juga memperhatikan orang-orang disekitarnya.
Melihat bagaimana Ming Xie tidak dalam suasana yang baik dan tidak terlihat fokus, rasa penasarannya meningkat, membuatnya tidak bisa menahan diri untuk bertanya.
Ming Xie melihatnya.
Tatapan terasa begitu jauh, membuat Wei Wei mengerutkan keningnya.
"Aku merasa bahwa ada yang salah, tapi tidak tau apa itu". Jawab Ming Xie frustasi.
Selain barbar dan banyak bicara, Ming Xie juga memiliki sifat yang tidak sabaran, hal itu membuatnya lebih mudah tersinggung dan marah.
"Baiklah. Tidak perlu dipikirkan lebih jauh. Aura mengintimidasi Binatang Iblis telah hilang, waktunya untuk kita bekerja lebih keras". Ucap Wei Wei berusaha menghiburnya.
Siapa sangka bahwa ucapannya malah memicu pikiran Ming Xie yang cukup lama tertutup.
Dengan mata sedikit melebar, Ming Xie tiba-tiba berteriak cukup besar, membuat orang-orang disekitarnya terkejut.
"Ada apa?" Apakah kamu melihat Binatang Iblis? Dimana?" Tanya Wuhui seketika.
Melihat reaksi semua orang, Ming Xie menggelengkan kepalanya pelan sambil mencubit hidungnya.
"Tidak ada. Aku hanya tiba-tiba mengingat sesuatu". Ucap Ming Xie cepat.
"Apa itu?" Tanya Wuhui penasaran.
"Tentang sosok itu". Jawab Ming Xie.
__ADS_1
"Apa yang aneh tentang itu? Bukankah auranya telah menghilang, kita hanya tidak perlu bersusah payah mencari Binatang Iblis seperti 3 hari kemarin". Ucap Dai Ming.
"Aku tau, tapi .. kemana perginya sosok itu. Tiba-tiba menghilang begitu saja, bahkan auranya pun tidak ada jejak sama sekali. Bukankah itu aneh". Ucap Ming Xie.
Mendengar itu semuanya terdiam.
Tidak ada yang bersuara saat ini.
Ranting dan dedaunan kering yang diinjakpun hanya mengeluarkan suara yang terdengar sangat hati-hati.
Meski mereka terlihat sangat mewaspadai lingkungan sekitar. Pada kenyataannya, pikiran mereka tengah melayang jauh entah kemana.
Menerka-nerka kemana perginya sosok yang bahkan dapat mengintimidasi Binatang Iblis dengan aura yang begitu mengesankan.
Mereka terus menyusuri hutan tersebut dengan pikiran yang belum juga kembali hingga suara pertarungan membangunkan mereka dari pikiran masing-masing.
Hanya membutuhkan waktu singkat, sebelum akhirnya mereka menemukan asal suara tersebut.
Itu merupakan pertarungan antar Perguruan. Dan dapat dilihat bahwa pertarungan tersebut berat sebelah.
Melihat warna pakaian familier yang dikenakan oleh salah satu kelompok itu. Beî Nue, Ming Xie dan yang lainnya terkejut.
Dengan cepat mereka menghampirinya.
Běi Nue, Dai Ming, Wuhui, dan Jun Ke segera membantu untuk menyerang.
Jelas bahwa orang-orang yang dianiaya dengan tidak elegan merupakan teman-teman mereka yang berasal dari Perguruan yang sama, Langit Cerah.
Ming Xie dan Wei Wei membantu mereka yang telah terluka parah.
Melihat seorang pria yang tengah duduk dengan tubuh penuh darah membuat hati Ming Xie mengepal. Dengan cepat menghampirinya.
"Gee, bagaimana .. bagaimana bisa seperti ini?" Tanya Ming Xie pada pria itu dengan gugup.
Dengan tangan gemetarnya, dia mengeluarkan beberapa pil dari tas kecil miliknya lalu diberikan pada Zhong Kei.
Ming Xie adalah putri sekaligus satu-satunya anak perempuan didalam keluarga Kerajaan. Bahkan sepupu yang dia miliki semuanya adalah pria.
Menjadi satu-satunya dan juga paling muda membuat semua orang menyayanginya. Tidak terkecuali paman dan para sepupunya.
Dia begitu disayangi sehingga dia sangat manja pada semua orang.
Meski dia cukup kuat untuk melindungi dirinya, Zhong Fan dan Zhong Kei selalu memperhatikannya. Menjaganya dengan sangat ketat. Mereka bahkan tidak akan membiarkan Ming Xie mendapatkan luka, sekecil apapun itu.
Ming Xie juga tau bahwa kedua saudaranya cukup kuat untuk melindungi diri mereka sendiri meskipun mereka masih jauh di bawah Putra Mahkota Dong Fang. Dia sangat yakin bahwa mereka dapat mengalahkan siapapun jika itu bukan Dong Fang.
Tapi..
Melihat keadaan saudaranya saat ini, Ming Xie merasakan sesak didadanya.
Ini adalah pertama kali baginya melihat saudaranya dalam keadaan seperti demikian.
Setelah melihat Zhong Kei menelan Pil nya, Ming Xie menyerahkannya pada Wei Wei kemudian bergegas membantu yang lainnya.
Ada kilatan marah dimatanya. Dia bahkan terlihat lebih mengerikan dengan matanya yang merah.
Dengan cepat Ming Xie menghapiri lawannya.
Sejak dia berada di tempat pertempuran itu, matanya hanya memperhatikan sosok pria yang adalah saudaranya. Dia bahkan tidak repot-repot memperhatikan sekitarnya.
Tetapi, tepat saat ini. Wajahnya yang diliputi oleh kemarahan menjadi cemberut melihat gambar disebelah kanan bagian dada pada pakaian yang dikenakan oleh lawan.
__ADS_1
Itu adalah murid Perguruan Pedang Langit.
Pakaian yang dikenakan oleh murid Perguruan Pedang Langit dan Perguruan Bintang Utara memiliki warna yang sama jika melihatnya dari kejauhan. Orang-orang akan sulit membedakannya.
Tetapi jika itu dilihat dari dekat akan sangat berbeda.
Pakaian pada murid Perguruan Pedang Langit tidak memiliki corak apapun. Itu berwarna putih dan biru polos.
Hanya ada gambar pedang putih seukuran telapak tangan, tungkainya berwarna biru cerah dengan bilah yang dililiti oleh naga berwarna merah darah yang terlihat disebelah kanan bagian dadanya.
Itu adalah logo dari Perguruan Pedang Langit tersebut.
Berbeda dengan milik Perguruan Bintang Utara, yang mana memiliki banyak sekali corak berbentuk bintang pada bagian ujung pakaiannya dan juga sekitar leher, serta bagian pinggangnya. Itu disulam dengan benang berwarna perak, sehingga tidak dapat dilihat dengan jelas jika dari kejauhan.
Kemarahan Ming Xie kembali meluap-luap melihat itu.
Perguruan Pedang Langit selalu berusaha untuk bersaing dengan Perguruan Langit Cerah dari tahun ke tahun.
Meski Perguruan Langit Cerah juga memiliki murid yang nakal dan sombong, mereka masih bisa bersikap rasional tentang kehidupan seseorang.
Tidak sama seperti Perguruan Pedang Langit yang mana memperlakukan hidup seseorang sebagai mainan.
Tidak tau sudah berapa kehidupan dan nyawa yang dimainkan oleh orang-orang dari Perguruan itu.
Terlalu banyak, sampai-sampai tidak dapat menghitungnya dengan jari.
Ming Xie menggeser sedikit tubuhnya kesamping menghindari pukulan yang dilakukan oleh lawan, dan dengan tangan kirinya memblokir serangan tersebut.
Matanya menyala-nyala melihat pria dihadapannya. Dia mendengus jijik, sebelum akhirnya menggunakan tangan kanannya untuk menyerang.
Melihat pria itu menghindar, Ming Xie tidak memberikannya waktu sedikitpun. Dengan cepat mengulurkan kakinya dengan kuat tepat didada pria tersebut, membuatnya tersungkur ditanah dengan bunyi 'gedebuk' serta darah yang mengalir disudut bibirnya.
Melihat pria itu meringkuk kesakitan sambil memegang dadanya. Ming Xie tidak menyia-nyiakan waktu sedetik saja.
Dan dengan cepat menggunakan Elemen Kristalnya.
Dengan kekuatan yang ditumpukan pada kaki saat menendang pria tersebut, membuat pria itu bahkan tidak mampu untuk menggerakan tubuhnya.
Dadanya begitu sakit sehingga dia hanya bisa menggertakan giginya dengan kuat untuk menahan rasa sakit yang dia derita.
Tetapi melihat bagaimana Ming Xue tidak memberikan dia kesempatan untuk bernapas dengan benar sedetik saja, dia berusaha dengan sangat keras menggerakan tubuhnya untuk menghindari serangan itu.
Sayangnya, gerakannya terlalu lambat. Membuat Kristal itu dengan mulus mendarat dikaki kiri dan pahanya.
Kristal itu menembus kulitnya bahkan meninggalkan jejak yang cukup dalam, sampai-sampai terlihat akan menembus kesisi lain.
Itu terlihat sedikit mengerihkan, dan akan sulit baginya untuk menggerakannya.
Dengan hasil seperti itu, dia akhirnya berhasil menjatuhkan pria itu.
Pada saat yang bersamaan teman-temannya yang lain juga telah berhasil melakukan tugasnya masing-masing.
Pihak lawan kini meringkuk ditanah dengan sangat mengenaskan. Memegang bagian tubuh yang kesakitan, sambil mengerang dengan sedih.
Melihat itu, Ming Xie dan yang lainnya sudah tidak berminat melakukan penyerangan lagi.
Dan tanpa menunda lebih banyak waktu lagi, mereka dengan segera bergegas menopang mereka-mereka yang terluka, kemudian pergi dari tempat itu tanpa memperdulikan pihak lawan.
-------Maaf semuanya, karna sudah terlalu lama tidak update🙏🙏
sejujurnya, author benar2 kehabisan ide buat lanjutin.
__ADS_1
tapi karna kalian, author bakalan usahain buat harus bisa memunculkan ide, apapun itu..
author cuma berharap, kalian gak bosan nunggunya dan gak bosan sama jalan ceritanya🙏🙏