
Lapisan kedua Hutan Terkutuk.
Semua orang yang berada di tempat itu tengah membeku. Mereka baru saja menyaksikan fenomena langkah yang terjadi dihadapan mereka.
Sama halnya dengan Zora, hanya saja keterkejutannya ditutupi dengan wajah datarnya. Namun, jika ada yang memperhatikannya lebih dekat, mereka akan menemukan kekaguman yang terpancar dari sudut matanya.
Sebagai Binatang Surgawi, pengetahuan Hongling dan Zhusu sama persis dengan Tuan Li. Tetapi Kekuatan Elemen Cahaya milik Ras Dewa tidak sampai pada level semengerikan ini, dimana bisa membangkitkan dan menyatukan kembali puing-puing tubuh yang telah hancur berkeping-keping.
Tentu saja Kekuatan Elemen Cahaya milik Ras Dewa tidak semengerikan yang mereka lihat saat ini. Tidak ada yang tau bahwa fenomena yang baru saja terjadi merupakan penggabungan antara 2 Elemen, yaitu: Cahaya dan Tumbuhan.
Jika bukan karna sinar yang menyilaukan dari Elemen Cahaya yang menutupi keberadaan Elemen Tumbuhan, mereka pasti akan menyadari penggabungan tersebut.
Sebagai Praktisi yang memiliki semua Kekuatan Elemen, Zora hanya bisa menguasai 50% dari masing-masing Kekuatan Elemen miliknya.
Akan sangat tidak mungkin baginya menggunakan Kekuatan Elemen Cahaya yang penguasaannya hanya 50% untuk membangkitkan seseorang yang tubuhnya sudah hancur. Bahkan jika dia menguasai 100% Kekuatan Elemen Cahaya, dia masih tidak bisa melakukannya. Kecuali, tubuh orang mati yang dia bangkitkan masih utuh.
Dengan itu, dia menggunakan Elemen Cahaya dan Tumbuhan untuk membangkitkan.
Elemen Tumbuhan merupakan Kekuatan Murni yang diturunkan langsung Oleh Dewi Kehidupan. Sedangkan Dewi Kehidupan dan Dewa Kehancuran adalah 2 hal yang tidak dapat dipisahkan.
Dengan Elemen Cahaya yang membangkitkan dan Elemen Tumbuhan yang memperbaiki, Zora akhirnya berhasil membangkitkan kembali Putri Min Yue tanpa adanya kecacatan yang terlihat. Bahkan Kekuatan milik Putri Min Yue masih pada tempatnya.
Hanya saja, sebagai seseorang yang telah mati dan ditarik kembali dari hadapan Raja Yama, membuat Putri Min Yue terlihat seperti seorang idiot.
CTARRR...
Jika bukan karna suara petir yang menggema dengan mengerikan saat ini, mereka pasti akan terus terjebak dalam pikiran mereka masing-masing dan melupakan Putri Min Yue yang tengah meringkuk ketakutan tanpa sehelai kain satupun yang melekat pada tubuhnya.
Melihat itu, Feng Mei hanya mendengus dingin. Dia mengeluarkan sebuah jubah dari dalam Cincin Ruangnya, lalu melemparkannya langsung pada Min Yue tanpa sedikitpun belas kasihan.
"Kenakan padanya, dan segeralah pergi dari tempat ini". Ucap Feng Mei.
Dengan segera Leng Yu melakukan apa yang diucapkan oleh Feng Mei dalam diam.
"Senior, bagaimana denganmu?" Tanya Mo Chen pada Dong Fang, saat akan meninggalkan tempat itu.
"Aku akan tinggal bersama mereka. Berikan penjelasan apapun yang cukup masuk akal pada Guru, tetapi jangan sampai semua yang kalian lihat disini hari ini menyebar diluaran sana. Itu akan sangat berbahaya". Ucap Dong Fang sekaligus mengingatkan.
Meskipun mereka sangat ingin orang-orang di luaran sana mengetahui hal-hal ajaib yang mereka saksikan hari ini, mereka hanya bisa mengurungkan niatnya masing-masing. Ditambah perkataan Dong Fang yang menyiratkan 'sesuatu' yang bahkan lebih berbahaya dari apa yang mereka bayangkan.
Dengan enggan mereka mengangguk sebagai jawaban.
"Kalau begitu, harap senior dan yang lainnya berhati-hati. Dan terima kasih atas bantuannya". Ucap Mo Chen kembali mewakili.
Suara petir kembali menggema ngeri. Keindahan langit yang cerah ditutupi oleh warna petir yang mengerikan, membuat siapa saja takut, bahkan tidak berani untuk mengagumi keadaan langit saat ini.
Mereka yang masih setia di tempat itu menampilkan wajah khawatir. Mereka sedikit bingung pada petir yang tiba-tiba muncul di langit cerah dengan warna merah darah yang begitu menakutkan.
Sedangkan Hongling, Zhusu dan Zora hanya mengerutkan kening mereka masing-masing.
__ADS_1
"Aku belum pernah melihat Petir dengan warna semenakutkan ini". Ucap Wen Xia dengan sedikit gugup.
"Aku juga". Timpal Li Wei.
Dong Fang dan Feng Mei hanya menganggukan kepala tanda setuju.
"Ini merupakan Petir Penghakiman, wajar jika kalian tidak mengetahuinya". Ucap Zhusu.
"Petir Penghakiman? Mengapa kami tidak pernah mendengarnya? Bahkan jika kami tidak pernah melihatnya setidaknya kami diberi pengajaran tentangnya". Tanya Dong Fang
"Itu karna Petir Penghakiman hanya muncul di Alam 5 Ras yang berbeda. Dan sebagai Alam Terendah, tidak ada seorangpun yang ada di Alam ini memiliki kualifikasi yang cukup untuk menarik Petir ini. Alasan inilah yang menyebabkan Ras lain selalu meremehkan kekuatan dari Ras Manusia". Jelas Zhusu.
"Jika demikian, mengapa Petir Penghakiman tiba-tiba muncul sekarang?" Tanya Feng Mei asal
Dengan pertanyaan itu, suasana menjadi hening seketika.
Dong Fang dan yang lainnya menatap Zhusu bingung. Sedangkan Zhusu tengah menatap Zora prihatin.
Wajah Hongling juga seketika menjadi gelap.
Zora telah menarik kembali seseorang dari hadapan Raja Yama secara langsung.
Jika orang yang dibangkitkan mati karna penyakit atau sesuatu yang lain dan meninggalkan tubuh yang masih utuh. Maka penggunaan Elemen Cahaya untuk membangkitkan merupakan hal yang wajar, karna itu memang kegunaan utama dari Elemen Cahaya, selain digunakan untuk menyerang.
Tetapi membangkitkan orang mati yang keadaan tubuhnya telah hancur adalah hal yang berbeda. Meskipun dapat dihidupkan kembali dengan Metode Terlarang sekalipun, orang yang membangkitkannya akan membayar harga dari apa yang dilakukan, sebab telah melanggar Hukum Alam.
Pergerakan Hongling yang tiba-tiba menarik perhatian Dong Fang dan yang lainnya.
"Aku akan melindungimu". Ucap Hongling dengan suara rendahnya. Tetapi cahaya dimatanya menunjukan ketakutan. Tentu saja dia tau, semengerikan apa kekuatan dari Petir Penghakiman.
Suasana sekitar menjadi berat.
Meskipun mereka baru bertemu satu sama lain, mereka telah menganggap satu dan yang lainnya seperti keluarga.
Terlebih Li Wei dan Dong Fang.
Kalau bukan karna Zora, Li Wei tidak akan mendapat Binatang Kontrak dan menerobos.
Dan kalau bukan karna Zora, Dong Fang dan teman-temannya mungkin akan sekarat akibat dari serangan Serigala Bertanduk Satu.
Mereka bahkan diam-diam mengagumi Zora. Zora ada jenius di antara jenius. Bahkan Dong Fang sangat mengagumi kekuatan milik Zora.
Tetapi semua yang mereka rasakan tidak membuat Zora mundur. Dia bahkan terlihat sangat tenang.
Petir Penghakiman memang sangat mengerikan, bahkan kekuatannya dapat menghancurkan tubuh seorang Kultuvator Tahapan Half Immortal.
Faktanya Petir Penghakiman hanya akan muncul saat seseorang berhasil menerobos ke Tahapan Half Immortal. Petir Penghakiman sangat mirip dengan Petir Kesengsaraan pada Tahapan Fana, ketika seseorang menerobos ke Ranah Surgawi.
Hanya saja level kedua Petir tersebut tidak pada tempat yang sama.
__ADS_1
Zora sendiri tidak mendapatkan Petir Kesengsaraan saat dia berhasil menerobos ke Ranah Surgawi, dikarenakan tubuhnya yang spesial.
Dan jika Zora berhasil menerima 'Pembabtisan' dari Petir ini dengan selamat maka saat dia menerobos ke Tahapan Half Immortal, dia tidak lagi di beri 'Pembabtisan' kembali dari Petir Penghakiman.
Meskipun itu menakutkan, Zora justru merasakan gejolak yang tidak biasa dari dalam Ruang Jiwanya.
'Sepertinya Petir ini telah merangsang Bola "aneh" yang ada di Ruang Jiwa'. Batin Zora.
Dia merasakan suka cita untuk itu.
Petir Penghakiman sama seperti sebuah berkah bagi Zora, tetapi Hongling tidak mengetahui rahasia yang ada pada tubuh Zora, sehingga dia merasa sangat khawatir.
Merasakan kekhawatiran yang dipancarkan oleh Hongling, hati Zora menghangat.
"Maaf, aku terlalu implusif". Ucap Zora sedikit merasa bersalah.
"Tidak apa-apa. Tidak apa-apa, aku akan selalu melindungimu". Ucap Hongling sambil melepas pelukannya lalu menatap Zora dengan lembut.
Mendengar itu, Zora hanya menggelengkan kepalanya pelan. "Ini adalah kesalahanku, dan aku harus bertanggung jawab akan itu". Ucapnya.
"Tidak. Aku tidak mengijinkannya. Petir Penghakiman adalah Petir yang dengan kekuatan yang sangat mengerikan, kamu tidak bisa menahannya dengan tubuh kecilmu bahkan dengan semua kekuatan yang kamu miliki. Biarkan aku yang melakukannya untukmu". Tolak Hongling cepat.
Zora adalah satu-satu nya keluarga yang dia miliki sekarang, dia akan melakukan apapun untuk melindungi Zora, bahkan jika mengharuskannya untuk membayar dengan nyawanya sekalipun.
"Ge, jangan keras kepala. Bahkan jika tubuhmu hancur berkeping-keping, Petir Penghakiman tidak akan pernah berhenti sampai mendapatkan orang yang seharusnya". Ucap Zora dengan lembut.
"T-tapi ..."
"Apa yang di katakan oleh Yang Mulia adalah kebenarannya, aku tau kau juga mengetahui hal itu. Jangan melakukan hal yang sia-sia. Bahkan dengan wujud aslimu, sisikmu tidak bisa menahan seperdua dari kekuatan Petir Penghakiman". Potong Zhusu sebelum Hongling dapat menyelesaikan ucapannya.
"L-lalu, apa yang harus aku lakukan". Ucap Hongling gugup dia kembali membawa Zora kedekapannya, kali ini dia bahkan memeluknya dengan sangat erat.
Didalam dekapan Hongling, Zora hanya bisa pasrah. Dia tidak menolaknya sama sekali. Dia tau Hongling sedang sangat khawatir saat ini, bahkan Zora bisa merasakan tubuhnya sedikit bergetar.
Zora sedikit mendongak, menatap mata gelap milik Hongling, dengan lembut dia berkata. "Ge, yang perlu kamu lakukan sekarang adalah, membiarkan aku menerima 'Pembabtisan' dari Petir Penghakiman sebagai hukuman yang aku perbuat. Percayalah padaku, semua akan baik-baik saja".
Mendengar setiap percakapan yang dilakukan oleh Hongling, Zhusu dan Zora.
Dong Fang, Feng Mei, Li Wei dan Wen Xia dapat mengerti secara garis besar keadaan saat ini. Mereka tidak dapat melakukan ataupun mengatakan sesuatu yang dapat membantu. Sehingga mereka hanya memilih untuk tetap diam sambil memperhatikan.
"Yang Mulia benar, yang bisa kita lakukan saat ini adalah percaya padanya. Aku yakin Yang Mulia dapat melewatinya". Ucap Zhusu. "Ingat yang aku katakan padamu sebelumnya, kau harus bisa mempercayainya, apapun keadaannya". Lanjutnya.
Tentu saja Zhusu juga merasa khawatir saat ini.
Jika itu orang lain, dia pasti akan sangat meragukan keselamatan orang itu.
Tetapi orang yang berada dihadapannya adalah Orang Yang Ditakdirkan, bagaimana dia bisa mati dengan begitu mudahnya.
Mendengar ucapan Zhusu, Hongling sedikit mengendurkan dekapannya. Dia menatap Zora lembut dengan waktu yang cukup lama, sebelum akhirnya dia dapat meyakinkan dirinya sendiri dan melepaskan Zora secara perlahan dari dekapannya.
__ADS_1