Zora

Zora
CH 53


__ADS_3

Di tempat lain.


"Liang'er, bagaimana?" Tanya seorang pria tua.


Suaranya rendah.


Meski sudah berumur, kharisma keagungannya masih terlihat jelas.


"Tuan, kami telah mendapatkan informasinya. Itu adalah pasangan dengan seekor harimau kecil. Sepertinya mereka tengah mencari jejak keberadaan Pedang ini". Jawab Ye Liang.


"Lalu?"


"Saya telah menghapus semua jejak, itu akan sulit bagi mereka untuk menemukan tempat ini".


"Sangat baik". Ucap pria itu tersenyum. "Bagaimana dengan pasangan itu sekarang?" Tanyanya.


"Saya menemukan kapal sewa milik mereka telah rusak di sekitaran Hutan Terkutuk, saya yakin bahwa pasangan tersebut telah memasuki Hutan itu".


Pria tua itu mengerutkan keningnya saat mendengar Hutan Terkutuk.


Entah mengapa dia merasakan sesuatu yang berbahaya akan tiba padanya.


Dengan kecemasan yang tiba-tiba melanda, dia berkata, "Liang'er, tidak peduli apa, segera temukan mereka. Dapat memperbaiki Hutan Kabut seperti sedia kala tanpa 'jantung' dari Hutan tersebut, juga dapat mengendalikan Elemen Kegelapan dari kejauhan bukanlah sesuatu yang bisa kita anggap remeh. Kamu sendiri itu tidak akan cukup, bawalah beberapa Elit dari sekte untuk membantu".


"Baik Tuan".


Setelah kepergian Ye Liang, Pria tua itu segera tenggelam dalam pikirannya.


Saat berikutnya, dia memanggil seorang pria muda untuk melaporkan semuanya pada seseorang.


Baru setalah pria muda itu pergi, dia menghela napas lega.


**


Saat bersamaan.


Kekaisaran Běi.


Kaisar Běi tengah berada diruang kerjanya sambil memilah-milah beberapa laporan yang belum diselesaikan oleh Permaisuri satu minggu terakhir.


Setelah memakan pil dan melakukan pelatihan tertutup selama seminggu, Dia terlihat lebih bersemangat dan muda dari terakhir kali.


Dia telah berhasil menyerap 2 pil sekaligus dan langsung naik ke Ranah Kaisar Tahap Awal yang membuat Aura agung yang di pancarkan begitu tak tertahankan.


Dia terlihat lebih berwibawa dan luar biasa.


Kesuksesan yang diperolehnya memukul kembali orang-orang yang berniat untuk menggesernya.


Beruntungnya, selama dia melakukan pelatihan tertutupnya, tidak ada sesuatu yang besar terjadi pada Kerajaan maupun Permaisuri.


Semuanya sangat tenang dan damai.

__ADS_1


Namun, tetap saja, keadaan seperti ini biasanya akan memicu gelombang yang sangat besar.


Hal itu membuatnya secara diam-diam membangun beberapa kamp pelatihan tersembunyi di luar Kerajaan Běi saat setelah Dia keluar dari pelatihannya.


Dia membutuhkan waktu beberapa jam sebelum akhirnya dapat menyelesaikan laporan-laporan tersebut.


Sesaat kemudian, bayangan hitam tiba-tiba muncul di hadapannya.


Itu adalah salah satu Prajurit elit yang ditugaskan.


Dengan patuh menunduk hormat. "Yang Mulia".


"Katakan". Ucap Kaisar Běi dengan punggung di tegak.


Prajurit Elit tersebut dengan segera melaporkan dan menjelaskan beberapa informasi yang dia dapatkan dari pihak lain dengan sungguh-sungguh.


Setelah mendengar informasi darinya, Kaisar Běi terkejut.


Bukan karna apa.


Masalahnya dia telah bertemu dengan orang-orang yang dimaksud.


Awalnya dia memang telah menebak bahwa kembalinya Hutan Kabut tersebut ada hubungannya dengan mereka.


Dia hanya tidak menyangka bahwa itu benar-benar mereka.


Bagaimanapun dapat dilihat bahwa mereka masih sangat muda.


Dengan kekuatan seperti itu, bahkan dengan pencapaiannya yang sekarang, dia tidak yakin dapat mengalahkan salah satu dari mereka.


Melihat bagaimana Kaisar Běi tidak bereaksi, Prajurit Elit itu melanjutkan, "Sepertinya ada pihak lain yang juga mengetahui hal tersebut. Tidak tahu apa niat mereka, hanya saja ada sedikit kesulitan saat mencari informasi ini".


Wajah Kaisar Běi  yang awalnya terlihat mengejutkan seketika berubah muram.


Kabar tentang penyerangan yang terjadi di Hutan Kabut memang telah menyebar seperti air mengalir, tidak hanya di sekitaran Benua Utara saja, tetapi Benua Timur, Barat dan Tengah juga telah mengetahuinya.


Hanya saja, berita tentang Hutan Kabut yang telah kembali ke keadaan awal telah di tekan sedemikian rupa oleh Kaisar Běi. Sehingga, tidak ada pihak lain yang mengetahui hal tersebut, bahkan orang-orang dari Desa Lang juga tidak.


Bagaimana pihak lain bisa terlibat?


Bahkan tidak ada yang menyadari keterlibatan pihak lain tersebut?!


Jika begitu, bisa di pastikan bahwa kekuatan milik pihak lain juga tidak sesederhana kelihatannya.


Setelah memikirkan hal ini, wajah Kaisar Běi perlahan berubah, dengan sedikit senyum dibibirnya, dia berkata, "Kirimkan beberapa Elit untuk pergi ke Hutan Terkutuk".


Dia tidak menjelaskan dirinya sendiri.


Meski sedikit bingung, Prajurit Elit tersebut menyetujuinya tanpa sadar.


Kecuali Kaisar Běi sendiri dan juga beberapa Mentri. Tidak ada yang mengetahui bahwa orang yang di maksud, pernah mengunjungi Kerajaan Běi beberapa waktu yang lalu.

__ADS_1


Jika tidak, Prajurit Elit tersebut pasti akan mengetahui apa yang dipikirkan oleh Kaisar Běi.


Prajurit Elit tersebut juga tidak mengetahui bahwa orang yang dibicarakan tersebut ada hubungannya dengan kembalinya Hutan Kabut atau pengendalian Elemen Kegelapan.


Dia hanya di tugasnya untuk menyampaikan berita dari mulut ke mulut. Sehingga, segala sesuatu tentang spesifiknya, dia tidak tahu.


Dia hanya melaporkannya sesuai dengan intruksi yang diberikan.


Jika tidak, dia mungkin telah memuntahkan beberapa teguk darah saat setelah mengetahui informasi tersebut.


Tentu saja, untuk mengembalikan Hutan Kabut ke sedia kala tanpa 'jantung' dari Hutan tersebut sudah merupakan sesuatu yang luar biasa.


Apalagi, di tambah dengan Elemen Kegelapan yang dikendalikan dari jauh?


Bahkan para Tetua Kekaisaran tidak dapat melakukannya.


"Berhati-hatilah. Jika pihak lain benar-benar terlibat, akan ada ledakan besar yang terjadi pada Hutan Terkutuk tersebut". Ucap Kaisar.


Tentu Kaisar Běi tidak mengharapkan hal-hal seperti ini terjadi.


Dia tahu bahwa Zora dan Hongling kuat, tetapi tidak tahu seberapa kuat mereka.


Begitu juga pihak lain.


Jika mereka bertemu satu sama lain, tentu saja akan menimbulkan ledakan kekuatan yang luar biasa pada Hutan Terkutuk tersebut.


Memikirkan ini, dia sedikit cemas.


Bagaimanapun pasangan itu telah membantunya hingga dia dan Permaisuri benar-benar terhindar dari panggilan Raja Yama. Selain itu, Pelatihan murid dari berbagai Perguruan juga di tempat yang sama.


Bagaimana jika pihak lain tersebut melibatkan mereka?


Itu akan merepotkan.


Karna kecemasannya, Kaisar Běi menahan Prajurit Elit itu beberapa menit lagi.


Dia memberi beberapa petunjuk bahkan dengan senang hati menyusun beberapa strategi, sebelum akhirnya Prajurit Elit tersebut pamit undur diri.


Setelah kepergian Prajurit Elit tersebut, Kaisar Běi tidak lupa untuk memanggil Tin (marmut dengan kedua sayap pada sisi tubuhnya yang diberikan oleh Zora).


Dia menulis secara singkat pada kertas kecil, kemudian menggulungnya, lalu mengikatkannya pada kaki kecil Tin.


Meski itu hanya seekor binatang pengantar berita biasa, Kaisar Běi dengan sabar berbicara padanya seolah-olah itu adalah manusia.


Dia bahkan memberinya beberapa intruksi dan nasehat.


Hanya ketika Tin terbang menjauh, barulah Kaisar Běi menghela napas panjang.


Berdiri di dekat jendela menyaksikan punggung Binatang Kecil tersebut menghilang, Dia diam-diam berharap bahwa pasangan itu mendapatkan informasi tersebut lebih awal.


...

__ADS_1


__ADS_2