
"Y-yang Mulia. Kristal kehidupan milik Putri Mahkota.... itu.. dia....."
Meskipun sudah mengumpulkan keberanian yang cukup, Pria tua itu masih sulit untuk menyelesaikan ucapannya.
Sementara itu, wajah Permaisuri Ning yang tadinya dingin kini terlihat pucat. Walaupun pria tua itu tidak dapat menyelesaikan ucapannya, dia dapat merasakan sesuatu yang buruk.
Sebagai seorang ibu, tentu saja darah lebih kental dari pada air. Dia tiba-tiba merasakan kecemasan yang menumpuk dalam hatinya.
Tidak menunggu untuk pria tua itu kembali mengatakan sesuatu. Permaisuri Ning dengan tergesa-gesa melangkahkan kakinya keluar dari Aula Pertemuan tersebut.
Saat pintu Aula Pertemuan di buka, baru saat itulah Kaisar Xī dan lainnya menyadari bahwa Permaisuri Ning tidak lagi berada pada tempatnya.
Dengan segera mereka mengikuti Permaisuri Ning. Untuk sesaat mereka bahkan melupakan Tuan Li yang sedari tadi duduk bersama mereka.
Pada akhirnya Tuan Li hanya memaklumi mereka dan mengikuti mereka dengan langkah yang pelan juga malas secara bersamaan.
Di pandu oleh pria tua itu. Keduanya sampai pada Aula Tertutup.
Ketika keduanya memasuki Aula Tertutup, mereka disambut oleh suara tangis Permaisuri Ning yang diselingi raungan marah di selah-selah tangisannya.
Pria tua itu hanya menundukan kepalanya, tidak berani menatap orang-orang di hadapannya. Sedangkan Tuan Li sedikit bingung dengan situasi yang ada dihadapannya, namun ketika pandangannya menyapu lantai disekitar, dia akhirnya mengerti dengan situasi yang terjadi saat ini.
"Luo Tua". Ucap Kaisar Xī dengan suara rendah dan berat.
Mengerti dengan panggilan itu, pria tua yang tadinya menunduk kini mengangkat kepalanya pelan, menatap Kaisar Xī dengan hati-hati lalu berkata, "Yang Mulia. Hamb sebenarnya tidak begitu jelas dengan apa yang terjadi. Tetapi saat hamba tengah menjaga Kristal-Kristal ini, tidak ada hal-hal aneh yang terjadi, bahkan tidak ada tanda-tanda cahaya meredup dari Kristal Kehidupan milik Putri Mahkota. Anehnya Kristal tersebut tiba-tiba hancur begitu saja".
"Itu tidak. Yang Mulia, itu tidak mungkin benar. Yue'er kita sangat berbakat, bagaimana bisa dia di bunuh dengan begitu mudah?" Ucap Permaisuri Ning tidak percaya.
"Bisa jadi seperti itu". Gumam Tuan Li, membuat orang-orang sekitar menatapnya bingung.
"Tuan Li. Apa maksud dari perkataanmu?" Tanya Kaisar Xī.
Sambil mengelus dagunya seperti seorang yang tengah berpikir, tatapannya menyapu setiap orang. "Kaisar Xī. Melihat dari keadaan Kristal Kehidupan yang ada, kemungkinan terbesarnya adalah Putri Anda dibunuh oleh seseorang yang kekuatannya sangat tinggi. Sehingga saat dia membunuh Putri Anda, tidak adanya perlawanan yang dilakukan oleh Putri Anda, hal itu membuat 'orang' tersebut menghancurkan tubuh Putri Anda dengan mudah".
__ADS_1
Jantung Permaisuri Ning seakan melompat dari tempatnya, kakinya terasa lembut seperti jelly. Beruntung Selir Meng dengan cekatan menahan tubuh Permaisuri Ning yang hampir ambruk.
"Tuan Li. Apa yang kamu katakan itu cukup masuk akal. Hanya saja di daratan rendah ini siapa yang memiliki kekuatan sebesar itu? Selain para Tetua yang tersisa dari berbagai Kerajaan, orang yang memiliki kekuatan tinggi lainnya adalah Kaisar Dong Feng". Ucap Selir Meng.
"I-itu benar Tuan Li". Ucap Permaisuri susah payah.
"Ada apa denganmu Selir Meng?" Tanya Kaisar Xī yang melihat wajah Selir Meng secara bertahap berubah menjadi pucat.
Selir Meng yang mendengar itu hanya menggelengkan kepalanya pelan, "Yang Mulia. Aku hanya sedang berpikir, apakah itu mungkin orang-orang dari Klan Penyihir?" Tanya Selir Meng hati-hati.
Wajah Kaisar Xī sedikit berubah menjadi jelek saat memikirkan pertanyaan Selir Meng. Tetapi dengan segera menggelengkan kepalanya pelan, "Tidak. Mereka tidak mungkin melanggar aturan itu". Ucapnya yakin.
Tuan Li sedikit mengerutkan keningnya mendengar ucapan Kaisar Xī. 'Itu aneh. Kalian dapat melanggarnya dengan mudah, lalu kenapa mereka tidak bisa melanggarnya? Bukankah tidak pantas mengatakan tentang aturan itu'. Umpat Tuan Li sedikit tidak suka.
'Menghancurkan tubuh seseorang tanpa adanya perlawanan, kekuatannya pasti merupakan sesuatu yang tidak dapat di provokasi dengan mudah. Tapi, siapa sebenarnya orang ini?'
Tuan Li menatap kepingan Kristal Kehidupan yang berserakan di lantai dengan perasaan yang sedikit tertekan, membayangkan seberapa kuat kekuatan orang tersebut.
"Saya juga sedikit ragu akan hal itu. Ucap Tuan Li. "Tapi bisakah diantara kalian dapat menjelaskan bagaimana Kristal Kehidupan seseorang hancur sedemikian rupa?" Lanjutnya.
Bukan hanya Kaisar Xī. Setiap orang yang ada di ruangan itu membeku mendengar pertanyaan yang di lontarkan oleh Tuan Li.
Benar. Bagaimana menjelaskan keadaan Kristal Kehidupan yang telah hancur?
Faktanya, Kristal Kehidupan hanya akan kehilangan Cahayanya apabila seseorang yang ditandai oleh Kristal tersebut telah mati.
Memikirkan hal itu, mata Kaisar Xī memerah. "Cepat, perintahkan Prajurit Elit untuk pergi ke Hutan Terkutuk. Cari tubuh Putri Mahkota sampai dapat. Tidak peduli tubuhnya masih utuh atau sudah hancur, bawa kembali ke hadapanku dan temukan orang yang telah membunuhnya, apapun caranya". Raung Kaisar Xī dengan marah.
Tidak ada yang tau perintah itu diarahkan kepada siapa. Namun, melihat kondisi yang sudah tidak terkendali, Luo Tua segera melangkahkan kakinya untuk pergi dari tempat itu.
"Tahan". Ucap Tuan Li.
Perkataan itu membuat langkah Luo Tua berhenti tepat di depan pintu.
__ADS_1
Semua pandangan teralihkan. Menatap Tuan Li dengan tatapan aneh. Sedang yang ditatap tengah menatap aneh kepingan Kristal Kehidupan yang bergetar perlahan.
"Tuan Li, apa mak-" Ucap Kaisar Xī terhenti melihat pergerakan jari telunjuk Tuan Li.
"Mundur". Ucap Tuan Li dengan suara yang sedikit bergetar, namun masih jelas terdengar. Melihat Kristal Kehidupan yang tiba-tiba bergetar membuat napasnya memburu.
Meskipun Kaisar Xī dan yang lainnya bingung dengan sikap Tuan Li, mereka tidak memprotes ataupun menyelah. Mereka mendengarkannya dengan baik.
Setelah mundur beberapa langkah. Orang-orang menatap rumit pada kepingan Kristal Kehidupan tersebut.
Getaran-getaran halus pada kepingan Kristal itu, lama kelamaan semakin cepat dan kasar. Perlahan tapi pasti, kepingan itu meninggalkan tempatnya masing-masing. Terbang menuju satu arah, kemudian berputar diudara dengan sangat cepat sehingga menghasilkan pusaran angin yang cukup besar.
Tidak sampai disitu saja. Di detik berikutnya cahaya terang berwarna keemasan muncul entah dari mana menghalangi pandangan setiap orang, kemudian dengan perlahan menyelimuti kepingan-kepingan itu layaknya kepompong.
Sesaat kemudian, bunyi ledakan terdengar dari tengah-tengah pusaran angin tersebut. Bersamaan dengan ledakan itu, cahaya keemasan yang menyelimuti kepingan-kepingan tersebut dengan segera menyebar keseluruh ruangan.
Setiap orang dengan cepat menggunakan tangan mereka sebagai penghalang untuk menghalangi cahaya keemasan yang menyilaukan mata tersebut.
Saat setelahnya, cahaya keemasan tersebut perlahan-lahan menghilang di tipisnya udara.
Setiap orang dengan segera secara bertahap menurunkan tangan mereka dari pandangan masing-masing.
Setelah beberapa saat menyesuaikan indra penglihatan, pandangan mereka pada akhirnya jatuh pada sebuah Kristal berbentuk belah ketupat dengan cahaya biru terang melayang di udara.
Kristal dengan penampilan yang elegan tanpa adanya bekas cacat sedikitpun seolah Kristal tersebut tidak pernah hancur berkeping-keping.
Kaisar Xī, Permaisuri Ning, Luo Tua. "??????"
Mereka tercengang dengan tidak elegannya. Melihat Kristal yang seharusnya hancur berkeping-keping kembali pada kondisi aslinya, bahkan tidak ada kecacatan sedikitpun yang terlihat.
Tentu saja ini merupakan sebuah keajaiban.
Hanya Tuan Li saja yang terlihat begitu tenang setelah melihat keajaiban itu. Namun, tidak ada yang tau bahwa jantung miliknya bahkan berpacu dengan sangat cepat. 'Ini dia...ini benar-benar dia'. Batin Tuan Li bersorak ria.
__ADS_1
Dia pernah mendengar tetang hal-hal seperti yang baru saja terjadi.. hanya saja dia belum pernah menyaksikannya secara langsung.
Meskipun dia tahu bahwa Kekuatan Cahaya milik Ras Dewa juga dapat membangkitkan orang yang sudah mati. Tapi tetap saja kasus mereka tentu berbeda, dimana Elemen Cahaya milik Ras Dewa hanya bisa membangkitkan orang-orang mati yang memiliki tubuh utuh, tetapi tidak dengan tubuh yang sudah hancur.