Zora

Zora
CH 51


__ADS_3

Dua hari setelahnya.


Zora, Hongling, Zhusu dan yang lainnya telah melakukan perjalanan panjang tanpa sedikitpun jeda.


Dan pada saat ini, mereka memutuskan untuk beristirahat saat menemukan sebuah kolam ketika melakukan perjalanan.


Sebagai seorang kultuvator, mereka sebenarnya tidak memerlukan waktu istirahat.


Tapi, siapa yang bisa menolak apa yang dikatakan oleh Zora!?


Tidak ada yang berani berdebat dengannya, meski sudah bersama dan mengetahui bahwa Zora tidak mungkin memakan mereka. Namun, tetap saja!


Mereka hanya memiliki satu nyawa. Ditambah lagi dengan tempramen Zora yang cepat berubah, membuat mereka tidak berani.


Tapi, entah sudah berada dilapisan berapa, mereka bahkan tidak mengetahuinya.


Yang mereka tahu adalah, bahwa mereka telah berada jauh dikedalaman Hutan Terkutuk.


Lagi pula Ini adalah pengalaman pertama mereka semua. Itu menyebabkan mereka tidak tahu banyak tentang Hutan Terkutuk.


Mereka hanya mendengar secara umum kisah Hutan Terkutuk di masa lalu, tetapi tidak dengan detailnya.


.


Dong Fang, Feng Mei dan Li Wei juga tiba-tiba merasa bahwa mereka secara tidak sadar sangat mempercayai Zora tanpa dasar, terlepas dari seberapa kuat dirinya. Ditambah dengan Wen Xia yang terus menunjukan wajah antusianya ketika bersama dengan Zora.


Terkadang, mereka bertiga sering kali menanyakan pada diri mereka sediri terhadap perubahan pada diri mereka.


Apakah itu karna kekuatan miliknya, atau ada sesuatu yang lain, yang membuat mereka penasaran, dan menarik mereka lebih dekat dengannya begitu saja!?


.


Sama halnya dengan Zora, meski dia tidak terlalu memikirkan orang disekitarnya, dia juga merasa bahwa dia sendiri telah berubah.


Dia yang tidak suka dikelilingi oleh orang-orang, tetapi sekarang ... ?


Dia juga tidak tau mengapa, hanya saja dia tidak terlalu mempermasalahkan hal itu.


Setelah kekuatannya meningkat, perasaannya terhadap sesuatu semakin jelas.


Dia juga menunjukan tempramen yang lembut dan agung. Tapi terkadang tempramennya akan berubah tergantung pada suasana hatinya.


Pernah sekali, saat di perjalanan mereka tanpa sengaja bertemu dengan sekelompok Binatang Iblis.


Awalnya biasa-biasa saja karna itu adalah sesuatu yang wajar. Tetapi semakin lama, Binatang Iblis yang datang pada mereka entah dari mana semakin bertambah yang membuat suasana hatinya menjadi kacau.


Dia sangat frustasi, dan dengan itu tempramennya yang lembut dan agung secara bertahap berubah digantikan dengan kemarahan, dan ketidaksabaran.


Auranya yang hangat dan mudah didekati, juga secara bertahap digantikan dengan aura dingin yang menakutkan.


Sebenarnya dia tidak terlalu mempermasalahkan itu. Bagaimanapun juga, dengan adanya Binatang Iblis tersebut, dia dapat menguji kekutannya yang telah meningkat baru-baru ini.


Hanya saja, memikirkan kembali tujuan awalnya membuat tempramennya tiba-tiba berubah.

__ADS_1


.


Zora tidak berpikir bahwa akan ada hari dimana dia akan menjelajahi Hutan Terkutuk dimasa depan.


Meski dia begitu penasaran tentang Hutan Terkutuk saat mendengar bagaimana Hongling menceritakannya padanya, dia tidak bodoh untuk mendatangi Hutan ini tanpa persiapan yang mapan.


Tapi... siapa sangka bahwa pada saat ini, dia berada di Hutan Terkutuk, dan tengah menjelajahinya.


.


Tujuan Zora mendatangi Hutan Terkutuk adalah karna dia memiliki rencananya sendiri.


Di mana pertarungan antara mereka dengan Binatang Laut Raksasa saat itu membuat kapal milik mereka tidak lagi berfungsi.


Dan pada saat Wen Xia memberi tahu tentang lokasi mereka saat itu, dengan cepat dia memutuskan untuk memasuki Hutan Terkutuk tersebut, karna dia berpikir bahwa mereka dapat memanfaatkan batang pohon untuk dirakit dan di jadikan sebagai pengganti kapal untuk melanjutkan perjalanan mereka yang tertunda.


Siapa sangka bahwa setelah memasuki Hutan Terkutuk dan menggunakan kekuatan jiwa miliknya untuk memeriksa, dia malah merasa sensasi akrab yang tidak bisa dia jelaskan.


Rasa penasaran dan ingin tahunya semakin menjadi saat kekuatan jiwa miliknya menjelajahi kedalaman Hutan Terkutuk.


Dan pada akhirnya, mereka berakhir di tempat ini saat ini.


.


Saat ini, matahari bergerak menyembunyikan dirinya secara perlahan, dan dengan malu-malu memperlihatkan warna jingga keemasan yang terpancar melalui celah pohon.


Kelompok itu tengah memanggang beberapa ikan yang baru di tangkap dari kolam tersebut.


Hanya saja mereka terlalu bosan untuk menu yang sama setiap saat.


Tidak ada yang berbicara saat ini, mereka terlihat sangat serius.


.


Beberapa saat setelahnya, semua ikan telah terpanggang dengan sangat baik.


Mereka kemudian menikmatinya dengan lahap.


Hari semakin gelap.


Hongling telah menggambar formasi pertahanan untuk melindungi mereka dari para Binatang Iblis saat istirahat nanti.


Dong Fang, Feng Mei, Li Wei, Wen Xia dan Zhusu duduk disekitar perapian sambil bercerita dan bercanda bersama.


Setelah beberapa hari bersama, mereka menjadi lebih akrab.


Dong Fang dan Feng Mei juga perlahan-lahan terbiasa dengan keributan yang sering dilakukan oleh Wen Xia dan Li Wei.


.


Zora dan Hongling duduk tidak jauh dari mereka.


Zora tengah berbaring dengan paha Hongling sebagai bantalnya sambil memperhatikan orang-orang yang ribut tidak jauh dari mereka.

__ADS_1


Ada jejak senyum di balik cadarnya.


"Aku pikir kamu akan merasa terganggu dengan keberadaan mereka". Ucap Hongling tiba-tiba.


Dia juga tengah memperhatikan Dong Fang dan yang lainnya. Awalnya dia takut mereka akan membuat Zora merasa terganggu. Tapi siapa sangka bahwa Zora malah tidak mempermasalahkannya.


"Entahlah. Aku menikmatinya". Jawab Zora tanpa mengalihkan pandangannya.


"Mengapa mereka?" Tanya Hongling.


Mendengar itu, Zora mengalihkan pandangannya. Menatap Hongling dengan alis sedikit berkerut.


"Gee, apakah aku bahkan tidak bisa menyembunyikan sesuatu darimu?" Tanya Zora dengan cemberut.


"Hehe, aku mengenalmu lebih baik dari siapapun, meski kita hanya menghabiskan waktu bersama beberapa hari sebelum akhirnya kamu melakukan pelatihan tertutup". Ucap Hongling.


Zora mengakui apa yang dikatakan oleh Hongling.


Dikehidupan yang sebelumnya, meski dia memiliki beberapa pria yang dianggapnya sebagai kakaknya, mereka tidak sama dengan Hongling yang bahkan mengetahui sekecil apapun yang dia pikirkan.


"Itu nembosankan". Dengus Zora.


"Baiklah .. Jangan mencoba untuk mengalihkan". Ucap Hongling dengan nada menggoda.


Zora menatapnya sedikit jijik mendengar nada suaranya yang menyebalkan menurutnya. Dia mendengus kesal kemudian mengalihkan pandangannya kembali pada Dong Fang, Feng Mei, dan tiga lainnya.


"Mereka adalah jenius langkah". Ucap Zora.


Hongling tahu apa yang dimaksud dari ucapan Zora, dia memandang mereka dengan dalam.


"Dengan kebersamaan yang mereka bangun saat ini, itu akan bermafaat di masa depan". Ucap Zora kembali.


"Apakah kamu yakin dengan itu?" Tanya Hongling.


"Ya .. aku bisa merasakannya. Aku pikir dengan cara ini, semuanya akan baik-baik saja ketika saatnya tiba".


"Baiklah, aku mengerti. Lalu apa langkah selanjutnya?"


"Aku tidak tahu. Semuanya tergantung pada mereka. Bertemu mereka secara bertahap dan bersama dengan mereka saat ini saja sudah merupakan sebuah takdir. Dengan ini, aku hanya bisa membawa mereka secara perlahan". Jelas Zora. "Tentu saja kita tidak akan melewatkan tujuan awal kita". Lanjutnya.


Mendengar itu, Hongling termenung. Dia terdiam dengan pemikiran yang dalam.


Tentu dia tau apa yang dimaksudkan oleh Zora.


Dengan itu, dia semakin yakin bahwa mereka adalah orang-orang yang dimaksud oleh Zhusu, 'Yang Terpilih'.


Hanya saja dia kurang yakin dengan identitas Zora yang sesungguhnya.


Setiap kali dia memikirkannya, dia semakin merasa bahwa identitas Zora terlalu jauh.


Dia selalu mencoba untuk bertanya pada Zora, tapi setelah memahami Zora lebih baik, dia tahu bahwa bahkan Zora pun tidak tahu identitas dirinya sendiri.


Pada akhirnya dia menyerah. Dia tahu bahwa suatu saat nanti dia akan mengetahuinya dengan sendirinya.

__ADS_1


__ADS_2