
Kini, tempat itu kembali sunyi.
Tidak ada yang berbicara saat ini.
Dong Fang, Feng Mei dan dua lainnya tengah duduk bersilah pada tempat masing-masing.
Mata mereka tertutup rapat.
Mereka berkonsentrasi menenangkan segala pikiran mereka sebelum menelan pil tersebut.
Tentu, untuk menenangkan pikiran juga memerlukan waktu yang cukup.
Itu bahkan tidak sesederhana kedengarannya.
Hongling tidak bergerak dari tempatnya sejak awal.
Dia merasa untuk tidak perlu mencari tempat lain lagi.
Pupilnya sedikit menyusut saat melihat pil ditangannya. Tidak ada yang tahu apa yang ada dipikirannya.
Atensinya beralih pada keempat orang di hadapannya.
Meski jarak di antara mereka cukup jauh, itu masih dilihat dengan jelas.
Hongling tersenyum sedikit kemudian menggelengkan kepalanya pelan, melihat bagaimana keempat orang tersebut yang terlihat enggan dalan keantusiasan mereka.
Melihat itu, Zora mendekatinya dan duduk disisinya.
Sambil menatap empat orang dihadapannya yang tengah berusaha untuk berkonsentrasi, dia bertanya, "Apakah itu sangat penting?"
Mendengar itu, Hongling mengerutkan keningnya. Menatap Zora dengan rumit, "Apa maksudmu?" Ucapnya bertanya balik.
"Ge, kamu paling tahu apa yang aku maksudkan! Jadi, apakah itu sangat penting?" Ucap Zora ringan sambil tersenyum menatap Hongling.
"Bukan begitu. Hanya saja... bagaimana kamu mengetahuinya?" Tanya Hongling berusaha tenang.
Kembali menatap empat orang dihadapannya, Zora berkata, "Meski aku tidak mengenalmu cukup lama, aku telah menganggapmu sebagai saudaraku sejak kamu menjagaku saat itu. Aku tahu bahwa sangat tidak sopan untuk mencampuri segala urusan tentangmu, tetapi aku tidak bisa menahan diri".
Hongling tidak segera menjawabnya, dia terus diam untuk membiarkan Zora berbicara lebih jauh.
Menatap jauh kedepan, tatapannya semakin lama, semakin samar.
Zora kembali berbicara, "Dari dulu, kamu menganggapku sebagai adik kecilmu yang selalu membutuhkan perlindungan darimu. Tetapi melihat perkembanganku, kamu menjadi ragu. Sejujurnya, meski aku menjadi kuat, aku masih sangat senang melihat bagaimana kamu berdiri didepanku untuk melindungiku, kamu bahkan tidak peduli dengan berbagai konsekuensi yang kamu dapatkan".
Suaranya sedikit serak saat dia berbicara.
"Tapi, disisi lain aku juga merasa takut, takut bahwa kamu akan terluka parah karna aku. Aku memang memiliki mereka saat ini, tetapi akan ada saatnya mereka menempuh jalan mereka masing-masing, dan ketika saat itu tiba, aku hanya akan memilikimu seorang dihidupku. Jika kamu terluka karna melindungiku, bagaimana aku nantinya? Jadi, apakah itu penting untukmu?" Ucapnya kemudian dengan suara pelan.
Mendengar itu, Hati Hongling menghangat, lalu mengelus lembut pucuk kepala Zora
Mengalihkan atensinya, dia menatap lekat wajah pria disisinya.
"Jika iya, aku ingin membantumu untuk menemukannya. Aku tidak berharap bahwa kamu akan terus melindungiku, tetapi aku takut melihat kamu akan kembali terluka seperti saat itu". Ucap Zora kembali.
Suaranya sangat berat dan serak.
Itu terdengar seperti akan tenggelam dan menghilang.
Ini pertama kalinya bagi Hongling melihat Zora seperti ini.
Dia merasa hangat, tetapi juga sakit disaat yang bersamaan melihat wajah gadis disisinya itu.
Dia tidak bisa menahan diri dan membawa Zora dalam dekapannya.
Itu hangat dan nyaman.
"Tidak apa-apa. Aku mengerti". Ucap Hongling pelan.
"Jangan seperti ini, itu akan membuatku sedih. Tentu, jika kamu ingin membantuku untuk menemukannya, aku tidak mempermasalahkannya. Hanya saja, keselamatanmu adalah yang utama. Jadi, jangan melakukan hal-hal secara implusif".
Zora mengangguk dalam dekapannya, kemudian bertanya, "Apakah kamu tahu dimana itu berada sekarang? Maksudku, gambaran kasar tentang keberadaannya".
"Aku tidak tahu! Aku bahkan tidak dapat memastikannya dengan benar". Jawab Hongling.
Mendengar itu, Zora mengangkat kepalanya untuk melihat Hongling.
Dagunya sedikit runcing terlihat sangat halus dan bersih, hidungnya yang kecil dan tinggi, bulu matanya yang sedikit panjang menambah keindahan dan dengan surai peraknya, itu terlihat sempurna.
Pria cantik! Itu adalah definisi yang pas dari segala penjelasan yang dilihatnya.
Sayangnya!
__ADS_1
Yang melihat itu adalah Zora.
Mengabaikan itu semua, Zora dengan perlahan membebaskan diri dari dekapan Hongling dan kembali menatapnnya dengan tatapan bertanya.
Menyentuh hidungnya, dia berkata, "Meski aku tidak tahu, aku masih bisa merasakannya jika berada pada jarak 100 meter".
"Bagaimana dengan bentuknya?" Tanya Zora.
"Eh.. itu, aku ..."
Melihat bagaimana Hongling yang kebingungan Zora mengangguk kepalanya, "Aku paham". Ucapnya.
"Paham? Apa yang kamu pahami?" Tanya Hongling semakin bingung.
Sedikit senyum disudut matanya, Zora berkata, "Itu menyebalkan, bukan?"
"Ha?"
"Tidak mengingat apapun yang ingin diingat dan mengingat apapun yang tidak diinginkan". Ucap Zora pelan.
Hongling membeku untuk sesaat.
Berusaha menekan perasaannya, dia bertanya, "Kapan kamu menyadari hal tersebut?"
"Sejak kamu memperhatikan Formasi Penghalang Sembilan Naga Merah". Jawab Zora.
Hongling terdiam.
Sejak pertama kali dia bertemu dengan Zora, dia tahu bahwa IQ Zora tidaklah rendah.
Tapi bukankah itu sangat berlebihan?
Dia bahkan mengetahui segala sesuatu dengan hanya sekali pandang!
"Ugh... kamu memang sangat jeli". Ucap Hongling pasrah.
"Tentu". Ucap Zora dengan sedikit kebanggaan pada suaranya.
"Oh. Mereka telah menelan pil tersebut. Gee, sekarang giliranmu". Ucap Zora kembali saat melihat keempat orang dihadapannya telah menelan pil masing-masing.
Sedikit mengangguk, Hongling melihatnya dengan tatapan menyelidik dan bertanya, "Bagaimana denganmu, apakah kamu akan berjaga-jaga?"
Hongling mengangguk, kemudian melakukan hal yang sama seperti keempat orang tersebut.
Dengan Formasi Cahaya Bulan yang melindungi mereka, Hongling sama sekali tidak merasa cemas.
Setelah melihat Hongling telah melakukan hal serupa dengan keempat orang tersebut.
Zora juga segera pergi mencari tempat yang nyaman baginya untuk melakukan meditasi biasa.
Dia tidak memerlukan pil penampaan tulang untuk memperbaharui tulang-tulang lama dengan yang lebih kuat dan kokoh.
Bahkan jika dia menginginkannya, dia hanya perlu masuk ke Ruang Dimensi miliknya dan berendam di salah satu kolam yang dia miliki.
Dan tentu saja efeknya tidak akan ...
"Ugh.."
"Argh.."
"..."
Sesakit yang seperti dirasakan oleh keempat orang itu saat ini!
Seperti yang diharapkan dari Pil Tingkat Tinggi.
Berkerja dengan sangat cepat.
**
Pinggiran Hutan Terkutuk.
Perdebatan diakhiri dengan kalimat yang diucapkan oleh Leng Yu.
Feng Xin tidak lagi membantah dan hanya diam-diam keluar dari kelompok tersebut dan duduk jauh dari mereka.
Melihat itu, Leng Yu akhirnya menghela napas lega.
Meski begitu, dia masih memikirkan alasan yang tepat untuk memberitahu segala sesuatu yang terjadi saat ini pada Dong Fang.
Tenru segala tindakan yang dia lakukan saat ini telah membuktikan bahwa, sebagian yang dikatakan oleh Feng xin adalah kebenarannya, termasuk dalam kasus kematian dan kebangkitan Putri Min Yue.
__ADS_1
Dia takut bahwa bukan hanya Dong Fang saja yang marah, tetapi juga "dia" dan yang lainnya.
Dia hanya diam-diam berdoa agar apa yang dia katakan saat ini, tidak menyebar keluar.
Saat melihat bagaimana para Guru akan membentuk kelompok, dia berkata, "Guru, sepertinya kita sudah terlambat"
"Apa maksudmu?" Tanya salah satu Guru tersebut.
"Saya mendengar dari Binatang Kontrak milik Putri Feng Mei bahwa mereka akan menuju Lapisan Inti Hutan ini. Ini sudah lewat beberapa hari, jadi ..." Ucap Leng Yu.
Dia tidak melanjutkan kalimatnya, tetapi dia tahu bahwa semua orang pasti mengerti dengan apa yang dia maksudkan.
Tapi tentu saja, siapa yang bisa mempercayainya?
"Apakah itu lelucon?" Ucap salah satu murid.
"Bagaimana mereka dengan mudah mencapai Lapisan Inti Hutan ini hanya dengan beberapa hari?" Tambah yang lainnya.
"..."
"..."
Tempat itu kembali berisik dengan berbagai pertanyaan ketidakpercayaan orang-orang tersebut pada apa yang dikatakan oleh Leng Yu.
"Murid Leng, kamu seharusnya tidak berbicara asal seperti itu. Ini adalah Hutan Terkutuk, kita semua tahu mengapa tempat dikatakan sebagai Hutan Terkutuk. Bagaimana mereka bisa pergi ke Lapisan Inti dengan mudah? Apakah kamu yakin tidak salah mendengarnya?" Ucap salah satu Guru.
"Guru saya..."
Sebelum Leng Yu akan menyelesaikan ucapannya, keempat orang dibelakangnya segera menyelah.
"Guru, kami saksinya".
Ucap keempat orang itu bersamaan.
Semua orang kecuali Feng Xin dan Putri Min Yue, mau tidak mau mengalihkan atensinya masing-masing pada keempat orang yang berada tepati di belakang Leng Yu.
"Guru, apa yang dikatakan oleh Leng Yu adalah kebenarannya. Kami juga mendengarnya dengan sangat jelas". Ucap Mo Chen mewakili.
Mata semua orang dipenuhi dengan keraguan.
Mereka tidak tahu bagaimana harus bereaksi.
Ini diluar dugaan mereka.
Mereka berpikir bahwa Leng Yu hanya salah mendengar percakapan yang dilakukan oleh Binatang Kontrak milik Feng Mei.
Tetapi melihat keempat pria dibelakangnya mendukung bahkan mengatakan sebagai saksi, mereka terdiam.
Mereka terdiam cukup lama sampai salah satu Guru membuka mulutnya, "Baiklah. Tapi ini baru beberapa hari, apakah kamu yakin mereka telah sampai? Tempat ini selain dinamakan sebagai Hutan Terkutuk, ini juga disebut sebagai Benua Terkutuk. Itu artinya tempat ini sangat luas. Ditambah dengan kekuatan Binatang Iblis pada masing-masing lapisan, bahkan jika mereka mampu, mereka membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk mencapainya".
"Guru.. Guru dapat percaya padaku tentang ini. Dengan adanya "kedua orang" tersebut, perjalanan mereka tentu tidak akan mendapatkan hambatan sedikitpun". Ucap Leng Yu dengan penuh percaya diri.
"Apakah kamu yakin?"
"Tentu Guru. Jika tidak, apakah kami masih bisa berdiri dihadapan Guru dan teman-teman semua saat ini? Kami bahkan menyaksikan bagaimana Pria itu menahan Serigala tersebut hanya dengan satu tangannya, tidak hanya itu saja, Serigala tersebut bahkan gemetar ketakutan dan tidak berani menatap gadis itu. Tidak apa-apa jika Serigala itu berada di Ranah Bumi atau Bintang. Tapi permasalahannya adalah Serigala tersebut berada pada Ranah Surgawi". Ucap Tian Mo bergidik.
Semua orang terdiam!
Perkataan Tian Mo membuat pikiran semua orang akhirnya terbuka meski hanya sedikit saja.
Mereka sangat penasaran dengan "kedua orang" yang sering disebutkan disetiap perkataan Feng Xin dan Leng Yu.
Tetapi mereka tidak berpikir bahwa itu adalah pasangan.
Mereka berpikir bahwa itu adalah kedua pendekar pria yang muncul entah dari mana.
Seorang Pria dan seorang Gadis?
Mengingat apa yang dikatakan oleh Leng Yu sebelumnya. Itu artinya, "dia" yang mereka maksudkan adalah seorang gadis!
Jika begitu, seberapa besar kekuatan yang dimiliki gadis itu?
Dan jika gadis itu saja sudah sekuat itu, bagaimana dengan pria yang berada disisinya?
Memikirkannya saja mereka merasa ngerih.
Mereka tidak ingin mempercayainya.
Tetapi, dari perkataan Feng Xin dan Leng Yu bahkan kesaksian empat orang lainnya membuat mereka mau tidak mau harus mempercayainya.
Bagaimanapun ini bukan kesaksian satu orang saja!
__ADS_1