Zora

Zora
CH 77


__ADS_3

Ketika Zora terbangun, itu sudah tiga hari kemudian.


Sekitarnya begitu sibuk, membuatnya merasa sangat menganggu.


Dengan malas, dia memperhatikan orang-orang yang tengah sibuk berceloteh sambil memanggang daging.


Itu masih pagi.


Tapi akibat dari pertarungan mereka terakhir kali membuat banyak pepohonan hancur, matahari sedikit terik hingga dia merasa sedikit pangap dengan pakaiannya yang berlapis.


Menyerahkan beberapa potong daging, Hongling berkata, "Sudah tiga hari penuh kamu tertidur, makanlah sedikit, perutmu akan sakit jika kamu menahannya lebih lama lagi".


Melihat potongan daging dihadapannya, Zora mengambilnya dalam diam dan mulai mengunyahnya satu persatu.


"Bagaimana perasaanmu?" Tanya Hongling.


Menelan daging tersebut, "Cukup baik". Jawab Zora perlahan.


"Setelah ini, kembalilah beristirahat. Mereka masih bisa menunggu beberapa hari lagi. Jangan memaksakan dirimu".


"Ya. Yang di katakan Saudara Hongling benar. Kami masih bisa menunggu beberapa hari lagi". Ucap Wen Xia menimpali dan disetujui oleh tiga orang lainnya.


Zora terdiam.


Setelah beberapa saat, "Tidak apa-apa. Saya baik-baik saja. Kita akan melewati Formasi tersebut di siang hari. Jadi kalian perlu bersiap untuk itu".


Feng Mei menyipitkan matanya, memperhatikan Zora dengan teliti sebelum akhirnya dia berkata, "Baiklah kalau memang demikian". Memikirkan sesuatu, Feng Mei segera mengeluarkan sebuah kertas dari Cincin Ruangnya, menyerahkannya pada Zora, dia berkata, "Si Kecil kembali membawa surat dua hari yang lalu. Kamu masih tetidur dan kami tidak ingin mengganggumu. Lihatlah".


Kertas kecil itu terlipat dengan rapi bebentuk segi empat, serta ikatan tali kecil masih terlihat disana.


Zora mengerutkan keningnya.


Jelas bahwa surat tersebut sama sekali belum di apa-apakan.


Melihat ekspresi Zora, Feng Mei segera mengerti dengan apa yang dipikirkannya, "Tidak ada dari kami yang berani melakukannya. Kami memutuskan untuk menunggumu hingga sadar dan menyerahkannya padamu". Ucap Feng Mei perlahan.


Mendengar itu, Zora menghelah napasnya tapi tidak mengatakan apa-apa.


Dia segera membuka ikatan kecil itu, kemudian dengan fokus membaca isi dari kertas tersebut.


Mendongak, Zora menatap keempat orang tersebut secara bergantian, dia berkata, "Kaisar Běi hanya mengingatkan agar kalian tidak hanya bermain-main saja. Tetapi juga ingat untuk berlatih dan kembali tepat pada waktunya".


Mendengar itu, keempat orang tersebut terdiam.


Melihat ekspresi keempat orang tersebut, Zora tersenyum, dia bertanya, "Apakah akan ada kompetisi di masa depan?"


Pertanyaan Zora membuat keempat orang tersebut tersadar.


"Ya. Itu di adakan 6 bulan lagi ... Oh, tidak. Kita telah menghabiskan satu bulan lebih di Hutan ini, jadi waktunya menjadi 4 bulan 3 minggu". Jawab Feng Mei.


"Dimana tempat pengadaannya kompetisi tersebut?" Tanya Zora lagi.


"Itu di Kekaisaran Dong sendiri". Jawab Dong Fang.

__ADS_1


Zora tenggelam dalam pikirannya.


Ingatannya kembali pada saat dia menyelamatkan Kaisar Běi saat itu.


Penguntit itu...


Ini adalah kesempatan yang baik baginya untuk memastikannya.


Memikirkan ini, dia segera berkata, "Apakah diantara kalian ada yang memiliki Binatang pengantar surat?"


"Saya memilikinya. Tapi dengan ukurannya, saya tidak yakin bahwa surat tersebut dapat sampai dengan aman ke tangan Kaisar Běi". Ucap Dong Fang.


"Itu tidak masalah. Tujuan saya bukanlah Kaisar Běi, melainkan Ayahmu, Kaisar Dong. Kamu dapat memanggilnya sekarang sebelum kita pergi". Ucap Zora.


Kemudian dia mengambil kertas dan alat tulis.


Zora sangat serius, membuat yang lainnya tidak berani untuk menganggunya.


Seperti biasa, Hongling bertugas untuk membuka celah pada Formasi Cahaya Bulan. Namun, mengingat mereka akan segera pergi dari tempat ini, dia tidak lagi berhati-hati dan segera menghilangkan Formasi tersebut.


Meski tidak tahu apa yang ada dipikiran Zora, Dong Fang tidak bertanya lebih jauh dan segera memanggil Binatang pengantarnya.


Itu adalah Elang Hitam dengan ukuran sedang.


Ketika Elang Hitam tersebut dengan mulus mendarat di bahu Dong Fang, saat itu juga Zora telah selesai dengan tulisannya.


Dia segera melipat suratnya dan kemudian mengikatkannya pada kaki Elang tersebut. Tidak lupa, dia memberikan sebuah bebijian berwarna hitam sebesar kelereng pada Elang tersebut sebelum membiarkan Elang itu pergi.


"Baiklah. Kita pergi". Ucap Zora setelah Elang itu hilang dari pandangannya.


Berbeda dari keempat orang tersebut, Hongling hanya mengangguk dalam diam. Meski merasa sedikit bersemangat, reaksinya tidak sebesar keempat orang tersebut.


Pikirannya masih jauh entah kemana.


Zora dan empat lainnya tidak begitu memperhatikannya. Jika tidak, mereka pasti akan menanyakan wajah gugup Hongling.


Berdiri dihadapan Formasi Sembilan Naga Merah, Zora berkomunikasi dengan Qing Yu melalui telepati.


Karna tidak mungkin bagi Qing Yu dan Phoenix Tujuh Warna untuk menyalurkan kekuatan mereka dari dalam Ruang Dimensi, dengan itu, Zora meminta agar keduanya segera keluar dari tempat nyaman tersebut.


Cahaya silau tiba-tiba muncul dihadapan semua orang.


Itu membawa perasaan angkuh dan tertindas.


Dan ketika cahaya itu menghilang, sosok gadis dengan penampilan ganda terlihat.


Setengah pada penampilan gadis itu merupakan sosok dengan rambut hitam dan mata biru gelapnya, sedangkan sebagiannya lagi di penuhi dengan cahaya pelangi dengan mata biru terangnya serta sebuah sayap yang merentang lebar di belakangnya.


Melihat pemandangan tersebut, Dong Fang, dan tiga lainnya terkesiap. Namun, dalam keadaan yang ditekan, mereka berusaha untuk tetap siap siaga.


Berbeda dengan Zora yang telah terbiasa dengan penampilan tersebut, melangkah maju menepuk pelan bahu Dong Fang.


Itu Qing Yu dan Phoenix Tujuh Warna, yang mana telah menyatukan tubuh dan kekuatan keduanya.

__ADS_1


"Tidak apa-apa". Ucapnya perlahan.


Dengan perkataan Zora, keempat orang tersebut segera menurunkan kewaspadaan mereka dan memperhatikan sosok gadis itu lebih jauh.


Tidak dengan Hongling yang dari awal hingga akhir sosok itu muncul, dia dapat merasakan kekuatan yang begitu akrab.


Sebagai Binatang Surgawi, dia tentu tahu bahwa sosok gadis yang baru saja muncul merupakan penyatuan antara dua sosok yang berbeda dengan kekuatan yang bahkan dia sendiri tidak dapat menebaknya.


Maka dari itu, meski dia dapat merasakan kekuatan akrab tersebut, dia tidak dapat dengan pasti menentukan asalnya.


Itu aneh.


Mendongak, mata keduanya secara tidak terduga bertemu.


Pada mata sosok gadis tersebut ada sedikit senyum. Namun, entah bagaimana, Hongling bergidik ngerih. Dia seperti ditarik kedalam mata biru gelapnya.


Seperti ada kekuatan besar yang mendorongnya kedalam jurang yang tidak berdasar.


Dengan keringat dingin di dahinya, dia segera memutuskan kontak tersebut.


Tubuhnya secara tidak terduga bergetar.


Beruntungnya dia dapat mengendalikan dirinya dengan baik. Jika tidak, dia mungkin telah terjatuh ke tanah.


"Bersiaplah. Ini mungkin akan sedikit sulit". Ucap Zora sebelum bersila.


Dengan itu, gadis dengan penampilan ganda tersebut segera melepaskan kekuatannya.


Ledakan kekuatan yang di lepaskannya membuat Hongling dan empat orang lainnya di tekan dengan cara yang menakutkan.


Jika tubuh mereka tidak dilatih sebelumnya, di bawah tekanan yang begitu mengerikan, tubuh mereka mungkin telah hancur berkeping-keping.


Keringat mengalir di kening Zora. Menggertakan giginya kuat, dia berusaha menahan rasa sakit.


Meski dia telah terbiasa dengan rasa sakit itu selama sebulan penuh, itu tidak menutupi apapun.


Setelah terkumpul dan cukup, kekuatan tiba-tiba meledak dari dalam tubuh Zora, menekan setiap orang yang ada disekitarnya. Tekanan itu cukup kuat, meski tidak sebesar tekanan yang dihasilkan oleh gadis dengan penampilan ganda tersebut.


Setidaknya, orang-orang masih dapat menahan tekanan itu meski sedikit kekusahan.


Melihat penampilan Zora, Dong Fang, Feng Mei dan Hongling tidak bodoh.


Mereka segera mengerti, alasan mengapa Zora kehabisan kekuatannya tiga hari lalu.


Mereka tidak menyangka bahwa Zora akan melakukan hal-hal seperti ini.


Setelah beberapa menit ledakan kekuatan


itu terjadi, gadis dengan penampilan ganda tersebut segera menghilang dari pandangan orang-orang.


Terkejut. Tapi mereka tidak memiliki waktu untuk bertanya-tanya.


Hanya setelah gadis berpenampilan ganda tersebut menghilang, butuh waktu beberapa menit kemudian bagi Zora untuk membuka celah Formasi Sembilan Naga Merah tersebut.

__ADS_1


"Pergi". Ucap Zora perlahan.


Mendengar itu, Hongling dan empat orang lainnya segera memasuki celah tersebut, satu persatu.


__ADS_2