
Wen Xia memasuki Rumah Makan itu dengan napas terengah-engah.
Dia mengalihkan atensinya kesana kemari, hingga netranya menangkap sosok yang dicarinya.
"Ku kira kalian tidak menungguku". Ucap Wen Xia setelah mengatur napasnya.
Zora hanya tersenyum dibalik cadarnya.
"Duduk dan makanlah". Ucap Zora.
Dia sudah memesan makanan untuk Wen Xia juga, dia tau kalau Wen Xia hanya akan menghabiskan beberapa menit saja untuk meminta ijin.
Wen Xia segera duduk di tempat yang kosong, lalu memakan makanan dihadapannya dengan lahap.
Zora menggeleng kepalanya pelan.
"Bagaimana? Apakah kau benar-benar di ijinkan oleh ayahmu?" Tanya Zora kemudian.
"Ya". Jawab Wen Xia sambil mengeluarkan sebuah kertas, "Aku bahkan meminta ayahku membuat ini agar kau mempercayai ku". Ucapnya kembali.
Zora menerima kertas itu lalu menganggukan kepalanya paham.
"Bagaimana aku memanggil kalian?" Tanya Wen Xia kemudian.
"Panggil saja Zora, dan dia Hongling kakaku, sedangkan si kecil ini Xiao Dai". Jawab Zora tenang.
Hongling yang mendengar perkataan Zora sangat bahagia, senyumnya terpancar dari bibir tipisnya.
'Sangat mempesona'
"Kapan kita akan berangkat?" Tanya Wen Xia lagi.
"Setelah kau menghabiskan makananmu". Ucap Zora.
Wen Xia kembali mekan dengan kidmat setelah mendengar ucapan Zora.
***
Seekor Beruang Iblis menghampiri Kelompok Feng Mei.
Bisa di lihat, Beruang tersebut berada di Ranah Bintang Tahap 7 yang artinya setara dengan Ranah Pengembangan Roh tahap akhir.
Haocun sendiri tidak ikut campur dalam pertempuran itu. Karna ini sebagai latihan untuk para Juniornya. Dia akan membantu apabila Juniornya dalam keadaan mendesak.
Feng Mei menggunakan Elemen Es nya lalu mengubahnya menjadi sebuah Pedang. Dia menahan pukulan Beruang menggunakan Pedang itu.
Beruntung dia mengalirkan sedikit Qi pada Pedangnya itu, sehingga Pedangnya tidak hancur.
Dia lalu mundur beberapa langkah, tidak kuat menahan serangan itu.
"Li Wei". Teriak Feng Mei saat Beruang itu hendak kembali menyerang.
Li Wei dengan cekatan menggunakan Elemen Kristalnya lalu mempertajam, sehingga tangan yang di gunakan Beruang untuk menyerang mengenai Kristal itu.
Kristal tersebut hancur berkeping-keping, tetapi Beruang itu hanya mendapat sedikit luka goresan.
Yuwen dengan segera menggunakan Elemen Tanah nya untuk menahan kaki Beruang itu.
Melihat adanya sedikit peluang, Feng Mei dan Zhuting berlari dan melompat ke arah Beruang.
Menggunakan Pedang di tangan mereka untuk menyerang.
"Kulit Beruang ini sangat keras". Ucap Zhuting kala pedang yang dia gunakan seketika hancur menyentuh kulit Beruang itu.
Feng Mei dan Zhuting kembali ke posisi semula setelah penyerangan yang mereka lakukan tidak mendapat hasil.
__ADS_1
Begitu juaga yang lainnya.
"Apa yang harus kita lakukan sekarang?" Yihua Bertanya.
"Beruang ini pasti memiliki kelemahannya". Ucap Yuwen.
"Karna serangan kita tidak begitu berpengaruh, mari kita lebih berusaha dan bekerja sama dengan baik". Ucap Feng Mei menyemangati.
"Yuwen, gunakan Elemenmu untuk mengepung Beruang itu".
"Li Wei munculkan Elemen Kristal mu dari bawa Beruang itu saat setelah Beruang tersebut telah terkepung".
"Zhuting gunakan juga Elemen Petirmu di saat yang bersamaan".
"Yihua tugasmu memperkuat Elemen Tanah milik Yuwen agar tidak mudah di hancurkan oleh Beruang itu".
"Aku akan mencari kelemahan milik Beruang itu dan menyerang langsung pada titiknya".
Setelah Feng Mei membagi tugas pada masing-masing dari mereka, mereka segera berpencar dan memulai aksi mereka.
Yuwen melakukan apa yang dikatakan oleh Feng Mei dan dibantu oleh Yihua.
Setelah Beruang itu terkepung oleh Tanah, Li Wei memunculkan Kristal tajam dari bawa kaki Beruang, di saat yang bersamaan Zhuting menggunakan Petirnya untuk menyerang dari atas Beruang itu.
Feng Mei tidak tinggal diam.
Dia masuk kedalam tempat milik Beruang itu di kepung, diam-diam dia menggunakan Elemen Tumbuhannya lalu menusuk tepat pada dada bagian kiri Beruang itu.
Dia lalu keluar dari tempat itu setelah melakukan penyerangan itu.
Setelah formasi penyerangan yang mereka gunakan hancur, Beruang itu terduduk ditanah dengan keadaan yang tidak terlalu parah.
Meskipun badannya terdapat banyak sekali goresan.
Mereka kembali ke posisi semula, mengatur napas dengan cepat.
"Sepertinya masih tidak mempan". Ucap Zhuting kemudian.
"Aneh, jantung Beruang ini telah dihancurkan tetapi kenapa terlihat baik-baik saja". Tanya Yihua heran.
"Itu karna Beruang ini merupakan Jenis Beruang Armor". Jawab Yuwen.
Yihua membelalakan matanya saat mendengar jawaban dari Yuwen, "Bukankah itu artinya Beruang itu memiliki 5 Jantung pada tubuhnya". Ucap Yihua dengan lesunya.
"Pantas saja tubuhnya sangat keras". Timpal Zhuting.
Yuwen hanya mengangguki kepalanya sebagai jawaban, "Ini akan sangat sulit".
"Jenis Beruang Armor?" Tanya Li Wei memastikan.
"Iya". Jawab Yuwen pasti.
Feng Mei tersenyum simpul mendengar itu, "Kita memiliki peluang untuk mengalahkannya".
"Benar". Timpal Li Wei.
Yuwen, Zhuting dan Yihua menatap keduanya bingung.
"Mari kita kembali menyerang, tujuan kita kali ini adalah lengan bagian kirinya yang merupakan titik kelemahannya". Ucap Feng Mei.
Mereka menganggukan kepala, lalu mengambil ancang-ancang untuk menyerang.
Mereka berlari kearah Beruang itu siap menyerang.
Melihat itu Beruang tersebut menyemburkan Elemen Api dari dalam mulutnya.
__ADS_1
Mereka dengan cekatan menggunakan Elemen masing-masing untuk melindungi diri.
Feng Mei menarik Zhuting ke arahnya dan melindungi nya menggunakan Esnya.
Mereka kembali menyerang setelah api itu menghilang.
Mereka berpencar mengelilingi Beruang itu.
Beruang itu cukup cepat.
Menghindari segala penyerangan yang dilakukan oleh mereka berlima.
"Yihua awas". Teriak Li Wei kala melihat Beruang itu dengan ganasnya menyerang Yihua.
Yihua yang tidak siap terlempar kebelakang menabrak pohon setelah terkena pukulan yang cukupĀ kuat dari Beruang itu.
Uhukk.. uhukk.. Dia mengeluarkan seteguk darah dan duduk dengan lemah dibawah pohon.
Dia sudah tidak memiliki tenaga lagi.
Haocun segera menghampiri Yihua lalu memberikan sebuah Pil, "Minum dan istirahatlah".
Yihua menerima Pil itu lalu menelannya.
Mereka yang melihat dengan cemas keadaan Yihua segera membaik setelah melihat Senior Haocun menanganinya.
Mereka kembali memperhatikan penyerangan yang terjadi.
Tubuh Beruang itu di penuhi dengan luka goresan, meskipun Beruang itu masih terlihat baik-baik saja.
Ke tiga teman Feng Mei benar-benar telah kelelahan.
Feng Mei masih cukup kuat untuk kembali bertarung.
Beruntungnya dia pintar dalam mengendalikan Qi nya sehingga tidak cepat habis.
"Kekuatanku sudah terkuras habis". Ucap Zhuting dengan napas yang tidak beraturan.
"Beruang ini sangat kuat". Timpal Li Wei
Feng Mei setuju dengan apa yang di ucapkan oleh teman-temannya.
Meskipun mereka dibantu oleh Senior Haocun sekalipun, mereka tetap tidak bisa mengalahkan Beruang itu.
Mereka baru di lapisan pertama hutan ini, tetapi langsung di pertemukan dengan Binatang Iblis yang kekuatannya di atas mereka.
Tidak hanya Ranah yang tinggi yang dimiliki oleh Beruang itu, tetapi juga memiliki tubuh yang kuat sekuat armor dan lima jantung di tempat yang berbeda. Sepertinya Hutan Terkutuk ini tidak sesederhana yang dipikirkan.
Walaupun begitu dia cukup terkesan dengan kerja sama mereka.
"Kalian istirahatlah sebentar, aku akan mencoba menghadapi Beruang ini". Ucap Feng Mei.
Ke tiga temannya yang mendengar ucapan Feng Mei tersebut langsung menggelengkan kepala pelan.
"Tidak.. tidak masalah jika kita maju bersama-sama sekali lagi". Ucap Li Wei dan di angguki oleh Zhuting dan Yuwen.
"Tidak apa-apa, lagi pula Beruang itu sudah cukup lemah, aku akan mencoba mengulur waktu sampai kekuatan kalian kembali". Ucap Feng Mei kemudian memanggil Zhusu Binatang Kontraknya.
Mereka yang ada disitu cukup terkejut melihat Binatang Kontrak milik Feng Mei.
Feng Mei tersenyum ke arah mereka, "Ada Zhusu bersama denganku, kalian istirahatlah".
Mereka mendengarkan apa yang dikatakan oleh Feng Mei dan menurutinya.
...
__ADS_1