
Zora menatap lekat pria dihadapannya itu dengan tangannya yang masih setia menggendong Xiao Dai.
Pikirannya kini nelayang-layang.
Entah bagaimana pria itu bisa terluka.
Apa mungkin pria itu keluyuran diluar hutan dan bertemu dengan orang hebat? Pikirnya.
"Bagaimana perasaanmu sekarang?" Tanya Zora padanya.
"Sudah lebih baik, terima kasih".
"Ayo kita keluar, lalu bersihkan dirimu". Ucap Zora sekali lagi.
Betapa terkejutnya Zora ketika melihat sekelilingnya setelah keluar dari gua itu.
Sekarang dia benar-benar marah.
Dia menatap Hongling dengan tatapan membunuhnya, menuntut penjelasan.
Pasalnya kondisi Hutan pada saat dia tinggal berbanding terbalik dengan yang sekarang.
Semuanya hancur, pepohonan tumbang kesana kemari, tanah yang awalnya berisikan Tanaman Herbal semuanya kosong, bahkan Kabut Racunnya juga menghilang.
Tidak hanya itu saja, semua tumbuhan yang ada disitu telah mati. Tidak ada satupun helai daun, yang tertinggal didahan pohon.
"Sebulan yang lalu, entah apa yang terjadi, Kabut Racun yang ada tiba-tiba menghilang". Ucap Hongling.
"Lalu...?"
"Ketika semua orang dari seluruh Benua mengetahui hal ini, mereka berlomba-lomba untuk datang kemari, tetapi karna ini adalah wilayah Kekaisaran Běi, Kaisar Běi Kang melarang mereka untuk memasuki Hutan ini, Kaisar Běi Kang juga memerintahkan Prajurit terbaiknya untuk berjaga-jaga dihutan ini..."
Hah... Hongling mehela napas kasar kemudian melanjutkan, "Tetapi ada sebuah organisasi yang tidak diketahui berasal dari mana, tidak mendengarkan larangan dari Kaisar Běi, mereka menerobos masuk ke hutan ini lalu melukai semua Prajurit yang ada".
"Apa tujuan mereka?" Tanya Zora.
"Pedang Salju".
"Pedang yang ada didalam Gua itu?"
"Iya.."
"Mereka mendapatkannya?"
Hongling menanggapi dengan anggukan kepalanya.
Rahang Zora sudah mengeras, hanya karna sebuah Pedang mereka menghancurkan Hutan ini.
Zora sangat marah sekarang.
"Bagaimana mereka mengetahui Pedang itu berada?" Tanyanya kembali sambil menekan amarahnya.
Tentu saja, pedang itu berada dibalik air terjun, lalu bagaimana caranya, sehingga mereka bisa mengetahuinya.
"Ada seorang master bersama mereka saat itu dan sepertinya dia memiliki Teknik rahasia yang membuatnya dapat merasakan Aura dari pedang tersebut". Jelas Hongling.
__ADS_1
"Kalau Master itu tidak ada, Hutan ini tidak mungkin menjadi seperti sekarang ini". Lanjutnya lagi.
Hongling terlihat sangat tenang dari luar, tetapi tidak dengan hatinya, dia berusaha menahan amarahnya sedari tadi dengan baik.
"Bagaimana dengan yang lainnya?"
"Saat pertempuran itu terjadi, aku meminta mereka semuanya untuk pergi dari Hutan ini". Jawab Hongling mengingat kembali kejadian itu.
Hongling benar-benar di introgasi oleh Zora, Hongling sudah tau akan hal ini, dia tau kalau saat Zora keluar dari pelatihannya dan melihat keadaan seperti ini dia pasti akan marah.
Dia memang baru kenal dekat dengan Zora, tapi dia tau bagaimana pedulinya Zora terhadap penghuni Hutan ini dan dirinya.
"Mo Lan dan Mo Xiû juga pergi dari hutan ini?" Tanya Zora kembali tanpa menggunakan embel-embel tuan dan nyonya seperti biasanya.
Dia tidak sedang dalam keadaan yang baik saat ini.
Hongling menggeleng kepalanya pelan, "Mereka tidak pergi, mereka sangat keras kepala untuk tetap berada disini bersamaku, tetapi setelah selesai dari pertempuran itu aku tidak pernah melihat mereka". Ucapnya pelan.
Dia merasa sangat bersalah karna tidak bisa melindung Hutan ini dan segala isinya.
"Kau sudah mencari mereka disegala sisi hutan ini?" Tanya Zora memastikan lagi dan hanya diangguki oleh Hongling.
Tubuh Xiao Dai yang berada dalam pelukan Zora bergetar.
Xiao Dai mengikuti Zora dari dia masih bayi.
Tetapi dia dan Zora tidak pernah absen mengunjungi keluarganya setiap bulan sekali hanya untuk sekedar bermain.
Hanya saja bulan lalu mereka tidak sempat berkunjung karna Zora yang sibuk dalam pelatihannya.
Zora mengelus tubuh mungil Xiao Dai lembut.
"Hutan ini.... apakah tidak bisa diperbaiki kembali?" Tanya Zora, dia merasa sedih melihat keadaan hutan ini, hutan ini adalah rumah pertamanya saat berada didunia asing ini.
Hongling menggeleng kepalanya pelan.
"Huh...?" Zora keheranan dengan jawaban Hongling.
Melihat itu Hongling berkata, " Pedang itu merupakan Jantung dari hutan ini, tetapi karna dicabut dari tempatnya dengan paksa membuat hutan ini mengering karna kehilangan Aura kehidupan.. Tanpa pedang itu, Hutan ini tidak akan bisa kembali seperti semula kecuali ada seseorang yang memiliki Elemen Tumbuhan, tetapi di Alam Manusia ini tidak mungkin ada yang memiliki Elemen itu, sebab Elemen itu hanya dimiliki oleh Ras Elf".
Zora kini mengerti, dia cukup terkejut mengetahui Pedang itu adalah Jantung dari Hutan ini.
"Kau tau fungsi lain dari pedang itu?"
"Tidak.. tetapi jika ada ditangan yang salah, Alam ini akan dalam bahaya". Ucap Hongling.
Rahang Zora semakin mengeras dengan kuat mata dinginnya menyapu seisi Hutan tersebut.
"Bersihkan dirimu, kita akan pergi dari hutan ini untuk mencari yang lain dan Pedang itu".
Hongling mendengarkannya dengan baik.
Dia memang sangat patuh.
...
__ADS_1
Hongling sudah selesai dengan urusannya.
Zora mengenakan Cadar putih untuk menutupi bagian bawah wajahnnya dia juga memberikan Hongling sebuah topeng berwarna emas yang hanya menutupi sebagian wajahnya.
Zora juga tidak lupa mengubah warna rambut serta warna matanya menjadi hitam kelam.
Xiao Dai sendiri masih nyaman didalam pelukan Zora.
Dia sama sekali tidak ingin lepas dari pelukan Zora.
Setelah berada di luar Hutan Kabut, Zora membalikan tubuhnya menatap Hutan gersang yang ada di hadapannya.
Dia memikirkan cara untuk mengklaim hutan ini miliknya, dengan membuat siapapun tidak akan pernah bisa memasuki hutan ini kecuali dirinya dan orang-orangnya.
Dia berjongkok pelan, tangan kanannya menyentuh tanah.
Hongling hanya berdiam diri melihat tingkah Zora.
Hingga hal yang terjadi selanjutnya membuat rahang Hongling hampir lepas dari tempatnya.
"Ini..."
Ucapnya tertahan, dia menatap Zora dengan tatapan rumitnya.
Siapa gadis dihadapannya ini sebenarnya?
Satu-satunya pertanyaan yang terlintas di kepalanya.
Zora menghabiskan waktu hampir setengah jam untuk memulihkan seisi hutan tersebut dengan Elemen Tumbuhannya.
Karna besarnya hutan itu, Zora membutuhkan waktu yang cukup lama.
Tidak sampai disitu saja, Zora juga mengeluarkan Elemen Kegelepannya
Dia menyebarkannya, untuk memenuhi Hutan tersebut.
Dia juga membuat formasi penghalang tingkat dasar untuk mencegah penyebaran Elemen Kegelapan itu keluar dari Hutan itu.
Zora memenggang tangan Xiao Dai lalu membuat tanda pada punggung tangannya, setelah dia melakukan pengamanan terhadap Hutan itu.
Dia mengalihkan atensinya, menatap Hongling yang tengah melihatnya dengan tatapan rumit.
Dia mengabaikan hal itu, "Hei... panggilnya.
Hongling tersadar dari lamunannya, "ada apa?" Tanyanya masih dengan eksperi rumitnya.
"Ulurkan tanganmu".
Tanpa banyak berkata apapun, Hongling mengulurkan tangannya.
Zora memegang punggung tangan Hongling, kemudian melepaskannya kembali.
Hongling menatap bingung gambar bulan sabit dengan ukuran kecil di punggung tangannya.
Zora mengerti dari maksud tatapan itu, "Itu merupakan sebuh tanda, dan hanya mereka yang memiliki tanda itu yang bisa memasuki hutan ini". Jelasnya.
__ADS_1
Hongling kini mengerti dengan tujuan dari Zora, bahwa dia ingin mengklaim hutan itu menjadi miliknya dengan melakukan hal tersebut.
Tetapi Hongling tidak keberatan dengan hal itu, sebab menurutnya tindakan Zora cukup baik, karna dengan begitu tidak akan ada yang bisa masuk ke hutan ini dengan sesuka hati.