
Hutan Terkutuk, Lapisan Inti.
Zora, Hongling dan yang lainnya telah mencapai Lapisan Inti dari Hutan Terkutuk.
Bisa dikatakan bahwa itu adalah waktu tercepat untuk mencapai Lapisan Inti.
Bagaimanapun.. ini adalah sebuah Benua yang ditumbuhi oleh berbagai jenis tumbuhan dan juga berbagai macam jenis Binatang Iblis.
Selain itu, untuk mencapai Lapisan Inti harus melewati berbagai jenis Binatang Iblis.
Jika itu orang lain, mungkin mereka hanya bisa bertahan sampai ke Lapisan 4 dan kembali dengan keadaan yang mengenaskan.
Untuk mencapai Lapisan Inti, orang-orang harus bisa melewati hampir lebih dari belasan Lapisan. Juga, setiap lapisan di penuhi dengan berbagai Binatang Iblis, yang semakin jauh memasuki Lapisan, semakin kuat juga Binatang Iblis yang ditemui.
Sayangnya..
Itu adalah Zora, Hongling dan yang lainnya.
Meski kekuatan lima lainnya tidak sebanding dengan Zora dan Hongling, mereka juga tidak lemah.
Setelah bersama selama beberapa hari, dan bertarung bersama, mereka menjadi lebih akrab, kompak dan mengerti satu sama lain.
Ikatan itu terjalin begitu saja, seperti yang diharapkan Zora.
.
Pada saat ini.
"Aku pikir kita hanya berkeliling di tempat yang sama sedari tadi". Ucap Wen Xia dengan sedikit kesal.
Mereka memang telah mencapai Lapisan Inti Hutan Terkutuk, sayangnya mereka sepertinya terjebak dan hanya berputar-putar di tempat yang sama.
"Dan bodohnya, kita telah melakukannya selama hampir lebih dari 10 kali". Timpal Li Wei.
Mereka merasa putus asa sekarang.
Duduk dengan lesuh, Feng Mei menatap kosong Zora. "Apa yang harus kita lakukan sekarang?" Tanyanya dengan suara pelan.
"Kalian istirahatlah dulu, aku akan berkeliling sekali lagi". Ucap Zora.
"Tidak".
Ucap mereka bersamaan.
Setelah mengucapkan satu kata secara bersamaan, suasana tiba-tiba jatuh dalam kesunyian yang aneh.
Mendengar bagaimana Zora dengan santainya akan kembali berkeliling sekali lagi, mereka mau tidak mau menolaknya.
Ini adalah Lapisan Inti, dan itu akan sangat berbahaya meskipun mereka tahu sekuat apa Zora.
Zora menatap mereka bingung.
Namun, melihat wajah mereka yang penuh dengan kecemasan dia segera mengerti.
"Tidak apa-apa. Kakakku akan ada disini bersama kalian, lagipula aku hanya melewati tempat yang sama untuk melihat-lihat dan memastikan apa yang ada dipikiranku. Itu tidak akan lama". Ucapnya tenang.
"Apakah begitu?" Tanya Wen Xia menyelidik.
"Ya".
__ADS_1
Melihat bagaimana seriusnya Zora tentang ini, mereka tidak tahu harus berkata apa lagi.
Mereka sudah sangat kelelahan karna terus berkeliling pada jalan yang sama berulang-ulang kali tanpa henti.
Dengan keputusan Zora, serta melihat betapa percaya dirinya dia, mereka pada akhirnya menyerah dan membiarkannya pergi sendirian.
Dengan itu, Zora pergi meninggalkan mereka.
Setelah kepergian Zora, mereka beristirahat santai sambil berdiskusi.
Itu sudah menjadi kebiasaan mereka saat mereka mulai memasuki Lapisan Hutan ke empat.
Itu juga merupakan saran dari Zora, agar supaya mereka dapat memahami kelemahan dan kelebihan masing-masing.
"Saudari Xia, perkembanganmu sudah cukup baik. Hanya saja, kamu masih belum bisa mengendalikan sifat implusifmu. Juga, disaat bertarung, perhatikan juga penggunaan Qi-mu agar tidak terkuras habis". Ucap Dong Fang.
"Aku mengerti". Jawab Wen Xia sedikit bersemangat. "Apakah ada hal lain, Senior?" Tanyanya.
"Tidak ada". Jawab Dong Fang.
Wen Xia mengangguk mengerti.
"Senior, lalu bagaimana denganku?" Tanya Li Wei.
Sama seperti Wen Xia, dia juga bersemangat saat bertanya.
Dong Fang melihat Li Wei, mengangguk pelan sambil berkata, "Pengendalian Qi-mu sudah sangat baik dari hari kemarin, tetapi jangan selalu mengandalkan Binatang Kontrakmu saat bertarung. Sebenarnya, itu tidak apa-apa. Hanya saja, pengalaman adalah harta yang paling berharga dan ini adalah kesempatan untuk mengejar ketertinggalan".
"Baik, hmm.. apakah ada yang lain?" Tanya Li Wei lagi.
Dong Fang hanya menggelengkan kepalanya pelan sedikit bergumam, "Kekompakan-mu dengan Binatang Kontrakmu sudah sangat baik, meski kamu masih tertinggal di belakang".
"Aku mengerti". Jawab Li Wei dengan sungguh-sungguh.
Namun, perbedaan mereka dapat terlihat dengan sangat jelas oleh Dong Fang dan yang lainnya.
Meski telah memperbiasakan dirinya dengan loncatan ke Ranah yang baru, pengelaman bertarung Li Wei masih terlalu minim yang mengakibatkan dia selalu mengandalkan Binatang Kontraknya saat bertarung.
Berbeda dengan Wen Xia yang tidak memiliki Binatang Kontrak namun, memiliki banyak pengalaman dalam bertarung, meskipun dia agak implusif dan sering kehabisan Qi terlebih dahulu, kekuatan tempurnya tidak bisa di anggap remeh.
Itu juga membuat Dong Fang kagum padanya.
Jika saja dia dapat mengendalikan sifat implusifnya dengan baik, bahkan jika dia kalah bertarung dengan Dong Fang karna perbedaan Ranah, Dong Fang masih akan mendapat luka, meski tidak begitu parah.
Berbicara hal-hal seperti ini, entah kenapa menjadi kesenangan tersendiri bagi Li Wei dan Wen Xia.
Meski mereka sering di intruksi dengan cara yang sedikit kasar oleh Dong Fang maupun Feng Mei.
Marah?
Cemburu?
Tentu saja tidak.
Itu adalah hal yang baik dimana masih ada orang yang dapat mengevaluasi setiap gaya bertarung seseorang dengan sangat baik.
Hal seperti ini jarang terjadi, dan hanya di temukan pada Guru dan Murid.
Sedangkan mereka?
__ADS_1
Mereka tidak memiliki hubungan apapun selain sebagai kenalan.
Selain itu, status yang mereka miliki juga berbeda-beda.
Tetapi kebersamaan yang telah mereka bangun selama beberapa hari ini, adalah pencapaian yang luar biasa.
Disini juga, mereka dapat belajar, bagaimana menghargai satu sama lain, mendengarkan satu sama lain, saling memotivasi dan memahami tanpa memikirkan status seseorang.
.
Melihat bagaimana bersemangatnya mereka berdua, mulut Feng Mei sedikit melengkung.
Mengalihkan pandangannya dari orang-orang yang bersemangat, dia bertanya pada Dong Fang dengan sedikit berbisik, "Bagaimana denganku?"
Dong Fang membeku.
Ini adalah pertama kalinya dia mendengar Feng Mei bertanya tentang dirinya sendiri pada orang lain.
Biasanya dia hanya akan duduk dengan acuh sambil mendengarkan tanpa mengucapkan sepata dua kata.
Dia bahkan hanya mengangguk ketika setelah mendapat intruksi dari Dong Fang.
Tapi sekarang ..
Dong Fang bingung.
Pertumbuhan dan pemahaman Feng Mei di luar dugaannya.
Bahkan cara bertarungnyapun sedikit berbeda dari biasanya.
Itu bukan gaya bertarung dari Perguruan Bintang Utara maupun Perguruan lainnya.
Itu sangat berbeda.
Meski mereka memiliki perbandingan satu tingkatan Ranah, Dong Fang bahkan tidak yakin dapat mengalahkannya, jika dia menggunakan gaya bertarung seperti itu.
Dong Fang tenggelam dalam pikirannya selama satu atau dua detik sebelum akhirnya tersadar.
Bingung, dia tidak tahu harus berbicara apa.
Pada akhirnya dia hanya bisa berkata, "Aku tidak tahu. Kamu bisa menanyakan hal ini langsung pada Senior Ling".
Mengerutkan bibirnya, Feng Mei berguman, "Tidak berguna".
Dong Fang tercengang.
Sedangkan Li Wei dan Wen Xia tertawa dengan sangat keras.
Bukan sesuatu yang baru lagi bagi keduanya.
Lidah Feng Mei memang selalu tajam saat dia berbicara.
Itu sudah di anggap biasa karna telah dibiasakan.
Tetapi, permasalahannya adalah, Dong Fang adalah orang yang selalu terkena ucapan tajam dari Feng Mei. Dan yang anehnya, dia tidak marah ataupun membalas.
Hubungan keduanya memang terlihat aneh, namun juga lucu.
Setelah Feng Mei pergi menuju Hongling untuk bertanya-tanya, Dong Fang kembali pulih.
__ADS_1
Menata punggung gadis itu, dia menggelengkan kepalanya pelan, 'Gadis ini, masih seperti biasanya'.
..