Zora

Zora
CH 40


__ADS_3

Boommmmm...


Bagaikan di sambar petir di siang bolong.


Leng Yu dan yang lainnya merasa tulang didalam tubuh mereka menghilang entah kemana.


Nama pilnya saja sudah membuat mereka tidak bisa berkata banyak, lalu apa ini? Lelucon apa yang sedang terjadi. Itu adalah Pil Kelas 9 dan mereka baru saja melihat dan menelan Pil Regenerasi Kelas 9.


Pil yang keberadaannya sangat langka.


Wajah mereka seketika tidak enak dipandang, peluh keringat membasahi bagai air yang mengalir.


Beruntungnya mereka karna memiliki jantung yang kuat. Entah jika itu orang lain, mungkin mereka sudah memuntahkan banyak darah dan bertemu dengan Raja Yama.


Wajah milik Min Yue lebih jelek lagi. Warna wajahnya seputih kertas dengan banyak kerutan terlihat.


"Jangan mencoba untuk membodohiku". Ucapnya dengan wajah pucatnya.


Feng Mei mengerutkan keningnya, "Mencoba membodohimu? Apa aku terlihat seperti sedang melakukan itu?" Ucapnya.


"Kau bersamanya, tentu saja kau pasti membelanya. Bagaimana mungkin itu pil kelas 9".


"Apa yang Mei'er katakan itu adalah kebenaran. Itu juga alasan mengapa saya menanyakan hal yang terjadi 5 tahun yang lalu padanya". Ucap Dong Fang membenarkan.


Wajah Min Yue semakin putih dan gelap bersamaan. Mendengar bagaimana Dong Fang membela Feng Mei ditambah dengan panggilan yang begitu int** membuatnya mengepalkan kedua tangannya kuat. Dia bahkan tidak sadar kukunya telah menembus kulitnya.


Kini kebenciannya semakin menumpuk dan menumpuk.


"Itu tidak benar. Dia hanya gadis yang asal usulnya tidak jelas. Bagaimana kalian begitu mempercayainya? Kalian...."


Belum selesai dengan ucapannya, seseorang memotong dengan dingin.


"Putri Min Yue, hentikan!" Bentak Dong Fang.


Min Yue menggertakan giginya. Matanya memerah karna marah. Dia tidak pernah mengalami hal memalukan seperti ini sebelumnya. Tapi hari ini harga dirinya diinjak-injak oleh seorang gadis yang asal usulnya tidak jelas.


Dia sudah tidak tahan dengan penghinaan itu. DenganĀ  jari yang menunjuk ke arah Zora, dia berteriak dengan keras dan penuh kebencian. "Itu kamu. Semua karna kamu. Kau jala** kecil, ku bunuh kau".


Setelah menyelesaikan kalimatnya, dia berlari ke arah Zora sambil mengeluarkan sebilah pedang.


"Apa yang kau lakukan?!

__ADS_1


"Jangan gila. Hentikan itu".


"Cepat hentikan dia, dia bisa membunuh seseorang".


Teriak Leng Yu dan lainnya khawatir. Namun sepertinya tidak ada yang mengindahkan teriakan mereka. Semuanya tampak tenang dan tenang.


Tubuh Min Yue semakin dekat dengan Zora, pedang ditangannya juga siap untuk membunuh Zora. Namun, tubuhnya tiba-tiba terhenti diudara dengan pedang yang sudah terhempas entah kemana.


Leng Yu dan yang lainnya yang menyaksikan itu melebarkan matanya masing-masing.


'Kapan?'


Pergerakan Hongling yang begitu cepat sehingga tidak bisa di tangkap oleh mata.


"Uhuk...uhuk.. L-lepaskan, sialan". Ucap Min Yue dengan susah payah sambil memukul tangan Hongling yang tengah mencengkram lehernya kuat.


Dengan dingin Hongling berkata, "Kau seharusnya sudah siap dengan konsekuensi yang kau dapatkan setelah begitu banyak hal yang kau lakukan. Tidak hanya terus menerus mengatakan omong kosong tentangnya, tetapi kau juga berani mencoba untuk menyentuhnya dengan pedang kotormu itu. Apa karna saya hanya berdiam diri sedari tadi, sehingga kamu melupakan tentang keberadaan saya?"


Hongling menekan setiap kata yang keluar dari mulutnya. Cengkramannya semakin kuat dan kuat.


Leng Yu dan yang lainnya hanya bisa menelan salivanya kasar.


Zora diam melihat itu, dia menatap Min Yue yang tengah berjuang dengan malas dan acuh.


Zora terus memperhatikan Min Yue yang masih di cengkraman Hongling, melihat wajahnya yang sudah pucat dan perlahan-lahan berhenti berjuang, "Ge". Panggil Zora pelan.


Mendengar itu, Hongling mengerti dan langsung melemparkan Min Yue kembali ke tanah dengan kasar.


Uhukk... uhuukkk..


Putri Min Yue segera menghirup udara dengan rakusnya, kedua tangannya terus menerus memegang leher miliknya yang terlihat bekas merah akibat cengkraman itu.


"Jangan pedulikan dia. Li Wei datang dan segeralah untuk melakukan kontrak. Saya tidak ingin membuang waktu lebih banyak lagi untuk hal-hal yang tidak penting". Ucap Zora.


Li Wei mendengarkan Zora dan dengan patuh berjalan menuju Serigala Iblis tersebut. "Apakah tidak masalah? Ranah kultuvasi saya sangatlah rendah". Ucap Li Wei ragu.


"Selama kedua bela pihak sama-sama setuju untuk melakukan kontrak, itu tidak akan menjadi sebuah masalah dan lagi dia juga bersedia melakukannya". Jelas Zora.


Li Wei menatap Zora dengan tatapan berbinar, dengan semangat dia memastikan. "Benarkah?" Tanyanya.


"Hm". Zora bersenandung pelan sebagai jawaban.

__ADS_1


Li Wei dengan penuh semangat mendekatkan dirinya pada Serigala Iblis di hadapannya.


Namun, saat akan melakukan kontrak. Serigala Iblis tersebut tiba-tiba menggila. Serigala tersebut mencoba menerkam Li Wei dihadapannya, beruntungnya Zora sangat cekatan.


Dia menggunakan kekuatannya melindungi Li Wei. Hongling tidak tinggal diam, dia menggunakan kekuatannya menekan Serigala Iblis itu hingga tidak bergerak.


Dia menatap Min Yue dengan tatapan membunuh dan haus darah. "Anda memiliki masalah dengan saya, maka datanglah pada saya. Apakah anda diajarkan untuk menjadi pengecut dengan menyerang orang lain?" Ucap Zora dingin.


Semua orang kebingungan dengan sikap Zora. Mereka juga menatap Min Yue rumit. Mereka tidak tau apa yang sebenarnya terjadi dan mengapa Zora begitu marah pada Min Yue yang sedari tadi tidak melakukan apapun.


Sesaat setelahnya, tawa Min Yue pecah. "Menghadapi dirimu? Bagaimana saya melakukan itu? Saya tidak yakin anda begitu mampu melihat bagaimana anda terus-terusan bersembunyi di punggung orang lain". Ucapnya dengan sinis.


Semua orang semakin di buat rumit.


"Mereka melakukannya karna mereka menganggap itu benar. Lalu bagaimana dengan sikap anda yang berusaha menyerang orang lain?"


"Anda tidak memiliki bukti atas itu. Kenapa malah mengatakan sesuatu yang tidak nyata?" Balas Min Yue.


"Benarkah? Apakah anda berpikir bahwa saya seorang idiot? Saya menahan diri sedari tadi tetapi anda terus-terusan mencari masalah dengan saya. Saya tidak mempermasalahkan jika anda melakukan itu langsung pada saya, saya mungkin akan menerima itu dengan baik. Tetapi anda sepertinya tidak belajar banyak. Saya cukup heran mengapa Clan Penyihir seperti anda bisa ada di tempat ini dan berbaur dengan Ras Manusia biasa". Ucap Zora sarkastik.


Atensi semua orang kini beralih menatap Min Yue. Bisa dilihat semua tatapan seperti menuntut jawaban atas penyataan Zora.


Min Yue terdiam. Saat dia akan nengatakan sesuatu kerongkongannya seakan tercekat.


"Mengapa diam? Jika anda menahan diri, mungkin saya tidak akan mengatakan identitas anda. Sayangnya anda terlalu jauh". Ucap Zora kembali.


"Lalu kenapa kalau Clan Penyihir? Kami tetap berasal dari Ras yang sama". Teriak Min Yue marah.


Semua yang mendengar pengakuan itu membeku. Mereka tidak menyangka akan hal itu, mereka bahkan tidak menyadarinya.


Zora kini tersenyum dibalik cadarnya. "Oh.. jadi anda mengakui hal itu? Cukup baik. Sejujurnya saya juga tidak mempermasalahkan hal tersebut, hanya saja semua orang tau kalau Clan Penyihir seharusnya berada di tempat yang seharusnya. Lalu mengapa anda bisa ada di tempat ini?"


"Itu bukan urusanmu".


"Tentu itu menjadi urusan saya. Anda menggunakan sihir untuk membuat serigala itu menjadi gila dan berusaha menyerang orang saya. Apakah anda berpikir kalau saya akan berdiam diri dengan tindakan anda?"


Min Yue menggertakkan giginya. Kilatan membunuh terpancar jelas dari tatapannya, "Maka matilah". Ucap Min Yue lalu berlari menuju Zora.


Hongling hanya menggelengkan kepalanya pelan. 'Gadis ini benar-benar sial'. Batinnya. Kini dia merasa kasihan dengan gadis tersebut.


Wen Xia menatap nanar Min Yue yang tengah berlari menuju Zora. 'Idiot'. Batinnya.

__ADS_1


Min Yue menggunakan pedang menebas vertikal ke arah Zora saat dirinya tepat dihadapan Zora.


__ADS_2