
Karna pil yang di berikan oleh Zora merupakan pil kelas atas, Feng Mei tidak membutuhkan waktu lama untuk menyerapnya.
Setelah merasa tubuhnya baik-baik saja, dia kembali bergabung ke dalam kelompok kecil yang tengah membicarakan pelatihan selanjutnya.
"Bagaimana?" Tanya Dong Fang pada Feng Mei.
"Sangat baik". Jawab Feng Mei ringan.
"Itu bagus". Ucap Dong Fang mengangguk pelan.
Melihat segala sesuatunya siap dan aman, "Karna Feng Mei telah baik-baik saja. Pelatihan kita berlanjut, dan pelatihannya kali ini adalah pertarungan individu di antara kalian ber-empat".
"Sungguh?" Tanya Wen Xia bersemangat.
Ini adalah yang paling di tunggu olehnya. Begitu juga dengan yang lainnya.
Mereka sering berbagi pendapat tentang pertempuran, tetapi mereka belum pernah melakukan pertarungan individu di antara mereka.
Selama menempuh perjalanan menuju Inti Hutan Terkutuk ini, mereka hanya di hadapkan dengan Binatang Iblis sebagai lawan mereka.
Selain itu, Zora juga pernah menjadi lawan mereka dan meskipun telah bekerja sama dengan baik, mereka masih mendapat luka parah dibuatnya.
Sekarang, mereka di hadapkan satu sama lain. Tentu itu memompa aliran semangat mereka.
Zora mengangguk menanggapinya, "Kamu dan Li Wei maju terlebih dahulu". Ucap Zora. "Lakukan yang terbaik dan tidak perlu menahan diri". Lanjutnya.
"Baik".
Ucap Li Wei dan Wen Xia hampir secara bersamaan.
Di saat berikutnya, keduanya telah menemukan tempat yang luas tanahnya cukup untuk di gunakan sebagai medan pertarungan.
Keduanya kemudian mengambil ancang untuk menyerang.
"Mulai". Ucap Hongling dengan suara yang cukup keras untuk di dengar oleh kedua orang tersebut.
Ketika suara itu jatuh, kedua orang tersebut segera saling menabrak satu sama lain.
Kekuatan yang cukup besar meledak di antara keduanya.
Itu terdengar dengan sangat jelas.
Selain memiliki tingkatan Ranah yang sama, keduanya juga memiliki Elemen dengan proporsi yang sama.
Perbedaan di antara keduanya hanyalah pengalaman tempur Li Wei yang masih sedikit kurang.
Meski demikian, setelah menghabiskan waktu yang begitu lama di dalam Hutan Terkutuk, kekuatan tempurnya tumbuh secara perlahan.
Ledakan kekuatan yang di pancarkan dari tabrabkan diantara mereka membuat keduanya di paksa mundur beberapa langkah.
Itu adalah serangan pembuka yang luar biasa, yang membuktikan bahwa keduanya sangat serius dalam pelatihan ini.
Dengan cepat menstabilkan langkah kaki, Li Wei mengeluarkan tombaknya sebagai senjata.
Dia memutar tombaknya beberapa kali di udara sambil menyalurkan kekuatan pada tombak tersebut, kemudian berlari dan menyerang dengan cepat ke arah Wen Xia.
Wen Xia yang telah siap, segera mematahkan pukulan Li Wei dengan pedang di kedua tangannya.
Melihat kedua pedang milik Wen Xia yang telah siap, Li Wei sadar bahwa dia tidak memiliki peluang.
__ADS_1
Dengan itu, dia segera menarik kembali tombaknya, memutar tubuhnya dan memanfaatkan kedua pedang milik Wen Xia sebagai dorongan oleh kedua kakinya.
Gerakannya halus.
Meski begitu, dorongan yang ditampilkan masih menggunakan energi yang cukup untuk membuat Wen Xia mundur.
Situasi dengan cepat berbalik, membuat Wen Xia dengan segera mengubah taktiknya.
Dengan salah satu kaki sebagai tumpuannya, pedang pada satu tangannya secara horizontal di arahkan pada Li Wei, sedangkan tangan lainnya di letakan di belakang punggungnya.
Menyipitkan matanya, memanfaatkan dorongan pada kaki, kemudian membuat gerakan memutar, dia melemparkan pedang di kedua tangannya.
Melihat itu, Li Wei tidak tinggal diam.
Dia mengalirkan sedikit kekuatan pada tombak miliknya, dengan sedikit gerakan dia menghantam pedang tersebut. Sayangnya, di detik berikutnya dia hanya memukul udara kosong.
Pedang-pedang yang seharusnya bertabrakan dengan senjata miliknya berubah arah.
Mengerutkan keningnya, dia dengan cepat menghindari sejata yang menyerang dari arah lain.
Menyadari bahwa senjata milik Wen Xia telah dikendalikan oleh Benang Pengendali dia menentukan titik penyerangan dengan sangat hati-hati.
Penyerangan yang berubah terus menerus, membuat Li Wei tidak memiliki kesempatan untuk menyerang balik. Karna itu, dia berusaha untuk bertahan selama mungkin.
Dia tahu bahwa penggunaan Benang Pengedali sangat luar biasa, hanya saja akan memakan energi yang cukup besar.
Dia memanfaatkan itu. Dengan begitu dia dapat menyerang Wen Xia ketika dia lelah.
Sayangnya, setelah lama bertahan, Wen Xia tidak lelah atau kehabisan energi.
Ada sedikit cahaya keterkejutan melintas di bagian bawah matanya. Mengerucutkan bibirnya dia berkata, "Pengendalian dirimu sangat baik".
Setelah mengatakan demikian, dia mengubah kembali arah serangannya.
Kali ini, dia membuat arah serangannya menjadi sangat liar dan tidak beraturan dengan kecepatan yang luar biasa.
Itu membuat Li Wei kebingungan.
Awalnya, Li Wei masih dapat menahannya dengan mulus. Namun, lama kelamaan, dia menjadi lelah.
Sedikit kesal dengan itu, dia dengan cepat menggunakan Elemen Kristal miliknya agar dapat menghancurkan senjata Wen Xia.
Sayangnya, gerakannya saat ini telah di perhitungkan oleh Wen Xia.
Tanpa mengubah arah senjatanya, dia menggunakan Elemen Kristal pada saat yang sama dengan Li Wei.
Bang!
Tabrakan kedua Elemen tersebut menghancurkan satu sama lain.
Tidak siap dengan perubahan tiba-tiba, membuat pergerakan Li Wei menjadi lambat.
Beruntungnya, salah satu pedang tersebut hanya menggores lengan milik Li Wei.
Melepaskan senjatanya, Wen Xia mengambil kesempatan untuk menyerang Li Wei dari dekat.
Tidak menggunakan teknik serangan tetapi hanya menggunakan serangan fisik.
Meski begitu, Li Wei masih di pukul mundur dengan keras hingga menabrak pohon, dia bahkan memuntahkan seteguk darah.
__ADS_1
Menyimpan senjatanya, Wen Xia segera lari menuju Li Wei.
Mengulurkan tangannya, "Bagaimana keadaanmu?"
Li Wei terbatuk dua kali, "Lumayan".
Mengangguk, Wen Xian mengambil Li Wei dan membawanya menuju Zora dan yang lainnya.
"Istirahat sebentar". Ucap Zora sambil menyerahkan Pil pada Li Wei. "Konsentrasi kembali pada pertarungan yang baru saja kalian lakukan, dan cobalah menemukan kekurangan pada gerakan kalian".
Mengangguk, Li Wei dan Wen Xia serega bermeditasi, dan mengikuti saran Zora.
***
Para Guru telah mengantarkan murid-murid kembali ke Perguruan dengan selamat.
Setalah mengantar para murid, dua Guru dari Perguruan yang berbeda, tidak lagi menunda waktu mereka dan segera menuju Kekaisaran Dong dan Běi.
Selain itu, para Guru dan semua murid yang telah mengetahui bagaimana kisahnya, di minta untuk tidak membeberkan hal-hal tersebut.
Itu hanya akan menarik perhatian orang, dan segalanya akan menjadi rumit.
Dalam Pelatihan tersebut, ada beberapa orang yang tidak mengikutinya hingga selesai.
Itu adalah Dong Ling, Zhong Fan, Xī Ming dan Xī Que.
Bukan karna keempatnya merasa pelatihan tersebut tidak bermanfaat.
Mereka justru menikmati setiap pertempuran dengan Binatang Iblis.
Namun, mereka hanya di berikan waktu 3 hari untuk mengikuti pelatihan tersebut, sebelum akhirnya kembali.
Dong Ling dan Zhong Fan kembali Ke Kekaisaran. Beberbeda dengan Dong Ling yang kembali untuk melanjutkan pelatihan, Zhong Fan kembali untuk melakukan beberapa hal.
Sedangkan untuk Xī Ming dan Xī Que, tidak ada yang tahu apa yang mereka lakukan.
..
Pada saat ini.
Dong Ling tengah istirahat setelah melakukan pelatihan yang panjang.
Melihat seseorang yang tampak akrab, "Guru Lei". Panggilnya.
Menoleh, "Pangeran Ling".
Wajah Guru Lei sama sekali tidak baik.
Wajahnya pucat dan ada kecemasan yang terlihat jelas pada matanya.
"Apakah berhasil?"
Dong Ling mengacu pada pelatihan di Hutan Terkutuk.
Menggelengkan kepalanya pelan, "Maaf Pangeran, saya harus segera melaporkan pada Kaisar. Saya akan kembali dan menjelaskan situasinya pada anda jika sempat".
Dengan itu, Guru Lei segera berbalik dan pergi bersama Pengawal.
Dong Ling mengerutkan keningnya, tapi dia tidak menahan Guru Lei lebih jauh.
__ADS_1
Di masih memiliki banyak waktu. Tidak apa-apa jika dia menunggu satu atau dua jam lagi.