
Tidak ingin terjadi masalah yang lebih jauh lagi, para pemuda segera memisahkan mereka berdua.
"Jangan membuat keributan yang sia-sia". Ucap Mo Chen.
"Dari pada kalian ribut, sebaiknya kalian cari solusi untuk membantu Senior Dong Fang". Timpal Jiazhen.
Sedang yang lain hanya mengangguk setuju dengan apa yang dikatakan oleh Jiazheng.
Jika ada yang bertanya dimana Feng Xin? Jawabannya adalah dia ada bersama mereka tetapi dia terlalu malas untuk terlibat dengan orang-orang disekitarnya.
Sikap angkuhnya membuat dia tidak begitu memperhatikan orang-orang disekitarnya.
Tapi tentu saja kecuali mereka yang bergelar bangsawan.
Luka di tubuhnya membuatnya jadi lebih diam dari biasanya.
Itu membuat orang sekitarnya senang karna tidak ada pengganggu.
*kembali ke pertarungan..
Dong Fang kini terlihat sangat mengerikan, tubuhnya dipenuhi luka yang sangat parah. Meskipun demikian dia tetap mencoba untuk bertahan semampunya.
Sayangnya dia terlalu banyak menggunakan kedua Kekuatan Elemennya. Hal itu membuat aliran Qi didalam tubuhnya semakin menipis dan menipis.
Selain itu, dia juga sudah sangat kelelahan.
Uhukkkkk...
"Senior".
"Dong Fang".
Teriak Min Yue dan lainnya hampir bersamaan. Kecuali Feng Xin pastinya.
Dong Fang kembali memuntahkan seteguk darah.
Akibat dari hantaman yang diterima membuatnya sulit untuk bangkit. Pada akhirnya Dong Fang hanya bisa menopang tubuhnya dengan lutut kaki kanannya.
Namun, serigala itu terus menggila, dia berlari menuju Dong Fang, tubuh besarnya kini melayang di udara akibat lompatan yang lumayan tinggi, dan bersiap untuk menerkam Dong Fang.
Dong Fang yang tengah terluka parah tidak bisa berbuat apa-apa, dia kini hanya pasrah dengan keadaan.
Sedang yang lainnya hanya menutup mata tidak sanggup menyaksikan pemandangan di hadapan mereka, mereka hanya bisa berdoa agar adanya keajaiban.
Tetapi tidak dengan salah satu dari mereka yang tengah tersenyum jahat.
Tapi sepertinya keajaiban berada di pihak Dong Fang saat ini.
Setelah cukup lama menunggu, tidak ada suara teriakan atau ringisan, hanya terdengar tubrukan yang dihasilkan.
__ADS_1
Pada akhirnya mereka memutuskan untuk membuka mata mereka masing-masing dan betapa terkejutnya mereka saat melihat pemandangan dihadapan mereka.
Seorang pria dengan surai perak tengah berdiri tegak di hadapan Dong Fang dengan satu tangan menahan pukulan serigala tersebut.
Semua mata melebar menyaksikan hal tersebut.
Dengan perbedaan kekuatan antara keduanya, serigala tersebut dipukul mundur oleh Hongling, dan serigala itu kini meringkuk tidak berdaya di bawah tekanan Hongling.
"Bagaimana keadaanmu?" Tanya Feng Mei setelah menghampiri Dong Fang yang terluka parah.
"uhukkk... aku cukup baik". Ucap Dong Fang dengan sedikit senyuman.
Orang-orang dari kelompok Perguruan Langit Cerah merasa lega karna keajaiban yang di alami oleh Dong Fang.
Tetapi tidak dengan Min Yue yang kini wajahnya terlihat sangat jelek, menyaksikan pemandangan yang tidak mengenakan untuk dilihat olehnya.
'Kenapa ja**** itu masih hidup? Bukankah seharusnya mereka telah menyelesaikan tugas? Sialan.. Feng Mei, keberuntunganmu kali ini'. Batin Min Yue mengutuk.
Zora melihat semuanya dengan tenang bersama dengan Wen Xia. Sedangkan Li Wei tengah membantu Dong Fang bersama Feng Mei.
Melihat serigala yang tengah meringkuk ketakutan, Zora dengan perlahan berjalan mendekati, "Ge, kau menakutinya". Ucap Zora pelan.
Semua yang mendengar itu sedikit kebingungan.
'Siapa gadis ini? Dia terlihat sangat misterius'.
Mereka yang medengar itu tidak bisa tidak melebarkan matanya masing-masing. Sedangkan Wen Xia, Li Wei, Dong Fang dan Feng Mei hanya diam seperti tidak mendengar apapun yang di katakan oleh Zora.
"Apa kau sudah gila?" Teriak Feng Xin yang sedari tadi cukup kesal karna kedatangan kelompok Zora. Padahal dia sangat berharap melihat kematian 'Putra Mahkota Dong Fang' di hadapannya. Tapi tentu saja dia juga takut jika Serigala itu dilepakan lalu kembali menyerang mereka, sepertinya luka yang didapatinya membuatnya sedikit trauma.
Zora hanya menatap Feng Xin dengan tatapan malas, tapi juga ada kilatan menghina terlintas dibawah matanya.
Dia tidak menanggapi pria itu, dia terlalu malas untuk melakukannya, dia dengan perlahan mendekati Serigala itu dan dengan lembutnya dia membelai bulu-bulu halus milik serigala tersebut.
Anehnya, tubuh serigala tersebut semakin bergetar hebat, niatnya yang ingin mengubah dirinya menjadi manusia ditelan kembali karna ketakutan itu, Zora bingung melihat hal tersebut, namun dia tidak begitu memperdulikannya.
Melihat bagaimana Zora mengabaikannya membuatnya semakin kesal, "Hei.. aku berbicara dengan mu, apa kau tidak dengar?" Teriak Feng Xin dengan amarah yang meluap-luap.
Dalam hidupnya dia tidak pernah diabaikan oleh siapapun, apalagi kaum hawa. Tapi sekarang saat melihat Zora mengabaikannya dia menjadi kesal dan marah.
Sayangnya, dia berbicara dengan orang yang sama sekali tidak peduli. Sama seperti sebelumnya, Zora benar-benar mengabaikannya.
Zora mengalihkan atensinya ke arah Feng Mei, "Berapa hari untuk pelatihan kalian?" Tanyanya.
Feng Mei dengan cepat menjawab, "Masih tersisa 6 hari lagi".
"Apakah kau memiliki Binatang Kontrak?" Tanya Zora kembali.
"Ya". Jawab Feng Mei sambil menganggukan kepalanya. "Tapi.. sepertinya dia belum pulih dari cederanya, jadi saya tidak bisa menggunakannya untuk sementara". Lanjut Feng Mei.
__ADS_1
Zora menganggukan kelapanya paham.
Mereka yang lain hanya diam dan menyimak.
Sedangkan Min Yue dan Feng Xin sangat kesal melihat itu.
"Bisakah kau memanggilnya, saya ingin melihatnya". Ucap Zora kemudian.
Feng Mei dan lainnya sedikit bingung, 'apa yang akan dilakukannya'.
Meskipun demikian, Feng Mei tidak bertanya balik, dengan cepat dia mengikuti apa yang di minta oleh Zora.
Dong Fang yang melihat itu sedikit menyeritkan keningnya, 'Sejak kapan dia menjadi sangat patuh'. Pikirnya.
"Nona". Salam Zhusu pada Feng Mei dan hanya senandung pelan dari Feng Mei sebagai tanggapan.
Beberapa dari mereka menatap Zhusu terkesimah dengan keindahan yang dimilikinya, tetapi ada juga yang memperlihatkan kecemburuannya dari kilatan cahaya tatapannya.
"Ada yang mau melihatmu". Ucap Feng Mei kemudian menjelaskan maksud dari dia memanggil Zhusu.
Mengerti dengan apa yang di katakan oleh Feng Mei, Zhusu segera membalikan badannya.
Matanya melebar saat melihat sosok yang dikenalnya. "K-kau". Ucapnya sedikit tidak percaya.
Semua yang lihat itu segera mengalihkan atensi mereka masing-masing ke arah tatapan Zhusu. Mereka menyeritkan kening kebingungan.
Tetapi orang yang di perhatikan malah menatap Feng Mei dengan wajah dipenuhi tanda tanya 'siapa gadis ini?' Satu-satunya pertanyaan yang terlintas di benaknya.
Setelah di pikir-pikir, dia merasa bahwa dirinya hidup di kelilingi oleh orang-orang misterius.
"Ge". Panggil Zora yang juga kebingungan dengan suasana ini sekaligus menyadarkan Hongling dari lamunannya.
"Ge?" Gumam Zhusu yang mendengar Zora pada Hongling.
Dia segera melihat siapa orang yang berani memanggil pria dihadapannya dengan sebutan 'Ge'.
Matanya kembali melebar, jantungnya berpacu dengan sangat cepat dan cepat, tubuhnya gemetar cukup kuat, sampai-sampai dia hampir kehilangan keseimbangannya dan terjatuh.
Dia berusaha keras mengendalikan dirinya, sayangnya itu tidak berhasil, seolah terkena serangan mental, tubuhnya bergetar semakin kuat. Membuatnya kehilangan keseimbangannya dan pada akhirnya dia meringkuk dengan kepala tertuntuk.
Semua yang menyaksikan hal tersebut kembali dibuat bingung.
'Apa yang sebenarnya terjadi' pikir mereka.
Kini mereka semua menatap Zora dengan penuh tanda tanya.
Zora yang melihat itu menjadi heran. 'Ada apa ini?' Pikirnya.
Dia melihat orang-orang sekitar yang menatapnya aneh, membuatnya sedikit merasa tidak enak.
__ADS_1