Zora

Zora
CH 36


__ADS_3

Di sebuah tempat yang sangat terpencil, terdapat sekelompok orang yang tengah mengelilingi sebuah altar.


Ada beberapa dari mereka yang mengenakan pakaian mewah.


Di tengah altar terdapat sebuah Kristal berukuran cukup besar berwarna hijau.


Dapat disimpulkan bahwa mereka sedang melakukan Ritual Pemanggilan. Mereka juga mengucapkan beberapa kalimat yang sama sekali tidak dimengerti sambil berlutut dan memberi hormat.


Setelah kalimat itu diulang beberapa kali, kabut hitam perlahan-lahan muncul lalu mengelilingi Kristal tersebut.


Semakin lama, Kabut tersebut semakin menebal. Saat itu juga Kristal Naga Hijau menampilkan cahayanya yang memukau.


Perpaduan warna hitam dan hijau, saling menaut secara perlahan, terlihat sangat menakjubkan dan mengesankan.


Boommm!!!


Ledakan Kristal Naga Hijau menggema di tempat itu.


Semua orang yang ada di tempat itu, tidak bisa tidak khawatir. Raut wajah mereka menjadi sangat jelek.


'Apakah gagal?'


Begitulah isi pikiran semua orang saat ini.


Kabut hitam perlahan menghilang di tiup angin. Samar-samar terlihat sosok yang menyeramkan. Sosoknya terlihat semakin jelas, saat semua kabut telah hilang sepenuhnya dari tempat itu.


Sosok itu terlihat sama dengan manusia biasa, dari tinggi hingga ukuran tubuh.


Yang membedakan adalah sosok itu memiliki dua tanduk yang bertengger di kepalanya, dengan mata berwarna merah darah serta kulit yang berwarna coklat kehitaman.


Sosok itu menatap bingung orang-orang sekitarnya.


Pasalnya dia tadi sedang duduk membicarakan beberapa hal penting dengan teman dari Ras yang sama. Lalu dia tiba-tiba muncul di tempat asing karna sebuah Ritual Pemanggilan.


Raut wajahnya tiba-tiba terlihat suram setelah menyadari alam yang dia pijaki.


Melihat perubahan itu, pria yang mengenakan pakaian yang terlihat mewah dengan posisi yang cukup dekat dengan alrtar berkata dengan penuh hormat, "T-tuan Iblis".


"Manusia,, berani sekali kalian melakukan Ritual Pemanggilan setelah apa yang kalian lakukan 10.000 tahun yang lalu". Ucap sosok itu membuat raut wajah mereka menjadi buruk.


Kisah tentang 10.000 tahun yang lalu, telah menjadi kisah turun temurun.


Semakin kisah itu di ceritakan semakin pula perpecahan itu terus terjadi, saat ini pun begitu.


Tapi berani sekali mereka melakukan pemanggilan itu.


Manusia memang selalu tamak dan egois, dan seperti itulah mereka hingga seterusnya.


"K-kami tidak memiliki pilihan lain, kami...."


"Kami apa? Melakukan Ritual Pemanggilan untuk melakukan permintaan, begitu? Lelucon macam apa ini?" Ucap sosok itu memotong perkataan pria tersebut.


"Saya tau bagaimana kejadian 10.000 tahun yang lalu, tapi saya mohon, setidaknya jangan menyamakan semua manusia seperti yang kau pikirkan". Ucap pria itu dengan cukup keberanian.


Awalnya dia tersinggung dengan apa yang di katakan sosok itu saat di awal. Tapi dia mengabaikannya karna dia tau seperti apa rasanya.


Namun, dia mengatakan sesuatu yang membuatnya cukup marah.


Bagaimanapun dia tidak akan pernah melakukan Ritual ini jika dia tidak memiliki alasan yang kuat. Demi keluarga dan juga orang-orangnya dia akan berusaha bahkan harus menjadi orang yang tidak terhormat sekalipun.


Sosok itu tertawa mendengar ucapan pria itu, "Jangan Menyamakan? Lalu beri saya alasan kenapa saya tidak harus menyamakan kalian dengan manusia yang lain?"


Pria itu "....."


Semua orang "....."


"Tidak ada? Lalu tidak alasan bagi saya untuk menyamakan kalian kalau begitu".

__ADS_1


Semua orang "....."


"Baiklah, lagi pula saya tidak akan bisa kembali sebelum menyelesaikan permintaan kalian. Katakan pada saya apa yang harus saya lakukan?"


Perkataan sosok itu membuat semua orang menatapnya.


Ada secercah harapan di mata semua orang, mereka mengira sosok itu tidak akan membantu mereka, meskipun itu untuk dirinya sendiri. Setidaknya sosok itu bisa diandalkan.


"Tuan saya dan orang-orang di sini memohon untuk membantu kami untuk melenyapkan beberapa orang yang adalah bangsa kami sendiri". Ucap pria itu.


"Siapa mereka?" Tanyanya.


***


Zora dan yang lainnya telah sampai ke lapisan ke dua Hutan Terkutuk. Cukup memakan waktu lama untuk sampai ke lapisan ke dua dari Hutan tersebut.


Tentu sebab mereka tidak menggunakan ilmu peringan tubuh atau binatang sebagai tunggangan.


"Sepertinya ada pertarungan". Ucap Hongling seketika membuat yang lain mencari tempat terjadinya pertarungan tersebut.


Sayangnya mereka tidak menemukan adanya pertarungan di sekitar mereka.


Zora dan Feng Mei segera menggunakan kekuatan jiwa mereka untuk mencari tau lokasi pertarungan.


Namun, Feng Mei dengan segera menarik kembali kekuatan jiwanya.


Dia menatap Zora penuh tanda tanya.


'Siapa dia sebenarnya?'


'Kekuatan jiwanya begitu luar biasa'.


'Tapi bagaimana dia bisa menggunakan tumbuhan sekitar untuk memperluas kekuatan jiwanya?'


'Satu-satunya alasan mengapa, adalah dia juga memiliki Elemen Tumbuhan sama seperti ku'.


Setelah menemukan lokasi pertarungan Zora segera berjalan menuju tempat itu tanpa mengatakan apapun.


Hongling dan Wen Xia segera mengikutinya.


"Ayo kita juga harus segera menyusul". Ucap Li Wei membuat lamunan Feng Mei buyar.


Dengan segera keduanya mengejar ketertinggalan mereka.


...


Pertarungan Serigala aneh itu dengan kelompok Perguruan Langit Cerah berat sebelah.


Dimana semua murid dari Peguruan Langit Cerah terluka parah.


Bagaimanapun perbedaan kekuatan mereka terlalu jauh.


Sejauh yang terlihat, Dong Fang masih sedikit bertahan dan masih berusaha untuk terus melawan meskipun luka yang dia dapatkan sudah sangat parah.


Sedangkan yang lain tidak bisa membantu, mereka hanya melihat dan berdoa didalam hati.


Luka goresan dan setiap pukulan dari serigala itu menghancurkan sebagian tulang mereka.


Akan membutuhkan waktu yang sangat lama bagi mereka untuk melakukan perawatan.


Dong Fang sudah tidak bisa bertahan lebih lama lagi, tapi kalau dia menyerah begitu saja, dia dan yang lainnya akan menjadi santapan Serigala itu.


Juga, sebagai senior, sudah menjadi tanggung jawabnya untuk melindungi juniornya.


Dia sudah tidak bisa melakukan apa-apa lagi, selain mengerahkan semua kekuatan miliknya.


Melihat sedikit peluang yang terlihat, Dong Fang dengan segera melepas kan Elemen Kristalnya, mengepung dan menyerang tubuh Serigala dari bawah.

__ADS_1


Dia juga melepaskan Elemen Petir dan menyerang Serigala itu dari atas secara bersamaan.


Semua orang yang ada disitu tidak bisa tidak terkejut.


Semua mata hampir keluar dari tempatnya, bahkan rahang mereka hampir menyentuh tanah saking terkejutnya mereka.


"E-elemen Ganda?"


Ucap semua orang hampir secara bersamaan.


"Apakah ini nyata?" Tanya Leng Yu.


"Ya Tuhan".


"Bagaimana itu mungkin".


"Aku harap, aku hanya sedang bermimpi". Ucap Tian "Aduhhh.. hei !!! Apa yang kau lakukan?" Ringisnya kesakitan


"Aku hanya membantumu untuk memastikan kalau kau benar-benar tidak sedang bermimpi". Ucap Mo Chen.


"Tapi bukankah itu tidak akan pernah terjadi?" Ucap Jiazhen.


"Entahlah, mungkin Putra Mahkota Dong Fang terlahir spesial". Timpal Liu jun


"Bisa jadi". Ucap Tian Mo


"Ah.. ini membuat aku mengingat sesuatu yang pernah diceritakan oleh kakekku". Kata Leng Yu


"Apa itu?" Ucap semuanya hampir bersamaan.


"Tentang seseorang yang memiliki hampir semua Kekuatan Elemen".


"Apa kau bercanda? Bagaimana bisa seseorang dapat 'menguasai semua Kekuatan Elemen?"


"Awalnya aku juga tidak mempercayai itu, tapi kakek ku selalu menceritakan hal itu dengan sungguh-sungguh membuat aku sedikit ragu".


"Lalu, siapa orang itu dan di mana dia sekarang?" Tanya salah satu dari mereka.


Leng Yu menggeleng kepalanya pelan, "Kakek ku tidak pernah menyelesaikan cerita itu, bahkan setiap kali aku bertanya seperti yang kau tanyakan kakek ku hanya mengatakan kalau orang itu luar biasa, orang-orang seperti kita tidak memiliki hak sedikitpun untuk mengetahui siapa dia". Ucapnya dengan sedikit kekecewaan disetiap katanya.


"Mengapa demikian?"


Leng Yu mengedikan kedua bahunya sambil berkata, "Entahlah, kata kakek hanya orang-orang tertentu yang mengetahui siapa dirinya".


"Apakah, itu artinya dia memiliki kekuasaan yang sangat tinggi?" Tanya Mo Chen mulai sedikit penasaran.


"Aku juga tidak tau, tapi..... bisa jadi demikian". Jawab Leng Yu.


Tiba-tiba terdengar suara tawa mengejek dari belakang mereka.


"Apa kalian semua bodoh? Bagaimana ada orang seperti itu di dunia ini? Kalau pun ada di mana dia? Dan kenapa dia harus bersembunyi dari orang-orang seperti kita? Hanya orang-orang tertentu yang mengetahui siapa dia? Hahahaha... jangan bercanda, itu mungkin hanya sebagai alasan semata". Cibir Putri Min Yue.


Wajah Leng Yu berubah menjadi sangat jelek setelah mendengar cibiran dari Putri Min Yue. Dengan senyum masamnya, "Aku rasa anda perlu menambah wawasan anda tentang hal itu Putri". Ejek Leng Yu


"Apa maksudmu?"


"Aku pikir Putri sangat pintar untuk mengetahui maksud dari perkataan ku". Ucap Leng Yu sinis.


"Kalau memang itu hanya sebuah lelucon, bagaimana mungkin itu diceritakan secara turun temurun di Clan Leng kami? Sebagai seorang Putri Mahkota suatu Benua anda seharusnya memiliki pengetahuan yang lebih. Apakah perpustakaan Kerajaan Xī hanya di jadikan sebagai sebuah pajangan saja? Sungguh sia-sia kalau begitu". Sambung Leng Yu pedas.


Wajah Putri Xī Min Yue jatuh. Ekspresi jelek terlihat jelas di wajahnya. Tatapan membunuhnya sangat mengerikan. Dia terlihat seperti haus darah.


"Kau sangat beruntung karna keadaan ku yang seperti ini". Ucap Min Yue menggertakan giginya.


"Ya.. kau benar, aku sangat beruntung". Balas Leng Yu santai dengan sedikit senyuman di bibirnya.


"Cihhh..."

__ADS_1


__ADS_2