
Setelah berjalan cukup jauh, mereka akhirnya menemukan sebuah Gua.
Sebelum masuk, Jun Ke dan Wuhui terlebih dahulu memeriksa keamanan dari Gua tersebut, agar mereka dapat beristirahat dengan santai.
Setelah dirasa aman, mereka segera bergegas masuk. Kemudian menjadi sibuk menangani beberapa orang yang terluka.
Kelompok Zhong Kei terdiri dari 6 orang ditambah dirinya.
Itu adalah kelompok terakhir dari Perguruan Langit Cerah.
Di antara 6 orang tersebut, 3 lainnya dalam keadaan tidak sadarkan diri, 2 orang mendapatkan luka yang cukup parah sedangkan yang satu nya hanya mengalami luka ringan.
Itu adalah Qin Su, dia satu-satunya gadis didalam kelompok itu, sehingga dia sangat dilingdungi oleh para pria.
Qin Su membantu Ming Xie dan yang lainnya merawat teman kelompoknya.
Awalnya itu di larang oleh Ming Xie dan yang lainnya, hanya saja Qin Su cukup keras kepala untuk menurut.
Qin Su tau bahwa mereka seperti ini karna dia yang terlalu lemah dan dia merasa bersalah akan hal itu.
Mereka berusaha melindunginya meski mendapat luka yang parah.
Matanya memerah saat merawat luka-luka mereka. Dia bahkan berusaha menahan tangisnya agar tidak pecah.
Setelah beberapa saat, luka-luka ke 5 orang itu sepenuhnya ditangani.
Berkat pil yang diberikan oleh Ming Xie, Zhong Kei dapat bertahan hingga saat ini.
Pil yang sama juga diberikan pada 5 lainnya.
Karna pil tersebut merupakan pil kelas 2, maka proses pengerjaannya cukup lambat dan memakan waktu.
Zhong Kei duduk dengan batu sebagai sandaran sambil memperhatikan sekitar. Ming Xie juga duduk disebelahnya setelah selesai merawat yang lain. Sedangkan yang lainnya tengah membuat api untuk memanggang daging.
Mereka terus sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing.
Qin Su selalu memeriksa keadaan 4 lainnya setiap beberapa waktu.
Setelah beberapa saat, semuanya kembali tenang. Mereka duduk sambil memegang makanan ditangan mereka masing-masing.
3 lainnya masih dalam keadaan tidak sadarkan diri, jadi mereka ditempatkan ditempat yang hangat dan akan selalu di perhatikan dari waktu ke waktu.
Ming Xie membantu menyuapi Zhong Kei dengan makanan ditangannya.
Memikirkan bagaiamana mereka bisa sampai ke keadaan seperti ini membuat Ming Xie frustasi dan bertanya pada Zhong Kei, "Apa yang sebenarnya terjadi? Lawan tidak begitu kuat, tetapi kalian malah berakhir seperti ini?"
"Ya, aku juga sangat penasaran dengan apa yang terjadi". Timpal Wuhui.
"Ini semua salahku, aku minta maaf senior". Ucap Qin Su cepat dengan wajah tertunduk.
Zhong Kei dan yang lainnya memandangnya, tetapi tidak ada perubahan diwajah mereka.
Qin Su adalah satu-satunya gadis dikelompok mereka, meskipun dia sedikit lemah, dia telah merawat mereka berlima dalam beberapa hari terakhir. Selain itu, dia juga sangat baik dan masuk akal.
Bagaiamana mereka bisa menyalahkannya?
Qin Su dengan gelisah meilirik Zhong Kei dan yang lainnya, merasa gugup dengan apa yang akan di tanggapi oleh mereka.
Namun, setelah beberapa saat hening, Zhong Kei akhirnya membuka mulutnya. "Ini bukan salahmu".
Mendengar itu, Qin Su sedikit terkejut. Dia tidak berharap akan mendapat tanggapan seperti itu. Dia memperhatikan Zhong Kei dan yang lainnya secara bertahap, namun dia tidak menemukan sesuatu yang aneh diwajah mereka.
"Tidak senior, ini salahku. Kalau saja aku tidak .." Ucapnya terhenti.
Saat akan melanjutkannya Zhong Kei memotongnya dengan cepat.
"Bukan salahmu. Tidak ada yang aneh dengan berakhirnya kita seperti ini sekarang. Semua adalah kelalaian saya sebagai senior. Jangan menyalahkan dirimu sendiri untuk ini semua, performamu sudah cukup baik dan perkembanganmu juga meningkat sedikit demi sedikit beberapa hari ini. Itu bagus untuk mu". Ucap Zhong Kei dengan lembut.
2 lainnya mengangguk setuju dengan apa yang dikatakan oleh Zhong Kei tentang Qin Su. Tidak ada yang menyela atau berdebat. Karna memang yang diucapkan oleh Zhong Kei adalah kebenarannya.
Qin Su adalah gadis yang baik dan polos.
Berkat dia, mereka terawat dengan sangat baik. Dia juga selalu memecahkan keheningan, suasana canggung dan tegang dengan lelucon yang pada akhirnya membuat mereka terhibur.
__ADS_1
Dengan sikapnya yang seperti itu, membuat mereka menjadi lebih akrab satu sama lain dan dengan perlahan-lahan, mereka secara tidak sadar mulai menganggapnya sebagai adik kecil mereka.
Qin Su tumbuh besar di Desa yang cukup terpencil di Benua Barat.
Dia dianggap sebagai jenius di Desa tersebut. Hanya saja, karna kekurangan sumber daya membuatnya menjadi lambat dalam berkembang.
Beruntung Perguruan Langit Cerah tidak memandang status seseorang dan hanya melihat bakat yang dimiliki ...
Setelah memasuki Perguruan Langit Cerah, Qin Su akhirnya menyadari bahwa dirinya hanyalah setetes air dilautan.
Bisa dikatakan bahwa kekuatan miliknya saat itu hanyalah lelucon baginya.
Tetapi Qin Su adalah seorang pekerja keras.
Melihat perbandingan yang begitu besar, dia tidak ragu. Dia bahkan menjadikannya sebagai motivasi untuk berkembang dan melangkah lebih jauh.
Setelah berbicara dengan Qin Su, Zhong Kei mengalihkan pandangannya pada Ming Xie, Beî Nue dan yang lainnya.
"Saat kami pergi untuk mencari Binatang Iblis, kami secara tidak sengaja bertemu dengan Macan Neraka Ranah Mortal. Saat itu, sebagai senior, energi Qi saya telah habis, sebelum melawan. Itu menyebabkan kami terluka. Beruntungnya Guru memberikan kita Artefak, jadi kami menggunakan Artefak untuk mengusirnya pergi".
"Saya kira setelah Macan Neraka itu pergi kami telah aman, hah .. siapa sangka bahwa kami akan bertemu dengan murid Perguruan Pedang Langit secepat itu".
"Jadi mereka memanfaatkan keadaan saat itu untuk merampok kalian? Tidak tahu malu". Ucap Ming Xie Kesal.
"Ya. Syukurlah kalian datang tepat waktu. Kalau tidak, saya tidak tau akhir dari nasib kami".
Hati semua orang menegang. Tentu mereka tau bagaimana Perguruan Pedang Langit bertindak. Jika saja mereka terlambat, kemungkinan terbesar yang di alami oleh Zhong Kei dan yang lainnya adalah kematian.
"Um.. senior, apa yang menyebabkan kamu kehabisan Energi Qi?" Tanya Qin Su.
Beberapa hari bersama dengan mereka, Qin Su tau betul bagaimana mereka.
Apalagi tentang Zhong Kei.
Zhong Kei adalah orang yang selalu memperhatikan mereka ketika sesuatu terjadi, dia selalu menegur untuk tidak menggunakan energi terlalu besar atau tidak boleh terlalu kelelahan.
Tapi energinya habis sebelum melawan?
Tapi apa yang dia buat sampai kehabisan seperti itu?
"Saya yakin kalian juga pasti merasakan Aura yang membuat Binatang Iblis ketakutan hingga tidak menampakan diri mereka selama 3 hari terakhir, bukan?" Ucap Zhong Kei.
Beî Nue, Ming Xie, Wei Wei dan yang lainnya mengangguk dengan keras.
"Tetapi, malam tadi Auranya bahkan lebih pekat beberapa saat sebelum akhirnya menghilang".
Mereka yang mendengar itu, mengerutkan keningnya masing-masing.
"Lalu, apa hubungannya dengan Senior yang kehabisan energi?" Tanya Dai Ming tidak sabar.
Zhong Kei terdiam sejenak, sebelum menjawab. "Saya melepaskan Klon saya, saat saya merasakan Aura tersebut".
Semua orang bingung dengan jawaban yang diberikan oleh Zhong Kei.
Tetapi tidak dengan Beî Nue dan Ming Xie.
Mata Ming Xie bahkan melebar mendengar itu.
"Gee, kamu masih terlalu lemah untuk menggunakan klon tersebut. Kenapa kamu begitu ceroboh?" Ucap Ming Xie gelisah.
"Jangan marah, saya tidak apa-apa. Saya hanya penasaran pada sosok seperti apa yang hanya dengan auranya saja, begitu mengintimidasi". Jawab Zhong Kei dengan lembut.
"Lalu, apa yang Pangeran Kedua temukan?" Tanya Běi Nue.
"Saya melihat sesuatu yang tidak seharusnya". Jawab Zhong Kei dengan senyum masam. "Meski pandangan saya saat itu terhalang oleh kekuatan yang aneh, saya masih bisa melihat sosok itu dengan jelas". Lanjutnya.
"Katakan, sosok seperti apa yang Pangeran Kedua lihat?" Tanya Wuhui tidak sabar dengan rasa penasaran yang membara.
"Itu adalah sosok binatang ..."
"Huh.. apanya yang spesial dari binatang itu?" Potong Wuhui saat mendengar itu. Dia mengerutkan keningnya.
"Jangan menyelah". Ucap Jun Ke. "Dengarkan saja hingga selesai". Lanjutnya.
__ADS_1
Wuhui mengangguk patuh, lalu merapatkan kembali mulutnya.
Dengan sedikit senyum dibibirnya, Zhong Kei berkata, "Binatang itu memiliki warna pelangi diseluruh tubuhnya".
Mendengar itu, mereka semua tenggelam dalam pikirannya masing-masing.
Zhong Kei tidak melanjutkan lagi, dia kembali diam dan membiarkan mereka berpikir.
"A-apakah itu 'sosok agung' yang kita semua tahu?" Tanya Wei Wei dengan gugup.
Běi Nue yang sudah jelas dengan jawabannya menjadi tegang. Pikirannya kacau, tentu dia tau 'sosok' apa yang dimaksudkan.
Zhong Kei Mengangguk pelan, "Ya," Jawabnya. "Itu adalah 'Sosok' yang kita kagumi. Serta namanya yang tidak bisa kita sebut dengan santai". Lanjutnya
Awalnya, mereka tidak dapat menangkap jawaban dengan tepat. Ditambah lagi dengan pertanyaan Wei Wei yang sedikit ambigu membuat mereka semakin kebingungan.
Tapi saat Zhong Kei mengkonfirmasikan jawaban atas pertanyaan Wei Wei, kecuali Beî Nue dan Wei Wei, semuanya tercengang!
Kalimat 'Namanya tidak bisa kita sebut dengan santai' terus memenuhi kepala mereka.
"Apakah itu nyata?" Seru Wuhui tidak percaya.
"Awalnya saya ragu dengan penglihatan saya saat itu, tetapi meski ada halangan dan terlihat sedikit kabur, ukuran 'sosok' itu sangat besar, sehingga untuk melihat warna pada tubuhnya juga cukup jelas". Jelas Zhong Kei.
"Itu tidak mungkin Pangeran Kedua, kita semua tahu bahwa 'sosok' itu dan yang lainnya telah menghilang entah kemana. Bagaimana itu bisa terlihat di Alam Rendah ini? Juga, siapa yang bisa mengendalikannya, mengingat bagaimana sifat 'sosok' itu." Ucap Jun Ke.
"Kamu benar. Tapi saya tidak pernah meragukan apa yang saya lihat saat itu". Ucap Zhong Kei "Jujur saja saya juga tidak mengerti mengapa, apalagi sifat 'sosok' itu jelas kita semua mengetahuinya, tetapi saat itu, ada beberapa orang disekitar 'sosok' itu. Karna penglihatan saya yang kurang jelas, saya tidak dapat mendesripsikan siapa mereka dan apa yang mereka lakukan". Lanjutnya.
"Sungguh? Lalu, apakah 'sosok' itu melakukan sesuatu pada orang-orang itu?" Tanya Wuhui.
Zhong Kei menggelengkan kepalanya, "Tidak. 'Sosok' itu hanya menunduk pada seseorang dihadapannya. Meski tidak jelas, saya bisa merasakan bagaimana 'sosok' itu sangat menghormati orang itu".
"Mustahil. Bagaimana mungkin ada orang di Alam Rendah ini yang memiliki kekuatan sebesar itu, hingga dapat dengan mudah menundukkan 'sosok' tersebut. Kalaupun ada, kita pasti telah mengetahuinya sejak lama." Seru Wei Wei.
Semua orang menganggukan kepalanya setuju.
Alam Rendah tidak pernah sebanding dengan Alam Ras lain.
Yang dianggap jenius di Alam Rendah, justru dianggap lemah di Alam Ras lain. Jadi untuk mempercayai seseorang yang memiliki kekuatan yang besar adalah mustahil.
"Saya mengerti kalian tidak mempercayainya. Tapi, bisakah kalian menjelaskan bagaiamana seseorang dapat menemukam Klon saya hanya dengan sekali pandang!?" Tanya Zhong Kei.
Setelah kata-kata itu jatuh, Ming Xie menjadi gelisah.
"Tidak. Itu tidak mungkin! Gee, jangan bercanda. Bahkan jika kamu masih terlalu lemah untuk menciptakan Klonmu sendiri, kamu telah menghabiskan seluruh energimu. Itu artinya, seseorang yang bahkan di Ranah Nirvana harus berkonsentrasi untuk bisa menemukan keberadaan klonmu, bagaimana .. bagaimana bisa ada orang yang menemukan keberadaan klonmu hanya dengan sekali pandang?" Seru Ming Xie tidak percaya.
Semua orang terkejut mendengar itu.
Meski mereka tidak mengetahui kekuatan seperti apa itu, mendengar bagaiamana Ming Xie berbicara, mereka sangat yakin bahwa kekuatan klon milik Zhong Kei mengerikan.
Faktanya, menciptakan Klon merupakan kekuatan dari Anggota keluarga Kerajaan Zhong yang ada secara turun temurun.
Klon yang mereka ciptakan berbeda dari klon milik orang lain, yang bahkan membutuhkan kekuatan jiwa.
Aggota keluarga Zhong hanya memerlukan energi Qi untuk membentuk klon mereka. Namun, hasil dari klon tersebut sangat menakutkan.
Tidak mudah untuk mendekteksi keberadaan klon tersebut, bahkan aura nya saja tidak dapat dirasakan.
Itu juga menjadi ketakutan terbesar bagi Kekaisaran lainnya.
"Saya juga terkejut tentang itu, awalnya saya kira dia tidak menemukan saya dan hanya memandang secara acak. Siapa sangka, di detik berikutnya dia menggunakan kekuatan mentalnya untuk memperingati saya. Saya bisa merasakan dengan jelas bahwa dia telah menekan kekuatannya untuk tidak melukai saya. Tapi bahkan setelah dia menekan kekuatannya, saya masih mendapatkan luka dalam yang cukup serius". Jelas Zhong Kei.
Meski Běi Nue merasa seluruh ceritanya sedikit tidak masuk akal, dia tidak bisa tidak mempercayainya. Bagaimanapun juga Zhong Kei adalah seorang Pangeran dan tidak mungkin baginya untuk berbohong seperti itu.
"Menggunakan kekuatan mental? Itu artinya, Pangeran Kedua dapat melihat siapa orang tersebut, bukan?" Tanya Běi Nue.
Menggunakan kekuatan mental, sama seperti mengirimkan siluet yang terbentuk dari diri sendiri untuk memendekan jarak dengan musuh.
Jadi, meskipun musuh berada di tempat yang cukup jauh, rasanya seperti hanya beberapa meter saja. Dan meskipun siluet itu hanya bertahan selama 1 detik, musuh masih dapat melihatnya dengan jelas.
Zhong Kei menggelengkan kepalanya, "Tidak, Saya hanya melihat sepasang mata miliknya. Saya sendiri tidak tau trik seperti apa yang orang itu gunakan, tapi mata biru cerahnya tidak bisa saya lupakan". Ucap Zhong Kei sedikit bergidik mengingat kembali kejadian saat itu.
Tetapi ketika dia mengingat sepasang mata itu, entah bagaimana jantungnya berdebar. Itu sangat jernih dan cantik.
__ADS_1