
"Apakah kalian baik-baik saja?" Tanya Zora.
Ketika dia berbalik, dia menemukan bahwa keempat orang tersebut tengah duduk memikirkan sesuatu, mereka begitu serius sehingga suara langkah kakinya bahkan tidak didengar oleh mereka.
Di sadarkan oleh suara Zora, Wen Xia segera mendongak, "Kami baik-baik ... sa-ja".
Dia begitu bersemangat, namun suaranya tenggelam ketika dia mengungcapkan kata terakhir dan itu menarik perhatian tiga orang lainnya.
Mengerutkan kening, ketiganya mendongak secara bersamaan.
Melihat Zora.
Sama seperti Wen Xia, ekspresi ketiganya berubah. Menelan kembali kalimat yang ingin mereka muntahkan, ketiganya tercengang.
Mendapati tatapan rumit keempat orang tersebut, Zora menaikan alisnya, "Ada apa?" Tanyanya.
"Kamu.. kamu, kami..." Ucap Wen Xia sambil menunjuk Zora. Dia bahkan tidak dapat menyelesaikan kalimatnya.
Wajah Zora tanpa cadar benar-benar di luar dugaan mereka.
Wajah halus tanpa cacat itu begitu sempurna. Tidak heran dia menggunakan cadar untuk menutupinya. Jika tidak, mungkin akan ada masalah yang tidak penting ketika dia bergerak tanpa cadar.
Entah kenapa, mereka seperti tiba-tiba menyetujui keputusan Zora yang mengenakan cadar, meski sayang bahwa wajah cantiknya tidak dapat dinikmati dengan santai.
Mereka selalu menebak-nebak seperti apa wajah Zora tanpa cadar.
Itu juga menjadi salah satu alasan, kenapa mereka begitu bersemangat setiap kali mereka bertarung dengan Zora.
Rasa penasaran mereka semakin tumbuh ketika di hadapkan dengannya sebulan yang lalu.
Meski telah menghabiskan banyak kekuatan dan tenaga, mereka merasa bahwa itu setimpal dengan hasil yang di dapat.
Tidak hanya memukul mundur Zora, mereka bahkan berhasil melepas cadarnya.
Mereka tidak pernah berpikir bahwa mereka akan berhasil melakukannya hari ini.
Itu adalah hasil yang luar biasa.
Dengan ini, rasa penasaran mereka terbayarkan. Selain itu, karna mereka telah berhasil, mereka hanya perlu beristirahat dan menunggu waktu yang tepat untuk melewati Celah Formasi Sembilan Naga Merah tersebut.
Mengerutkan keningnya, Zora berkata dengan bingung, "Apa ada sesuatu yang salah?"
"T-tidak kami..."
Crack...
Belum selesai dengan ucapannya, suara retakan kembali terdengar.
Kali ini, suara tersebut tidak berasal dari Formasi Cahaya Bulan melainkan Formasi Hitam tempat Hongling melakukan pelatihan tertutupnya.
Semua mata segera di alihkan pada Formasi Hitam tersebut.
Detik berikutnya, Formasi tersebut hancur, dan di saat yang bersamaan, suara raungan terdengar di kedalaman Hutan.
Sosok putih besar menampilkan keagungannya, meliuk-liuk di udara dengan cepat dan elegan.
Setelah beberapa saat, sosok putih besar itu segera terjun ke tanah.
Ketika hendak menyentuh tanah, sosok putih besar itu seketika menghilang dan menampilkan sosok pria tanpa topeng dengan surai peraknya.
Itu adalah Hongling.
__ADS_1
Setelah berhasil menerobos, tubuhnya tiba-tiba berubah menjadi sosok Naga. Dalam hal ini, topeng yang di berikan oleh Zora juga hancur begitu saja.
Meski tidak ada perubahan dalam ukurannya, dia dapat merasakan sisiknya yang semakin keras dan kuat.
Tidak hanya itu saja, tubuhnya juga lebih ringan dari biasanya, serta penuh dengan kekuatan.
Sungguh...
Tahapan Raja memang luar biasa.
Mulut Dong Fang, Feng Mei, Li Wei dan Wen Xia menganga.
Awalnya mereka mengira Naga tersebut adalah sosok yang tiba-tiba muncul entah dari mana.
Meski kekuatan mereka telah terkuras habis, mereka telah mempersiapkan diri saat melihat Naga itu tiba-tiba muncul.
Mereka telah berjaga-jaga apabila Naga tersebut menyerang.
Hanya saja.. setelah lama menunggu, Naga tersebut hanya meliuk-liuk di udara tanpa ada niat untuk menyerang.
Melihat itu, mereka merasa lega.
Namun..
Pada akhirnya mereka kembali di kejutkan dengan penampilan dari sosok Naga tersebut.
Mereka tidak bisa berkata-kata.
Mereka telah lama bersama, tapi mereka bahkan tidak tahu seperti apa Hongling.
Yang mereka tahu, dia adalah saudara Zora.
Meski tidak sekuat Zora, bahkan mereka berempat tidak dapat mengalahkannya.
Mereka ingat ketika Hongling ingin melindungi Zora dari Petir Penghakiman namun di cegah oleh Zhusu, yang mengatakan bahwa bahkan sisiknya tidak dapat menahan seperdua dari kekuatan Petir Penghakiman tersebut.
Awalnya mereka tidak mengerti apa yang Zhusu maksudkan, mereka juga tidak terlalu memikirkannya karna saat itu memang bukan waktu yang tepat bagi mereka untuk memikirkannya.
Namun hari ini mereka benar-benar jelas.
Mereka tidak menyangka bahwa akan melihat hal-hal yang cukup menakjubkan hari ini.
Tidak hanya melihat wajah cantik milik Zora, mereka juga melihat wajah milik Hongling tanpa topeng juga wujudnya yang sesungguhnya.
Benar-benar hari yang luar biasa.
Mengabaikan keempat orang yang masih dalam pikirannya masing-masing, Zora berlari menuju Hongling dan melemparkan tubuh kecilnya.
Beruntung, Hongling cukup cekatan sehingga dia dengan cepat menangkap tubuh Zora dan memeluknya dengan cukup erat.
Menyandarkan kepalanya di dada bidang milik Hongling, Zora menghela napasnya lega.
Dia tidak pernah selega ini.
Di hari-hari sebelumnya, meski tidak terlihat, dia merasakan kecemasan yang berlebihan.
Namun, sekarang. Melihat Hongling tepat dihadapannya membuat kecemasannya menghilang begitu saja.
Entah bagaimana, dia merasa seperti mereka memiliki hubungan tidak dapat di jelaskan.
Awalnya dia merasa aneh dan tidak memikirkannya. Tapi, ketika Hongling melakukan pelatihan tertutup, perlahan-lahan dia mulai merasa cemas yang tidak bisa di jelaskan.
__ADS_1
Tidak tahu seperti apa hubungan antara dia dan Hongling, dia hanya merasa bahwa keduanya benar-benar memiliki ikatan yang cukup kuat.
Anehnya, itu tidak pernah terjadi padanya sebelumnya. Apalagi pada saat dia berada di kehidupannya yang sebelumnya.
Dia tidak pernah merasakan hal seperti ini, bahkan dengan Adik perempuannya.
Hanya saja, dia masih bingung dan ragu.
Pertemuan dia dan Hongling adalah suatu kebetulan.
Perbedaan di antara keduanya juga sangat besar.
Dia hanya manusia biasa yang belajar menjadi seorang kultuvator. Sedangkan Hongling sendiri merupakan keturunan Ras Naga dan Manusia yang membuatnya dapat berubah wujud kapanpun dia mau.
Namun, jika ini adalah dunia modern dia mungkin tidak akan memikirkan hal-hal tidak mungkin baginya dan akan dengan segera melakukan Tes DNA untuk membuktikan isi pikirannya.
Sayang, ini adalah dunia kuno. Meski dia tahu bagaimana tes yang biasanya di lakukan oleh orang-orang di zaman kuno ini, dia hanya tidak ingin melakukannya.
Bukan karna dia benar-benar tidak ingin melakukannya. Dia hanya tidak yakin dengan hasilnya.
Apalagi hasil dari tes-tes seperti itu terkadang kurang valid atau memang tidak sama sekali, yang mungkin akan membuat siapa saja tidak dapat yakin atau tidak percaya dengan hasil tersebut.
Memikirkan ini, Zora menutup pelan matanya.
Tubuhnya seperti tanpa tulang, terasa seperti jelly yang terkoyak, membuatnya secara tiba-tiba meluncur ke tanah.
Hal itu mengejutkan Hongling dan karna responnya yang lambat membuatnya juga ikut terjatuh, beruntungnya dia dapat menahan tubuh Zora agar tidak menyentuh tanah dengan keras.
Empat orang lainnya yang tertegun dengan fenomena tadi, dikejutkan dengan jatuhnya kedua orang tersebut.
Keempat orang tersebut segera berlari menuju Hongling dan Zora dengan panik.
"Apa yang terjadi?" Tanya Feng Mei.
"Apakah dia baik-baik saja?" Timpal Li Wei.
"..."
"..."
Hongling yang dihujani beberapa pertanyaan dari keempat orang tersebut menjadi kebingungan.
Dia sendiri tidak tahu apa yang telah terjadi selama satu bulan ini, dan apa yang telah dilakukan oleh Zora hingga membuatnya seperti ini.
Dengan bingungnya, Hongling menyentuh pergelangan tangan Zora dan merasakan denyut nadi nya dalam diam.
Rasa cemas keempat orang tersebut bertambah, ketika melihat Hongling tidak menhawab satupun pertanyaan dari mereka.
Memegangi kepalanya, "Apa mungkin kita memukulnya terlalu keras?" Tanya Wen Xia.
"Itu tidak mungkin. Kekuatannya sangat luar biasa. Bahkan setelah kita menggabungkan seluruh kekuatan kita, dia masih tidak mendapat luka sedikitpun. Bagaimana itu bisa mempengaruhinya?" Jawab Dong Fang dan di setujui oleh Feng Mei.
Mereka telah bertarung setiap hari dalam satu bulan ini.
Dalam hal ini, dia juga telah samar-samar merasakan kekuatan yang dimiliki oleh Zora.
Itu sangat kuat, meski dia masih tidak dapat mengetahui Ranah yang dimiliki Zora. Namun, bahkan jika mereka dapat melukainya, dengan kekuatannya dia tidak mungkin sampai mengalami keadaan seperti ini.
Jika demikian, maka dapat disimpulkan bahwa ada hal lain yang telah mempengaruhinya selama satu bulan ini. Di tambah dengan hilangnya Zora setiap selesai latihan membuatnya berpikir bahwa Zora telah menggunakan beberapa kekuatan untuk hal lain yang menyebabkan dia mengalami ini.
'Mungkinkah dia telah menggunakan kekuatannya untuk membantu Senior Hongling dalam pelatihan tertutupnya?' Pikirnya.
__ADS_1
Namun, itu masih asumsi belaka, dia masih belum yakin dengan hal tersebut.