
Ruangan pertemuan.
Ketika Zora dan yang lainnya memasuki ruangan tersebut, mereka disambut dengan beberapa tetua yang tengah melakukan pertemuan.
Namun, pertemuan yang mereka lakukan telah selesai, dan ketika mereka mendengar laporan Ling Fei Ting, mereka cukup penasaran dengan orang-orang ini.
Ling Fei Ting kembali mengucapkan kata hormat pada para Tetua dan di ikuti oleh Zora dan yang lainnya.
Mengangguk, "Saya telah mendengarnya dari Ling Fei Ting. Saya cukup penasaran bagaimana kalian dapat melewatinya dengan mudah". Ucap Patriak.
Tersenyum tipis, "Itu hanya sebuah keberuntungan kami". Ucap Hongling.
"Keberuntungan?" Decak Tetua kedua tidak suka, "Apakah demikian?"
Mendengar itu, tidak hanya Ling Fei Ting, tetapi semua orang yang ada di Ruangan tersebut mengerutkan keningnya masing-masing.
Masih dengan senyum dibibirnya, "Kalau tidak? Apakah kami masih bisa selamat setelah melewatinya? Anda tahu betul, bukan?" Ucap Hongling ringan. "Saya tahu bahwa kalian pasti mencurigai kami. Tapi, coba pikirkan, dengan kekuatan kami, apa yang bisa kami lakukan?"
Apa yang dikatakan Hongling benar.
Dengan kekuatan yang mereka miliki, apa yang bisa mereka lakukan dengan itu?
Meski Zora memiliki kekuatan yang besar, hal itu juga berlaku baginya.
Di Desa Xi'an, kultivator dengan tahap terendah berada di Ranah Surgawi, sedangkan Tahapan Tertinggi berada di Tahapan Abadi, Half Immortal, yaitu Patriak itu sediri. Sedangkan Tetua lainnya, Berada di Tahapan Raja, Holy Monarch.
Katakan, dengan pengalaman mereka yang minim dan kekuatan mereka yang seperti itu, apa yang dapat mereka lakukan di bawah hidung orang-orang ini?
"Benarkah?" Dengan mengatakan itu, Tetua Kedua segera menggunakan kekuatannya untuk menekan Hongling, Zora dan yang lainnya.
"Tetua Kedua!" Teriak Patriak terkejut ketika dia melihat Tetua Kedua menggunakan kekuatannya.
Tentu dengan perbedaan kekuatan, mereka pasti akan mengalami luka dalam yang sangat parah.
Saat Patriak akan mengatakan sesuatu, tetapi dia kembali dikejutkan dengan pemandangan dihadapannya, selain Ling Fei Ting yang telah berlutut di lantai karna tekanan, Hongling, Zora dan yang lainnya sama sekali tidak bergeming.
Mereka berdiri kokoh pada tempatnya seolah tekanan itu tidak ada apa-apanya.
Mengerutkan keningnya, "Sangat baik. Saya ingin melihat sampai dimana kalian dapat bertahan". Ucap Tetua Kedua.
Tidak dengan seberapa bersemangatnya Tetua Kedua, Patriak justru merasakan hal sebaliknya.
Dilihat dari kekutan mereka, gadis bercadar adalah yang paling kuat. Meski dia tidak tahu kenapa gadis itu menyembunyikan kekuatannya, dia yakin gadis itu memiliki alasannya sendiri.
Tetapi Gadis itu masih tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan Ling Fei Ting.
Tapi bahkan dengan perbedaan kekuatan yang begitu besar Gadis itu masih dapat berdiri dengan santai.
Jika Gadis itu memiliki beberapa hal yang membuatnya dapat menahan tekanan tersebut masih bisa diterima, tapi bagaimana dengan yang lainnya?
Pria dengan surai perak adalah yang terkuat kedua setelah Gadis itu sedangkan yang lainnya, mereka hanya berada di Tahapan Fana yang bahkan belum mencapai Ranah Grandmaster, bagaimana mereka dapat menahan tenakanan ini?
Tidak hanya dia yang memikirkan hal ini, tetapi beberapa Tetua yang berada ditempat itu juga, mereka menganga tidak percaya melihat Zora dan yang lainnya dapat menahan tekanan tersebut.
Tetua Kedua terus menambah kekuatan pada tekanannya. Namun, melihat bahwa orang-orang itu sama sekali tidak bergeming dia menjadi kesal.
__ADS_1
Merasa sesuatu yang buruk terjadi, Tetua Pertama segera berteriak dengan panik, "Tetua Kedua. Hentikan!"
Tidak tahu apa yang merasuki Tetua Kedua, tetapi teriakan-teriakan yang menggema di ruangan tersebut dihiraukannya.
Namun, teriakan-teriakan tersebut menyadarkan Patriak dari pikirannya.
Melihat wajah pucat Ling Fei Ting, Patriak segera menghentikan Tetua Kedua dengan kekuatannya.
Melihat Patriak dengan bingung, "Patriak..."
Belum selesai dengan ucapannya, Patriak segera memotongnya, "Tidak peduli betapa bersemangatnya Anda. Anda harus dapat mengendalikannya".
Mendengar itu, Tetua Kedua akan segera mengatakan sesuatu, namun ketika melihat wajah pucat Ling Fei Ting, dia segera diam.
Dia dapat memprovokasi orang lain, tapi tidak dengan Ling Fei Ting. Meski Ling Fei Ting memiliki kekuatan dibawahnya, latar belakangnya tidak dapat di provokasi dengan santai.
Memikirkan ini, Tetua Kedua hanya bisa berdecak kesal.
Di sisi Zora dan yang lainnya.
Mereka terkejut bahwa Tetua Kedua akan menggunakan kekuatan untuk menekan mereka.
Sayangnya tekanan ini masih tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan tekanan yang diberikan oleh Zora dan Gadis dengan tubuh ganda tersebut.
Mereka masih dapat menahannya tidak peduli seberapa besar kekuatan yang dikeluarkan oleh Tetua Kedua, hanya saja, melihat Ling Fei Ting yang kesusahan, mereka sedikit khawatir.
Namun, melihat bahwa Zora bahkan tidak dapat melakukan apapun, mereka tidak dapat berbuat apa-apa.
Zora tentu juga memperhatikan Ling Fei Ting, sama seperti mereka, dia juga khawatir. Hanya saja, dia tidak dapat melakukan apapun, perbedaan kekuatan keduanya terlalu besar.
Melihat itu, Zora mengehembuskan napasnya lega. Meski begitu, dia tidak menghentikan langkahnya.
Membantu Ling Fei Ting, "Apakah kamu baik-baik saja?"
Dengan wajah pucat dan keringat dingin di sekujur tubuhnya, Ling Fei Ting mengangguk dengan kaku.
Ketenangan itu tidak berlangsung lama, hanya setelah Ling Fei Ting mengangguk sebagai jawaban, terdengar suara tabrakan yang cukup besar dibelakang mereka.
Mendengar itu, jantung Zora segera melompat. Berbalik dengan kaku, dia dapat melihat banyak darah yang dimuntahkan oleh Hongling dan yang lainnya.
Masih dengan memegang Ling Fei Ting, keduanya berjalan menuju Hongling dan yang lainnya.
"Saudara..." Panggil Zora dengan suara gemetarnya.
Sudah dikatakan sejak awal, tidak peduli siapa yang memprovokasinya, itu tidak masalah baginya, tetapi jika itu menyangkut Hongling atau Hutan Kabut, itu akan menjadi masalah besar.
Suara ini, sama seperti yang pernah di dengarnya ketika berada di dalam Gua Hutan Kabut.
Dengan susah payah, Hongling menahan sakitnya, "Tidak apa-apa".
Dia mencoba agar Zora tidak ceroboh kali ini. kekuatan orang-orang ini begitu menakutkan, dengan sikap implusif Zora, dia takut Zora akan menyinggung orang-orang ini.
Mendengar perkataan Hongling, Zora menghembukan napasnya kasar. Menutup matanya dia mencoba untuk menekan gelombang amarahnya.
Memberikan Hongling Pil Luka Dalam dan Air Dewa, dia segera pergi untuk melihat Dong Fang dan yang lainnya. Di bantu Ling Fei Ting keduanya dengan cepat memberikan hal yang sama yang diberikan Zora pada Hongling untuk Dong Fang dan lainnya.
__ADS_1
Meski Ling Fei Ting tidak tahu apa yang diberikan Air apa yang diberikan oleh Zora, dia masih dapat mengenal Pil Luka Dalam tersebut.
Memang, Pil Luka Dalam sangat banyak ditemui dimana-mana, hanya saja pil-pil tersebut merupakan pil-pil Kelas 6.
Itu berbeda dengan yang diberikan oleh Zora untuk Hongling dan yang lainnya, itu adalah Kelas 9.
Bagi mereka Pil Kelas 6 sudah merupakan sesuatu yang luar biasa.
Tapi, sekarang..
Kira-kira kata apa yang pas untuk mengungkapan Pil Kelas 9 ini?
Melihat Hongling dan yang lainnya, dia sadar bahwa mereka seperti telah terbiasa dengan 'hal-hal' tersebut.
Ling Fei Ting sedikit linglung dengan apa yang di lihat, tetapi dia masih menggerakan kaki dan tangannya untuk memberikan pil-pil tersebut.
Setelah membagikan semuanya, dia akhirnya meminum Air Dewa yang diberikan oleh Zora.
Dengan kekuatan yang dimilikinya, dia masih dapat menahan kekuatan tekanan yang diberikan oleh Tetua Kedua meski dia pada akhirnya berakhir di lantai. Namun, itu tidak melukai tubuhnya.
Setelah minum Air tersebut, Ling Fei Ting tertegun.
Tidak tahu harus berkata apa.
Satu kata untuk mengungkapkannya, 'Luar Biasa'.
Dia tidak tahu dari mana mereka mendapatkan air tersebut, tapi dapat dikatakan bahwa jika air itu dijual, mereka mungkin akan menghasilkan jutaan Batu Spirit Kristal Tingkat Rendah.
Jika salah satu dari mereka mengetahui isi pikirannya, mungkin dia akan menatap Ling Fei Ting dengan tatapan bodoh.
Bagaimana bisa Air Dewa disamakan dengan Batu Spirit Kristal Tingkat Rendah?
Meski Batu Spirit Kristal Tingkat Rendah sudah dikatakan berharga, itu tidak dapat dibandingkan.
Menepis semua pikirannya, dia segera membantu Dong Fang, Feng Mei, Li Wei dan Wen Xia untuk berdiri. "Bagaimana?"
"Ini jauh lebih baik dari sebelumnya". Jawab Dong Fang.
Mengangguk, "Syukurlah". Ling Fei Ting menghela napas lega.
"Saudara..." Panggil Zora.
Mendengar panggilan itu, Hongling mendongak, kali ini dia merasa lega, sebab suara Zora tidak sama seperti sebelumnya, itu jauh lebih tenang.
Tersenyum, Hongling berdiri dengan susah payah, "Ini akan baik-baik saja".
Mengangguk, Zora membantunya, "Kita pergi!" Ucap Zora.
Meski tenang, masih ada rasa dingin di setiap katanya.
Kecuali Ling Fei Ting, Dong Fang dan yang lainnya bergidik.
Tentu bagaimana Zora, mereka mengetahuinya.
Beruntung bahwa Hongling dapat membuatnya tenang. Jika tidak, bahkan tidak peduli dengan perbedaan kekuatan yang begitu besar, Zora mungkin akan bartarung mati-matian.
__ADS_1
Tanpa berpamitan, mereka langsung pergi dari tempat itu. Bahkan Ling Fei Ting juga tidak memberikan para Tetua wajah sama sekali.