
Dong Fang terus sibuk bertanya pada Feng Mei tentang keadaannya.
Sedangkan Li Wei memperhatikan tubuh Feng Mei dan membantunya dengan hati-hati. Dia takut dia menyakitinya.
Ketiganya sibuk dengan urusannya masing-masing tanpa memperhatikan Zora dan dua lainnya.
Setelah jarak di antara mereka di perpendek, ketiganya dapat mendengar suara tangisan seseorang.
Mendongak, mereka mendapati Wen Xia yang tengah menangis.
Mereka tercengang.
Tentu, hal yang membuat mereka tercengang bukanlah Wen Xia, melainkan Zora.
Dia tengah memeluk Wen Xia dan menepuk-nepuk punggungnya mencoba menghibur.
Hal yang tidak terduga kemudian terjadi.
"Baiklah. Maafkan aku. Berhentilah menangis. Aku tidak memarahimu. Mengapa kamu bahkan terdengar lebih menyedihkan dari pada Feng Mei?" Ucap Zora dengan nada bersalahnya, kembali menepuk punggung Wen Xia.
Feng Mei yang menyedihkan. "..."
Rahang Dong Fang dan Li Wei hampir menyentuh tanah mendengar ucapan Zora.
Tapi, tidak dengan Wen Xia. Bukannya menjadi tenang, tangisnya malah membesar.
Zora kebingungan.
Dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan.
Bahkan di kehidupan sebelumnya, dia tidak pernah menghibur siapapun termasuk adik perempuannya.
Adik perempuannya sangat patuh sejak kecil. Selain itu, dia juga tidak begitu keras terhadap adiknya, sehingga dia tidak pernah mendengar atau melihat adiknya bersedih.
Kecuali saat dia sekarat di rumah sakit. Itu adalah pertama kalinya dia melihat adiknya menangis.
Dan sekarang, dia dihadapkan dengan Wen Xia. Dia benar-benar bingung.
Meski dia baru berusia 15 tahun, jiwanya telah berusia 18 tahun. Jiwanya lebih tua 2 tahun dari pada Wen Xia.
Tidak hanya itu, dia telah hidup keras sejak kecil. Segala macam emosinya telah di tekannya dan di tutup dengan rapat. Berbeda dengan Wen Xia yang memiliki orang tua lengkap dan selalu di manjakan sejak kecil.
Perbedaan itulah membuat Zora terlihat berbeda dan lebih dewasa pada usia yang tidak cocok baginya untuk menjadi dewasa.
Dalam keadaan yang membingungkan, dia mengalihkan atensinya pada Hongling.
Matanya terlihat memohon.
Sayangnya, Hongling hanya menunjukkan wajah polosnya dan berpura-pura tidak melihat apapun.
Melihat itu, Zora sedikit kesal dan frustasi.
Dia menenangkan diri sejenak, kemudian kembali berkata, "Berhentilah menangis, oke. Jika tidak, aku mungkin akan menghancurkan hutan ini".
Hongling tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan Zora.
Tidak hanya Hongling, bahkan Dong Fang dan Li Wei juga akan tertawa mendengarnya. Tapi keduanya segera berusaha menahan semampu mereka. Mereka takut, kalau-kalau Zora kembali marah dan benar-benar menghancurkan hutan ini.
Feng Mei juga tidak tahan mendengar itu. Namun, jangankan tertawa. Dia baru saja akan membuka mulutnya, tubuhnya malah kembali bereaksi.
Merasakan sakit akibat ulahnya sendiri, membuatnya meringis pelan, akibatnya Dong Fang dan Li Wei kembali khawatir.
Sedangkan Wen Xia yang dihibur, segera menutup mulutnya rapat. Dia bahkan memaksakan matanya untuk tidak mengeluarkan cairan bening itu lagi, meski dirinya masih ingin menangis.
Melihat bahwa ucapannya berhasil, mata Zora tersenyum membentuk bulan sabit.
__ADS_1
Menepuk bahu Wen Xia, "Anak baik". Ucapnya, ada sedikit kebanggaan pada katanya.
Wen Xia yang dipuji. "..."
"Bagaimana dia tidak menjadi 'anak baik'. Kamu tidak menghiburnya dan malah mengancamnya. Jika itu aku, aku juga akan segera diam di bawah ancaman tersebut". Ketus Hongling pada Zora.
Zora. "..." Bukankah itu berhasil?
Wen Xia segera menatap Hongling dengan mata sembabnya, 'Saudara Ling, aku akan menyembahmu sebagai Guruku mulai sekarang'.
Mengerti dengan arti tatapan Wen Xia, Hongling membalasnya dengan tatapan. 'Aku tidak menerima murid untuk saat ini'
Wen Xia yang di tolak hanya melalui tatapan. "..."
Tidak peduli dengan kedua orang tersebut, Zora mengalihkan atensinya pada Feng Mei dan dua lainnya.
Tatapan matanya tidak sedingin di awal. Itu hanya tatapan normal pada umumnya tapi entah bagaimana, Dong Fang dan Li Wei merasakan bahaya yang tak terkatakan.
Melihat Feng Mei yang tertunduk sambil memegangi dadanya dan ada sedikit noda darah pada pakaiannya, Zora terdiam untuk beberapa menit.
"Sebaiknya kamu dapat menjelaskannya dengan baik". Ucapnya kemudian.
Begitu suara Zora jatuh, Hongling dan Wen Xia segera berhenti dari acara tatap-tatapan mereka.
Feng Mei secara tidak sengaja mendongak mendengar kata-katanya, menatap mata hitam Zora, dia diam-diam menghelah napas lega.
Setidaknya, tatapan Zora tidak dingin seperti sebelumnya.
...
Beberapa saat kemudian, mereka telah menemukan tempat yang nyaman diduduki untuk mendengar penjelasan Feng Mei.
Hongling duduk didekat Zora. Tempramen Zora yang cepat berubah-ubah, membuatnya khawatir kalau-kalau Zora kembali hilang kendali.
Wen Xia duduk disisi Hongling. Sedangkan Feng Mei hanya dua langkah tepat dihadapan mereka, pada sisi kiri dan kanannya ada Li Wei dan Dong Fang yang merawatnya.
Mendengar Feng Mei, mereka semua terdiam.
Setelah beberapa saat mencerna setiap kalimat yang di lontarkan oleh Feng Mei, Wen Xia bertanya dengan suara seraknya, "Lalu, apa hubungannya dengan bunga tersebut?"
Feng Mei mendongak, menatap Wen Xia kemudian tatapannya beralih pada Zora.
Melihat Zora hanya terdiam dan acuh, Feng Mei kembali menunduk dan menjawabnya, "Racun yang mereka gunakan adalah Racun yang di ekstrak dari sari bunga Lydra Ungu".
Mendengar itu, Zora dan yang lainnya mengerutkan keningnya bingung.
Tapi tidak dengan Hongling yang menatap Feng Mei, tidak percaya.
"Apakah kamu yakin itu Lydra Ungu?" Tanya Hongling yang terlihat begitu serius.
"Ya. Jika tidak, bagaimana saya bisa memetik Lydra Hitam ini tanpa memikirkan konsekuensinya".
"Apakah Racun itu berbahaya?" Tanya Li Wei.
Feng Mei akan membuka mulutnya menjawab Li Wei sebelum sebuah suara tiba-tiba terdengar dari arah depan.
"Sangat berbahaya! Racun itu dapat membusukkan organ tubuhmu dalam waktu singkat".
Itu adalah Hongling.
Semua orang tercengang mendengar jawaban Hongling.
Membusukkan organ tubuh dalam waktu singkat! Itu bahkan lebih mengerikan dari apapun.
Memikirkan ini, mereka dengan kaku menatap Feng Mei.
__ADS_1
Ekspresi mereka rumit.
Hongling tiba-tiba mengingat sesuatu, kemudian berkata, "Orang-orang hanya tahu bahwa Lydra Ungu adalah racun tanpa penawar. Tapi tidak ada yang tahu bahwa penawarnya adalah Lydra Hitam itu sendiri dan itu hanya ada satu di Alam ini. Itu bahkan tidak di ketahui oleh siapapun. Bahkan buku medis tidak menuliskan tentang itu. Bagaimana kamu mengetahuinya?"
Feng Mei tertegun mendengar itu.
Seperti yang di katakan Hongling, tidak ada yang tahu tentang hal itu. Bahkan orang yang membuat racun itu sendiri tidak mengetahuinya meski telah melakukan banyak percobaan, mereka tidak mendapatkan hasil apapun.
Feng Mei juga tentu tahu akan hal tersebut.
Awalnya dia telah menyiapkan beberapa alasan seperti 'membaca pada sebuah buku' tapi mendengar dan melihat bagaimana Hongling sangat familiar dengan itu semua, dia menelan kembali kata-katanya.
Dia tidak tahu harus berkata apa.
Melihat ekspresi rumit Feng Mei, Zora batuk beberapa kali, mengalihkan.
Kemudian membuka mulutnya untuk bertanya, "Mengapa kamu tidak memetik beberapa kelopak untuk di makan saja?"
Zora tentu tahu tentang racun itu tetapi tidak dengan penawarnya. Seperti yang dikatakan oleh Hongling, itu tidak di tulis di buku medis manapun, bahkan buku medis di dalam Ruang Dimensi miliknya juga tidak menuliskan tentang itu.
Dia juga bingung.
Dia memiliki banyak buku. Dan kebanyakan buku-buku di dalam Ruang Dimensi miliknya berasal dari ribuan tahun yang lalu hingga saat ini.
Tapi sangat aneh bahwa ada beberapa pengetahuan yang tidak tertera di berbagai buku yang ada, seperti Formasi Cahaya Bulan dan Penawar racun Lydra ungu.
Itu aneh!
Mendengar pertanyaan Zora, Feng Mei entah kenapa merasa bahwa Zora tengah melindungi beberapa hal dalam dirinya.
Dia kemudian dengan tenang menggelengkan kepala, berpikir bahwa itu hanya sebuah ilusi.
"Jika itu baik-baik saja, saya sudah melakukannya sejak awal". Jawabnya.
Zora mengerutkan keningnya, "Mengapa?" Tanyanya penasaran.
"Hasilnya akan tetap sama". Jawab Feng Mei.
Tetapi melihat bahwa jawabannya membuat kerutan mereka semakin dalam, Feng Mei membuka mulutnya. Menjelaskan.
"Bunga ini dapat hidup ratusan bahkan ribuan tahun, bahkan jika seseorang mencabutnya, itu tidak memiliki pengaruh apapun. Tetapi, jika salah satu kelopak atau daunnya dipetik, bunga itu akan mati dengan sendirinya. Itulah sebabnya saya memilih untuk mencabutnya dan membawanya disekitar saya. Karna saya tidak dapat memakannya, maka saya hanya dapat menghirup aromanya. Meski kinerjanya lambat, setidaknya itu dapat menekan kinerja racun didalam tubuh saya".
Mendengar penjelasan Feng Mei, Zora dan yang lainnya mengangguk paham.
Tapi tidak dengan Hongling. Dia sangat penasaran bagaimana Feng Mei bisa mengetahui itu semua.
Tidak bisa menahan diri lebih lama, dia akhirnya bertanya pada Feng Mei. "Bagaimana kamu bisa mengetahui itu semua? Bahkan itu sangat benar dan lengkap".
Feng Mei menundukkan kepalanya mendengar pertanyaan Hongling.
Sama seperti sebelumnya, dia tidak mendapatkan alasan yang pas sebagai jawabannya.
Entah bagaimana, setiap pertanyaan Hongling membuatnya bungkam.
Hongling bukan orang yang mudah di provokasi dan dia tidak bodoh untuk memprovokasinya dengan alasan-alasan yang tidak masuk akal.
Setelah lama jeda, Feng Mei mendongak. Menatap lama Hongling. "Saya ..."
Sebelum dia dapat menyelesaikan ucapannya, Zora menyelahnya.
"Gee. Hentikan!" Ucap Zora pada Hongling.
Menaikan alisnya, Hongling menatap lama mata hitam milik Zora.
Setelah diam beberapa menit, Hongling membuang muka dengan "huh" dan tidak mengatakan apa-apa lagi.
__ADS_1
Tempat itu kembali sunyi.