Zora

Zora
CH 39


__ADS_3

"Suatu kehormatan bagi yang rendah ini, untuk bisa menemani Yang Mulia hingga ke tempat tujuan". Ucap Zhusu.


Feng Mei mendengar itu sedikit menyerit, tidak mengerti dengan kelakuan Zhusu yang sedikit menyimpang.


"Zhusu, bukankah luka mu masih belum membaik? Kalau kau memaksakan dirimu, kau hanya akan menghambatnya". Ucap Feng Mei mengingatkan.


Wajah Zhusu berubah cemberut.


Benar apa yang dikatakan oleh nonanya, jika dia memaksakan diri, dia hanya akan menjadi penghambat.


Zora tersenyum dibalik cadarnya, melihat kelakukan Zhusu yang lucu menurutnya. Zhusu merupakan Binatang Surgawi dengan segala keindahan yang terlihat dari dirinya. Tetapi melihat kelakuannya yang seperti itu, dia sama sekali tidak terlihat seperti Binatang Surgawi yang bermartabat.


Zora mengibaskan tangannya, muncul sebuah botol persolen ukuran kecil, "Tidak masalah, Feng Mei tolong bantu Zhusu untuk meminum cairan ini". Ucap Zora sambil memberikan botol persolen tersebut pada Feng Mei.


Selesai itu, Zora mengalihkan atensinya kesana kemari menatap orang-orang yang masih berlumuran darah dan luka dimana-mana.


Kerutan terlihat dikeningnya, "Mengapa kalian tidak segera menelan pil itu, dan hanya memenggangnya saja?" Tanya Zora pada mereka.


Dong Fang dan yang lainnya yang mendengar itu segera sadar dan melihat pil yang ada di tangan mereka masing-masing.


"Apakah kalian memiliki pemikiran yang sama seperti dia, sehingga kalian ragu akan hal itu?" Tanya Zora kembali.


Mereka tau dan mengerti apa yang dimaksud dari perkataan Zora.


"Itu... sebenarnya kami tidak, hanya saja kami melupakannya karna terbawa suasana". Ucap Leng Yu.


"Itu benar.. kami tidak bermaksud untuk itu, hanya saja apa yang terjadi dan yang kami dengar saat ini cukup membuat kami tenggelam dalam pikiran kami masing-masing dan melupakan apa yang seharusnya menjadi prioritas kami, saya sebagai senior mewakili, untuk meminta maaf karna sudah menyinggung anda". Jelas Dong Fang.


"Tidak apa-apa, itu tidak masalah. Itu cukup wajar karna kita baru saja bertemu beberapa waktu yang lalu, tetapi saya langsung memberikan sesuatu pada kalian, tentu saja jika saya ada di posisi kalian saya juga akan seperti itu". Ucap Zora.


Boommm...


Suara ledakan kecil terdengar.


Semua mata kini memandang Zhusu penasaran.


Feng Mei yang melihat itu juga sedikit menyerit menatap Zhusu rumit.


Zhusu sama sekali tidak peduli dengan orang-orang yang menatapnya. Dia terlihat sangat bahagia dengan ledakan yang terjadi padanya barusan.


"Zhusu, apakah kau mengalami penerobosan?" Tanya Feng Mei kemudian.


Zhusu dengan mata cerahnya menatap Feng Mei, "Itu benar nona, dan itu semua berkat Air Dewa yang baru saja saya minum". Ucap Zhusu senang, dia tidak tau apa yang akan terjadi kedepannya setelah mengucapkan 'Air Dewa' tanpa peduli dengan orang-orang disekitarnya.

__ADS_1


"Yang Mulia.. terima kasih berkat Air Dewa, saya tidak hanya melakukan penerobosan 2 tingkat tetapi juga semua luka yang saya miliki membaik dengan sempurna". Ucap Zhusu kembali dengan hormat dan penuh terima kasih pada Zora.


Zora hanya mengangguk dan tersenyum dibalik cadarnya.


Ekspresi mereka semua yang ada disitu terlihat buruk dan rumit. '2 tingkat? bukankah itu terlalu liar biasa'.


Entah sudah berapa kali dalam waktu singkat ini, mereka dikejutkan dengan hal-hal yang mustahil bagi mereka.


Tentu keberadaan Air Dewa adalah sesuatu yang mustahil di Alam yang rendah itu.


Meskipun begitu pengetahuan mereka cukup luas, apalagi mengenai sesuatu yang luar biasa dan langka.


Semua orang tau, Air Dewa hanya berada di Alam Dewa, tetapi hanya ada 10 tetes dari mereka.


Dan gadis didepan mereka yang baru saja bertemu dengan mereka beberapa waktu lalu, yang entah dari mana dan siapa, tiba-tiba memberikan 'Air' itu untuk di minum secara cuma-cuma.


Ada berapa banyak Air Dewa yang dia miliki sehingga dia begitu boros.


Feng Mei adalah orang pertama yang tersadar dari pemikirannya, dia menatap Zora beberapa detik kemudian menatap Hongling, pria yang sedari tadi hanya berdiri diam menyaksikan keterkejutan mereka.


Melihat Hongling yang begitu tenang, membuat Feng Mei mengerti bahwa pria itu tau tentang hal tersebut.


"Berhentilah berpikir terlalu jauh, dan segeralah meminum pil yang ada di tangan kalian". Ucap Feng Mei kemudian, membuat semuanya tersentak dan kembali ke kesadaran mereka masing-masing.


Mereka segera meminum pil di tangan mereka tanpa bertanya ataupun memprotes.


Tubuh mereka seolah-olah terlahir kembali, tidak ada bekas luka yang terlihat, dan hanya ada darah yang terlihat disekitar pakaian yang mereka kenakan.


Mereka yang merasakan perubahan itu tercengang, orang-orang yang menatap mereka juga tercengang. Sedang Zora dan Hongling terlihat biasa saja, seolah-olah itu adalah hal yang biasa.


"Apa kah itu pil regenerasi?"


Tanya Dong Fang, Feng Mei dan Zhusu bersamaan.


"Hm.." Zora bersenandung pelan sambil mengangguk.


"I-ini adalah pil yang berharga dan kau memberikan kami dengan cuma-cuma, Bukankah itu.. sedikit....." Ucap Jiazhen dengan sedikit gugup.


Zora tersenyum dibalik cadarnya mendengar perkataan pria itu, "Tidak masalah, saya tidak akan kehabisan hal itu, hanya karna saya memberikan pada kalian beberapa". Ucap Zora. "Apakah setelah 5 tahun berlalu, pil regenerasi masih tetap menjadi pil yang langka?" Tanya Zora.


Mereka kebingungan mendengar pertanyaan yang dilontarkan oleh Zora.


Pikiran Dong Fang tercerahkan, '5 tahun yang lalu?'

__ADS_1


Dia menatap Zora lama kemudian menjawab Zora, "Sebenarnya pil regenerasi telah di buat kembali oleh para Alkemis di Benua Timur dengan menggunakan sampel dari pil yang pernah dilelangkan oleh Rumah Pelelangan Pusat Kekaisaran Běi, hanya saja para Alkemis hanya bisa menghasilkan 1 pil Kelas 2 dengan sempurna dan untuk bahannya sendiri sangat sulit dicari dan didapat sehingga pil tersebut masih terbilang langka meskipun Benua Timur sudah menghasilkan beberapa".


"Kenapa kami tidak mendengar tentang itu senior?" Tanya salah satu dari mereka.


"Seperti yang saya jelaskan tadi, bahan yang digunakan sangat langka, dan setiap pembuatannya hampir menghabiskan setengah dari bahan yang didapat tetapi hanya menghasilkan 1 pil di setiap pembuatannya sehingga pil tersebut tidak dijual ataupun dilelang secara terbuka, pil itu disimpan untuk keperluan kalau-kalau ada yang membutuhkannya, tentu biaya untuk satu pil juga tidak main-main". Jawab Dong Fang.


"Bolehkah saya bertanya?" Ucap Dong Fang pada Zora dengan hati-hati.


"Silahkan". Ucap Zora


"Apakah orang yang menjual pil regenerasi 5 tahun yang lalu pada Rumah Pelelangan Pusat Kekaisaran Běi adalah anda?" Tanya Dong Fang.


Saat Zora akan menjawabnya, seseorang tiba-tiba menyelah dan berkata dengan sinis. "Jangan bercanda, bagaimana itu mungkin!"


Zora menaikan salah satu alisnya, menatap malas Min Yue. Orang yang baru saja menyelahnya.


"Kenapa tidak mungkin? Dilihat dari pil yang baru saja kita telan, saya rasa itu sudah cukup membuktikan kalau orang itu adalah dia". Ucap Leng Yu.


"Cih.. bisa saja dia membelinya dari Benua Timur atau mungkin mencurinya".


"Jaga bicaramu! Aku mengikutinya dari awal perjalanan, kami bahkan belum mencapai Benua Timur, bagaimana caranya dia membeli atau mencuri dari Benua Timur". Ucap Wen Xia kesal.


"Lihatlah dirimu, tubuhmu membaik karna memakan pil miliknya tetapi dengan tidak tau malunya kau mengatakan sesuatu yang tidak-tidak tentang dia". Lanjut Wen Xia.


"Aku hanya mengatakan apa yang aku pikirkan, pil regenerasi begitu langka, lalu bagaimana cara dia mendapatkan pil-pil tersebut".


Zora tersenyum sinis dibalik cadarnya, matanya menatap tenang gadis dihadapannya, ada kilatan jijik dan merendahkan bagian bawah matanya.


"Langka bagi kalian, tapi tidak bagi saya. Anda mengatakan bahwa saya membeli atau mungkin mencuri pilnya. Apakah anda memiliki bukti atas itu? Lucu sekali, saya bahkan tidak tertarik dengan pil kelas rendah seperti itu". Ucap Zora.


"Kelas rendah? Kau bahkan tidak memiliki biaya untuk itu, kenapa kau merasa begitu tinggi".


"Dan kau bahkan memakan pil yang tidak bisa saya biayai". Balas Zora.


"Kau...."


"Cukup... kau terus-terusan mencari masalah dengannya, kau bahkan menuduhnya yang tidak-tidak. Dan apakah kau pikir kau bisa membiayai satu pil yang kau makan darinya?" Ucap Feng Mei.


"Tentu saja.. aku tidak semiskin itu".


Tawa Feng Mei pecah mendengar ucapan Min Yue, sedang Leng Yu dan yang lain hanya diam tidak mengerti.


Dong Fang tercengang mendengar tawa Feng Mei. Itu adalah suara tawa yang sarkastik dan penuh dengan cemoohan. Diam-diam dia merasa merinding.

__ADS_1


Min Yue menatap Feng Mei bingung, "Kenapa tertawa? Sebutkan biayanya dan aku akan membayar untuk itu". Ucapnya sombong.


Feng Mei diam dari tawanya, kini dia menatap Min Yue dengan senyum licik dan sinis, "Baiklah. Sekarang katakan padaku berapa biaya yang pantas untuk Pil Kelas 9 yang kau telan tadi". Ucapnya.


__ADS_2