ADA KAMU SETELAH LUKA KEMARIN

ADA KAMU SETELAH LUKA KEMARIN
Ancaman


__ADS_3

"Hari ini kamu sudah mulai mengajar?" Tanya Bian yang baru saja keluar dari kamar mandi.


"Iya kak apa boleh? " Jawab Dira sambil memberikan pakaian yang akan dipakai Bian.


"Boleh.... "


Mendengar jawaban Bian membuat wajah cantik Dira kian berseri. Mendapat izin untuk kembali mengajar membuat semangat Dira menjadi berkali -kali lipat. Namun ketika Dira teringat sesuatu kini wajahnya terlihat sendu.


"Kenapa? " tanya Bian diantara aktifitasnya memakai Dasi. Lagi -lagi Bian kesulitan memakainya.


Tanpa sepatah kata Dira membantu suaminya untuk memasang dasi. Dengan cekatan Dira mulai menggerakkan tangannya dan tanpa membutuhkan waktu lama dasi sudah terpasang dengan sempurna.


Dan masih setia dengan diamnya yang belum diketahui sebabnya apa? Bian masih memperhatikan raut wajah Dira yang masih tampak memikirkan sesuatu.


"Ada apa? " Tanya Bian yang ingin segera mengetahui apa penyebab wanitanya terlihat sendu.


"Apa kakak benar-benar tidak tahu dimana Handpone Dira? "


Bian hanya menghela nafasnya kasar. Handpone lagi rupanya. Batin Bian


"kak..... " Ucap Dira karena tidak ada respon dari Bian.


"Nanti kakak ganti dengan yang baru? "


"Selalu saja begitu.....


Menggampangkan setiap masalah" Ucap Dira semakin terlihat raut wajah yang sedih.


"Ya kalau hilang mau bagaimana lagi."


"Masalahnya kak.....


Disana banyak data-data penting "


"Bukannya dilaptopmu juga ada? "


"Iya... tapi di handpone Dira itu lebih lengkap dan mudah dibawanya"


"Nanti kan bisa diinstal lagi" Ucap Bian masih tidak mau kalah.


"Lama kak...."


"Hari ini pakailah laptop dulu atau kamu mau memakai ini..." Sebuah benda persegi yang tidak terlalu besar ada gambar apel digigit.


"Pakai laptop saja.... " Ucap Dira jelas menolak. Pasalnya benda itu pasti sangat penting untuk Bian. Itu sebabnya Dira memilih laptopnya saja.


Dira kemudian mengambil Laptopnya diatas mejanya. Dan memasukkannya kedalam tas ransel kesayangannya.


"Ayo berangkat..."


Dira berjalan lebih dulu dan diikuti oleh Bian. Sebelum mereka berangkat kekantor tentunya bersantap sarapan adalah suatu kewajiban semenjak Dira menjadi istrinya.


...πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€...

__ADS_1


"Kemana aja Bu Dira?


Liburan ya? "


"Ada urusan keluarga Bu Diah"


"Wah sayang sekali kemaren pemilik sekolah datang. "


"Pemilik sekolah? "


"Iya Bu Dira setiap semester pemilik sekolah selalu datang untuk meninjau nilai-nilai siswa yang berprestasi"


Dira hanya mangguk-mangguk saja. Karena selama dirinya mengajar disekolah ini. Belum pernah sekalipun Dira bertemu secara langsung. Dira mengetahui bagaimana sosok pemilik sekolah ini ya cuma dari katanya..... Katanya........


"Ibu tahu tidak pemilik sekolah ini masih muda, tampan, dia juga memiliki beberapa perusahaan yang terdapat dibeberapa kota besar diindonesia. Tapi dia juga memiliki sifat yang sombong, dingin, juga cuek. Tapi dia juga sangat baik.


"Oh ya...... "


"Iya bu.... Banyak guru wanita disini yang masih Single selalu cari perhatian tu sama beliau ketika berada disini. Tapi tidak satupun dari mereka yang dilirik sama sitampan dejgan senyum menawan itu...... "


"Sedingin iti Bu? "


"iya Bu Dira... "


Dira hanya mangguk-mangguk saja. Baginya bagaimana lelaki itu dimata orang lain. Tetap saja tidak akan mengubah pendirinanya.


"sepertinya cocok deh sama Bu Dira"


"Cocok apa bu, Jangan ngawur bu. Saya sudah menikah" Ucap Dira percaya Diri. karana apa? Dira tidak ingin terjadi masalah.


"Mungkin setelah ujian semester beliau akan kemari lagi bu"


"Benarkah...... ????" Ucap Dira antusias.


"Beneran lah... " Ucap bu Diah percaya diri.


"Apa saja yang harus disiapkan Bu diah?"


"Nanti saya kasih tahunya Bu, tenanglah? jawab Bu Diah tulus.


"Baiklah.... " Dira memilih melangkah meninggalkan Bu Diah yang masih bergeming ditempatnya. setelah kesadarannya kembali Bu Diah terburu-buru mengejar dan berkata ketika langkahnya sudah sejajar.


"Bu apa perkataan saya melampaui batas?


Mohon maaf ya bu Dira saya tidak bermaksud begitu... "


"Sudahlah Bu... mari kita kekelas" Ajak Dira dengan tersenyum yang sangat cantik membuat siapapun pasti akan terpesona dengan senyum yang tergmbar di bibir Dira.


...πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€...


Aktifitas yang baru saja dimulai setalah beberapa waktu istirahat sejenak. Lelah yang dirasakan Dira tak sebanding dengan lelahnya menanti luka diujung rindu. hingga waktu telah menujukkan makan siang. Sepertinya jika aku menask didapur caffe mas Fadil masih keburu untuk makan siang kak Bian. Dira itu harus benar-benar memastikan makanan untuk. Bian.


Sementara ditempat berbeda...

__ADS_1


Wajah tampan yang diperlihatkan tadi pagi telah hilang bersama padatnya aktifitas. Ingin Bian malampiaskan amarahnya.


Dira kembali mendapat pesan ancaman dari ponselnya. namun saat ini handpone Dira masih ditangan Ari.


"Bagaimana ini pak" Ucap ari sang asisten senyum terjalin sempurna dibibir Bian.


"Menurutmu bagaimana? "


"Biarkan saja bos? "


"Terus bagaimana dengan slawa"


"Pak... Saat ini Slawa Sedang bersama ibunya. Ibu kandungnya, jadi saya rasa tidak akan terjadi sesuatu yang membahayakan nyawa. "


"Kamu yakin????? "


"Yakin pak"


"Baik kalau begitu ikuti dulu permainan wanita gila itu. kita masih perlu banyak bukti untuk memberatkan dan membuatnya tunduk. Agar tidak terus-terusan mengancam"


"Baik pak"


"Terus awasi dia"


Ari hanya mengangguk tanda mengerti dengan apa yang diperintahkan untuknya.


"Oh ya... kamu belikan Handpone baru untuk Dira dan data -data sekolah yang ada di Handpone itu kamu pindahkan. Ingat hanya data sekolah. "


"Baik pak"


Ini akan lebih baik untuk Dira. Dijauhkan dari handpone lamanya. Jika tidak maka ancaman-ancaman yang dikirimkan padanya itu akan sangat mengganggunya. Bian tidak menginginkan sebuah ancaman akan membuat Dira lepas kontrol.


Bian telah berjanji untuk menjaga dengan baik Putri kesayangan Bapak Harun Abdullah. Dia juga telah berjanji pada mendiang sahabtanya untuk menjagakan kekasihnya untuknya nanti.


.


.


.


.


.


Bersambung


Jangan lupa


Like πŸ‘


KomentarπŸ“


❀ (biar pas aku up kamu dapat notifikasi

__ADS_1


Thankiyuuuuuuuu


__ADS_2