ADA KAMU SETELAH LUKA KEMARIN

ADA KAMU SETELAH LUKA KEMARIN
Ternyata.....


__ADS_3

Paras tampan Dan rupawan yang kini tengah berdiri Dan pandangan tak beralih sedikitpun dari wajah Dira yang terlihat sangat kebingungan. Ada rasa marah dan juga kesal yang kini bersarang dalam benaknya. Bisa -bisa lelaki itu berdiri disana dengan senyum yang sangat sulit diartikan. Bahkan Dira dibuat bingung dalam bersikap.


Ingin menghampiri namun Dira sadar sedang berada dimana saat ini. Belum tuntas dengan rasa penasaran kenapa suaminya ini berdiri disana. Dira juga dikejutkan dengan sikap juga ekpresi para guru yang seperti memberi tanda homat. Kenapa sepertinya mereka sangat menghormati Kak Bian. Belum lagi wajah guru wanita single yang seakan mencari perhatian.


Masih belum terjawab atas rasa bingung akan kehadiran suaminya yang secara tiba-tiba. Dira sudah disuguhkan dengan sapaannya bapak kepala sekolah yang seperti memberi penghormatan kepada suaminya.


"Selamat pagi Pak Bian" Sapa bapak kepala sekolah sambari menjabat tangan kak Bian.


Dan kak Bian pun membalas uluran tangan bapak kepala sekolah Dan tersenyum.


"Bagaimana apa semua sudah siap, laporan hasil nilai semester genap tahun ini. Ada peningakatan atau stalk ditempat saja"


Kemudian ada beberapa Guru yang menyerahkan laporan rekap nilai mereka kepada Kak Bian. Dan ada juga yang sedikit mencari perhatian dengan Gaya sok genitnya.


Entah Kenapa pemandangan seperti ini Sangat tidak Dira sukai. Melihat Bian dekat dengan wanita lain saja sudah membuat Dira semakin ingin menjauhinya. Namun rasanya tak bisa. Di kantor Caraka group ada wanita overcook kalau disini ada wana labil yang kertuaan.


"Baik silahkan berikan pada asisten saya nanti akan saya putuskan untuk program beasiswa pada siswa yang berprsetasi.


"Tunggu.... tunggu... " Ucap Dira dalam hati kemudian Dira mencerna kalimat yang baru saja Bian ucapkan. Apa itu artinya Kak Bian adalah. ......


"Bu Ani Kenapa hasil laporannya diberikan pada bapak itu. Bukannya laporannya harusnya diberikan kepada pemilik sekolah?" Bisik Dira pada Bu Ani yang kebetulan berada didekat Dira.


Bu Ani terkejut atas pertanyaan Dira. Dan menjawab"Jadi Ibu Dira tidak tahu kalau pemilik sekolah ini ya Tuan muda ganteng itu"


Apa??????


Segera Dira menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Jika tidak ingin seluruh isi ruangan menjadikannya pusat perhatian.


"Kamu.... " Tegur Bian ketika melihat Dira malah seperti sedang ngobrol sendiri dengan sesama guru.

__ADS_1


Kalimat Bian yang sangat singkat. Membuat Dira beralih dan kembali berjarak. Jadi lelaki yang rame dibicarakan disemua kalangan ini adalah suaminya.


Sungguh Dira tak habis pikir. Jadi pemilik sekolah ini adalah Kak Bian. Pantes saja ketika Dira bertanya soal pemilik sekolah ini Bian Selalu berusaha mengalihkan pembicaraan. Dan nilai yang semalem, bahkam Bian ikut berkomentar. Pantes Bian sepertinya tahu sedetail mungkin seluk beluk sekolah ini. Dan sekarang nilainya hilang ngak tahu dimana.


"Hei kamu.... Laporan kamu yang mana? " Ucap Bian agak keras dan arah pandangan matanya kearahku. Siapapun yang melihatnya sudah bisa menebak jika Bian sedang berbicara pada Dira.


Bukan menjawab Dira masih setia dengan diamnya. Membiarkan Bian menunggu hasil laporannya. Yang Dira sendiri ngak tahu sudah berada dimana dan ditangan siapa?


"Ditanya kok malah diam....... " Ulang Kak Bian pada Dira yang terlihat guratan amarah.


"Laporan saya..... " Belum selesai Dira menjawab sudah dipotong oleh Bian.


"Lupa?


ketinggalan?


Bian memberikan sebuah map tepat dihadapan Dira. Kali ini bukan hanya Dira yang terkejut dengan Apa yang dilakukan Bian namun semua guru yang ada didalam ruangan ini juga terkejut. Pasalnya isi dari map yang diberikan oleh Bian adalah rekapan hasil nilai milik Dira.


"Kok Bisa rekapan itu berada ditangan pak Bian" begitulah kira-kira isi pikiran mereka yang ternyata juga sama dengan pemikiran Dira. Ingin sekali bertanya seperti itu tapi Dira lebih memilih diam.


"Saya tadi menemukannya digerbang sekolah. Ketika saya lihat isinya ternyata hasil rekapan nilai siswa Bidang study Matematika. yang saya tahu, kamu pemiliknya?"


Tejawab sudah apa yang menjadi Pertanyaan dimasing-masing benak setiap guru yang ada didalam ruangan ini.


sambil tersenyum Bian kembali berkata " Lain Kali hati-hati Bu! Untung saya yang menemukan, bagaimana jika orang lain. Ini adalah document rahasia sekolah kita Bu"


Dira hanya diam, Dira membenarkan apa yang disampaikan Bian. Tapi itu bukan Berarti Dira tidak kesal terhadap suaminya. Bukan karena rekap nilai ada ditanganya. Namun untuk apa Bian merahasiakannya jika dirinyalah pemilik sekolah ini.


"Maaf Pak, lain kali saya akan lebih hati-hati"

__ADS_1


Bian hanya tersenyum dan bukan Bian tidak menyadari jika istrinya sedang menahan kesal. Namun entahlah kenapa Bian Sangat menyukainya jika Dira sudah kesal.


"Oke kalau begitu saya mau bukti jika tidak ada kecuranagn dalam nilai yang Kamu buat? "


"Baik!!"


"Antar saya bertemu dengan beberapa siswa ataupun siswi disini"


"Baik pak Mari saya antar? " Ucap Kepala sekolah. Namun niatnya harus urung Karena Bian tidak berkenan untuk ditemani oleh kepala sekolah.


"Saya mau Dia yang mengantar" Ucap Bian sambil menunjuk kearah Dira"


Kepala sekolah melirik ke kearah Dira dengan wajah memohon, agar Dira mau menemani pemilik sekolah. untuk mewawancarai beberapa guru Dan murid-murid.


Mau tidak mau akhirnya Dira menemani Bian untuk melakukan wawancara pada beberapa siswa maupun siswi. Sebenarnya bukan itu tujuan Bian. Melainkan ini hanya akal-akalan Bian biar Bian memiliki kesempatan untuk berbicara pada Dira tanpa ada yang curiga.


.


.


.


.


Like


komentar


Thankiyuuuuu

__ADS_1


__ADS_2