
...Assalamualaikum.......
...Terimakasih masih setia nungguin lanjutan cerita Ada Kamu Setelah Luka Kemaren. pokoknya aku cinta kalian semua.......
Suara musik akustik dari band yang sedang viral akhir-akhir ini menjadi hiburan untuk dua orang yang sedang tenggelam dalam rasa yang berbeda. Seperti janjinya tadi siang Ical benar-benar menjemput Dila untuk mengajaknya nongkrong di Caffe sambil menikmati alunan musik akustik yang sedang disuguhkan. Sejak mereka datang hingga minuman yang mereka pesan menjadi teman mereka, tidak banyak yang mereka bicarakan. Ical yang biasanya selalu mendominasi, entah kenapa bibirnya kelu. Sedang Dila lebih memilih menikmati alunan musik yang membuat siapapun terhanyut. Bahkan tak jarang Dila juga mengikuti lirik lagu yang sedang dinyanyikan. Suara Dila juga cara Dila menikmati lagu, membuat Ical sadar, bahwa wanita dihadapannya ini sungguh luar biasa. Bodohnya, dia baru menyadarinya.
"Kenapa suka musik akustik?" ucap Ical ketika membuka obrolan.
"Lebih jujur aja" jawab Dila singkat
"Aku tanya soal musiknya?"
"Mendengarkan lagu akustik bisa jadi salah satu cara membuat hati merasa tenang. Relaksasi dengan bantuan musik seperti lagu akustik diperlukan agar tubuh mendapatkan waktu istirahat yang optimal untuk kembali melibas kesibukan di hari-hari berikutnya. Untuk meningkatkan suasana hati jadi lebih baik, lagu akustik bisa jadi pilihan favorit untuk didengarkan. Pasalnya, kombinasi vokal dan petikan gitar mampu memberikan harmonisasi yang menghadirkan rasa tenang kepada pendengarnya. Alunan musik yang harmonis ini juga bisa dinikmati di segala macam kondisi. Dan paling menyenangkan adalah dimanapun kita bisa menikmatinya"
"Lagi patah hati?"
Dila hanya tersenyum mendengar pertanyaan Ical. pertanyaan itu seharusnya untuk dirinya sendiri juga. Bukankah Ical yang dengan terang-terangan mengakui jika dirinya sedang patah hati. Lagi usaha untuk move-on. Tapi pertanyaan itu juga berlaku untuk Dila. Dirnya memang tengah patah hati juga, bahkan sudah berulang kali. Dan parahnya Dila patah hati pada orang yang sama berkali-kali.
"Sebenarnya semua musik enak dinikmati dalam suasana apapun. Tergantung kitanya mau menikmati yang mana. Semua tergantung pilihan. Sama seperti pasangan, bukankah kita bebas memilih? Meski kita juga harus melibatkan sang pemilik kehidupan untuk memilih bagaimana takdir kita nanti. Sama dengan musik. Aku suka musik akustik itu pilihanku. Tapi aku tidak bisa memaksamu untuk menyukainya kan? Kecuali itu memang dirimu sendiri yang menyukai"
"Aku menyukainya" ucap Ical lugas
"Kenapa harus memaksa?"
"Aku sudah pernah kehilangan, aku tidak ingin terjadi kedua kalinya. Aku takut jika kamu nanti terlalu jauh melangkah pergi. Hingga aku sulit menggapainya"
Meski dibuat terperangah dengan kalimat Ical. Dila berusaha menetralkan kerja jantung juga otaknya. Entahlah kenapa sejak pertemuannya malam itu, ketika Dila mengantarkan oleh-oleh kerumah Ical. Pria ini menjadi seperti ini. Kalimatnya sangat sulit untuk dicerna. Dila butuh tenaga ekstra untuk menjabarkan dan mengartikan makna dari kata yang diucapkan Ical.
"Aku tidak sanggup bila patah hati lagi Dil?"
Dila masih diam, bahkan jawaban seperti apa juga dia tidak memilikinya. Bukankah selama ini dirinya belajar mati-matian untuk bisa mendapat nilai terbaik. Berusaha keras untuk menyelesaikan studynya. Dila berusaha memaksa untuk menjadi yang lebih baik. Berusaha keras untuk menjadi seperti Mbak Dira.
Mbak Dira?
__ADS_1
Iya. Dila berusaha keras untuk supaya bisa pintar seperti Mbak Dira. Dila beruaaha memantaskan diri, berusaha menjaga dan terus memperbaiki diri. Ia ingin menjadi wanita idaman Ical. cita-citanya selama ini adalah ingin menjadi perempuan yang baik. Agar kelak dirinya bisa bersanding dengan pria yang baik pula seperti Ical. Namun Dila selalu kecewa selama ini. Dila selalu mendapat luka, bukan cinta Ical yang bisa ia dapatkan. Tetapi luka dan luka yang terus ia terima. Sampai ia sadar jika selama ini tujuannya salah. Ia berusaha memperbaiki diri untuk seorang makhluk, bukan semata karena sang pencipta makhluk-Nya. Ia berusaha keras hanya untuk terlihat baik dan menyamai orang lain. Sampai. pada akhirnya ia sadar, dan memasrahkan semuanya hanya kepada sang ILLahi. Dan lagi ujian itu selalu datang. lelaki yang ia harapkan kembali hadir dan malam ini mereka sedang duduk berdua.
"Aku salah Dila?"
"Tidak"
"Kamu Marah?"
"Tidak"
"Lalu?"
"Aku sedang mencerna kalimat Mas Ical?"
"Apa cukup sulit mencerna kalimatku untuk seorang Dosen seperti mu?"
"Aku hanya tidak ingin salah menafsirkan"
"Aku juga pernah patah hati Mas. Bahkan berulang kali. Salah, jika aku ragu?"
"Katakan apa yang harus aku lakukan untuk mematahkan keraguanku?"
"Aku bukan siapa-siapa yang harus diperjuangkan mas. Aku hanya seorang Dilara Syafiathunisa Mas"
"Bisa kamu tetap tinggal dan jangan pergi. supaya kamu bisa melihat bagaimana aku berusaha mematahkan keraguanmu?"
"Aku tidak pernah kemana-mana selama ini. Aku masih sama, aku masih Dila yang akan selalu ada ketika Mas Ical cari. Aku akan selalu menjadi Dila yang siaga ketika Mas Ical butuh bantuan"
"Kenapa baru sekarang aku menyadari ada malaikat sebaik ini?"
"Karena Mas Ical lupa melihat kesamping kanan Mas Ical. Jika Dila akan selalu duduk disamping Mas Ical ketika Mas Ical mencarinya"
"Maaf"
__ADS_1
"Mas Ical tidak salah. Tidak perlu minta maaf pada kesalahan yang Mas Ical tidak pernah buat. kesalahan itu Dila yang punya Mas"
"Boleh aku bertanya?"
"Silahkan! Jika Dila bisa menjawab akan Dila jawab Mas"
"Apa aku pria yang membuatmu patah hati?"
deg....
Pertanyaan yang keluar dari bibir Ical. bukanlah pertanyaan yang sulit dicari jawabanya. Bahkan jawabanya cukup singkat hanya perlu menjawab "Iya" selesai. Tapi semua yang mudah memang sangat rumit jika mendapat pertanyaan secara langsung seperti ini.
"Biarkan apa yang Dila rasakan, Dila sendiri yang tahu"
"Apa itu benar?"
"Benar atau salahnya biarkan ini menjadi rahasiaku"
"Bisakah kamu membuatku mengerti agar aku tidak salah lagi?"
"Kenapa harus diperjelas hanya untuk sebuah luka. Biar luka ini Dila yang rasa. Mas Ical tidak perlu khawatir masalah salah atau tidaknya. Kita bisa saling menerima tanpa harus mengingat masa lalu yang membuat kita terluka"
"Apa kita bisa saling menerima, apa yang telah datang untuk kita. Kamu mau menjadikanku lelaki beruntung yang akan mengucapkan janji suci untuk mu?"
"Dila tidak seistimewa itu Mas Ical. Jika memang dengan saling menerima adalah baik untuk Dila dan Mas Ical terlebih untuk agama kita, Insya Allah Dila akan menunggu waktu itu tiba"
Entah mengapa jawaban Dila membuat detak jantung Ical semakin berirama. Bahkan jawabanya tidak untuk sebuah kepastian. Tapi dari jawaban Dila, Ical merasa ada sesuatu yang memang harus ia tuntaskan. Gadis dihadapannya ini sungguh tenang dan menawan. Dila kini telah menjelma menjadi gadis sederhana yang memiliki akhlak yang baik. Mengaguminya adalah hal terindah untuk kebaikan hatinya.
Bersambung....
Untuk obat kangen dulu ya guys....
Happy Reading ❤❤❤
__ADS_1