
Setelah sarapan pagi tadi Dira terlihat begitu sibuk dengan laptop kesayangannya. Bian pun terabaikan oleh Dira. Berkali Bian mengajaknya untuk bersantai di taman rumahnya. Dira hanya menjawab "Iya nanti Dira nyusul"
Namun perkataan itu seperti angin lalu saja. Ini sudah kali ketiga Bian mendatangi kamarnya dan masih mendapati Dira melakukan aktifitas yang sama didalam kamarnya.
"Kamu lagi ngapain sih?
Sibuk banget? "
Sambil Bian mendudukkan tubuhnya disofa.
"Lagi buat rekapan nilai Siswa kak. Kata Bu Ani Besok pemilik sekolah mau datang."
Bian bergeming dan masih menatap Dira yang masih fokus dengan layar laptopnya.
"Eh iya kak....
Kakak pasti kenal kan dengan Pemilik sekolah dimana aku mengajar."
"Memangnya kenapa? " Jawab Bian malas.
"Memangnya seperti apa sih kak dia? "
"Kamu Naksir sama dia? " Ucap Bian ketus
Mendengar kalimat Bian yang terakhir membuat Dira menghentikan aktivitasnya. Ini orang ngeselinnya kumat deh kayaknya. Bisa-bisanya bilang naksir, kenal sama orangnya aja enggak. Lagian dia aja yang sudah jadi suami belum bisa aku terima sepenuhnya. Umpat Dira dalam hati.
"Memangnya Kenapa kamu nanyain soal pemilik sekolah? Tumben.... "
"Ya enggak apa-apa cuma mau tahu saja. Seperti apa orangnya? Soalnya kapan hari itu waktu Aku ngak masuk pas kita baru nikah katanya dia kesekolah kak? "
"Nanyain kamu? "
"Iya lah... Kan aku salah satu guru disana? " Jawab Dira asal, Padahal Dira juga enggak tahu ditanyain apa enggak.
"Memangnya kamu lagi nyiapin apa itu? "
"Nilai-nilai siswa"
"Memangnya ada nilai siswa yang bagus dibidang yang kamu ajar? "
"Eh... meremehkan....
Nih lihat! "Sambil Dira beranjak dari tempatnya dan duduk disamping Bian menyerahkan laptopnya.
Bian cukup tercengang Melihat hasil nilai siswa yang diluar dugaannya. Sekilas melihat laptop kemudian sekilas melihat Dira. Ada pertanyaan yang mungkin akan menayakan kebenaran dan keabsahan dari nilai yang disuguhkan Dira. Mata pelajaran yang diampu oleh Dira merupakan salah satu mata pelajaran yang bisa dibilang sulit bahkan menjadi musuh kebanyakan siswa maupun siswi. Tapi ini sungguh pencapaian yang patut diacungi jempol bukan.
"Kamu kenapa kak bengong gitu? "
__ADS_1
"Ya heran aja...
ini asli ngak nilainya? Atau pas ujian kamu kasih bocoran jawaban ya biar nilainya para bagus? "
"Dih... Ngarang... "Ucap Dira sambil memukul lengan Bian.
"Ya soalnya selama ini belum pernah ada nilai siswa yang sebagus Ini di mata pelajaran matematika."
"Kan gurunya aku kak, Jadi ya bisa saja nilainya sebagus ini"
"Masih ngak percaya kakak" Ucap Bian masih belum percaya akan nilai yang baru saja ditunjukkan oleh Dira.
"Kakak ngak percaya kalau nilai ini real?"
"Yes.... Buktikan!!!"
"ya kakak bisa lihat dari rekamanan sisi tv Ditempatku mengajar disetiap ruang kelas ada sisi tvnya. Kakak kan Akbar Fabian Caraka, Jadi bisa donk kalau cuma mau lihat sisi tv disekolah Dira mengajar. Apalagi pemilik sekolahnya teman kakak sendiri kan? Lagian juga kenapa kakak sok tahu, memangnya kakak selalu lihat nilai -nilai siswa?"
Belum ada jawaban dari Bian kemudian Dira melanjutkan perkataannya dengan ketus
"Oh iya lupa, Kakak kan Akbar Fabian Caraka! "
Sambil Dira beranjak karena malas meladeni ketidak percayakan suaminya atas pencapaiannya. "Bukannya memuji atau apa kek.... gitu.....
ini malah nggak percaya" Gerutu Dira pelan namun masih didengar oleh Bian.
Mendengar grutuan istrinya hanya membuat Bian tersenyum manis. Lucu sekali istrinya ini. Padahal bukan maksud Bian untuk tidak percaya, namun Bian memang cukup terkejut oleh pencapaian nilai siswa yang diluar dugaannya.
"Mau siapin makan siang? "
"Nggak mau dengar cerita tentang pemilik sekolah dimana kamu mengajar? " Ucap Bian sambil tersenyum meledek Dira.
"Udah ngak minat....
Besok juga ketemu!!!" Jawab Dira ketus dan pergi meninggalkan Bian sendiri didalam kamar. Dengan menyusuri satu persatu anak tangga Dira masih menggerutu sampai-sampai sapaan dari Ari pun Dira abaikan.
Sementara Bian masih tersenyum penuh kemenagan akan kejahilannya. Entah sejak kapan Bian begitu suka membuat Dira cemberut dan merajuk. Melihat Dira yang seperti itu membuat hati Bian diselimuti rasa kebahagiaan.
...🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀...
Hari senin adalah hari yang paling sibuk. Ya Dira menamai hari senin adalah hari sibuk. Dan hari ini juga sekolahnya akan kedatangan sang pemilik sekolah yang sangat gencar diceritakan disekolah diakhir minggu ini. Terlebih dijajaran guru-guru wanita. Demi menyambut kedatangan sang pemilik sekolah, mereka yang selalu ingin tampil sempurna. Bagaimana tidak, pemilik sekolah yang sering dibicarakan, orangnya ganteng, pinter, berwibawa, karismatik, juga dingin dan masih banyak lagi hal-hal yang melekat padanya.
Mulai dari laporan nilai dan juga Bagaimana mereka berbicara memberikan presentasi nanti. Ada juga yang telah mempersiapkan dirinya dengan pergi kesalon dan juga shoping agar apa?
agar menunjang penampilannya demi bertemu pemilik sekolah yang juga belum tentu tertarik atau bahkan melirikpun tidak. 🤭🤭🤭
seperti biasa Dira berpamitan pada Bian sebelum ia turun dari mobil.
__ADS_1
"Jangan genit-genit ya sama pemilik sekolah" Ucap Bian sebelum Dira turun dari mobil.
"Mau genit gimana kenal aja enggak"Ucap Dira masih kesal. Dari kemaren Dira belum bisa melupakan kekesalannya terhadap suaminya ini. Hingga pagi ini sampai Dira diantar kesekolah juga belum ada permintaan maaf dari Bian.
"assalamualaikum " Ucap Dira sambil membuka pintu mobil dan menutupnya dengan agak kesal.
"Walaikumsalam " ucap Bian masih memandangi Dira yang yang telah menghilang dibalik pintu gerbang.
...🍀🍀🍀🍀🍀...
"Sudah siap berkasnya bu Dira? "
"Sudah bu"
Baru bu ani ingin menjawab ucapan Dira suara getar Handponenya mengurungkan niatnya.
"Oke baik... "Kalimat itu yang dira dengar.
Setelah sambungan terputus Bu Ani menejelaskan prihal siapa yang menelpon dan apa yang dikatakkannya.
Pemilik sekolah telah tiba, kini dia yang ditunggu kedatangannya telah berdiri ditemgah-tengah para guru yang berdiri menyambutnya dengan membawa berkas hasil penilaian siswa dibidang mereka masih-masing.
Namun yang menyita perhatiannya, Dira tidak ada dibarisan para guru yang menyambutnya datang.
"Kamu yang lagi sibuk!!!!" kalimat sapaan yang tiba-tiba ditujukan untuk Dira. Sehingga membuat sang pemilik nama menghentikan aktivitasnya dan mendongak kearah sumber suara yang sangat jelas dan familiar ia dengar.
Ketika mereka saling menatap ada gambaran maksud diantara keduanya untuk masih besarang didalam benak masing-masing.
Ada rasa ingin marah tapi aku harus bagaimana? Berkali Dira menetralkan matanya untuk memastikan potret diri yang kini telah berdiri dan tersenyum penuh kemenangan.
"Kenapa Dia yang ada disini? " Ucap Dira masih bingung dan ia katakan didalam hati
Bersambung
Like 👍
komentar 📝
up (nanti kalau aku up kamu dapat notifikasinya)
*Kira -kira penasaran ngak siapa yang menjadi pemilik sekolah dimana Dira mengajar.
Yang penasaran komentar deh...
Yang Udah bisa nebak juga komentar ya...
🤭🤭🤭🤭🤭🤭*
__ADS_1
Thankiyu
😁😁😁😁😁