ADA KAMU SETELAH LUKA KEMARIN

ADA KAMU SETELAH LUKA KEMARIN
Siap Beribadah


__ADS_3

"Kamu yakin??? "


Dira mengangguk dengan malu-malu. Bagi Dira mungkin akan lebih baik jika memang segera memberikan hak untuk suaminya. Apalagi yang membuatnya ragu?


Sudah tidak ada lagi!!


Pengorbanan Bian sudah cukup jelas. Dia rela mengorbankan nyawanya untuk melindungi Dira. Sementara Dira masih saja terbuai oleh cinta yang jelas sudah tidak boleh lagi ia simpan.


Bayu sudah pergi....


Sampai kapanpun Bayu tidak akan pernah kembali.....


Jika Dira bilang akan melupakan cinta Bayu?


Tentu saja jawabannya tidak bisa.


kenapa?


Karena cinta Dira terhadap Bayu memang nyata adanya.


Lalu bagaimana dengan janjinya untuk memberi ruang, untuk suaminya Bian.


Dira akan mencintai Bian dengan tidak melupakan cintanya terhadap Bayu.


Jadi Dira akan menduakan Bian.


Tentu saja tidak.....


Cinta Dira terjadap Bayu tentu sangat berbeda dengan Cintanya terhadap Bian, suaminya.


Kini Dira telah mematrikan hatinya hanya untuk mencintai suaminya Bian. Lalu bagaimana dengan cinta Bayu yang katanya juga masih ada?


Cinta Dira terhadap Bayu biarkan itu menjadi rahasianya. Biarkan perasaan itu sendiri yang akan memilih untuk berhenti atau tetap ada.


Kini fokus Dira hanya suaminya. Mulai mencintainya, menjadi istri yang seutuhnya, dan memberikan segenap hidupnya untuk menjadikannya pelabuhan terakhirnya. Mengikatkan dengan erat tali suci dalam ikrar yang telah terucap dihadapan sang Illaihi. Ikatan pernikahan yang akan menjadikan keduanya ibadah terpanjangnya


"Kita sholat sunah dulu" Ucap Bian membuat hati Dira semakin bergetar.


Malam ini.....


Akan menjadi saksi bagaimana kedusnya akan saling mengikatkan diri. Saling menyatukan cinta dalam kenikmatan dunia yang akan menjadikan keduanya berjihat dalam ibadahnya.


Tepat diakhir salamnya Baik Bian maupun Dira masih menengadahkan kedua tangannya. Memohon ampun akan dosa yang selama ini menjadikan mereka terbuai akan rayuan makhluk allah yang berada dibarisan sebelah kiri. Memohon doa agar supaya ibadahnya ini akan menjadikan keduanya semakin beriman dan bertaqwa hanya kepadaNya. Menjadikan ibadahnya sebuah keturunan yang soleh atau solehah. Memberikan keturunan hasil buah cinta keduanya.


Bismillahirohmanirohim


Allahumma jannibnaassyyaithaana wa jannibi syaithoona maarazaqtanaa".


Artinya: Dengan menyebut nama Allah, ya Allah jauhkanlah kami dari (gangguan) setan dan jauhkanlah setan dari rezeki yang Engkau anugerahkan kepada kami.


Setelah membaca Doa, Bian menatap Dira dengan penuh ingin. Dira hanya mengangguk sebagai tanda persetujuan. Ini adalah pengalaman pertama bagi keduanya. Jika tadi Bian sempat mendapatkan semangat untuk melakukannya. Tetapi ketika kini sudah akan berjihat. Bian malah terasa mati gaya. Diam masih menatap dalam manik mata istrinya.


Lalu bagaimana dengan Dira?


Dira masih setia menunggu meski kerja jantungnya menjadi berkali-kali lipat saat ini. Malam ini akan ada sejarah baru disepanjang hidupnya. Mahkota yang ia jaga selama ini, akan ia serahkan dengan ikhlas kepada suaminya. Yang memang sangat berhak atas dirinya.


Bian mulai memangkas jarak diantara keduanya.


Semakin dekat.....


Dekat....


Dan.....

__ADS_1


Dira mulai memejamkan mata. Sebaiknya ia memang tidak melihat apa yang akan dilakukan suaminya. Selain takut, malu juga menjadi alasan utama kenapa dia lebih baik terpejam.


Ini adalah bukti cintaku terhadap suamiku. Aku melakukannya karena ibadahku. Menjalankan kewajibanku sebagai seorang istri. Demi Allah aku ikhlas memberikan kehormatanku untuk suamiku.


Skip (Bayangin sendiri ya πŸ™ˆπŸ™ˆπŸ™ˆπŸ™ˆ)


Bismilahirohmanirohim


Allahummaj'alnuthfatanaa dzurriyyatan thayyibah.


Artinya: Ya Allah jadikanlah nutfah kami ini menjadi keturunan yang baik (saleh).


Didalam kenikmatan yang baru saja dirasakan keduanya. Tak lupa membacakan doa agar kelak keturunannya menjadi keturunan yang baik (soleh atau solehah) .


Bismilahirohmanirohim


Alhamdu lillaahi dzdzii khalaqa minal maa i basyaraa.


Artinya : Segala puji bagi Allah yang telah menjadikan air mani ini menjadi manusia (keturunan).


Mereka juga menutup penyatuan cinta keduanya dengan Doa. Rasa yang memang belum pernah dirasakan keduanya. Entah bagaimana rasa yang tergambarkan saat ini. Bian begitu bahagia dengan apa yang baru saja selesai mereka lakukan.


"Terimakasih telah menjaganya untukku"


Bian tersenyum lembut dan mendekap erat tubuh mungil itu.


Dira hanya mengangguk dan tersenyum menyusupkan kepalanya didada bidang milik suaminya. Wangi tubuh Bian kini begitu dekat ia rasakan. Menjadikan cinta sebagai alasan kenapa rindu akan terukir kemudian.


Biar nanti cinta yang akan menawarkan kebahgiaan untuk keduanya. Menikmati hari baru yang ditawarkan untuk memaksanya lagi dan lagi.


Maka bukti mana lagi yang kamu butuhkan untuk mengungkapkan rasa.


Meski sedikit aku sudah cukup bahagia karena cinta ini. Aku tidak butuh sepenuhnya tapi kamu akan selamanya mencintaiku. Hanya aku dan anak-anak kita nanti.


Azan subuh memaksakan keduanya harus mengakhiri mimpinya dalam lelapnya kebahagiaan.


"Sayang sholat subuh dulu" Suara dan belaian lembut tangan Bian.


Dengan berat Dira membuka matanya. Tangan dingin masih menempel dipipinya.


"Kakak sudah bangun"


Bian tersenyum dan meminta Dira untuk bangun.


Meski berat dan rasa nyeri dipangkal kakinya Dira mencoba menahannya. Ingin sekali memibta tolong namun rasa malu masih menyelimuti pikirannya.


"Aku bantu ya?"


Dira dengan cepat menggelengkan kepalanya. Malu, juga ingatan tentang kejadian semalam masih terasa asing untuk Dira. Bukan untuk menyesali, waullahi Dira Ridho lillahita'ala. Tetapi jika untuk dibantu Bian, Dira masih sangat malu rasanya.


Dengan tertatih Dira berjalan kekamar mandi. Perlahan dengan menahan rasa sakit Dira masih enggan untuk meminta bantuan suaminya.


Dengan sekali gerakan kini tubuh mungil itu sudah berada dalam gendongan suaminya.


"Kakak"


Ucap Dira kaget karena suaminya tiba-tiba menggendong tubuhnya.


"Aku suamimu...


Bahkan setiap inci tubuhmu, aku sudah melihatnya"


Blushhhhh

__ADS_1


Dira menenggelamkan wajahnya didada milik suaminya. Mencubit lengan suaminya adalah pelampiasan akan rasa malu yang kini menjalar dipikriannya.


"Mau diman...... "


"Enggak.... "


Belum lagi Bian selesai sudah dipotong oleh Dira. Sudah cukup Dira merasa malu. Meski sangat sulit tapi Dira akan melakukannya sendiri.


Bian hanya terkekeh kecil melihat istrinya yang menahan malu. Bahkan wajahnya sudah mirip. kepiting rebus.


*Engkau adalah dzat yang begitu mulia. Terimakasih atas takdir cinta yang Engkau limpahkan kepada hambaMu ini. Sesungguhnya hanya Engaku yang mampu membolak-balikkan hati hambaMu.


Dia yang begitu sulit untuk ku gapai. Kini telah memilihku, untuk menjadikanku imannya. Dan jadikan aku imam yang bisa menuntunya menuju surgaMu*.


Bersambung......


jangan lupa


Like πŸ‘


komentarnyaπŸ“


❀ (Biar pas aku up kamu dapat notifikasinya)


πŸ‘§: Thor lu bikin gueh sesek nafas....


πŸ§•: Gueh yang nulis juga kehabisan udara


πŸ‘§: Tapi lu tetep ngak seru Thor?


πŸ§•: Loh... loh apalagi?????


πŸ‘§: Pake ada skip... skip segala


πŸ§•:Ah elah painem .....


πŸ‘§:Napa.....


πŸ§•:Gueh kagak bisa nulis yang gituan


πŸ‘§:Tapi gueh seneng koq thor... Akhirnya Dira sadar dari komanya


πŸ§•:??????


πŸ‘§:Udah sadar kalau ada yang tulus


πŸ§•:Dari dulu juga dia sadar.... Tapi kagak mau ngaku aja dia


πŸ‘§:Oke lah Thor lanjut lagi....


πŸ§•: tumben lu kagak kezelll ma gueh


πŸ‘§: Gue Udah tobat...


πŸ§•:Kagak seru kalau lu tobat


πŸ‘§: Terus lu maunya apa Thor???


πŸ§•:πŸ€·β€β™€πŸ€·β€β™€πŸ€·β€β™€


πŸ‘§:Authorrrrrrrrrrrrrrrr


πŸ§•:Nah ini baru elu bangttttttt

__ADS_1


πŸ‘§:😑😑😑😑😑😑


Matur Thankiyuuuuu


__ADS_2