ADA KAMU SETELAH LUKA KEMARIN

ADA KAMU SETELAH LUKA KEMARIN
Wanita Ular


__ADS_3

Beberapa pelayan mulai berdatangan menyuguhlan minuman. Padahal Bian belum memesannya kenapa sudah ada yang mengantarkan minuman. Lagi-lagi Bian melirik ke arah Ari dan dijawab dengan anggukan. Itu artinya aman.


Tanpa ragu Bian meneguk minuman yang telah disuguhkan. Bisa ditebak ada yang tidak beres diminuman ini. ini bisa dilihat dari ekpresi kemenangan yang di perlihatkan oleh Siska wanita ular ini. Namun Bian masih tetap tenang.


Sepuluh menit...


Dua puluh menit..


.


.


.


Hingga empat jam waktu telah berlalu. Waktu pun sudah semakin larut. Berkali Bian melirik kearah benda yang melingkar dipergelangan tangannya.


Dan melihat Siska yang sudah mengigau tidak jelas. Membuatnya melirik kearah Ari jika waktunya telah tiba. Dan dengan sigap Ari berdiri menghampiri keduanya. Baru saja Ari berdiri dan hendak memapah Siska sudah ada berapa orang bertubuh kekar juga ikut berdiri dan menghampiri keduanya.


Hal ini sudah diduga akan terjadi. Ari sudah memperhitungkan namun entahlah bagaimana orang-orang yang tadinya dibayar oleh Siska kini ia malah berada di kubu Bian. Meski bingung Bian masih bersikap tenang. Bian hanya berfikir Ari telah mengatur semuanya.


"Bawa dia kekamar ini" Sambil Ari memberikan seperi sebuah lockcard untuk membuka sebuah pintu kamar hotel "Dan lakukan seperti yang aku instruksikan padamu tadi"


Hanya anggukan sebagai jawaban dari lelaki yang juga memiliki paras lumayan tampan. Meski jika dibanding oleh Bian masih kalah lah ya.....


Sedang Bian hanya diam walau sebenarnya bingung dengan apa yang dilakukan Ari. Bian berusaha tetap diam. Pikirnya nanti saja ia akan mendapat penjelasan dari asistennya ini.


Setelah semua beres, Siska sudah dibawa oleh pria yang disuruh Ari. Dan juga urusan Preman suruhan Siska pun turut dibereskan oleh Ari.


Ari dan Bian pergi menuju parkiran kemudian melesatkan kendaraannya menuju rumah.


Malam sudah semakin larut. Jadi tak banyak kendaraan yang berlalu lalang.


Melihat Ari yang fokus nyetir membuat Bian tak sabar ingin mendengar penjelasan Ari. Kalau tidak sekarang dimobil ini di mana lagi Bian akan mendapat penjelasan. Dirumah?


Ini sungguh tidak mungkin, Bian tidak ingin Dira mendengarnya. Atau menunggu dikantor?


Ini akan mengulur waktu yang cukup lama.


"Kamu tidak mau menjelaskan sesuatu padaku Ri? " Tanya Bian dengan ekspresi dingin namun penuh dengan selidik.


"Yang penting anda selamat dari jebakan wanita ular itu pak" Jawab Ari tak kalah dingin dari bosnya.


"Kita sudah diperjalanan mau pulang" Bian kembali berkata dingin dan sekaligus mengingatkan untuk tidak berbicara formal.


"Sebaiknya anda bersyukur dan berterimakasih kepada saya pak. Anda masih bisa pulang dengan keadaan yang waras... "


Mendengar kata waras diakhir kalimat Ari membuat mata Bian membulat sempurna. Apa maksudnya dengan Waras?


"Kamu...... " Ucap Bian sudah geram....


"Ha... ha..... " terdengar suara tawa Ari seolah seperti ledekan untuk Bian.


"Sial.... "Umpat Bian......


"Dia memasukkan sesuatu yang bisa membuatmu hilang kesadaran kedalam minumanmu. Aku sengaja menukarnya, karena dia akan memanfaatkan tubuhmu untuk kembali mengamcam mu. "


Bian masih diam mencerna penjelasan dari Ari. Dia hanya menatap Ari seolah ingin penjelasan yang lebih dari ini.


"Aku tahu dari mana? " Ucap Ari menebak dari ekspresi yanh diperlihatkan oleh Bian.


Lanjut Ari melihat kesamping sebentar dan kemudian fokus kembali kejalanan.


Bian hanya diam dan masih ingin menuntut jawaban.


Tak ingin lebih lama membuat Bosnya penasaran dengan penjelasannya Ari menepi di alun-alun kota. Keduanya Sedang duduk diatas cup mobil sambil menikmati minuman hangat untuk merileksasikan otak serta pikiran mereka.


"Aku sudah berada ditempat itu setengah jam sebelum wanita ular itu datang. Aku sengaja mencari tahu apa yang akan dilakukan oleh wanita itu. Awalnya memang sulit untuk bisa mendapat informasi. Tapi kamu tahulah lah jika asistenmu ini sangat hebat bukan?" sambil Ari menautkan -nautkan alisnya tanda menyombongkan diri.

__ADS_1


Sebenarnya Bian sangat jengah ketika Ari sudah menyombongkan dirinya. Bian sudah hafal akan sifat asistennya sekaligus sahabatnya ini.


"Terus bagaimana dengan pria yang tadi membawa Siska dan preman-preman itu"


"Soal itu..... " Ari menggantung kalimatnya. dan ia tersenyum penuh kemenangan.


"Dia siapa? kenapa bisa dia bersamamu?" Ucap Bian sudah mulai tersulut emosi. Karana Ari tak menyelsaikan penjelasannya.


"Santai dong.... Kenaap kamu emosi? Atau jangan -jangan..... "


"Kamu mau pilih tanganku yang sebelah mana? Kanan Atau Kiri? Hemmmm" Bian sudah mengepalkan tangannya sudah siap melayangkan tinjunya.


"Iya.... Iya.... sabar bro


Ini gue mau lanjut..... "


Bian sudah menurunkan tanganya dan kembali pada posisi semuala.


"Aku tidak sengaja mendengar anak buah Siska berbicara lewat telpon.... "


Flasback On....


"Semua sudah siap Bos"


Lelaki bertubuh kekar terdengar Sedang memberi laporan pada Bosnya. Kemudian sekitar tiga puluh menit kemudian seorang wanita cantik datang dan menghampiri pria bertubuh kekar.


"Bagaimana? "


"Semua sudah siap bos"


Tampak senyum licik tersungging dibibirnya. Tanpa ia sadari bahwa sedari tadi ada seorang yang mengawasinya.


Dan kemudian wanita cantik itu tak lain adalah Siska masuk kedalam dengan penuh percaya diri.


"Kita lihat nona siapa yang akan terjebak" Ucap batin Ari.


"Saya bisa laporkan tindakan anda jika saya mau" Ucap Ari dan langsung mendapat tatapan tajam. Lalu apakah Ari takut? tentu saja tidak.


"Saya punya bukti yang kuat dan saya akan pastikan jika bos anda yang cantik itu tidak akan berkutik. Saya tahu trackrecor anda apa perlu saya..... " Sambil Ari mengeluarkan handpone nya sekali tangannya bergerak sudah bisa dipastikan siapa yang akan ia hubungi.


Melihat pergerakan Ari yang tidak main-main. Membuat pria tersebut seakan menciut nyalinya. Padahal jika dilihat dari fisik Ari kalah, untuk tinggi badan, apa lagi. Namun apa yang membuat Ari bisa jauh lebih menang darinya?


Ari menghajarnya dengan otaknya yang bisa dikatakan cerdas.


"Apa yang bisa saya lakukan untuk anda Tuan"


Tampak senyum kemenangan terpancar dibibir Ari. Ternyata badan doang gede tapi otak ciut juga. Kalau jadi Preman kok tanggung amat. Baru juga dengar akan dilaporkan sudah ringset aja. Batin Ari


"Apa yang telah diinstruksikan oleh bos cantikmu maka kembalikan kepadanya"


Tampak keraguan dari wajah sang preman. Sebanarnya Ari juga tidak yakin Preman ini akan menurut pada Ari. Namun bukan Ari namanya jika dia tidak bisa meyakinkan Preman ini.


"Sepertinya saya sangat membuang waktu" Ucap Ari tersenyum licik dan hendak pergi meninggalkan Preman tersebut. Namun sebelum ia benar-benar menjauh ia menempelkan benda pipih ketelinganya.


Namun sebelum sambungan itu terjawab oleh orang disebrang sana tampak Preman tersebut mengejar Ari dan berkata...


"Baik.. saya akan melakukannya untuk anda.... "


Ari masih berdiri tanpa berbalik badan. Tampak senyum kemenangan ia sunggingkan. Namun ia tak ingin jika preman itu curiga jika dirinya tidak menghubungi pihak berwajib. Ia masih pura-pura berbicara pada seseoarang


"Selamat Sore pak.... Saya akan mela.... " Belum selesai Ari berkata sudah dipotong oleh sang preman.


"Katakan saja apa yang harus saya lakukan... Saya akan melakukannya untuk anda? "


Dan akhirnya Ari berbalik badan dan menatap dingin sang preman.


"Bagaiman saya bisa mepercayainya..... "

__ADS_1


"Wanita itu menyuruh saya memasukkan ini kedalam minuman orang yang akan ia temui. Dan dia sudah menyewa hotel didekat sini dan ini Lockcardnya. Disana sudah terpasang kamera yang nanti akan menjebak pria yang bersamanya. "


Sungguh ini informasi yang sangat penting. Gila memang wanita ini. Bisa-bisanya dia menjebak Bian. Oke baik kita mulai permaian ini dengan sangat cantik Nona. Batin Bian dengan senyum yang licik yang nyaris tak terlihat.


Meski ingin sekali saat ini Ari tersenyum puas akan kemenangannya. Namun ia berusaha untuk tetap bersikap dingin dan seolah tak percaya. Hanya untuk memancing pria ini untuk lebih menyakinkan jika apa yang ia sampaikan bukanlah suatu kebohongan.


"Jika anda mau saya tidak akan melakukan apapun yang sudah diinstruksikan kepada saya"


"Oke anggap aku percaya padamu. Tapi ingat jika kamu berani menipuku kamu akan tahu akibatnya... "


"Saya tidak akan menipu anda"


"Oke... silahkan kamu menipu kami! jika kamu sudah siap akan berhadapan dengan orang yang akan kamu jebak. Apa kamu tahu siapa orangnya?"


Preman ini hanya menggeleng. Kemudian masih dengan gaya angkuh juga senyum yang entah apa artinya Ari memperlihatkan sebuah kartu nama.


Hanya melihat kartu nama yang di tunjukkan Ari membuat nyali preman tersebut semakin menciut. Pasalnya siapapun yang berani mengganggu Tuan Akbar Fabian Caraka dan orang -orang terdekatnya tidak akan diberi ampun.


"Ba..... Baik tuan saya akan melakukan sesuai perintah anda"


"Bagus.... "


Ucap Ari kali ini ia benar-benar yakin jika preman ini tidak akan menghianatinya.


Kemudian Ari memberikan instruksi kepada preman tersebut. Dan dijawab anggukan oleh preman tersebit tanda mengerti akan tugasnya.


Flasback Off


"Jadi kamu menyuruh preman itu menaruhnya diminuman Siska. Dan mensetting seolah aku yanh terjebak."


"Yes.... dan pria yang membawa wanita ular itu pegawai hotel yang akan memberikan kejutan untuknya besok" Ucap Ari penuh dengan maksud.


"Tidak salah kamu jadi asistennya Tuan Akbar Fabian Caraka" Ucap Bian akhirnya mengakui kehebatan asistennya.


"Jangan lupa bonus Bos.... " Ucap Ari dengan senyum jahil....


"Pulang.... Pulang.... "


Ucap Bian malah tak menghiraukan permintaan Ari. Dan tentu saja mendapat protes dari Ari.


"Bukannya bilang makasih atau apa gitu...." umpat Ari.


Namun Bian masih tetap tak terpengaruh dan masih cuek dan dingin.


.


.


.


.


Bersambung


Jangan lupa....... πŸ€”πŸ€”πŸ€”πŸ€”


LikeπŸ‘


komentarnyaπŸ“


❀ (Biar pas aku up kamu dapat notifikasi)


Thankiyuuuuuuu


😁😁😁😁😁😁😁😁😁


πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™

__ADS_1


__ADS_2