
Aku adalah seorang gadis yang sedang berjalan ditengah tandusnya harapan.
Aku pernah lelah dengan sebuah harapan.
Aku sakit....
Aku terluka.....
Bahkan aku sendiri kehilangan percaya diri
Lalu...
Kamu hadir ditengah dahagaku sebagai penyejuk...
Kamu membalut lukaku...
Perlahan sakitku tak lagi terasa.....
Aku juga pernah berlari dari apa yang harus aku hadapi...
Aku juga pernah sembunyi dari derasnya hujan diluar sana.....
Lalu.....
Genggaman tanganmu menyambutku dan menguatkan ku menghadapi segalanya....
Aku pernah benar-benar berada dititik terendah dalam fase hidupku...
Aku pernah ragu akan hadirnya cinta kembali...
Dan lagi Kamu....
Selalu....
Mematahkan segala keraguanku...
Kamu juga selalu hadir dengan ketulusanmu....
Suamiku...
Akbar Fabian Caraka....
Jadikan aku....
Orang yang kamu cari ketika kamu lelah....
Jadikan aku
Orang yang paling nyaman untuk tempatmu bersandar.
Jadikan aku..
Makmummu satu-satunya sampai hanya maut yang menjadi pemisahnya.
Suamiku...
Hari ini......
__ADS_1
Dihadapan sang ILLahi dan disaksikan oleh seisi gedung ini....
Aku bersedia ......
Menjadi istrimu dengan segenap cintaku terhadapNya juga kepadamu...
Suamiku.......
Ungkapan cinta yang susah payah Dira ungkapkan. Tidak hanya dihadapan suamibya namun dihadapan keluarga juga para tamu undangan. Tidak sedikit yang terharu oleh ungkapan cinta Dira. Bahkan ada yang menitikan air mata.
Belajar dari kisah cinta keduanya. Untuk berada dititik ini bukanlah hal yang mudah. Bian harus menunggu sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Sedang Dira masih berjuang untuk memberikan ruang untuk suaminya.
Entah sejak kapan rasa yang bernama cinta itu hadir diantara keduanya. Namun yang pasti tidak ada yang mengalah akan ego. Sering gangsi menjadi penghalang untuk sebuah bentuk rasa.
Cantik dan Tampan itulah gambaran dua orang yang kini tengah terbalut gaun pengantin dan jas senada dengan gaun rancangan khusus dan tidak akan ada duanya. Ini sudah dipastikan khusus untuk Bian dan Dira dan ini merupakan hadiah dari Bu Karin.
Hari ini semua kolega dan juga dunia akan tahu jika istri dari Tuan Akbar Fabian Caraka pengusaha muda yang sudah tidak diragukan lagi. Beberapa waktu belakangan ini wajah tampan Bian menjadi salah satu Top News dimajalah bisnis. Dan apa kalian tahu kalau istrinya yanh cantik jelita cak bidadari ini tidak tahu sekaya dan seterkenal apa suaminya.
Nadira Diandra Putri seornag guru di sekolah menengah Atas swasta terbaik dan juga pemiliknya adalah suaminya sendiri. Dia juga baru tahu belum lama ini jika di bekerja disekolah milik suaminya. Dira sapaan akrabnya merasa gadis Palinh beruntung bukan. Disaat wanita diluar sana memuja -muja suaminya sedang dirinya malah bersanding dipelaminan.
Bukan hanya karyawan di Caraka Group yang terkejut akan pernikahan bosnya. Namun juga para guru disekolah Dira mengajar tak kalah terkejutnya. Bukan pernikahannya yang membuat banyak kalangan terkejut. Tetapi siapa yang menjadi pengantin wanita yang membuat mereka Diluar dugaan. Selama ini gadis yang selalu berpenampilan sederhana dan selalu ramah itu ternyata Nona Muda caraka.
Banyak yang iri akan posisi Dira saat ini. Dan juga lebih banyak yang turut bahagia. Terutama Tim #KawalSampaiCinta yang sangat-sangat bahagia. Jika ada bentuk dari suatu kebahagiaan itu. Maka jawabannya adalah Bian Dan Dira.
Ungkapan cinta Dira bukan hanya Bian yang terlihat bahagia. Namun sirat bahagia juga terpancar dari keluarga terdekatnya. Keluarga yang selalu mendukung Dira dan Bian.
Doa serta rasa syukur adalah harapan semoga dua insan yang cintanya baru terpatri akan selalu bahagia. Dan rumah tangganya penuh cinta dan berkah amin.
"Aku juga mencintaimu istriku... "
Blushhhhh
Tepat pukul 23:45 WIB pesta berakhir. Lelah itulah yang dirasakan baik Bian maupun Dira. Terlebih keduanya selama tiga hari ini memang mereka tidak memiliki istirahat yang baik.
Keduanya kini sedang selonjoran diatas ranjang berukuran king dikamar hotel yang didesain khusus untuk pengantin Baru. Meski usia pernikahannya sudah satu bulan namun rasa canggung masih melekat dianatar keduanya. Apalagi memang Bian dan Dira belum menunaikan kewajibannya sebagai suami istri.
Baik Bian ataupun Dira masih saling diam. Ada rindu yang terpendam diantara keduanya. Ada rasa yang sulit untuk diungkapkan. Meski saling menginginkan namun keduanya masih sama-sama saling menunggu.
"Kak... "
"Ra... "
Ucap Mereka berbarengan...
Dan ini membuat keduanya terkekeh. Lucu sekali mereka ini. Bahkan mereka sudah tidur diranjang yang sama selama satu bulan. Harusnya ini sudah tak lagi ada kata canggung atau panas dingin kan ya?????
Tapi.... Tapi....
Entahlah..... sebaiknya membiarkan semua mengalir dengan sendirinya.
"Kamu mau ngomong apa Ra?" Tanya Bain kini mereka sudah duduk saling berhadapan.
"Kakak...." Ucap Dira berhenti dan seakan ragu untuk melankutkannya.
"Kenapa?" Tanya Bian lembut dan menatap dlaam mata istrinya. Bian melihat ada rasa takut dan keraguan yang tersirat.
"Kakak kemana selama tiga hari ini?" Tanya Dira lirih juga masih dengan rasa takut menyelimuti.
__ADS_1
Bian hanya tersenyum dan merutuki kebodohannya. Karena Bian berfinir dira akan bertanya "Apa kakak mau meminta hak kakak sekarang?" Ungkap Bian didalam hati.
"Kakak kok malah senyum -senyum sih" Ucap Dira ebgericutkan bibirnya.
Yang seperti ini yang Bian rindukan dan membuat Bian tak tahan selama ini. Namun Bian masih merasa lucu akan dirinya sendiri bisa-bisanya dia berfikir yang tidak -tidak.
"Kak.... "
"Iya... " Jawab Bian masih tak lekang memandangi wajah ayu istrinya yang sangat dia rindukan.
"Kakak kenapa dari tadi senyum-senyum gitu sambil lihatin Dira?"
Bian masih menatapnya lembut dan mencakup kedua pipi istrinya. Membelai indah pipi nya istrinya. Mendapat perlakuan yang demikian lembut membuat Dira semakin dag dig dug.
"Kak... Kakak.... Mau.... "
"Bukannya kakak punya hak ya?" potong Bian yang mengerti arah pembicaraan istrinya.
Apa mungkin malam ini akan menjadi malam bersejarah untuk keduanya. Atau Bian Akan kembali puasa atau......
atau.....
atau.....
"Kamu kenapa pucat banget???? " Tabya Bian membuyarkan pikiran liar Dira.
"Aku... " Ah... entahlah... Dira membalikkan badannya. Senang sekali suaminya ini menggodanya.
Namun dengan cepat Bian menarik Dira dalam pelukannya. Dira hanya pasrah dan menikamati dekapan hangat Bian yang memang sangat nyaman. Larut dalam rindu yang begitu menggebu.
"Kak.... "
"Iya Sayang..... "
deg.....
"Kamu adalah .... "
.
.
.
.
Bersambunh
Like👍
komentar📝
❤ (Biar pas aku up kamu dapat notifikasinya (
Jangan lupa Follow Ig aku @Normairnawati
Follow FB aku Noe Haveadream
__ADS_1
Thankiyu.....
🥰🥰🥰🥰🥰