
Sejak keluar dari Caraka Group Dira sudah tidak henti-hentinya mengingatkan suaminya jika mereka harus langsung kerumah Bunda. Rasa rindu yang sudah tidak bisa dibendung lagi ingin bertemu dengan keluarga yang sedari Dira kecil telah memberikannya cinta yang tulus.
Jalanan kota memang sangat ramai jika sore hari. Menikmati indahnya sore bersama dia yang tercinta memang sangat menyenangkan bukan. Pandangannya kini tak lekang dari paras rupawan yang sedang konsentrasi pada jalanan yang akan membawanya pada rindu yang begitu indah.
"Jangan liatin kayak gitu....."
"Kenapa sudah halal!!!" Jawab Dira yang sengaja semakin intens menatap suaminya. Oke.... kali ini Dira akan mengakui jika rasa itu ada dan sudah tumbuh.
"Takut kamu jatuh cinta.... "
"Sudah!!!!"
Hahhhhhhh
Bian mendadak ngerem membuat Dira hampir saja kebentur dasbord.
"Dira baru menemukan cinta Jangan dibuat penasaran kak" Ucap Dira sambil memegang dadanya akibat ulah Bian yang membuatnya hampir kehilangan jantungnya.
"Kamu sadar yang kamu katakan tadi?"
Ucap Bian kembali melajukan mobilnya Setelah keadaannya sudah normal.
"Salah kalau jatuh sama suami?"
"Eng..... Enggak.... " Jawab Bian terbata.
Bahagia sudah jangan ditanya lagi. Meski ungkapan Dira singkat tapi meninggalkan efek yang sangat luar biasa. Merasa ini mimpi Tapi ini nyata. Bahkan Bian tidak sedang tidur, dia Sedang nyetir dan akan menuju rumah mertua yang telah melahirkan wanita yang sangat ia cintai. Dan baru saja wanitanya ini menyatakan cintanya.
"Kakak nggak suka, Kalau aku jatuh cinta kepada Kak Bian?"
"Aku lebih suka kamu apa adanya. Jangan maksain apa yang tidak bisa..... "
"Aku bisa.... .
Dan aku harus bisa... " Potong Dira segera, tekadnya sudah bulat untuk memulai hidupnya yang baru. Memulai hal yang baru, mengarungi bahtera rumah tangga bersama lelaki sebaik dan setulus Bian.
"Kamu.... "
"Aku yakin... " Lagi-lagi Dira memotong ucapan Bian.
Bian hanya tersenyum dan membelai puncak kepala Dira. Bahkan perlakuan Bian yang simple ini mampu menumbuhkan rasa yang sudah lama mati.
Puas dengan jalanan kota yang padat. Beragam kendaraan melaju dengan keputusan yang berbeda. Tak jarang membuat Dira Ngomel didalam mobil. Ingin Dira memaki namun ia urungkan. Sadar hal itu tidak baik dilakukan.
"Sabar sayang sebentar lagi kita sampai"
Ucap Bian menenangkan hati istrinya yang bercampur aduk. Rasa kesal juga rasa tidak sabar ingin bertemu keluarga tercinta membuat
Dira terkadang ngomel pada pengguna jalan yang sangat egois.
"Alhamdulillah sampai" Ucap Bian bersamaan dengan dia menginjak pedal rem nobilnya.
Tak sabar lagi ingin bertemu keluarga tercintanya Dira langsung keluar dan berlari kedalam rumah.
Mendengar deru mobil terparkir dihalaman rumah membuat wanita paruh baya dari dalam rumah juga antusias menyambut putri juga menantu yang sangat dirindukan.
"Assalamualaikum Bunda" Ucap Dira dan berlari kearah Bundanya yang sudah menunggunya. Bunda merentangkan kedua tangannya dan Dira berlari kepelukan Bunda. Semenjak Dira menikah Dira sangat jarang kerumah Bunda apalagi bermanja gini. Tapi Dira tidak pernah absen untuk telpon, Chat, dan Vidio Call Bunda sekedar menayakan menu masakan.
"Dira kangen Bunda"
Bunda hanya tersenyum dan mengelus punggung putrinya yang memang sangat ia rindukan. Apalagi Dira memang anak perempuan satu-satunya dikeluarga ini. Sebelum luka itu datang Dira memang pribadi yang sangat ceria dan menjadikan rumah menajdi hangat. Dan setelah Dira menikah rumah menjadi agak sepi tidak ada yang berantem rebutan kamar mandi terutama.
"Kamu ini Ra....
__ADS_1
sudah menikah juga masih juga manja"
"Memang kalau kangen nggak boleh"
"Bunda juga kangen.... "
"Kayak teletubis aja peluk-pulukan" Suara yang memang sudah tidak asing dan juga termasuk didaftar list rindunya Dira.
Dira melepaskan pelukan pada Bundanya dan berlari pada pria yang menjadi cinta pertamanya.
"Ayah.... Dira kangen"
Ayah meraih tubuh mungil yang kini telah sah menjadi seorang istri dari pria yang menjadi pilihan putrinya sendiri. Ayah adalah lelaki kuat yang sangat rapuh Ketika untuk pertama kalinya melepaskan putri kesayangnya pada pria asing yang menjadi suaminya. Ayah selalu menahan air matanya didepan semua orang untuk menutupi kesedihannya ketika putrinya dibawa oleh suaminya. Memberikan tanggung jawabnya kepada pria yang baru saja menjabat tanganya. Tapi hati Ayah itu kuat ketika dilihat dan lemah ketika melibatkan rasa.
Ayah adalah orang pertama yang akan menangis ketika mengantarkan putrinya pada gerbang pernikahan. Ayah adalah orang pertama yang akan menangis ketika melihat putrinya menangis ketika terluka. Ayah adalah orang pertama yang akan melindungi putrinya ketika bahaya menghampiri.
Ayah adalah cinta pertama untuk anak perempuannya. Hanya ayah, lelaki yang tidak aka pernah melukai hati putrinya. Hanya ayah yang akan menjadi tempat bersandar putrinya ketika lemah. Ayah adalah rumah dimana putrinya akan kembali.
"Sudah menikah juga masih kayak anak kecil" Ini juga hal sangat merindukan oleh Dira. Sendiran yang sangat membuatnya merasa salalu disayang. Dia adik lelaki tetapi dia adalah sahabat terbaik Dira Dikala dia membutuhkannya. Terpaksa menjadi dewasa untuk menjaga kakak perempuannya. Ical alias Muhammad Faisal sosok pria yang manja namun terpaksa dewasa karena dia harus siap menjaga wanita yang menajdi kakaknya ini.
"Adik manja yang udah jadi istri... "
Satu lagi hal yang sangat Dira rindukan. Kakak yang sampai kapanpun akan menjaga adiknya. Meski ia telah memiliki keluarga namun cinta kasihnya tidak pudar sedikitpun. Walau sempat ada perselisihan namun tidak berlangsung lama. Semua hanya permasalahan receh yang mudah diatasi.
Cinta itu kini utuh menjadi milik semuanya. Cinta keluarga tiada habisnya. Telah memiliki keluarga sendiri tetap tidak menghalangi cinta untuk terus tumbuh.
Bukan hanya Dira yang merasa cinta keluarga masih tetap sama kadarnya. Kehadiran orang baru seperti Kak Fathia istri dari Mas Fadil dan juga kehadiran Kak Bian suami dari Dira membuat kehangatan keluarga ini semakin utuh.
Senyum juga canda tawa kini memenuhi meja makan rumah pak Harun Abdullah. Menu yang sengaja spesial disiapkan oleh Bunda menjadi penyempurna kehangatan keluarga ini. Setelah Dira memberi kabar pada Bunda jika dirinya akan kerumah malam ini Bunda sudah sibuk menyiapkan menu-menu spesial. Bahkan kak Fathia yang ingin membantu tidak diizinkan sama sekali.
Bunda memang sengaja malam ini ingin memberikan yang spesial untuk semuanya. Bukan hanya untuk Dira, tapi untuk semuanya. Itu sebabnya Bunda ingin menyiapkan lewat tangannya sendiri.
"Masakan bunda menag Te O Pe Be Ge TE dah"
Tahu lah ya.... kalau dua orang tua ini udah pamer kemesraan.....
Anak muda lewatttt dah.....
Kecupan menjadi hadiah dari Ayah.
Kemudian Ayah melingkarkan tangannya dipinggang Bunda yang masih ramping sambil tersenyum lembut......
"Ingetttt masih ada yang Jomblo... "
Ha... ha.... Ha...
Suara riuh dimeja makan mengejek Ical yang selalu protes dengan kemesraaan Ayah dan Bunda.
.
.
.
.
Bersambung.....
👧: Kemana aja lu thor baru nongol?
🧕: Lagi sibuk gueh
👧:Sibuk ape lu..... Kayak pejabat aje sibuk????
__ADS_1
🧕: Ngurusin buaya Patah hati..
👧: Memang buaya punya hati???
🧕:Punya.... makannya patah
👧: Siapa yang matahin???
🧕: Pakaya......
👧:Thor.... kebangetan lu....
🧕: Abis lu kepoin gueh ngapain.....
👧:Gueh peduli sama lu thor.....
cuma gueh lho thor yang sayangnya
kebangetan ma lu.....
🧕: Uluh.... uluh..... makasih...... cintahhhhh.
deh
👧: Sehat terus ya Thor.....
🧕:................
👧: gueh beneran thor
🧕:Maksih!!!!
👧:Sama-sama 🥰🥰🥰🥰
🧕: Curiga gueh.....
👧: Ngak Baik tahu.....
🧕:🙁🙁🙁🙁
👧: he.. he... Crazy up dong thor please.....
🧕: kan????????
👧:😂😂😂😂😂
🧕: Masih belum bisa...... Maap yak
👧:🙄🙄🙄🙄
🧕: Kagak bisa jelaskan
👧: Iya deh.....
🧕: Ntar up lagi ya.....
👧: Makasih thor..... Doa terbaik untukmu
author kesayangan akoh.....
🧕:❤❤❤❤❤
thankiyuuuuu
__ADS_1