ADA KAMU SETELAH LUKA KEMARIN

ADA KAMU SETELAH LUKA KEMARIN
Lepas


__ADS_3

Tepat pukul 12 malam Bian tiba dirumah. Lampu ruang utama sudah padam itu menandakan jika penghuni rumah telah terlelap. Dengan langkah cepat Bian ingin segera menuju kamarnya.


Namun langkah terhenti ketika Bian tidak sengaja melihat sorot lampu yang berasal dari lampu kamar tamu. Perlahan Bian mendekati dan berdiri didepan pintu yang tidak tertutup rapat. Bian melihat Ical yang sedang merapikan selimut untuk kakaknya. Dengan langkah pelan Bian masuk kedalam kamar.


"Mbak Mu sudah tidur? " Dengan suara pelan Bian bertanya pada ical.


"Sudah mas... "


"Biar aku bawa Mbak mu kekamar"


Ical hanya mengangguk saja. Meski dirinya sangat merindukan kakaknya. Namun Ical tidak bisa memaksakan kehendak. Saat ini yang paling berhak atas diri kakaknya adalah suaminya.


Dengan penuh perhatian dan kelembutan Bian mengangkat tubuh mungil istrinya. Andai waktu tidak sedang mengajaknya bercanda saat ini. Ah.... Entahlah.....


Membayangkan saja sudah membuat Bian menarik sudut bibirnya.


Perlahan Bian menidurkan Dira diatas ranjang. Dengan sangat hati-hati Bian membuka jilbab instan yang dikenakan Dira. Bian menatap wajah Dira yang polos ketika ia sedang terlelap. Membelai lembut rambut panjang Dira.


"Maafkan aku Ra......


Aku belum berhasil membuat wanita licik itu bertekuk lutut. Tapi aku janji aku akan membuat perhitungan yang setimpal untuknya." Ucap Batin Bian masih denagn sorot mata yang menunjukan amarah.


Tak ingin terlalu lama dikuasai oleh amarahnya. Bian memilih untuk kekamar mandi dan membersihkan diri. Mungkin air yang akan mengguyur tubuhnya bisa menghilangkan penat sekaligus amarah akibat wanita ular itu.


...πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€...


Suara azan lebih terdengar menenangkan dan memanggil setiap jiwa yang ingin menghadap kepadaNya. Termasuk pada dua orang yang tengah terlelap dalam tidurnya. Kali ini Dira yang lebih dulu membuka mata. Entah sejak kapan Dira sudah mulai terbiasa untuk bangun subuh tanpa harus dibangunkan. Walau terkadang masih juga Bian yang membangunkannya.


Ada sesuatu yang menindih perutnya. Namun juga ada kenyaman yang tercipta. Kini jarak antara Dira dan Bian sangatlah dekat. Dira hanya menatap wajah tampan suaminya dengan jarak yang hanya beberapa inci dari wajahnya.


"kamu terlalu baik untukku kak...


Harusnya aku tidak memperlakukanmu seperti ini. Maafkan aku yang harus membuatmu terjebak seperti ini. Maafkan aku membuatmu terlibat oleh lukaku yang aku sendiri tidak tahu kapan akan sembuh. "


"Jangan pikirkan apapun yang membebani pikranmu" Ucap Bian masih dengan mata terpejam.


Perkataan Bian menyentak Dira yang tengah asyik menikmati wajah tampan suaminya.


"Ka....Kakak sudah bangun" Ucap Dira terbata.


Bian membuka matanya dan terseyum. Tatapan mata Bian sungguh membuat Dira semakin tak kuasa mengontrol kerja otaknya. Kini otak kanan dan kirinya di paksa untuk memacu sesuatu yang sulit untuk di tepis ataupun diterima.

__ADS_1


"Kita sholat subuh dulu.... " Ucap Bian lembut dan mendapat anggukan dari Dira. Meski gugup Dira berusaha bersikap normal. Lalu apa kabar dengan Bian?


Bian juga berjuang keras untuk menormalkan kerja otaknya. Berusaha keras untuk menyembunyikan keinginannya untuk menyentuh Dira. Bagaimanapun Bian adalah lelaki normal. Berada sangat dekat seperti ini dengan Dira membuat keinginan untuk dekat dan lebih dekat lagi kepada Dira sungguh sangat membuat kepalanya semakin pusing.


"Kakak.... "


"Iya.... "


"Kalau kakak terus memelukku, kapan kita sholat subuhnya "


Seketika Bian melepas pelukannya. Ada rasa gugup yang kini menyelimuti keduanya. Aneh.... Iya ada rasa yang aneh menjalar dialiran darah Bian dan Dira secara bersamaan. Berusaha untuk menepis namun sangat sulit. Namun Bagaimanapun Bian sudah berjanji untuk menunggu sampai waktu itu tiba.


"Tidak.....


Aku harus segera pergi dari hadapan Dira. Jika tidak aku tidak yakin masih bisa menahannya." Batin Bian dan segera beranjak dan menuju kamar mandi.


...πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€...


"Alhamdulilah.... " Ucap Bian mengusap wajah dengan kedua tangannya. Kemdian berbalik dan menatap lembut wajah cantik dira yang kini menjadi makmum disetiap sholatnya.


"Kak... "


"Jangan terlalu banyak pikiran. Biarkan semua menjadi urusanku. Aku hanya ingin kamu bahagia bersamaku. " Jawab Bian yang seolah mengerti tentang apa yang ingin ditanyakan Dira.


"Beri aku sedikit waktu lagi maka aku akan menyelesaikan semuanya. Dan setelah aku menyelesaikan semuanya pastikan aku tidak lagi harus berkompetisi dengan waktu. " Ucap Bian kembali


"Maaf.... "


Hanya kata itulah sering kali Dira ucapkan. Tidak ada kata yang lebih baik yang pantas untuk Bian dari Dira. Kata maaf dan maaf yang selalu Dira miliki untuk Bian.


Bian mencakup kedua pipi Dira sembari tersenyum. "Jangan pernah meminta maaf padaku. Karena kamu tidak memiliki kesalahan apapun padaku. "


"Aku.... "


Kalimat Dira segera dipotong oleh Bian dengan sebuah kecupan dikening Dira. Seketika Dira terdiam memejamkan mata menikmati kenyamanan yang tercipta dari perlakuan Bian.


"Aku yang bersedia berada didalam hidupmu. Aku yang memaksamu untuk melibatkan aku dalam lukamu. Dan aku yang Ingin berada disituasi sulit ini. Jadi jangan pernah mengatakan kata maaf ataupun memikirkan sesuatu yang hanya membebani pikiranmu. "


Mendengar kalimat Bian membuat Dira matanya berkaca-kaca. Disaat seperti bintang paling Dira tidak sukai. Dira seakan dilema.....


Bagaimana mungkin Dira mengabaikan pria sebaik ini. Bagaimana mungkin Dira terus bersikap egois sementara pria inilah yang justru selalu membelanya dalam segala situasi. Apa ini saatnya Dira mengakhiri semunya. Mengatakan jika Dira akan memulai hidup baru bersama Bian?

__ADS_1


Lalu bagaimana dengan Bayu.....


Meski Bayu tak lagi berada di dunia yang sama saat ini. Namun rasa ini masih enggan terlepas. Bayu masih saja menjadi raja dihati Dira. Bahkan disaat Dira mengajukan syarat sebuah pernikahan untuk Bian. Dira memutuskan hanya karena Bian adalah pria asing satu-satunya yang membuatnya merasa aman.


Tidak mungkin Dira akan terus membebani kakak dan juga adiknya. Kakaknya kamunsudah berkeluarga. Kejadian 6 bulan yang lalu membuat Dira menjaga dirinya untuk tidak bergantung pada kakaknya. Sedangkan Ical, meski saat ini Ical masih single namyn suatu saat Ical akan menikah dan pasti Ical akan sulit untuk memilih sama seperti mas Fadil.


Hanya Bian lelaki yang bisa membuatnta merasa nyaman dan aman. Dira mengenal baik keluarganya. Jadi Dira pikir tidak akan sulit untuk bisa diterima dikeluarga Bian. Meski statmen ini memang benar adanya. Justru saat ini hatinya yang masih sulit menerima Bian sebagai pria yang akan Dira habiskan waktunya untuk disamping Bian.


"Aku tidak akan memintamu untuk mencintaiku Ra. Aku tahu itu sangat tidak mungkin. Aku hanya minta kamu selalu berada disampingku dan Katakam jika kamu bahagia. Namun jika kamu tidak bahagia disampingku maka katakan saja. Aku tidak akan memaksa aku akan..... "


"Dira hanya butuh waktu kak. Dira janji akan segera menuntaskannya. Beri sedikit lagi saja... "


Dira langsung memotong perkataan Bian. Bukan Dira tidak tahu kalimat seperti apa yang akan diucapkan Bian selanjutnya. Dira hanya tidak ingin mendengarnya. Belum kalimat itu lepas dari bibir Bian kenapa rasanya dada ini sudah sesak.


Bian hanya tersenyum dan menarik Dira dalma pelukannya. Bisa memeluk seperti ini saja sudah membuat Bian sangat senang. Paling tidak disaat Dira butuh kekuatan ada dirinya yang menjadi penopangnya.


Bian juga sangat bersyukur kejadian semalam tidak membuatnya terjebak. Bisa lepas dari wanita gila seperti Siska membuatnya semakin mengeratkan pelukannya sebagai tanda betapa Biam sangat bersyukur. Bian tidak tahu bagaimana jika benar Siska telah berhasil menjebaknya semalam.


Apakah Bian masih bisa memeluk Dira seperti ini?


Apakah Bian sanggup melihat senyum Dira pagi ini?


"Alhamdulilah" Berulang kali Bian mengucapkan didalam hati ketika Bian memeluk dan memberikan kenyamanan baik untuk Bian sendiri ataupun untuk Dira.


.


.


.


.


Bersambung....


LikeπŸ‘


komentarnya πŸ“


❀(biar pas aku up kamu dapat notifikasinya)


Thankiyu.......

__ADS_1


🀭🀭🀭🀭🀭🀭🀭🀭


__ADS_2