
Rintik hujan diluar sana semakin membuat rasa rindu ini semakim besar. Berulang kali Dira memandang benda pipih yang dalam tiga hari ini tak lepas dari pantauannya. Namun apa yang diharapkan seakan sia-sia. Suami yang dinantikan akan menguhubunginya ternyata tidak juga ada kabarnya. Berulang kali Dira mengubah mode dihandponenya namun masih tetap sama tidak ada satu pesanpun yang ia terima dari suaminya. Dan terakhir pesan diroomchatnya jam 10.00 WIB tiga hari yang lalu.
Sejak pisah rumah hati Dira gusar, gelisah, dan malampun Dira tak bisa tidur dengan nyenyak. Berulang kali Dira mencoba menyakinkan dirinya bahwa Bian baik-baik saja maka semakin hatinya terasa sesak.
"Ketika kamu merindukanku nanti...
Ingatlah ada hujan yang mengirimkan setiap pesan rinduku untukmu."
Terlintas kalimat yang selalu tak pernah lekang dalam ingatan Dira. Seorang pria yang telah memenuhi sebagian dari hidupnya. Bahkan disaat pria itu telah tiada Dira masih saja menekankan hatinya untuk tidak berpaling. Tapi apakah saat ini Dira masih memiliki rasa itu.
Bayu...
Bian....
Bayu...
Bian....
dua nama yang kini membuat hati dan pikiran Dira tersita. Bayu adalah pria yang sampai kapanpun selalu baik dimata Dira. Pria yang namanya tak bisa digantikan oleh siapapun dihatinya. Pria yang sangat mencintainya sekaligus mematahkan hatinya begitu dalam. Bahkan lukanya mustahil akan sembuh.
Sedangkan Bian...
Pria nyebelin yang membuat Dira memilihnya untuk mendampinginya dikala luka itu masih terasa nyeri. Bahkan Dira tidak yakin dengan jalan yang telah ia ambil. Kemudian Dira memilih menikah dalam kebimbangan hati. Meminta banyak waktu dan batas yang tidak bisa dipastikan.
Egois bukan????
Namun apakah Bian menolak dan memaksa Dira untuk melupakan pria yang sangat dicintainya?
Tentu tidak.....
Justru Bian memberikan waktu yang Dira minta.
Apakah Bian baik-baik saja dengan keadaan ini?
Bian selalu berusaha baik-baik saja, prioritasnya Dira bahagia. Beralasan akan sebuah janji pada sahabatnya untuk membuat wanita yang memiliki Nama Nadira Diandra Putri bahagia.
Apakah yakin itu karena sebuah janji?
Atau......
Bian akan selalu menjawab "Biarkan waktu yang membantu menjawabnya"
Pasrah adalah pilihan terbaik yang dimiliki Bian. Melihat Dira tersenyum dan nyaman berada disampingnya adalah hal terindah yang dimiliki Bian.
Membuat Dira perlahan menata hidupnya kembali. Menghabiskan waktunya dengan berbagai kegiatan. Dan juga nyaman dengan orang-orang disekitarnya adalah sebuah balasan yang setimpal atas apa yang telah Bian lakukam untuk Dira.
"Sudah siap mbak"
Tampak dua orang wanita muda yang terlihat begitu cantik dengan menenteng berbagai perlengkapan makeup. Tak lama seorang wanita yang usianya tidak jauh berbeda dengan Mama Riana datang menenteng baju pengantin dengan adat jawa.
Dira hanya tersenyum menandakan dia sudah siap untuk dimake over. Meski hatinya masih carut-marut tapi Dira juga harus menyiapkam hatinya. Dira harus terlihat cantik, Dira ingin melakukan yang terbaik untuk Bian.
Bahkan Dira juga sudah berjanji untuk mencoba memulai hidupnya yang baru. Dira akan mencoba memberikan ruang untuk Bian.
Bismilahirohmanirohim.....
Hari ini Dira akan mengungkapkan pada Bian. Bahwa waktu yang dia minta akan segera berakhir. Bagaimanapun Dia harus bisa memberikan ruang hatinya untuk Bian. Bian adalah suaminya, lelaki yang rela melakukan apa saja untuk dirinya.
Meski masih bimbang namun Dira bertekad akan memulainya. Sudah cukup dirinya tersiksa selama tiga hari ini. Tingal terpisah dan tidak mendapat kabar sama sekali tentang Bian. Membuatnya gelisah, gundah, gulana. Tidur tidak nyenyak makanpun tak enak.
__ADS_1
Sementara diruang yang berbeda tampak dua orang wanita yang sedang dirundung kecemasan.
"Mil, apa kamu yakin?"
"Tante tidak usah khawatir, Mila yakin Bian akan baik-baik saja. Bian sendiri yang meminta untuk tidak membatalkan acara hari ini. Karena Bian tidak ingin Dira terluka lagi tante"
Mama Riana tampak sendu mendengar alasan putranya untuk tidak membatalkan acara hari ini. Mama Riana tahu bagaimana kondisi putranya saat ini. Bahkan Bian juga meminta mama Riana untuk tetap merahasiakan kondisinya dari Dira.
"Anak itu...."
"Tantekan tahu bagaimana Bian kan. Keras kepala dan kalau udah menyangkut orang yang sangat dia cintai, dia akan melakukan apapun tante. Tante ingatkan bagaimana dulu Bian memperlakukan aku, waktu Aku kecelakaan dulu?
Dan sampai-sampai dia trauma sama motor."
Mama Riana tampak tersenyum mengingat bagaimana Bian yang begitu pobia terhadap motor. Bian memang memiliki hati yang lembut. Meski diluar sana Bian terkenal dingin dan tegas. Namun jika menyangkut orang-orang yang sangat dicintainya dia begitu hangat dan penyayang.
"Dan seperti pucuk dicinta ulampun tiba dia sekarang punya istri pembalap tan."
Mama Riana juga terkadang lucu jika mengingat akan hal itu. Memang kalau jodoh itu lucu, yang satu pobia motor yang satunya gila motor.
"Sekarang bagaiman keadaan Bian, Mil?"
"Tadi barusan Rangga ngasih kabar kalau Bian kondisinya sudah cukup baik. Walaupun sebenarnya belum pulih sempurna. Tapi tante kan tahu sendiri anak kesayangan tante itu gimana kan?"
Mama Riana hanya diam dan membenarkan apa yang dikatakan Mila. Anaknya itu memang keras kepala dan harus diiyakan jika menginginkan sesuatu.
"Tante tidak usah khawatir, Bian pasti baik-baik saja."
Mama Riana hanya tersenyum dan berharap semoga memang baik-baik saja.
"Tante mereka datang agak terlambat, jadi tugas kita untuk mengalihakn perhatian Dira agar dia ngak ngeh kalau Bian telat"
Mama Riana hanya menyatukan antara ibu jari dan jari telunjuknya membentuk huruf O. Hal ini membuat Mila tersenyum dan geleng -geleng kepala. Tantenya ini memang sudah tak lagi muda tapi masih asyik dan emak-emak jaman now banget.
Kini wanita cantik berbalut baju pengantin adat jawa telah menapakkan kakinya digedung yang tampak begitu mewah. Gadung dimana akan dilaksanakan resepsi pernikahan yang telah dinantikan banyak kalangan. Acara yang begitu mewah dan elegan dilaksanakan dihotel bintang lima dikota ini. Suara alunan musik telah terdengar indah menyambut kedatangan sang pengantin wanita. Bunga-bunga indah menjadi dekorasi pernikahan putra mahkota Caraka Group.
Berjalan anggun menjadi pusat pusat perhatian banyak pasang mata. Wajah cantik Dira yang tanpa makeup saja sudah membuat banyak kaum adam terpesona. Apalagi saat ini makeup yang menempel diwajahnya begitu sangat sempurna. Membuat aura kecantikannya menjadi berkali -kali lipat.
Ah Lebay.......
Tapi memang benar adanya jika hari ini Dira tampak begitu cantik dari biasanya. Meski cemas dan pikiran yang entah sampai dimana Dira berusaha untuk menyembunyikan.
Satu jam
dua jam
tiga jam
Telah berlalu....
Tiga jam sudah Bian telat dari janji yang telah disepakati. Harusnya acara adat sudah dimulai namun nyatanya Bian juga tak muncul.
Meski Mila dan yang lainnya berusaha untuk mengalihkan pikiran Dira. Namun tetap saja kecemasan Dira tidak bisa ditutupi. Cukup sudah Dira meyakinkan hatinya jika Bian baik-baik saja. Namun apa?????
Nyatanya Bian tak kunjung hadir. Dira tampak cemas dan pandangan tak sedikitpun teralihkan dari pintu masuk. Sebenarnya semua menyadari jika Dira sedang cemas dan khawatir. Namun tidak ada satupun yang berani mendekati. Bahkan mereka juga tidak tahu apa yang harus katakan jika Dira bertanya soal Bian.
Ingin sekali mengabaikan namun itu tidak bisa dilakukan oleh seorang pria yang tak lain adalah Ical. Adik yang selama ini menjadi sandaran dikala Dira sedang terpuruk.
"Mbak... "
__ADS_1
"Cal... " Suara Dira lirih dan terlihat sendu. Ical sangat memahami bagaimana kondisi hati kakaknya. Wanita yang ada dihadapannya ini memang terlihat sangat lemah jika berada didekatnya. Dan bisa menjadi sok kuat jika dihadapan banyak orang. Namun kali ini wanita lemah yang sok kuat ini tidak bisa pura-pura sepertinya.
"Bahu Ical masih nyaman lho mbak untuk bersandar"
Dira hanya menatap adiknya sendu. Dan bukan Ical tak paham akan maksud dari kakaknya tetapi Ical juga tidak sanggup mengatakan yang sebenarnya.
"Mas Bian baik -baik saja"
.
.
.
.
Bersambung....
Likeπ
Komentarnyaπ
β€(Biar pas aku up kamu dapat notifikasinya)
Thankiyuuuuuu
Gantung ya????
*Kayak hubunganmu sama si Doi ya
gantung....
Ea... Ea.... ea....
π§ : Jahat banget si lu Thor suka ngegantungin??? π‘π‘π‘
π§ : Jahatan juga Si Paimen!!!!
π§: Paimen?????
π§: Udah gombalin si painem tapi malah digoshting.... Jahat nggak Tu...
π§:Ah Lu Thor kagak nyambung.....
π§: π€¨π€¨
π§: Tanggung jawab Thor... Tanggung jawab....
π§: gueh kagak ngehamilin lu kenapa gueh mesti tanggung jawab!!!!!
π§: Lu bukan Author kesayangan gueh lagi...
π§:Mau PPKM nih ceritanya?
π§:...........
π§:Pelan -Pelan Kau Menghilang
Ea... Ea.... Ea.....
__ADS_1
Canda PPKM...
ππππππ*