
Meski sedari tadi semua penghuni rumah membuat Dira sesibuk mungkin namun nyatanya sedetikpun Dira tidak bisa jika tidak memikirkan Bian. Dari semalam semenjak mereka berpisah rumah tidak sekalipun Bian memberinya kabar. Sebenarnya apa yang terjadi pada Bian. Apa Bian sudah merubah keputusan?
Apa perpisahan yang sesingkat ini bisa membuat perasaan Bian berubah?
Dira lekas menggelengkan kepalanya dengan kencang sembari memejamkan mata. Tidak ini, tidak mungkin, kak Bian tidak mungkin melakukan itu. Kak Bian hanya sedang sibuk. Iya pasti Kak Bian sedang mengikuti saran dari Rangga sesuai yang dikatakan semalam padaku. guman Dira
"Calon manten ngelamun aja ne? " Sapa seorang wanita cantik diujung pintu.
"Eh kak Mila.... "
"Kenapa ngelamun??? "
"Kak Bian lagi apa ya kak?"
"Lagi tidur"
"Memang Kak Bian ngak kerja Kak?"
"Ye... kan besok kalian resepsi"
Dira hanya diam dan tersenyum. Membayangkan hari esok yang Dira sendiri sudah carut marut. Jujur Dira masih merasa trauma dengan pesta pernikahan. Tapi mau bagaimana lagi menikah dengan anak pewaris dari usaha keluarga. Membuat Dira mau tidak mau harus menerimanya.
"Kangen ya??? " Goda Mila sambil tersenyum jahil.
"Apaan sih kak"
Mila hanya tertawa melihat wajah malu -malu milik Dira. Lucu sekali wajahnya Dira mirip anak ABG yang baru merasakan jatuh cinta. Padahal mereka bukan lagi anak remaja yang baru dibolehkan pacarankan. Bahkan mereka sudah menikah selama satu bulan. Tapi masih malu-malu gitu.
"Kak Mila jahat ih"
"Jahat kenapa sayang..... " Ucap Kak Mila semakin gencar menggoda Dira.
"Kakaaaaaakkkkkkk" Ucap Dira geram karena terus digoda.
Ha.....ha.... ha... ha..... ha...
Tawa Mila begitu menggelegar diruangan yang ukuran yang sangat luas untuk ukuran sebuah kamar. Tawa Mila yang begitu senang mengerjai Dira membuat Dira kesal.
"Ya ampun lucu banget sih kamu.... " Ucap Mila namun tanpa Dira sadari kalau Mila sedang mengabadikan bagaimana suasana wajah Dira yang kesal yang berhasil dikerjai Mila.
Send...
Setelah tombol send sudah ditekan oleh Mila semakin membuatnya puas karena berhasil mengerjai Dira. Dan siapa nama kontak yang dikirim pesan oleh Mila. Siapa lagi jika bukan suaminya.
Bercanda dan mengerjai Dira membuat meraka larut dalam obrolan -obrolan ringan maupun mengesalkan bagi Dira tentunya. Pasalnya Mila semakim gencar untuk menggodanya. Hingga membuat Dira sedikit mengalihkan pikirannya dari sang suami yang tak kunjung ada kabar.
"Kalian.... makan dulu....." Ucap wanita paruh baya yang terlihat begitu cantik dengan senyum yang lembut.
"Dira belum lapar Ma.... " Ucap Dira yang memang tidak terasa lapar.
"Jangan gitu dong sayang, kalau kamu sakit mama bisa dimarahin Bian" Ucap Mama masih setia dengan senyum termanis dan menghampiri Dira yang duduk bersandar diatas ranjang.
__ADS_1
"Bahkan Kak Bian tidak mengingatkan Dira makan" Ucap Dira sendu teringat akan suaminya. Biasanya meraka selalu makan siang bersama. Dira tidak pernah melewatkan makan siang bersama Bian. Meski mereka harus selalu kucing-kucingan karena status mereka yang masih disembunyikan.
Mengingat momen kebersamaan mereka membuat Dira semakin merindukan sosok suaminya. Iya Dira merindukan suaminya. Entah itu bisa dibilang cinta atau apa yang pasti saat ini Dira benar-benar sangat ingin bertemu dengan Bian dan tersiksa dengan keadaan yang seperti ini.
"Mau mama bawakan kesini aja makannya sayang?" Masih belum menyerah Mama Riana untuk meminta Dira makan.
"Emm enggak Ma...
Jangan gitu.. Dira nanti makan kok Ma"
"Bener"
"Iya... " Sambil Dira tersenyum dan meyakinkan Mama Riana.
"Ya sudah Mama turun dulu ya. Nanti kalian makan ya?
Jangan asyik ngobrol terus.... "
"Iya Ma... "
"Siap tante.... "
Jawab Dira dan Mila bersamaan.
Sepeninggal Mama Riana mereka kembali ngobrol ringan. Saling bertukar cerita satu sama lain. Dira menceritakan bagaimana kehidupannya dulu. Dan Mila lebih tertarik pada cerita Dira pada saat menjadi seorang pembalab. Siapa yang menyangka jika gadis cantik ini adalah mantan pembalab yang dulu sangat digilai oleh banyak kalangan. Termasuk Mila sendiri dia juga menyukai pembalab perempuan yang terkenal dikota ini. Eh ternyata orang itu kini menjadi sepupunya.
Awalnya Dira tidak mempercayai jika Mila salah satu penggemarnya. Namun Mila membuktikan dengan sebuah foto kecil yang tersimpam didalam dompet miliknya. Ada Foto seorang pembalab wanita yang sedang tersenyum duduk diatas motor kebanggaannya. Iya itu adalah gambar dirinya.
Pertanyaan yang membuat Dira tidak bisa langsung menjawab. Banyak hal yang ada didalam kepalanya kenapa dirinya terpaksa berhenti. Dan banyak hal dan pihak yang harus berkorban.
"Tidak usah dijawab kalau kamu memang tidak mau menjawab Ra... " Ucap Mila kemudian karena melihat raut wajah Dira yang sudah berubah.
Dira menarik nafasnya dalam kemudian membuangnya. Dengan tersenyum Dira menjawab " Karena Kecelakaan " Jawab Dira pelan namun masih bisa didengar oleh Mila. Karena didalam ruangan yang sebesar ini hanya ada mereka berdua.
"Ke... Kecelakaan" Dira mengangguk dan mulai menceritakan kejadian sebenarnya. Termasuk kerugian yang harus Dira bayar waktu itu. Karena Dira memutuskan untuk berhenti balapan. Sebagai konsekuensunya Dira harus mengganti rugi beberapa kontrak yang terpaksa harus dibatalkan.
Karena itu juga Dira berusaha keras untuk menghasilkan uang diusianya yang masih muda. Dira berusaha keras untuk mengikuti berbagai kompetisi dan memenangkan kompetisi tersebut agar mendapat uang untuk membantu membayar finalty.
Mila mengusap bahu Dira dengan penuh iba. Mila benar -benar tidak tahu jika dibalik sosok Dira yang ceria tersimpan begitu banyak luka. Sesaat Mila teringat akan sosok Bayu yang begitu mengagumi Dira. Kamu memang patut untuk dikagumi. Setiap hari Bayu selalu menceritakan sosok Dira dengan begitu semangat. Mencintai dalam diam yang membuat kedunya selalu terluka. Hingga disaat Bayu berani untuk meyakinkan dirinya untuk mendapatkan cinta yang telah lama terpendam. Namun ketika cinta sudah diungkap dan hari bahagia sudah didepan mata. Apalah daya ternyata Allah kembali menguji keduanya. Dipaksa dipisahkan oleh takdir Allah dan mengambil salah satu diantara mereka yaitu Bayu. Dan Dira yang dulunya sosok yang ceria berubah total menjadi gadis yang pendiam dan tak memiliki semangat hidup.
Namun perlahan senyum juga keceriaan Dira mulai kembali oleh kehadiran Bian. Meski keduanya masih gengsi namun Mila dan juga semuanya yakin bahwa meraka memiliki perasaan yang sama.
"Kak.... Kok Diam?
Cerita Dira menyedihkan sekali ya kak?" Tanya Dira dengan lirih
"Setiap kehidupan kita memiliki cerita sendiri Ra. Kita tidak akan pernah tahu dengan apa yang akan kita dapat setelah cerita yang kita lalui itu. Meski itu luka tapi percayalah semua akan indah pada waktunya... " Ucap Mila tersenyum seraya memberikan dukungan pada Dira.
"Iya kak..... "
"Hidup itu terus berjalan" Ucap Mila kembali
__ADS_1
"Insya Allah Dira akan belajar menerima keadaan ini Kak"
OMG....
apa itu artinya Dira.....
.
.
.
.
.
Bersambung......
Jangan Lupa
Likeπ
komentarnyaπ
β€ (Biar pas aku up kamu dapat notifikasinya)
**OMG.....
Dira...........
Kamu kelepasan sayang.....
.
.
.
Eh... bagus dong kalau Dira sudah mau belajar menerima keadaan. Keadaan apa?
Keadaan yang dia paksa kan?
Ingat kan Ra......
kalau kamu yang minta dinikahi oleh Tuan Muda Akbar Fabian Caraka?
Jangan Amnesia deh......
Yuk terus ikutin kisahnya....
#KawalsampaiCinta........
__ADS_1
ππππππππ**