
Kini rindu ini telah menemukan pemiliknya. Menyanding sang pemilik hati yang kini rasa telah tercapai masa. Waktu yang dinanti kini telah tiba. Sepenggal kalimat yang maha dasyatnya. Mungkin masih sulit untuk dipercaya Bian sampai dititik ini.
Bian pernah dititik pasrah untuk tidak berharap. Tujuannya hanya satu menjaga Dira untuk sahabatnya. Tapi ternyata ketulusan yang diberikan Bian kini buahnya sangat manis.
Hari ini.......
Tidak akan pernah Bian lupakan sepanjang usianya masih bernyawa.
"Kamu adalah Anugrah terindah yang kakak miliki Nadira Diandra Putri"
Jika masih ada kata yang lebih indah untuk menggambarkan betapa Bian bahagia. Bian akan gunakan, bahkan meski harus membayar mahal ataupun seluruh hartanya akan habis untuk membayarkan Bian akan lakukan.
Harta yang dia miliki saat ini tidak akan sebanding dengan Dira yang kini telah menjadi istrinya.
"Maafkan Dira..... "
"Kenapa minta maaf???"
"Harusnya Dira melakukan ini dari dulu kak."
"Allah punya caranya sendiri untuk menunjukkan kebesaranNya sayang...... "
Lagi -lagi kata sayang yang mampu meluluh lantahkan hati Dira. Entah sudah yang keberapa kali Bian memanggilnya dengan kata "sayang". Panggilan ini memang sudah sangat umum. Tetapi apa yang membuat kata "Sayang" ini terlihat spesial untuk Dira?
Karena Bian yang memanggilnya.....
"Sayang... Makeup kamu belum kamu hapus ya?"
Seketika Dira memegangi pipinya, perasaan tadi Dira sudah membersihkan deh. Dira juga sudah mandi, masak masih nggak bersih juga. Terlihat wajah bingung dan polos Dira yang membuat Bian tertawa dan mencubit gemas pipi istrinya.
"Kakak Bohongin Dira ya.... "
Ucap Dira yang sudah menyadari jika Bian hanya menggodanya.
Bian hanya terkekeh dan kembali mencubit pipi Dira.
"Kakak....
Sakit tahu.... " Kali ini Dira sudah mengerucutkan bibirnya yang membuat Bian menjadi tidak bisa mengontrol kerja otaknya.
Semakin Dira mengerucutkan bibirnya semakin membuat Bian tak tahan.
"Jangan gitu bibirnya kalau masih mau selamat???"
"Apaan sih kak" Ucap Dira kemudian memukul perut Bian.
"Awwww sakit sayang.... " Ucap Bian dan memegangi perutnya.
"Lemah..... "
Ucap Dira asal......
Dira belum menyadari jika rasa sakit yang Bian rasakan tidaklah main-main. Bain masih berusaha untuk menahannya namun sepertinya pukulan Dira tadi cukup keras sehingga membuat luka jahit diparut sebelah kananya terbuka.
"Kakak keluar sebentar ya?"
Namu ketika Bian ingin beranjak dari tempat tidurnya Bian kemabali mengaduh dan keringat keluar dari keningnya.
"Kakak kenapa?" Ucap Dira khawatir, pasalnya Dira melihat wajah Bian yang pucat dan seperti menahan rasa sakit.
"Kak...... "
"Kakak ngggak apa -apa, Kakak keluar sebentar ya?"
Namun sebelum Bian beranjak Dira manarik Bian untuk kembali duduk dan langsung membuka kaos Bian. Betapa teekejutnya Dira ketika melihat dibalik kaos Bian ada luka jahit yang sudah berdarah.
__ADS_1
Bulir bening kembali menetes dipipinya. Kenapa suaminya?
Apa yang terjadi?
Dan masih banyak lagi pertanyaan yang kini berputar dikepalanya. Namun bukan saatnya sekarang memikirkan hal itu.
Dira tampak berfikir bagaimana caranya dia bisa mengobati luka Bian. Mau meminta bantuan, ini sudah cukup larut. Dira tidak enak jika mengganggu tengah malam begini.
"Sayang.... dipaperbag ada.... "
Tanpa menunggu ucapan Bian selasai Dira langsung berlari kearah paperbag yang ditunjuk Bian.
Dira membawanya kehadapan Bian. Dengan cekatan Dira memeriksa luka Bian.
"Kak rebahan deh?"
"Kamu Bisa?"
Dira hanya menatap tajam kearah Bian. Tidak ada yang keluar dari bibir Dira namun dari sorot matanya sudah bisa ditebak jika Dira tidak perlu diragukan lagi.
"Iya ini kakak rebahan" Ucap Bian pasrah dan bergidik ngeri dengan tatapan mematikan Dira.
Dira mulai membersihkan luka Bian. Dira melakukanya dengan lembut. Dira hanya tak habis fikir apa yang dilakukan suaminya sehingga dia terluka seperti ini.
Apa Dira butuh penjelasan????
Oh tentu saja iya.....
Namun saat ini Dira fokus dulu membersihkan luka dan mengobatinya. Karena itu lebih penting. Untung dulu saat SMA Dira dinobatkan menjadi duta kesehatan disekolahnya. Jadi jika untuk membersihkan luka dan mengobatinya Dira paham.
Tak lama Dira berdiri dan menyusun kembali peralatannya kedalam paperbag. Dira juga melihat ada beberapa obat yang harus Bian minum. Jika dilihat dari sisa obat yang ada, Bian sudah meminumnya sekali itu artinya tadi siang Bian diam-diam meminum obatnya. Dan malam ini Bian belum minum obatnya.
Setalah Dira mencuci tangannya Dira memberikan beberapa obat yang harus diminum dan segelas air putih.
"Ayo diminum dulu obatnya Kak" Ucap Dira masih dengan penuh perhatian dan kelembutan.
Namun....
Pergerakannya kalah cepat dengan tangan Bian yang menariknya dan membuat Dira duduk disamping Bian. Bian telah bersandar dan menggenggam erat tangan Dira.
Bian bukan tidak tahu jika Dira sedari tadi menahan untuk tidak bertanya tentang luka diperutnya. Dira menunduk dan terisak meski dira berusaha untuk menahannya.
Bian mendongakkan wajah Dira dan mengahapus air matanya.
"Jangan nangis" Ucap Bian lembut yang membuat Dira semakin terisak.
Bian menarik Dira dalam pelukannya. Merasakan getaran dan deru nafas yang tak beraturan karena isak tangisnya.
"Maafkan kakak"
"Maaf untuk apa Kak?"
Tidak ada jawaban dari Bian. Dia masih ragu untuk mengatakan yang sebenarnya. Bian takut jika kejujurannya membuat Dira semakin terpuruk.
"Kenapa Diam kak?"
"Kakak..... "
"Sebaiknya kakak istirahat" Ucap Dira melepas pelukan suaminya dan beralih kesamping Bian.
Dira merebahkan badanya menutup dirinya dengan selimut. Meski sangat ingin penjelasan dari Bian. Namun Dira juga tidak bisa memaksa untuk Bian menjelaskan semuanya.
Rasa kecewa juga sedih kini bercampur. Mata Dira telah terpejam namun ia belum terlelap. Dibalik selimut Dira masih menitikan air matanya. Meski Bian tidak bisa melihat secara langsung jika istrinya menangis. Namun Bian bisa merasakan jika istrinya ini sedang menahan isak tangisnya.
"Kakak hanya ingin melindungimu Ra.... "
__ADS_1
Selalu saja itu alasan yang Bian katakan. Dira masih diam dengan posisinya. Dira ingin penjelasan yang lebih. Bukan sekedar alasan yang hanya untuk menghindar dari sebuah penjelasan.
"Wanita gila itu harus membayar semua yang telah dia lakukan!!!!! "
.
.
.
.
.
.
.
Bersambungggg
Jangan lupa
Likeπ
Komentarnya π
β€ (Biar pas aku up kamu dapat notifikasinya)
π§: Thor lu tega banget ma Dira
π§: Tega kenapa?
π§: Buat nangis gitu....
π§: Ya Kak Bian lah yang jahat... Dia yang buat Dira nangis!!!
π§:Kan lu yang buat Bian ngak ngasih tahu... Ya jadi lu lah yang jahat Thor. Pokoknya lu kudu tanggung jawab
π§: E .....la..... dalah... Author tanggung jawab gimana ini
π§:Itu kenapa nanggung gitu ceritanya... Pokoknya author jahat jahat jahat pake bingitsss
π§: Sengaja.....
π§: Tu kan.....
π§:π π π π
π§: Fix lu jahat....
π§:π₯°π₯°π₯°π₯°π₯°
π§: Nggak Mempan....
π§:Ai Lope Youuuuuuuu
π§:Awas besok nggak up
π§: π€π€π€
Thankiyuuuuuu
β€β€β€β€β€β€β€
Jangan Lupa Follow Ig author @Normairnawati
__ADS_1
follow juga FB author Noe Haeadream
karena disana aku sering kasih tahu kapan aku up...