
Jatuh cinta adalah nikmat tuhan yang tiada bisa didustakan. Indah dengan mahakarya tuhan dalam wujud wajah syahdu milik paras rupawan yaitu Nadira Diandra Putri. Meski saat ini berat badannya kian bertambah tak mengubah paras ayu yang ada pada dirinya. Justru sejak Dira hamil kecantikannya menjadi berkali lipat. Bahkan Bian sampai dibuat was-was ketika keluar rumah. Tidak sediki mata pria yang tak berkedip ketika melihat wajah istrinya. Ingin rasanya mengurung Dira, tapi sadar jika itu tidak baik. Tapi jika dibiarkan terlalu lama diluar rumah, jantung Bian yang tidak bisa kompromi. Istrinya ini walau perutnya buncit tapi paras ayunya tidak pudar sedikitpun. sebucin itu Bian pada Dira.
Kadang Ari sang asisten dibuat geleng kepala ketika Bosnya sudah uring-uringna dengannya, jika Dira izin ingin keluar. Terkadang Bian rela membatalkan meeting hanya demi menemani sang istri jalan-jalan. Apalagi sejak hamil memang Dira aktif. Dia selalu ingin makan makanan pasar. Dan juga paling suka masakan Bundanya.
Seperti siang ini, Dira menangis sesunggukan menelpon Bian. Hanya minta diantar kerumah Bunda. Dira ingin makan sambel orek buatan Bunda. Demi sang istri dan juga sang buah hati Bian harus ekstra sabar menghadapi Dira yang moodnya terkadang memang masih suka berubah. Bunda juga Mamanya selalu memberikan Bian pengertian untuk selalu memiliki kesabaran ekstra menghadapi istri yang sedang hamil.
"Sambel buatan Bunda memnag TOP" ucap Dira masih belepotan Sambel ditanganya.
"Lain kali kamu telpon Bunda langsung aja Mbak. Biar Bunda yang kerumah kamu. Kasian suamimu harus bolak-balik ngantarin kamu gini"
Dira hanya nyengir saja mendengar omelan Bundanya. Ketika Dira habis mengingnkan sesuatu dan dinasihati Bundanya paling dirinya cuma jawab "Iya Bunda" kalau enggak ya nyengir dengan wajah tanpa Dosa.
"Kalau dibilangin tu jangan iya-iya. Cengar-cengir. Denger enggak Bunda bilang"
"Dengar Bun" jawab Dira masih dengan lahap memakan makanannya.
"Tidak apa-apa kok Bun. Bian senang kalau Dira ternyata memang membutuhkan Bian."
"Tuh... Kak Bian aja enggak apa-apa Bun"
Bunda hanya menggeleng melihat tingkah putrinya yang seolah cuek dan masa bodoh.
"Dira.... "
"Iya Bunda, besok enggak lagi"
"Iya Bunda, besok enggak lagi" ucap Bunda menirukan apa yang dikatakan Dira.
Namun untuk Bian ini sungguh hal yang sangat menyenangkan. Direpotkan Dira adalah hal menyenangkan untuknya. Karena itu artinya dirinya memang sangat dibutuhkan oleh Dira. Apalagi melihat Dira menghabiskan makanannya dengan lahap sungguh sangat membuatnya bahagia tiada terkira.
"Tidak apa-apa Bun, Bian senang jika Dira merepotkan Bian"
"Makasih Kak" ucap Dira dengan ekspresi wajah yang sangat mengemaskan.
Melihat tingkah Dira membuat Bunda hanya menggelengkan kepalanya. Tidak bisa dibohongi jika sebenarnya Bunda juga sangat bahagia, ketika melihat perubahan Dira yang sekarang. Menata kembali hidupnya yang hancur. Memiliki keluarga baru yang begitu menyayangi Dira. Bunda juga sangat bersykur ketika Dira terpuruk justru Bian yang hadir didalam hidup putri kesayangannya. Dulu Bunda sempat khawatir jika Dira benar-benar tidak memiliki semangat hidup. Beruntung Bian hadir diwaktu yang tepat, mengubah semuanya. Apalagi saat ini sepertinya Dira sangat bergantung pada Bian.
...🍀🍀🍀🍀...
__ADS_1
Menghadapi wabita hamil diusia yang mendekati HPL tidaklah mudah. Setiap pagi Bian dengan setia menemani sang istri untuk berjalan keliling komplek perumahannya. Langit kota yogya pagi ini cukup cerah. Burung-burung bernyanyi menyambut mentari dengan suka cita. Udaranya yang masih sangat segar sangat cocok untuk ibu hamil seperti Dira. Sapaan para tetangga menjadi pelengkap perjalanan keduanya. Ada yang hanya sekerdar menyapa, ada juga menyempatkan untuk sekedar ngobrok sebentar.
"Wah Mbak Dira, semakin hari semakin cantik saja. Kapan perkiraan melahirkan mbak?" tanya salah satu warga yang juga sedang melintas dijalan komplek.
"Iya Bude, kalau kata Dokter dua minggu lagi"
"Wah... semoga lancar ya, udah tahu jenis kelaminnya belum?"
"Kami hanya memastikan kalau bayi kami sehat Bude. Kalau jenis kelamin biar menjadi kejutan nanti" Jawan Bian dengan sopan
Baik Dira maupun Bian sama-sama kompak untuk tidak menanyakan jenis kelamin bayi yang dikandung Dira. Keduanya hanya menanyakan bagaimana bayinya didalam kandungan. Sengaja mereka melakukan hal ini untuk menjadi kejutan untuk keduanya. Dan juga bagi mereka mau perempuan ataupun laki-laki putra mereka nanti. Dia tatap kebanggaan dan kebahagiaan untuk Dira dan Bian.
Sambil mengusap perut Dira yang sudah membuncit Bude juga turut mendoakan "semoga persalinannya lancar, ibu dan bayinya sehat"
"Amin" ucap keduanya kompak
Tak lama mereka berbincang mereka kembali pada tujuan masing-masing. Bercanda dan bercerita adalah hal yang selalau keduanya lakukan. Setiap hari Bian selalau menemani Dira. Mendengarkan banyak cerita dan menjadi suami siaga kini yang melekat di diri Bian.
"Kak kakak sudah siapkan nama untuk anak kita?"
"Em..."
"Kan kita enggak tahu jenis kelaminnya sayang?"
"Ya harusnya kakak siapin dua nama dong"
ucap Dira sudah cemberut
"Ya nanti sajalah"
Seketika Dira langsung merajuk dan pergi lebih dulu. Ini adalah salah satu dari sekian tingkah Dira yang sulit dimengerti. Padahal sedetik sebelumnya mereka masih bercanda ria. Tapi hanya soal nama bisa membuat mood Dira berubah.
Bian hanya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Kemudian menyusul Dira yang sudah lebih dulu berjalan. Padahal Bian bukan belum menyiapkan nama untuk buah hatinya nanti. Hanya saja dirinya mau kasih kejutan nanti untuk Dira.
"Sayang jangan ngambek gitu dong"
"Tau ah... Kakak jahat"
__ADS_1
"Lho kok jahat"
"Kakak ngak suka dengan anak dalam kandungan Dira. Kakak...."
"Siapa yang bilang sayang"
"Buktinya kakak belum siapin nama"
"Kakak belum siapin nama bukan berati kakak nggak suka kan? Buktinya kakak selalu temanin Dira. Selalu mengusahakan apapun yang Dira mau. Mau bukti yang seperti apa lagi sayang" ucap Bian lembut
"Kakak ngak ikhlas?"
"Allahuakbar...."
"Tu kan.... "
Menghadapi wanita hamil memang tidak semudah menghadapi berkas bertumpuk dikantor. Untuk Bian mungkin akan lebih mudah menghendle beberapa proyek bermaslaah dari pada menghadapi mood Dira. Tapi mau tidak mau Bian memang harus menghadapinya.
"Iya kakak pikirkan dulu ya nama anak kita. Kan harus spesial, jadi harus dipikrikan dengan baik. Atau begini, Dira juga harus siapin nama juga. Nanti, nama siapa yang bagus itu yang kita pakai gimana?"
Seketika Dira langsung tersenyum. Dan berhambur memeluk Bian. Masyaallah hanya dengan kalimat singkat moodnya sudah berubah kembali. Tidak bisa dipungkiri jika Bian benar-benar jatuh cinta lagi dan lagi pada satu wanita yang sama yaitu Nadira Diandra Putri.
.
.
.
.
Jangan lupa
Like👍
komentar✍️
love ❤ (Biar pas aku up kamu dapat notifikasinya)
__ADS_1
Makasih ❤❤❤