ADA KAMU SETELAH LUKA KEMARIN

ADA KAMU SETELAH LUKA KEMARIN
Tidak -Tidak Baik-Baik Saja


__ADS_3

Terimakasih untuk kalian yang masih setia menunggu. Masih setia dengan Hashtag #KawalSampaiCinta.......


Mohon Maaf untuk beberapa hari yang tidak Up karena ada sesuatu hal yang tidak bisa dijelaskan tapi harus dimengerti........


☺☺☺☺☺


Meski Mila selalu berusaha untuk mengalihkan pikiran Dira namun tetap saja hati Dira masih saja gelisah. Semakin Dira menghindar untuk tidak memikirkan bagaimana keadaan Bian malah semakin membuatnya cemas. Dira merasa ada sesuatu yang membuat hatinya gelisah. Berkali Dira menepis perasaannya dan berkali pula rasa bahwa Bian tidak baik -baik saja selalu melekat.


Memandang jauh kedepan dilangit gelap, ada banyak bintang, malam ini malam sangat indah. Apa kamu disana bisa lihat betapa hati ini sungguh sangat terluka. Apa kamu tahu aku mengabaikan yang tulus demi kamu yang sudah tidak lagi berada ditempat yang sama denganku. Aku terluka kehilanganmu tapi apa kamu juga tahu bahwa aku sangat terluka mengabaikan pria tulus seperti Akbar Fabian Caraka.


Bagaimana aku bisa bertahan dengan keegoisanku. Sedang pertahananku kini sudah tak lagi sekuat dulu. Kerasnya hatiku kini mulai melunak. Hati ini rasanya tidak ada lagi ruang untuk dia yang lain. Namun saat ini hati ini rasanya kosong. Lalu pernahkah kamu disana melihat aku yang kosong dan hampa. Beri aku tanda bagaimana aku harus bertahan dengan semua ini.


Bayu.....


Maafkan aku......


Aku akan mencoba melangkah dan perlahan aku akan......


"Lho kok kamu disini Ra?


Angin malam nggak baik lho Ra untuk kesehatan?


Besok..... " Suara Mila menghentikan lamunan Dira. Bahkan langsung memotong omongan Mila.


"Kak Mila..... "


"Apa"


Dira hanya memasang wajah sendunya. Seperti tahu apa yang ada dipikirkan Dira membuat Mila menghela nafasnya kasar.


"Bian baik -baik saja Ra" Ucap Mila berusaha meyakinkan Dira.


"Kenapa Kak Bian tidak menghubungiku sama sekali?"


"Rangga yang memintanya"


Dira kembali diam dan hanya memasang wajah sendunya. Setiap kali Dira bertanya tentang Bian selalu saja jawabannya baik-baik saja. Dan entah kenapa setiap kali jawaban itu yang keluar malah semakin membuat Dira berfikir bahwa Bian dalam keadaan yang tidak baik-baik saja.


Mila tahu jika Dira tidak mempercayai begitu saja apa yang dia katakan. Namun Mila tidak punya pilihan lain. Memilih berbohong untuk saat ini adalah pilihan terbaik. Sebenarnya Mila tidak mudah melakukan hal ini. Disatu sisi Mila harus bersikap seolah semua baik-baik saja. Namun hatinya jangan ditanya dia Sedang sangat -sangat kacau.


Kabar yang didengar dari suaminya sungguh kabar yang tidak baik. Namun ini adalah permintaan dari Bian sendiri bahwa jangan mengatakan apapun tentang dirinya kepada Dira. Mau tidak mau Mila harus merahasiakannya dulu. Sepaling tidak untuk malam ini. Namun jika besok keadaannya masih seperti ini Mila tidak yakin jika masih bisa bertahan dengan kebohongan ini.


"Sebaiknya kamu istirahat" Ucap Mila memangkas segala pikiran Dira yang bisa saja akan ada pertanyaan yang akan sulit untuk dijawab.


Dira hanya berjalan gontai menuju ranjang yang jika ditempati seorang diri akan terlihat sangat besar. Harusnya Dira berbagi tempat tidur dengan suaminya. Sepeti pada malam-malam sebelumnya. Bian dengan kehangatan yang selalu membuat Dira nyaman. Bian yang selalu menjadi pendengar yang baik ketika malam menjelang tidur. Karena tak jarang Dira selalu menceritakan tentang kegiatan-kegiatan yang dilakukan Dira. Bian selalu mendekap erat tubuh mungil Dira ketika malam. Dan dalam pelukan Bian Dira Selalu tertidur pulas.


"Hanyo..... Mikirin apa?" Goda Mila yang menyentak lamunan Dira.

__ADS_1


"Apaan" Ucap Dira sudah berubah kesal karena sedari tadi Mila selalu mengagetkannya. Dan bukan hanya itu Dira merasa ada yang disembunyikan Mila.


"Kamu kalau Ngambek ngegemesin deh Ra..." Mila tersenyum jahil dan menaik-naikkan alisnya berulang kali. Mungkin dengan begini Mila bisa membuat pikiran Dira teralihkan. syukur-syukur kalau Dira mau jujur dengan perasaannya.


"Kak Mila..... " Ucap Dira sudah di mode kesal tinggat internasional.


"Apa.... " Jawab Mila dengan senyum jahil.


"Jangan gitu dong..."


"Nggak gitu kok.... "


"Apaan sih Kak"


"Kamu udah bucin banget Kayaknya sama Bian. Cie.... Cie...."


"Lah emang apa salahnya kalau Dira jatuh.... " Belum selesai Dira mengucapkan kalimatnya. Dira langsung membekap mulutnya dengan tangannya rapat-rapat. Bodohnya kenapa bisa keceplosan sama kak Mila sih.


Namun Mila juga bukan anak kecil kan ya. Jadi jika hanya mendengar kata "jatuh" Sudah pasti akhirnya "Cinta" bukan begitu kan?


Percumah saja Dira membekap mulutnya. Bahkan Mila juga sudah membuat kesimpulan kalau Fix, Dira jatuh cinta pada sepupu gantengnya itu.


"Kamu ngak lanjutin juga kakak tahu lanjutannya"


"Lanjutannya bukan Cinta lho kak" Ucap Dira polos dan berusaha meyakinkan Mila.


Melihat wajah merah merona Dira malah semakin membuat Mila tak henti-hentinya menggoda. Bahkan tanpa disadari oleh Dira, Mila telah merekam semua pernyataan Cinta Dira pada Bian. Dan yang lebih parahnya lagi Mila mengirimkannya pada suaminya, Rangga.


...🍀🍀🍀🍀🍀🍀...


Ditempat yang berbeda.....


Tampak tiga orang pria dengan wajah yang begitu khawatir. Pikirannya kacau, setiap kali melihat kearah pintu hanya disuguhkan dengan wajah pucat yang sedang terbaring lemah diatas ranjang rumah sakit.


drt..... drt..... drt.... drt...


suara getar handpone membuat sang pemilik lekas membukanya. Sebuah pesan yang berisi rekaman suara yang begitu familiar. Suara indah yang menyejukkan.


"Aku sendiri tidak tahu ini yang namanya cinta atau bukan. Tapi saat ini hanya kerinduan yang bersarang dalam hatiku. Aku sangat merindukan Kak Bian. Bahkan aku sudah menegaskan hatiku untuk mencoba mengakhiri semua keegoisanku. Aku akan mencoba membongkar dinding pertahananku untuk seseorang yang justru selalu ada untukku. Aku akan mencoba memberi ruang dihatiku untuk dia yang tulus padaku yaitu suamiku Akbar Fabian Caraka"


Suara yang siapa sangka dapat membuat seseorang yang tengah berjuang untuk hidupnya. Berjuang demi janji yang sudah dia ucapkan tiga hari yang lalu. Jika memang cinta sudah menantinya esok, maka tidak ada alasan untuk terus terlihat lemah.


sayup-sayup terdengar suara yang membuatnya tidak ingin siapapun melukainya. Bahkan sampai dirinya mengorbankan segalanya termasuk nyawanya hanya demi Nadira. Cinta sedekat Nadi dan seperti udara yang selalu dia butuhkan untuk terus bernafas.


"Dira..... "


Suaranya masih lirih terdengar dan dapat mengalihkan ketiga pria tampan yang setia berada diruangan dengan cemasnya. Mereka berhambur menghampiri seorang pria yang terbaring lemah....

__ADS_1


.


.


.


.


.


Bersambunggggggg


Jangan lupa


Like👍


Komentarnya 📝


❤ (Biar kalau aku up kamu bisa dapat notifikasinya)


***Hayooo penasaran nggak penasaran nggak...


Penasanranlah masak enggak....


siapa Memangnya yang sedang terbaring lemah?


kenapa bisa?


Bian ya?


👧 : Akhhhh kamu jahat Thor koq Kak Bian dirawat tapi Dira nggak tahu....


🧕: Lah emang lu tahu kalau itu kak Bian? "


👧: Jadi bukan Thor?


🧕: ..............


👧: Kebiasaan lu Thor


🧕:🤨🤨🤨🤨🤨


👧: Author Jahat.... Tapi Cinta..... Tetap setia kok dengan #KawalSampaiCinta


Thankiyuuuuuuu.....


🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰***

__ADS_1


__ADS_2