Affair With Kakak Ipar Sahabat Ku

Affair With Kakak Ipar Sahabat Ku
satu frekuensi.


__ADS_3

dua jam berlalu keduanya sampai di villa, kian memperhatikan maira yang terlelap dalam tidurnya, terdengar dengkuran halus membuat gadis itu terlihat semakin cantik.


"Mai kita sudah sampai?"


kian memarkirkan mobilnya tepat di halaman rumah tersebut.


"Udah sampai ya?"


ujar maira membuka mata nya, melirik ke arah kian yang memperhatikan nya, gegas maira mengusap wajah nya terutama bibir, khawatir kalau ia sampai mengeluarkan iler.


kian langsung tertawa tangan nya memeluk maira, paham apa yang di khawatir perempuan itu.


"emang kalau tidur suka ngiler ya?"


maira menggeleng dengan wajah memerah.


"terus kenapa khawatir begitu?"


"enggak, takut nya!"


jawab maira terkekeh.


kian membuka pintu lalu keluar dari mobil, gegas menghampiri pintu maira lalu membuka nya.


"terima kasih kak!"


Maria senyum netra nya memperhatikan keadaan sekitar yang tampak asri dan sejuk.


"ayo masuk, jangan takut di sini


kita tidak berdua.ada tukang kebun dan pembantu!"


sahut kian meraih tangan maira masuk ke dalam villa tersebut.


"villa nya bagus, kita langsung buat pizza?"


tanya maira melirik jam menunjukkan pukul satu siang.


"ya kita langsung ke dapur saja!"


kian melangkah masuk ke dapur, terlihat pembantu tengah menyiapkan peralatan, sebelumnya kian sudah memberi tahu mereka kalau ia akan datang.


"kita mau bikin yang pedas atau biasa?"


tanya kian mengeluarkan bahan makanan nya.


"yang pedas aja kak?!"


jawab maira yang berdiri di samping kian, seketika pandangan kedua nya bertemu, kian menatap wajah cantik maira meski tanpa makeup.


berbeda dengan Luna yang tak pernah sekalipun meninggalkan make up nya, beberapa waktu ini istri nya tidak memberikan kabar entah kenapa kian juga tidak terlalu memusingkan hal itu, apa lagi saat ini ada maira, keberadaan Luna sudah tak di harapkan nya lagi.


"kak kian yakin dengan kita?"

__ADS_1


tanya Maira yang juga menginginkan kian yang kelak bersama nya, bukan sosok Alfa yang cuek dan dingin.


"tentu saja, aku akan urus segera agar kita bisa bersama, untuk saat ini biarkan semua berjalan seperti ada nya, namun kamu juga harus percaya kalau aku tidak main main dengan perasaan ini!"


tak ingin lagi kehilangan untuk kedua kalinya, seperti hal nya dulu ia kehilangan seseorang yang sebenarnya bisa ia miliki namun karena perjodohan itu membuat ia kehilangan.


"dan tentang Alfa, aku berharap kamu juga bisa menyelesaikan masalah itu!"


sambung kian membuat maira tertegun, ia sendiri tidak tahu alasan apa untuk membatalkan perjodohan itu sementara Abian bersikeras untuk tetap melanjutkan hal itu.


"kita buat pizza sekarang!"


maira mengalihkan pembicaraan agar suasana berubah santai.


keduanya mengolah makanan itu bersama, beberapa kali kian menoleh ke arah maira yang tampak serius mengiris beberapa sayuran.


"lain kali kita ke Roma ya, aku ajak kamu makan pizza di sana!"


"ide yang bagus, Mai tunggu waktu itu!"


jawab maira senyum menatap wajah tampan kian, kedua nya saling menatap namun cepat maira berpaling dari kian, wajah nya merah merona.


kian meraih tubuh maira dan mendudukkan nya di meja, menatap setiap inci keindahan yang Tuhan ciptakan.


"jangan macam-macam ya!"


sahut maira membuat kian terkekeh.


"kenapa kamu takut Mai?"


"tidak, tapi ....!"


jantung maira berdetak kencang saat kian mengecup pipi nya singkat lalu memeluk tubuh maira.


"aku tidak tahu kenapa menyukai mu, dan saat bersama mu aku merasa hidupku berwarna, seperti beberapa lukisan yang aku buat, sebelumnya hanya abu abu!"


maira tersenyum, meski maira belum benar benar yakin tapi bersama kian maira merasa seperti bersama Abian yang dulu selalu bersikap hangat pada nya.kehadiran kian mampu mengisi kekosongan dalam ruang hatinya.


kedua lanjut membuat pizza, setelah selesai keduanya duduk menghadap jendela, hujan kembali turun membuat keadaan terasa begitu dingin.


"sering datang sama kak Luna ke sini?"


tanya maira menoleh ke arah kian yang memegang secangkir kopi.


"tidak pernah, aku hanya membawa mu dan adik angkat ku kemari, Luna selalu sibuk dan waktu luang nya ia gunakan untuk pergi ke spa atau berbelanja!"


Luna sendiri tidak menyukai tempat sepi seperti ini, saat liburan Luna akan memilih mall untuk hangout atau salon kecantikan untuk mempercantik diri nya.


"dulu aku sering ke sini sendiri untuk melukis, tempat ini sepi dan sejuk, aku banyak menemukan inspirasi di tempat ini... Luna tidak tahu tentang villa ini karena aku membeli nya tanpa sepengetahuan Luna!"


sambung kian lalu menyimpan cangkir kopi nya, mendekati maira lalu memeluk nya dari belakang.


"mungkin aku salah tapi aku tidak bisa membohongi perasaanku mai, aku benar-benar nyaman berada di dekatmu"

__ADS_1


hal itu di rasakan oleh maira, ia juga merasa senang saat bersama kian, mungkin karena mereka satu frekuensi.maira membalikkan tubuhnya lalu mendekap erat kian.


"seperti nya sudah matang, ayo makan! Mai sudah tidak sabar!"


kian mengangguk lalu menuntun tangan maira untuk duduk di kursi menunggu.


"wah.... seperti nya enak!"


kian senyum melihat ekspresi wajah maira yang begitu senang dan tak sabar untuk menikmati makanan tersebut.


***


Abian mencoba menghubungi Maira karena Alfa di rumah, namun beberapa kali mencoba maira tidak bisa di hubungi, mencoba mencari tahu dari Erlin namun Erlin tidak bersama maira.


"kemana sih anak itu?"


tanya Abian menghela nafas panjang lalu menghampiri Alfa yang tengah berbincang dengan Yusuf.


"bukan nya udah pulang dari kampus?"


ujar Zahira duduk di hadapan Alfa.


"ya Erlin juga sudah ada di rumah?!"


jawab Abian duduk di samping Zahira.


"anak itu sekarang susah di atur, kamu yang sabar ya Al?"


sambung abian dan di anggukan oleh Alfa, kalau bukan karena tekanan sang ayah Alfa juga sebenarnya malas karena maira memang semua nya dan susah di atur.


"ya enggak apa-apa Om, mungkin maira memang ada urusan!"


Alfa mencoba untuk mengikuti saran orang tua nya, mengenal maira lebih dekat dan melupakan dia, tapi entah kenapa maira justru susah sekali untuk di dekati.


malam itu maira sampai di rumah, kedua nya terjebak macet hingga membuat keduanya pulang malam.


"mai dari mana, kok baru pulang!"


tanya Zahira yang kebetulan berpapasan di tangga.


"Mai habis melukis dengan teman!"


jawab maira tanpa menatap wajah Zahira yang tengah menilik nya.beruntung Abian tengah pergi keluar untuk bertemu dengan kolega bisnis.


"tadi Alfa datang untuk makan pizza bareng kamu!


beberapa kali papah hubungi kamu!"


"ponsel maira mati mah, lupa ngecas!"


handphone maira memang Lowbat, dan saking asiknya melukis bersama kian hingga membuat nya lupa mencarger ponsel nya.


bersambung...

__ADS_1


terima kasih yang sudah mampir 😍


__ADS_2