Affair With Kakak Ipar Sahabat Ku

Affair With Kakak Ipar Sahabat Ku
pengantin.


__ADS_3

Pagi ini menjadi pagi yang paling indah bagi Alfa, Hari ini adalah hari pernikahan nya dengan maira.


Sinar matahari menembus kaca jendela rumah kediaman Abian.


Acara akad nikah berlangsung lancar, Diva dan Zahra Membawa Maira ke hadapan Alfa.


setelah kata sah terdengar serempak dari dalam ruangan itu.


Alfa Tersenyum lebar melihat betapa cantik istri nya dengan kebaya pengantin muslim berwarna Putih, Maira begitu cantik dan anggun, berbeda dengan keseharian nya yang asal dan bar bar, namun justru itu yang membuat Alfa suka dan jatuh cinta.


Alfa mengulur kan tangan nya menyambut Tangan Maira yang berhias kan hena berwarna putih.


"Alhamdulillah.... sekarang udah sah jadi suami istri !"


Maira senyum lalu mencium tangan Alfa, pria itu langsung mencium kening maira.


sembari berdoa kebaikan dan keselamatan untuk keluarga nya.


Maira memejamkan matanya saat Alfa mencium kening nya lama, pagi yang begitu cerah, acara sakral itu berlangsung hikmat.


Rasa lega dan bahagia Terpatri dalam hati kedua nya, kini mereka sudah resmi menjadi suami isteri, semoga tak ada yang memisahkan selain kematian.


Kedua Pengantin itu menghampiri para orang tua dan kerabat untuk meminta doa Restu, Abian menyeka air matanya, apa yang menjadi Harapan nya terbayar lunas, Apa yang menjadi pilihan nya kini bersanding dengan putri angkatnya.


"Alfa papah titipkan Maira ya,Papah sangat menyayangi nya ! kalau ada hal yang tidak kamu suka dari nya, bicara kan secara baik baik...


perempuan tidak di ciptakan dari kepala laki-laki, Agar ia tidak merasa tinggi, perempuan tidak pula di ciptakan dari kaki laki laki agar ia tidak di rendah kan, tapi wanita di ciptakan dari tulang rusuk laki-laki yang berada di bawah pundak laki-laki, supaya ia di lindungi, di cintai dan di sayangi sepenuh hati..."


Alfa Mengangguk sepenuhnya lalu memeluk Abian yang terisak.


setelah apa yang terjadi sempat Membuat pilu, Alfa mampu bertahan dan sabar menghadapi maira yang keras kepala.


semoga Alfa bisa menuntun Maira ke jalan yang lurus, lebih dekat dengan yang maha pencipta.


Maira memeluk erat Zahira, orang lain namun keberadaan nya hampir melebihi seorang ibu yang begitu sabar dan menyayangi nya tanpa syarat.


"terimakasih Mah, sudah begitu baik dan sayang sama Mai yang bandel dan keras kepala..."


ujar Maira terkekeh sembari menghapus air matanya.


"Ya sayang, kamu harus bahagia... lupa kan semua kesedihan, Miliki apa yang membuat kamu bahagia.... miliki mereka yang menyayangi kamu, kami Bahagia Melihat kamu bahagia."


ujar Zahira senyum lalu memeluk nya erat.

__ADS_1


Semua kerabat memberikan selamat, beberapa teman datang dan ikut mendoakan mereka.


tak banyak yang datang karena mereka akan hadir di acara resepsi pernikahan yang akan berlangsung esok hari di hotel milik keluarga Alfa.


Beberapa waktu berlalu, acara di lanjutkan dengan doa dan makan bersama, beberapa kerabat langsung ke hotel untuk menghadiri acara esok.


"Mai, Alfa... kalian Langsung ke hotel juga, karena besok pagi pagi kita sudah bersiap untuk acara resepsi pernikahan kalian..."


ujar Zahira menghampiri Maira yang hendak ke kamar untuk mengganti pakaian karena waktu juga sudah sore, acara juga sudah selesai.


Maira tertegun sejenak lalu menoleh ke arah Alfa, saat ini ia lelah dan benar benar mengantuk karena pagi pagi sekali Maira sudah bangun untuk di rias.


"udah suruh ke kamar aja dulu, mungkin ingin berduaan dulu "


ujar Yusuf tertawa kecil melihat ekspresi wajah maira, mata nya langsung melotot ke arah nya.


Alfa malah terkekeh melihat Keduanya, Maira langsung mengejar adik nya itu.


"awas ya kecil kecil bandel..."


Abian menggeleng kan kepalanya melihat mereka berdua, selalu seperti itu namun Abian senang dengan itu tak ada sekat diantara kedua nya, berbeda dengan Zahra. ia lebih kalem dan tidak banyak bicara.


Alfa meraih tangan Maira menggenggam nya menaiki anak tangga, orang tua Alfa juga sudah pamit pulang. mereka juga langsung ke hotel di mana acara esok akan berlangsung.


Alfa membalik kan tubuh nya memindai Maira yang mematung sendiri,pria itu begitu tampan dengan tuxedo berwarna putih.


Maira tak bergeming saat Alfa membuka jas nya dan menyimpan nya di sofa.


"kenapa deg degan gini sih, waktu ngerjain Alfa rasanya biasa aja "


batin maira meracau sendiri.


"kamu kenapa de...kok tegang gitu ?"


tanya Alfa menghampiri lalu meraih tangan maira yang terasa dingin.


"aku....hm.... aku !"


ucap Maira Terbata, ia benar-benar gugup.


"kamu Santai aja... rileks, aku enggak akan memakan kamu maira !"


sahut Alfa lalu mengajak Maira untuk duduk di sofa.

__ADS_1


Alfa memindai wajah maira yang masih berbalut makeup, cantik dan menggiurkan.


"Aku tidak akan meminta kalau kamu belum siap Mai.."


ujar Alfa menyentuh pipi istri nya itu, Alfa tidak ingin memaksa, Alfa ingin semua atas persembahan Maira.


"Hm, kita ke hotel atau di rumah?"


tanya Maira, untuk saat ini biarkan ia mempersiapkan diri untuk mempersembahkan hidup nya untuk Alfa, pria yang kini menjadi suami nya.


"Kita ke hotel saja, Abang sudah memesan kamar untuk kita... yang lain nya juga akan pergi ke hotel kan?"


Maira mengangguk.


"Bantu Maira buka riasan nya bang !"


Alfa mengangguk lalu membantu maira membuka mahkota yang berada di kepala nya, wangi bunga melati menyeruak masuk ke dalam penciuman kedua nya.


Bukan yang pertama melihat Maira tanpa hijab, karena sebelumnya Maira juga jarang menggunakan hijab, tapi untuk kali ini Alfa merasa berbeda dengan status mereka berdua.


Bukan hanya Maira yang merasa jantung nya berdegup kencang, Alfa juga merasa kan hal yang sama.


Maira memejamkan matanya saat Alfa mengecup bibir nya singkat.


Alfa menatap Mata indah milik maira,


Keduanya saling menatap satu sama lain, Maira mengerti maksud suami nya itu, Maira mengangguk kan kepala nya mengizinkan Alfa untuk mencium nya.


Alfa tersenyum lalu merengkuh tubuh istri nya itu, mencium pipi nya berulang kali membuat geli.


Maira memejamkan matanya saat Alfa meraih bibir nya, mencumbu nya dengan lembut tak menuntut.


bukan yang pertama namun terasa begitu berbeda, apa karena dalam ikatan suci pernikahan semua terasa jauh lebih indah.


Alfa melepaskan pagutan bibir nya lalu memeluk maira dari belakang, jantung nya pun berdegup kencang.


"Alfa, Maira...mama pergi ke hotel duluan ya...Mama udah siapkan mobil untuk kalian berdua..!"


ujar Zahira di balik pintu lalu pergi membiarkan kedua pengantin itu di dalam kamar.


bersambung...


Happy reading...😍😍😍💪

__ADS_1


__ADS_2