
sesampainya di rumah, maira menghubungi kembali kian, dan kali ini kian mengangkat telponnya.
"kenapa Mai ?"
maira tertegun mendengar suara kian tampak dingin, entah apa yang terjadi dengan pria itu.
"HM, aku sakit...kaki ku terluka, tapi kamu malah mengabaikan aku...."
jawab maira sedikit serak menahan air mata nya, ia begitu mencintai kian meski itu salah tapi maira sudah terlanjur menjalani semua itu, Dan rasa nya sakit saat kian bersikap acuh.
kian terdiam, ia cemburu karena melihat kedekatan Maira dengan Alfa sementara ia tidak bisa berbuat apa-apa.
"maaf kan kakak ya de, jujur kakak cemburu banget melihat kamu dengan Alfa... sementara selama ini kita tidak bisa bebas...aku minta maaf, dan enggak bermaksud untuk mengabaikan kamu...."
ujar kian lalu menunduk, entah alasan apa yang bisa mengantar kan nya bertemu dengan maira.
"maafkan aku ya Mai,, aku janji akan segera urus semua nya"
sambung kian, setelah itu keduanya menyudahi percakapan karena Zahira masuk ke dalam kamar membawa makanan.
"telepon siapa Mai....?"
tanya Zahira Duduk di tepi ranjang.
"mah, maira ingin memutuskan pertunangan dengan Alfa....!"
"kenapa Mai, ada masalah apa ? papah tidak akan menerima hal itu jika tanpa alasan yang pasti, jika masalah cinta semua bisa di bangun seiring berjalannya waktu.."
jawab Zahira membuat maira tertegun, tak ingin bicara lagi sebelum kian berpisah dengan Luna, mungkin setelah itu ia bisa bicara dengan Abian.
"kenapa diam ? apa mama salah bicara ?"
tanya Zahira dan di anggukan oleh maira.
"cinta memang bisa di bangun, tapi bagaimana kalau cinta itu sudah lebih dulu tertawan oleh orang lain, Mai belum bisa bicara kan hal ini tapi cepat atau lambat maira akan bicarakan hal ini dengan papa !"
jawab maira membuat Zahira tertegun.
**
tiga hari ini Maira absen dari kampus sampai ia benar benar bisa berjalan sendiri, luka nya sudah membaik.
Maira begitu merindukan kian, siang ini sepulang dari kampus ia pergi ke galery, maira mengernyit kan alisnya saat melihat Erlin bersama endru, Padahal tadi Erlin bilang bahwa ia akan pergi bersama Riko, karena penasaran akhirnya maira mengikuti mereka berdua.
tiba di sebuah kosan elite yang berada di pusat kota tak jauh dari mall berada, Erlin dan endru turun dari mobil lalu masuk ke kosan tersebut.
"sebenarnya ada hubungan apa mereka berdua?"
batin maira sendiri, namun tak berapa lama mereka keluar dari kosan tersebut lalu kembali masuk ke dalam Mobil, maira terus mengikuti dari jauh sambil menghubungi kian.
__ADS_1
"kak dimana ?"
tanya maira langsung saat kian mengangkat telepon nya.
"habis ketemu costumer ! kamu dimana Mai ?"
tanya kian sambil melihat Poto Poto Luna bersama Syam yang tercuri tengah bermesraan, sudah sejak lama kian curiga dengan istri nya itu beberapa kali mendapati tanda merah pada leher jenjangnya padahal ia baru saja pulang dari luar Kota, di tambah kian Juga tidak pernah jatuh hati pada sosok Luna meski cantik namun tak sedikitpun merubah isi hati nya seperti kehadiran maira yang seketika merubah lukisan yang berada di hati nya.
"HM, lagi di jalan...ya udah nanti Mai ke galery !"
ujar maira mematikan telpon nya saat endru membelokkan mobilnya ke sebuah hotel mewah berbintang lima.
"kok mereka ke hotel sih ?"
tanya maira dalam hati lalu pelan pelan mengikuti mereka dari belakang.
untung saat itu maira membawa topi jadi ia bisa sedikit bersembunyi.
Maira tertegun melihat kemesraan mereka berdua saat hendak memesan kamar hotel, apa mungkin mereka berselingkuh dari diva dan Riko ?
maira menunduk kan kepalanya saat Erlin menoleh ke belakang, karena takut mereka curiga maira pun melangkah menjauh dan saat itu tiba tiba ia terhempas saat tubuh nya bertabrakan dengan seseorang.
"AW....!"
desis maira meringis sambil menatap pria yang juga menatap nya.
"maira, kamu sedang apa ?"
tanya Alfa membantu maira untuk berdiri, maira celingukan mencari Erlin dan endru yang sudah tidak ada.
"kenapa ?"
Alfa menyahut sambil mengangkat dagu nya.
"enggak, aku....!"
Maira tertegun tak mungkin ia mengatakan pada Alfa kalau ia tengah memata matai seseorang.
Alfa tertegun memindai penampilan calon istrinya itu, rambut nya polos tanpa hijab.
maira termangu saat Alfa membuka jas nya dan menutupi sebagian tubuhnya yang memang terlihat ketat dengan kaos polos berwarna merah muda.
"ayo ikut dengan ku masuk dalam !"
terlihat beberapa orang memperhatikan mereka berdua, tak banyak yang tahu tentang hubungan mereka karena pertunangan itu memang hanya keluarga saja yang tahu.
terpaksa maira mengikuti langkah Alfa, berjalan beriringan menuju ruangan milik Alfa.
keduanya masuk ke dalam lift, sementara assisten Alfa berbeda lift dengan mereka berdua.
__ADS_1
Maira berdiri di belakang Alfa, memperhatikan dengan seksama postur tubuh pria itu dari belakang.
tinggi dan wangi, tubuh nya atletis dan terlihat gagah, wangi tubuhnya menempel pada jas yang saat ini maira kenakan.
tak lama pintu terbuka, kedua nya keluar lalu memasuki ruangan milik Alfa.
"sebenarnya apa yang sedang kamu cari ?"
tanya Alfa memindai wajah cantik gadis itu, maira menghela nafas lalu membuka jas milik Alfa.
"gerah...aku rasa AC nya kurang dingin ?"
Alfa tertegun melihat lekuk tubuh milik maira.
netra maira berputar memperhatikan ruangan tersebut, maira berpikir untuk mengerjai Alfa seperti nya seru.
Maira mengibas kan rambut nya lalu duduk di samping Alfa, kebetulan saat ini ia memakai pakaian cukup ketat.
Alfa sedikit memundurkan tubuhnya saat maira mendekati nya, maira ingin tahu apa Alfa akan tergoda untuk menyentuh nya atau tidak, Abian bilang kalau Alfa itu pria yang alim, benar kah ? apa ia bisa menolak pesona maira.
"kamu mau apa mai ?"
tanya Alfa sedikit menjauh.
"aku kepanasan, dan rasa nya tubuh ku gatal, apa kamu bisa membantu ku menggaruk bagian punggung ku ?"
ujar maira tersenyum dalam hati melihat ekspresi wajah Alfa yang langsung melebar kan mata nya.
"Mai kamu jangan aneh-aneh ya, mana bisa aku melakukan itu...!"
Alfa tidak ingin menyentuh perempuan yang bukan mahram nya, namun saat ini maira tampak tengah menggoda nya.
"kenapa, aku kan calon istri mu ?"
jawab maira terkekeh dalam hati melihat Alfa yang semakin tercenung karena ulahnya yang usil.
maira semakin mendekat dan mendesak Alfa yang berusaha terus menjauh, maira beranjak dari duduknya lalu duduk di pangkuan Alfa hingga pria itu tercengang reflek mendorong tubuh maira hingga terjatuh.
"ah sakit....!"
tubuh maira terbentur meja,
"sakit kenapa tidak pelan pelan sih?"
tambah maira sedikit manja membuat Alfa tertegun.
sekretaris yang hendak masuk ke dalam pun terhenti saat mendengar suara maira yang mengaduh namun seperti menikmati.
bersambung.....
__ADS_1