Affair With Kakak Ipar Sahabat Ku

Affair With Kakak Ipar Sahabat Ku
cinta suci.


__ADS_3

Weekend ini Mereka berencana untuk pergi ke Swiss, Alfa hendak mengajak istrinya itu berlibur melihat keindahan negara Swiss dan sungai Aare yang selalu menjadi perbincangan para turis mancanegara.


Maira memijat keningnya yang terasa pusing, tadi pagi juga merasa kan mual tak seperti biasanya.


Maira menoleh saat seseorang membuka pintu kamar, Alfa menyembul masuk ke dalam.


"sayang, kamu kenapa ?"


tanya Alfa memindai wajah maira tampak pucat.


"enggak tahu bang, sedikit pusing !"


jawab Maira duduk di sofa dekat ranjang.


Alfa menghampiri lalu memijat kening istrinya itu.


Maira tersenyum, Alfa yang lelah bekerja di luar justru ia yang selalu mendapatkan pijatan dari tangan suaminya itu.


"kamu ngapain ajak sih tadi siang ?"


"enggak ngapa-ngapain, tiduran aja. lemes banget... Abang sih ?"


jawab Maira membuat Alfa terkekeh lalu menarik tubuh maira agar duduk di pangkuan nya.


Tiada malam tanpa bercinta, menyemai rasa berbenih cinta dan Asa, Alfa berpikir apa mungkin istri nya itu hamil ? atau hanya kelelahan saja ?


"Jadi enggak besok berangkat ?"


tanya Alfa mengecup bibir manyun istri nya.


"jadi bang, Mai mau liburan !"


Alfa terkekeh melihat betapa manja nya istrinya itu, Alfa memang sengaja memanjakan istri nya itu.


"ya sudah, kita berangkat....!"


ujar Alfa lalu mengajak istri nya untuk mandi bersama, waktu sudah sore Alfa selalu menghabiskan waktu senja berendam air hangat bersama Maira.


***


Maira berjalan sendirian di rumah kosong entah dimana, terlihat beberapa orang tak di kenal menatap nya nanar, seseorang mengarahkan pisau dan seseorang lagi mengarah kan pistol ke arah nya.


"aku ingin kamu mati menyusul Padli...."


teriak orang itu menggema membuat Maira berlari kencang menapaki anak tangga hingga ia terpeleset kemudian terjatuh, Maira tercengang mendapati kakinya berlumur darah.


*


Maira langsung terbangun dari tidurnya dengan nafas memburu, keringat mengucur membasahi wajah nya.


Alfa ikut terbangun dan melihat maira dengan nafas memburu.

__ADS_1


"sayang kamu kenapa ?"


tanya Alfa langsung memeluk tubuh Maira yang langsung terisak.


"aku takut bang, aku mimpi lagi....!"


"enggak sayang kamu aman bersama Abang, itu hanya mimpi !"


Maira menceritakan apa yang terjadi di mimpi nya, rasa takut kembali menyerang mental nya.


Maira terus menangis dalam pelukan Alfa, suaminya itu terus memeluk Maira hingga tangisan itu terhenti lalu kembali terlelap.


waktu menunjukkan pukul setengah tiga pagi.


Alfa mencium kening Maira lalu meninggalkan ranjang untuk mengambil wudhu.


Alfa menemui cinta Nya di sepertiga malam, meminta pertolongan serta perlindungan untuk keselamatan mereka yang hendak pergi ke Swiss.


setelah selesai berdoa Alfa lanjutkan dengan mengaji sembari menunggu waktu subuh menjelang.


Maira membuka mata nya dan mendengar Alfa yang tengah mengaji, untuk pertama kalinya Maira mendengar suara Alfa mengaji,


menyejukkan pendengaran...


"bang....!"


panggil maira membuat Alfa Langsung menoleh, tersenyum lalu menghampiri Istrinya itu.


Tanya Alfa mengambil air minum yang berada di nakas lalu menyodorkan nya pada Maira.


"terima kasih bang!"


Alfa mengangguk lalu mendekap erat tubuh Maira, mencium kening nya lama hingga Maira merasa tenang dan nyaman.


"Kamu jangan takut ya, kita minta perlindungan pada yang memiliki kehidupan ini, seperti hal nya Abang dulu meminta kamu Mai !"


ujar Alfa senyum lalu merengkuh maira.


Beberapa kali mendapatkan penolakan tak lantas membuat Alfa patah, ia tetap berdiri kokoh memintanya pada sang maha pencipta.


Membiarkan waktu yang menjelaskan tentang cinta nya yang tulus dan suci.


Maira memang keras kepala namun Alfa yakin bisa meluluhkan nya, bukan kah pria adalah mahluk yang pandai dalam merayu wanita dengan merangkai kata.


Alfa lakukan itu karena memang cinta nya yang begitu dalam, rasa ingin memiliki atas dasar cinta bukan nafsu, maka ia pun akan berusaha membahagiakan istri nya itu.


Maira tak tahu kalau Alfa sampai seperti itu padanya, ternyata jalur langit yang ia tempuh sementara kian jalur darat, dimana Harapan itu lebih dulu Alfa raih.


"sebegitu cinta nya kah kamu sama aku bang?"


tanya Maira memindai wajah tampan Alfa yang menggunakan kopiah hitam.

__ADS_1


"ya, aku sangat mencintaimu....aku bahkan pernah berpikir untuk berbuat curang demi mendapatkan mu Mai, kau ingat kejadian di hutan malam itu ?"


Maira mengangguk.


"setan terus berbisik menyuruh ku untuk berbuat tidak baik pada mu, tapi kewarasan menyadarkan aku untuk tidak mengotori cinta ku yang tulus, aku bahkan sempat merelakan mu bersama kian tapi ternyata tangan Tuhan memilih ku untuk menjaga mu!"


sambung Alfa membuat Maira berkaca kaca, mereka bahkan berpelukan erat karena badai salju membuat keduanya kedinginan, bukan hanya Alfa tapi setan pun berbisik untuk menyalurkan kehangatan itu lebih dari sekedar berpelukan tapi Alfa hanya memeluk nya saja tanpa ingin melakukan lebih.


Maira tersenyum lalu meraba dada bidang milik Alfa, tubuh yang pernah menyelamatkan nya dari hipotermia.


"Mai mau kita bermalam di rumah pohon...!"


ujar maira membuat Alfa mengerut kan kening nya.


"tidak asik, sempit. lebih baik di kamar ini, ranjang yang empuk...!"


ujar Alfa terkekeh mengungkung tubuh maira, Istrinya itu selalu membangkitkan hasrat nya, semalam mereka berdua memang tidak bercinta karena Alfa membiarkan maira beristirahat dan pagi ini kedua nya kembali menyemai benih cinta, merajut asa menikmati rasa hangat yang selalu membuat candu.


***


Abian mendengar kabar tentang mafia yang ternyata masih mengincar gudang persenjataan milik Fadli di Italia, Ia khawatir dengan Maira karena bisa saja Mereka masih mengintai maira, Abian harus segera menghubungi maira, Ia ingat bahwa Alfa dan maira hendak pergi honeymoon ke Swiss.


Abian berharap waktu nya masih sempat, sebaiknya mereka menunda keberangkatan nya ke Swiss.


Abian langsung menghubungi Maira namun tak ada jawaban, Abian Coba telpon rumah dan yang mengangkat pembantu.


pagi pagi sekali Maira pergi bersama Alfa menggunakan pesawat pribadi, benar saja seseorang mengintai mereka saat tiba di bandara.


Alfa sendiri tetap menjaga ketat mereka berdua, kepergian nya ke Swiss melibatkan beberapa bodyguard yang terus menjaga mereka.


Alfa juga tidak ingin ambil resiko bila sesuatu terjadi pada mereka berdua karena dalang dari penembakan itu masih buron.


*


Shira memindai kian yang membereskan pakaian nya ke dalam koper, Ia juga berencana pergi ke Swiss karena ada urusan bisnis.


"ikut lah dengan ku....."


ujar Kian mendekati Shira yang mematung menatap nya.


Shira menundukkan kepalanya saat kian berada di hadapannya, memeluk tubuh nya erat hingga Shira terpaku.


selama menikah kian belum pernah menyentuh nya, Yang kian lakukan hanya memeluk tubuh nya tak lebih dari itu, tapi malam ini Shira memberanikan diri mencium bibir kian lebih dulu.kian tertegun saat Shira mencium nya, kian memang tega selama itu ia mengabaikan shira.


"aku juga butuh cinta kamu bang, aku butuh...."


Kian mengerti lalu mengangkat tubuh Shira ke ranjang, ia memang egois tak seharusnya ia memperlakukan Shira hanya selayak teman tapi mengikat nya dalam pernikahan.


bersambung.


happy reading...

__ADS_1


__ADS_2