Affair With Kakak Ipar Sahabat Ku

Affair With Kakak Ipar Sahabat Ku
peristiwa berdarah.


__ADS_3

Alfa dan Maira berjalan jalan di pusat kota Bern, Maira begitu senang saat Alfa menuruti keinginan nya untuk berjalan jalan di kawasan itu.


Kalau saja tidak ada masalah itu mungkin mereka tidak akan cepat kembali, kota Bern yang begitu indah dengan bangunan nya yang megah dan berdiri Kokoh.


"jangan lama lama ya, kita akan cepat kembali !"


ujar Alfa, tiba tiba saja ia merasa tidak tenang.


Mereka memang tidak berdua tapi saat kejadian di Itali juga keadaan tengah ramai tapi mereka tidak takut.


"kenapa bang, baru juga sampai "


Maira tersenyum memeluk suami nya Itu.


"ingat pesan papah Mai, aku tidak mau ambil resiko !"


balas Alfa memindai wajah Maira yang terlihat senang.


Malam itu juga kian tengah berjalan jalan di sekitaran mereka bersama Shira.


kedua nya bahkan baru saja sampai di Swiss, kedua nya hendak mencari makanan terlebih dahulu.


Netra kian menangkap seseorang yang ia kenal berada tak jauh dari nya, Wanita yang beberapa waktu selalu meresahkan hati nya.


Kian mendekat ingin memperjelas penglihatan nya, Shira sendiri masuk ke dalam restoran seorang diri tak menyadari bahwa kian justru menghampiri seseorang.


Keadaan tengah Ramai, namun tiba tiba beriak saat seseorang berlari menghampiri Maira dan Alfa yang langsung menghindar, Apa yang di khawatirkan terjadi, beberapa body guard melawan mereka sementara Alfa membawa maira berlari menjauh dari tempat itu.


"Ini yang aku khawatir kan !"


Maira tak mampu menjawab ia terus berlari menggenggam tangan Alfa.


kian ikut berlari tak ingin lagi membiarkan kejadian itu kembali terulang.


dor...


satu tembakan berhasil membuat kedua nya kalut.


Kian berlari dengan cepat mengejar seorang pria yang membawa pistol mengejar Alfa dan Maira, baru saja keduanya hendak berfoto tiba tiba saja keadaan beriak menjadi kacau mereka langsung menyerang begitu saja.


Keadaan kota sedikit kacau, polisi berdatangan untuk mengamankan keadaan itu namun dengan cepat penembak jitu itu menodongkan pistol nya ke arah maira.


Dengan cepat kian menghadang, Maira terhempas saat seseorang mendorong nya dengan keras hingga ia terjatuh ke samping.


dor.

__ADS_1


dor


dor


dor...


dor...


"ah.......!"


Maira berteriak histeris mendapati seseorang bersimbah darah di hadapannya.


Air mata nya seketika mengucur deras melihat seseorang yang terkapar karena tertembak.


polisi langsung memburu para penjahat dan sebagian berhasil di tangkap.


"kian...!"


ujar Alfa, ia pun ikut terhempas karena maira terjatuh.


"Kak, kamu kenapa melakukan ini ?"


kian tersenyum lalu mengusap air mata yang jatuh di pipi maira.


"ayo kita segera ke rumah sakit....!"


Kian langsung menutup mata nya membuat tangis maira pecah.Alfa terpaku sendiri, di tengah keramaian Kota orang berlari ke sana kemari takut dengan peristiwa penembakan itu.


Maira hanya bisa bersandar pada Alfa, dan dari jauh Shira berjalan lambat mendapati suami nya sudah tiada.


Polisi langsung membawa jenazah kian ke rumah sakit, waktu setengah jam berlalu begitu cepat seseorang tiada karena menyelamatkan diri nya. shira langsung menangis memeluk tubuh kian yang sudah tidak bernyawa.


"maafkan aku Shira.....!"


ujar Maira merasa menyesali keadaan ini.


Shira hanya diam Tak menjawab penuturan maira yang tak henti menangis, terlihat Alfa tengah berbicara dengan polisi setelah menelpon Abian.


Shelomita yang mengetahui kejadian itu langsung mendatangi Swiss karena saat itu ia tengah berada di London.


Abian dan Zahira juga langsung terbang ke Swiss setelah meminta bantuan Ridwan untuk ikut membantu perkara itu, Apa yang di khawatirkan benar benar terjadi, baru saja Abian melarang mereka untuk keluyuran dan kejadian itu ternyata tak dapat di elakan lagi.


Shira menatap wajah kian yang pucat, tak akan lagi ia mendengar suara nya, baru saja kemarin mereka bersama.


"tetap jalani hidup mu meskipun tanpa aku Shira, yakinlah bahwa akan ada seseorang yang lebih baik dari aku, kelak ia akan menyayangi mu dengan tulus !"

__ADS_1


Shira tergugu mengingat percakapan mereka waktu itu, apakah itu sudah menjadi firasat bahwa Ia akan pergi.


Alfa terus merengkuh maira yang terus menangis, Menyesali apa yang sudah terjadi.


mimpi itu benar benar nyata, seharusnya ia menurut saja saat Alfa meminta nya untuk tetap tinggal di hotel, mungkin tak akan pernah terjadi kembali peristiwa berdarah ini.


Shelomita yang mengetahui kejadian itu terjadi karena menolong Maira, membuat Amarah nya meradang, kekesalan nya semakin menggebu apa lagi saat mendengar kabar bahwa kian langsung meninggal dunia di tempat.


"jangan katakan tentang cinta jika hanya berujung perpisahan, jangan ada sayang jika hanya membuat nyawa melayang, jangan berdalih tentang rasa jika kenyataannya kau menderita.....aku di sini semakin tersiksa tak menentu rasa, jiwa terguncang hebat melihat mu bersedu sedan tentang cinta, nyatanya semua karam di terjang kekejaman masa, mengapa harus ada kita jika nyatanya semua hanya berujung derita, sesak karena sesal semakin meraja menghempaskan Asa dan cinta.... jika ada nya kita sebuah kesalahan maka aku menyesal mengenal cinta dari mu, namun apa daya ku yang rapuh ini.


Aku butuh cinta dan kau pergi tanpa kata, dan kau datang sebagai kesatria yang meresahkan jiwa, mengapa harus kau ? biar aku yang mati saja ? dan kini takdir benar benar memisahkan kita, bukan lagi tentang jarak tapi kehidupan..... "


Maira menangis dalam pelukan Alfa, Ia benar-benar syok dengan peristiwa itu.


kian meninggal karena menyelamatkan nya, Maira tak tahu harus berbuat apa, Shelomita pasti murka.


enam jam berlalu, Shelomita sampai di rumah sakit, terlihat Shira menangis sendirian, waktu menunjukkan pukul setengah tiga pagi, Maira Tak dapat menutup mata nya meskipun ia sangat mengantuk.


Tubuh nya gemetar mengingat kejadian itu, Alfa mengajak nya untuk kembali ke hotel namun maira menolak, Alfa sendiri masih syok dengan kejadian ini.


kian tiba tiba berada di antara mereka dan menghadang peluru yang hendak menembus tubuh mereka berdua, membiarkan tubuhnya terluka hingga nyawa nya melayang demi menyelamatkan orang yang ia cintai, Alfa juga yakin Kalau selama ini kian masih mencintai maira semua itu terbukti dari peristiwa ini.


Ia rela berkorban nyawa demi menyelamatkan wanita yang ia cintai, lantas kenapa selama ini ia pergi dan membiarkan maira kecewa.


"hei kamu....!"


Maira terhenyak saat seseorang menariknya dari Alfa.


"kian meninggal gara gara kamu, saya tidak terima dan tidak rela, kamu harus mendekam di penjara ?"


"hei......!"


seru Alfa tak terima istri nya itu di perlakukan seperti itu.


Shelomita menatap Maira dengan Nanar lalu menghempaskan tubuh Maira hingga terjerembab ke bawah, Alfa yang sedikit berjarak tak mampu menghalau tubuh maira yang langsung terjengkang.


"Mai sayang.....!"


Gegas Alfa meraih tubuh Maira, Istri nya langsung meringis saat merasakan perut nya yang keram dan tiba tiba sakit.


darah mengucur turun ke bawah membuat Maira terpaku.


"sayang.....!"


Alfa tercengang mendapati istrinya itu pendarahan.

__ADS_1


bersambung .......


happy reading..😍😍😍


__ADS_2