Affair With Kakak Ipar Sahabat Ku

Affair With Kakak Ipar Sahabat Ku
rindu.


__ADS_3

Pagi itu Maira sampai di Italia bersama dengan yang lainnya, mereka langsung menuju kediaman dimana Ridwan dan Siva tinggal.


Maira membuka kaca jendela mobil, udara pagi yang begitu segar, terlihat salju turun dengan pelan mengguyur jalanan serta mobil yang melaju kencang.


Maira teringat akan kian yang jauh dari nya, keduanya pernah berencana untuk pergi ke Italia, mereka sama sama menyukai makanan bernama pizza.


entah kapan terakhir kali memakan pizza, beberapa waktu ini ia dan kian cukup sibuk hingga melewatkan waktu menikmati makanan tersebut.


Saat ini Maira sangat rindu, kian belum memberikan kabar apapun pada nya, rasanya ingin sekali mendengar suara kian dan berkata "tunggu aku akan datang menjemput mu, akan ku katakan pada dunia bahwa kita saling mencintai "


itu adalah angan angan indah maira, berharap kian segera membereskan masalah nya.


tak berapa lama mereka sampai di kediaman Ridwan dan Siva, Abian langsung turun di ikuti oleh Zahira dan maira.


"assalamualaikum...mah"


"walaikumsalam... sayang, Zahira, Abian, Mai "


Siva menyapa semua nya.


"ayo masuk..."


"Nico mana mah...?"


tanya Zahira, ia sangat merindukan adik nya itu.


"HM, sedang pergi keluar dengan ayah mu. kebetulan kalian datang pas musim dingin... Yusuf tidak ikut ?"


Yusuf memang tidak ikut karena ia ada pertandingan futsal weekend yang akan datang, kemungkinan setelah itu ia akan menyusul.


Zahira menjelaskan tentang kesibukan cucu nya itu pada Siva.


"Maira langsung ke kamar ya mah !"


"ya sayang, Kamu istirahat saja !"


Abian sendiri berehat di sofa bersama Zahira.


"bagaimana masalah nya ?"


tanya siva memindai wajah keduanya.


"seperti itulah, kemungkinan besar Maira juga akan melanjutkan pendidikan di sini karena dia di drop out dari kampus..."


Siva mengangguk mendengar Zahira dan Abian bercerita.


"lalu bagaimana dengan pria itu ?"


tanya siva.


"sedang mengurus perceraian, Abian tidak akan melarang lagi karena Maira itu sangat keras kepala, Abian khawatir maira nekat kalau Kita terus memaksa !"


"HM, ya sudah kita turuti saja dulu keinginan nya. biar untuk sementara waktu tinggal dengan Mama di sini ?!"

__ADS_1


ujar Siva.


Maira masuk ke dalam kamar, ia langsung merogoh ponselnya kemudian menghubungi kian namun tidak ada jawaban.


Maira berdiri di dekat jendela, menatap salju yang turun. berangan bermain salju dengan pria itu.


"kamu tuh kemana sih kak?"


tanya maira dalam hati lalu kembali ke ranjang dan merebahkan tubuhnya yang lelah.


**


seseorang tengah memperhatikan Poto Poto maira bersama kian, ia tersenyum mendengar kabar tentang skandal yang terjadi di antara mereka.


Ia berpikir untuk segera menjalankan misi nya, Yaitu membalas kan dendamnya.


"Perempuan itu sekarang terbang ke Italia dengan Abian, bos !"


sahut anak buah nya memberikan Poto maira saat berada di bandara, beberapa hari ini mereka terus mengintai maira dan Abian.


"itu lebih bagus, kita bisa menghabisi mereka di sana....hal itu akan memudahkan pekerjaan kita, karena jika di negara lain kita Bisa dengan mudah menghapus jejak kita nanti "


"baik bos....!"


"malam ini juga kita terbang ke Italia...."


pria itu akan menjalankan misinya, membalas kan dendam nya pada Abian.


*


Seperti yang kian katakan bahwa ia boleh bersaing memperebutkan hati maira.


Tentu hal itu membuat jiwa Alfa tertantang, tak ada salahnya mencoba lagi.


"kamu ngapain sih ngejar maira, Mama tuh enggak mau punya menantu seperti itu..."


Alfa menghela nafas panjang.


"Alfa terlanjur cinta mah, bukan kah kalian yang membuat aku seperti ini ?"


ujar Alfa lalu menarik kopernya.


"ya, tapi itu sebelum masalah ini merebak Alfa !"


Namun Alfa tak mengindahkan ucapan sang Mama, ia tetap pada keinginan nya.


"Alfa akan menyerah kalau maira menikah dengan pria lain, seperti dulu Alfa menyerah saat mendengar Rosa menikah dengan pria lain meski batal...!"


Alfa pergi meninggalkan sang Mama yang mematung sendiri, putranya itu ternyata sungguh sungguh dengan perasaan nya.


malam itu juga Alfa pergi dari rumah menuju bandara, ia sudah menyerah kan perusahaan dan hotel pada sang papa.


beliau justru mendukung Alfa, tak perduli dengan masalah itu karena yang terpenting adalah Maira memiliki banyak harta, Alfa harus bisa menikahi maira, dengan itu ia bisa memperluas kekuasaan nya.

__ADS_1


**


esoknya..


kian berjalan bersama seorang pengacara, beberapa wartawan datang menghampiri untuk meminta klarifikasi, namun kian bungkam.


setelah kejadian kemarin, Luna mengatakan bahwa ia menyerah dan tak ingin memperpanjang masalah itu karena jika para fansnya tahu hal yang sebenarnya bisa hancur karir nya.


dan tentang mertua nya, Luna juga sudah meminta maaf namun tidak mengakui affair nya dengan Syam.


"Luna capek dan enggak mau memperpanjang masalah ini lagi...kian cinta sama perempuan itu, apapun yang Luna lakukan tidak akan membuat kian simpati. Luna akan membesar kan anak ini sendiri.."


"kamu jangan khawatir sayang, Mama percaya kok sama kamu, jangan cemas karena mama akan selalu ada untukmu... soal biaya kamu jangan sungkan "


sudah seperti itu saja rasanya ia sudah menang banyak, lalu apa lagi? Luna rasa itu sudah jauh lebih baik.


"urus semua berkas perceraian nya hari ini juga, karena sore ini aku akan terbang ke Italia, aku sudah muak menghadapi semua ini. aku juga sudah sangat merindukan Maira.."


"baik pak, akan saya urus secepatnya "


ujar pengacara tersebut lalu masuk ke pengadilan agama.


tak berapa lama, Deni menghampiri kian untuk membawa nya pergi dari tempat itu


"udah belum Ki..."


tanya Deni keluar dari mobil.


"udah sih, yang terpenting kan tanda tangan gue"


jawab kian lalu masuk ke dalam mobil.


"gue udah siapin pesawat pribadi milik Lo, kita bisa berangkat kapan pun Lo mau "


kian mengangguk, ia memang memiliki pesawat pribadi, hasil jerih payahnya selama ini tidak lah sedikit, dia adalah seorang pelukis terkenal, karya nya tak di ragukan lagi.


kian mencoba menghubungi maira namun tak ada jawaban, saat ini maira tengah pergi keluar bersama Nico.


"beli pizza nya berapa Mai..?"


tanya Nico, pria itu memindai wajah maira tampak lesu.


"semangat dong, nanti pacar Lo juga datang!"


ujar Nico senyum.


saat kecil Nico sangat jutek, tapi sekarang ia berubah begitu drastis menjadi sosok yang begitu hangat.


"ponsel ku tertinggal di rumah, aku lupa bawa !"


sejak tadi maira terus memikirkan apakah kian menghubungi nya, ia sangat rindu tapi kian tak memberikan kabar.


kapan ia akan datang menjemput nya, jujur ia tak sanggup jauh dari kian, sudah beberapa hari ini mereka tidak bertemu muka dan itu rasanya sangat menyiksa.

__ADS_1


bersambung..


__ADS_2