Affair With Kakak Ipar Sahabat Ku

Affair With Kakak Ipar Sahabat Ku
bukan aku tak ingin cinta.


__ADS_3

Alfa menjauhkan diri dari Maira, gadis itu benar benar memikat hati nya, Alfa khawatir tak bisa menahan diri.


"ayo kita keluar Mai...."


Maira mengikuti langkah Alfa, kedua nya berjalan beriringan, Alfa terus menggenggam tangan nya, dada maira berdegup kencang mengingat kejadian tadi.


Maira merenung sendiri, Mengapa di saat seperti ini bukan kian yang berada di samping nya ?


"bang, apa kamu berpikir ingin mencium ku?"


Maira melebarkan matanya lalu menutup mulut nya sendiri, entak kenapa tiba-tiba berubah bicara seperti itu.


Alfa berbalik badan lalu menoleh ke arah Maira yang langsung termangu.


"ingin sekali Mai, kau selalu menggoda ku, tapi aku tidak akan melakukan hal itu meski setan terus mendesak, mungkin nanti setelah kamu menjadi istri ku, aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan itu..."


ujar Alfa membuat maira termangu menatap wajah tampan Alfa. wajah nya langsung memerah, sejauh itu angan angan Alfa.


"apa boleh aku berharap ?"


tambah Alfa, ia tidak mengetahui kalau Kian menghilang.


selama di Italia Alfa tidak pernah melihat kian datang ke rumah maira, dan Alfa berpikir kalau kian masih berada di Indonesia.


Maira terpaku menatap wajah Alfa, Maira menundukkan wajah nya sendiri teringat memori bersama kian, pria itu mencium nya, memeluk nya mesra.


Ingin sekali rasanya berteriak memanggil namanya, Maira ingin sekali kian datang menolong nya, tapi dimana dia?


Alfa tertegun saat melihat maira yang kembali menangis, entah kenapa ?


"Mai, kamu kenapa?"


tanya Alfa memangku wajah maira.


"aku......!"


Maira Bingung harus menjawab apa karena ia harus benar benar menelaah hati nya.


Maira begitu berharap kian akan datang, Rasa cinta Alfa memang tidak di ragukan lagi.


tapi hati nya telah terukir nama pria lain.


"aku tahu Mai, kamu mengharap kan kian.aku tidak akan memaksa, aku akan memberikan mu waktu untuk berpikir Mai "


ungkap Alfa lalu kembali menggenggam tangan Maira berjalan ke tempat dimana mobil mereka berada.


Alfa mengajak Maira untuk bersembunyi saat melihat beberapa orang penjahat masih berjaga, seperti nya mereka yakin kalau keduanya mampu bertahan.


"kita kembali, cepat...!"


ujar Alfa saat mereka menyadari keberadaan nya,


Keduanya berlari masuk kembali ke dalam hutan menjauh dari tempat itu.


Maira menoleh ke belakang dan melihat orang orang itu ternyata mengejar mereka.


"aku takut bang.. mereka mengejar kita"


ujar maira sambil berlari semakin jauh masuk ke dalam hutan hingga mereka tak terlihat lagi.

__ADS_1


"kita terus berlari menjauh Mai...!"


"ahh.... ah, serigala bang"


Maira semakin kalap namun dengan cepat Alfa mendekap erat tubuh maira agar keduanya tak terpisah.


"kamu harus tenang Mai...!"


"aku takut....!"


Maira kembali menangis mendekap erat tubuh Alfa.


Alfa menoleh ke belakang untuk mencari sesuatu untuk mengusir beberapa serigala tersebut.


Alfa tertegun saat melihat seseorang muncul dari balik serigala.


"siapa itu Al...aku takut..."


Pria itu menghampiri kedua nya, wajah nya tak terlihat karena memakai masker.


"sedang apa kalian disini ?"


pria itu memindai Alfa yang terluka.


"mobil kami mengalami kecelakaan di sana, kami ingin kembali ke kota untuk mencari bantuan ?"


jawab Alfa masih merengkuh tubuh maira.


"aku akan membantu kalian, apa ada kerabat yang bisa kalian hubungi ?!"


Alfa mengucapkan syukur dalam hati mendengar apa yang pria itu katakan.


dengan cepat Alfa memberikan nomor Abian Dari maira.


ujar pria itu mengajak mereka ke lahan kosong untuk mencari sinyal.


Abian tertegun melihat sebuah nomor baru menghubungi nya, gegas Abian menerima telepon tersebut, berharap kalau itu maira.


"pah, tolong maira berada di hutan xx, Maira bersama kian....!"


Alfa termangu saat maira menyebutkan nama kian bukan dirinya.


"HM bukan maksud Mai, Alfa... tolong kami di kejar seseorang !"


"baik Mai, kamu tunggu! papah akan ke sana menggunakan helikopter...!"


Abian merasa lega karena maira baik baik saja, ia juga tidak sendiri tapi bagaimana ceritanya Alfa bisa bersama Maira.


gegas ia menghubungi Ridwan untuk meminta bantuan.


*


Maira tertegun menatap wajah Alfa tampak pucat, mungkin ia kecewa karena hal tadi.


"maafkan aku bang...!"


Alfa hanya diam, terlihat pria tadi duduk memperhatikan mereka berdua.


"terima kasih sudah membantu kami pak"

__ADS_1


orang tersebut mengangguk lalu pergi meninggalkan kedua nya.


Maira membeku menatap Alfa yang langsung bersikap dingin.


"bang, aku....!"


Alfa menghela nafas lalu duduk sambil memeluk lutut nya sendiri, Maira mendekati lalu duduk di samping Alfa.


"sebesar itu kah cinta kamu terhadap pria itu?


hingga tak ada sedikit celah untuk ku, dengan segala pengorbanan ku untuk mu?"


gumam Alfa menatap maira sekilas.


"bang, kamu marah sama aku ?"


"Apa yang membuat mu begitu mudah jatuh cinta pada kian ? apa karena dia memiliki hobi yang sama dengan mu ?"


tanya Alfa tanpa menoleh.


Hati nya tiba tiba membeku menyadari bahwa Maira hanya mengharapkan kian, bukan dirinya.


pedih teramat perih, untuk kesekian kalinya sembilu menyayat hati. sesakit ini kah mencintai mu Mai ?


"aku akan menyerah Mai, tapi tangan ku akan terbuka kapan pun kamu meminta aku...!"


Maira semakin membeku saat Alfa menyeka air matanya.


Rasa perih yang menjalar pada tangan nya tak sebanding dengan luka hati nya, sehebat itu kah aku mencinta hingga luka yang tercipta begitu dalam.


Maira bungkam dengan mata berkaca-kaca, dia dan Alfa adalah dua orang yang sama sama patah karena sebuah harapan, Bukan tak ingin cinta tapi Maira takut menyakiti Alfa.


Maira tak bisa mendustakan hati nya yang masih berharap pada kian, hati nya tetap tertuju pada pria itu.


"aku tahu kata maaf tidak akan merubah apapun, tapi aku sendiri bingung...aku tidak tahu harus apa sementara aku..."


Maira menekuk kepalanya untuk menyembunyikan wajah nya yang basah.


"Dimana kamu kak? kenapa kamu membiarkan aku terombang-ambing seperti ini....aku rindu, aku juga sakit karena mengharap kan mu.."


Alfa tertegun mendengar Isak tangis maira.


Alfa merengkuh tubuh Maira yang langsung mendongak menatap wajah Alfa.


"aku lebih sakit melihat mu seperti ini Mai..."


Ujar Alfa memeluk maira.


Seseorang dari kejauhan memotret kedekatan mereka berdua, hal itu akan ia jadikan senjata agar maira dan kian berpisah.


Ia tidak akan membiarkan Maira bersama Kian, segala hal akan ia lakukan untuk memisahkan maira dan kian.


Kian sendiri saat ini masih terbaring di ranjang rumah sakit pasca kecelakaan yang terjadi lusa yang lalu.


saat itu polisi langsung menghubungi keluarga, Shelomita langsung datang ke Italia.


"kita bawa kian ke Swiss...aku akan memanfaatkan keadaan ini untuk menjauhkan kian dari Maira, aku tidak setuju kian bersama Perempuan itu..."


ujar Shelomita pada assiten nya.

__ADS_1


Shelomita bahkan merahasiakan kejadian itu dari Deni, assisten pribadi kian, Shelomita yakin bahwa Deni akan memberi tahu maira Jika mengetahui hal itu,Shelomita akan membuat kian seperti hilang di telan bumi.


bersambung....


__ADS_2