
Zahira mondar-mandir di depan pintu menuggu kedua nya pulang, namun keduanya belum juga menampakkan diri, tiba tiba saja hujan mengguyur Kota.
Zahira semakin cemaskan pada suaminya, suara nya terdengar pilu saat di telepon, entah apa yang terjadi.
Abian seperti menahan sesuatu, Zahira kenal betul seperti apa Abian. sesuatu pasti telah terjadi dan pasti ada hubungan nya dengan maira.
Maira sendiri masih di galery, hujan deras tiba tiba saja turun, Zahira menyuruh nya untuk pulang.
"nanti saja sayang, kita tunggu hujan nya reda, Aku akan mengantarmu pulang !"
Maira mengangguk lalu duduk di pangkuan kian, suasana begitu dingin karena hujan lebat yang melanda kota.
Abian pun terjebak macet karena beberapa jalanan tergenang air.dalam benaknya terus memikirkan Maira, ia benar benar tidak tenang dan ingin segera membawa Maira pergi ke luar negeri.
Abian yakin setelah ini akan ada masalah baru karena kemungkinan affair nya dengan pria itu di ketahui seseorang termasuk dirinya.
**
Maira bersandar pada dada bidang milik kian, rasa hangat dari tubuh kian menjalar ke pori pori kulit nya hingga membuat meremang.
Kian membelai rambut Maira yang panjang, menyelipkan nya ke telinga lalu menciumi nya hingga Maira meremas tangan nya.
"ihs.. geli kak"
sahut Maira hendak beranjak namun kian menahan pinggang nya, keduanya sama sama terdiam saling menatap satu sama lain.
Kian mendekat kan wajah nya dan kembali mencium bibir Maira, ciuman kali ini terasa berbeda dan terkesan menuntut.
kian meraba bagian dada maira yang kecil namun pas di tangan nya, maira menarik nafas saat tangan kian berada di dada nya.
ingin sekali menolak namun ternyata tubuh nya berkhianat, ia justru begitu menikmati sentuhan pria itu.
Kian mengangkat tubuh maira dan merebahkan tubuh nya di sofa.
kian terus melakukan aksi nya, entah terbawa suasana atau memang keinginan memiliki begitu menggebu hingga kian berpikir untuk melakukan hal itu agar mengikat mereka berdua.
kian menindih tubuh maira yang tampaknya pasrah tak menolak apa pun yang ia lakukan.
"aku mencintaimu Mai, aku tidak ingin ada satu orang pun yang memisahkan kita "
ujar kian, namun maira tak menjawab karena kian terus memberikan sensasi yang membuat nya lupa diri.
Kian menatap maira dengan lekat, mata nya terpejam menikmati sentuhan lembut dari kian yang membuat nya terbang.
tangan nya menelusup ke dalam kaos maira yang sedikit longgar, maira memekik saat tangan itu bermain di dada nya.
__ADS_1
"aku boleh melakukan nya Mai ?"
Maira membuka mata nya dan menatap kian yang penuh Hasrat.
netra nya beralih ke kaca jendela dimana hujan deras masih mengguyur di tambah sedikit angin membuat keadaan bertambah dingin.
kian tertegun saat Maira mengangguk mengiyakan, benar kah jika ia berbuat seperti itu pada gadis polos seperti maira.
kian menelan Saliva nya, menatap tubuh bagian atas milik maira yang begitu menggiurkan, kulit nya begitu lembut dan juga wangi.
tentu hal itu membuat kian tak bisa menahan diri untuk tidak menyentuh nya, Maira yang tidak memiliki pengalaman apapun merasa hal itu begitu menggiurkan dan membuat nya kehilangan serta rasa malu, mendesah membuat kian frustasi. Ia sendiri ragu untuk melakukan hal itu, dada nya yang sintal dan begitu menggoda kian untuk terus menggenggam nya.
namun kian kembali tersadar bahwa ia tidak boleh terlalu jauh berbuat, Maira tertegun saat kian beranjak dari tubuhnya, merapikan kaos nya yang menyingkap hingga ke atas.
kian menarik tangan maira hingga ia terduduk.
"aku mencintaimu bukan karena sekedar nafsu Mai, dan hal itu terus menahan ku untuk tidak melakukan nya sebelum kita sah menjadi suami istri, terimakasih untuk penyerahan diri yang membuat aku percaya bahwa kita memang saling cinta... tapi aku ingin kita melakukan hal itu nanti !"
tutur kian sekuat hati menahan gejolak hasrat yang sudah menggebu, telah lama ia dan Luna tidak melakukan hal itu.
*
Zahira menghela nafas saat melihat mobil Abian memasuki halaman rumah, ia tinggal menunggu maira.
gegas Zahira kembali menghubungi maira untuk meminta nya segera pulang.
saat ini Maira tengah berada di perjalanan pulang bersama kian, Maira mengabaikan panggilan tersebut karena sebentar lagi ia juga sampai di rumah.
Zahira tertegun saat Abian menceritakan apa yang terjadi, Zahira sendiri sudah menduga hal itu.
sementara itu Luna langsung meradang saat Syam mengirim kan foto foto kian bersama maira.
"dasar bocah ingusan, benar ternyata firasat ku mereka menyembunyikan sesuatu.lihat saja aku akan membuat kalian berdua menyesal "
ancam Luna dengan rencana jumpa pers yang akan menayangkan foto foto tersebut.
Luna bisa menggunakan foto itu untuk menarik simpati fans nya, apalagi saat ini ia positif hamil, meski bayi tersebut bukan anak kian namun ia akan memanfaatkan keadaan ini untuk mendesak kian dan Maira.
Luna tidak menyangka teman adik nya berani bermain hati dengan suaminya, tentu saja akan ada balasan atas perbuatannya yang sudah membuat kian menggugat cerai nya.
**
Abian menuggu maira di depan gerbang pagar rumah, Abian benar benar tak habis pikir dengan maira, tidak mungkin maira tak tahu tentang kian, semua orang tahu kalau pelukis ternama itu beristri kan Luna, seorang penyanyi cantik yang memiliki multi talenta.
apa itu alasan maira terus menunda waktu untuk menikah dengan Alfa, Ia akan malu jika sampai orang tua Alfa mengetahui kalau maira memiliki affair dengan pria lain.
__ADS_1
Zahira dan Yusuf memperhatikan Abian yang bersidekap di dekat pos satpam rumah menuggu maira.
"sebenarnya Yusuf udah tahu soal itu...."
Zahira menoleh ke arah putra sulung nya itu.
"Yusuf udah peringatkan kak maira untuk memutuskan hubungan nya dengan kak kian, hubungan mereka sudah jauh. Yusuf pernah melihat mereka berciuman..."
Zahira langsung merinding mendengar apa yang Yusuf sampai kan.
dan saat itu Abian berada di ambang pintu mendengar apa yang Yusuf katakan.
"Kenapa kamu enggak kasih tahu papah de?"
tanya Abian membuat Yusuf terpaku sejenak.
"Papah kecewa dengan keadaan ini, rasanya bingung menghadapi maira...!"
sambung Abian memangku kepalanya sendiri, Abian benar benar pening dengan masalah ini.
Abian beranjak dari duduknya saat mendengar suara mobil berhenti di depan gerbang, gegas Abian berlari di ikuti oleh Yusuf dan Zahira yang cemas dengan keadaan maira.
Maira tertegun saat Abian keluar dari gerbang, menghadang mobil kian yang hendak melaju.
"Masuk.....!"
titah Abian menunjuk ke arah kian, mungkin sudah waktunya menyampaikan keadaan yang sesungguhnya, kian memasukan mobil nya ke halaman rumah lalu turun dari mobil.
Abian langsung menghampiri dan menarik kerah jas yang kian pakai.
"papah....!"
teriak Zahira dan maira bersamaan, Yusuf langsung mendekati mereka.
namun kian langsung terhempas saat Abian melayang kan pukulan pada kian.
kian langsung terjengkang tak mampu menghalau pukulan keras dari Abian yang langsung membuat bibir nya memar.
Abian menatap tajam ke arah kian yang mengusap bibirnya yang terasa perih, maira hendak menghampiri namun di tahan oleh Abian.
"papah....!" teriak maira sambil terisak.
"diam maira......!"
bersambung.....
__ADS_1
terima kasih sudah mampir 😍😍😍