
Kian mengikuti laju mobil maira dari belakang, terlihat Abian memperhatikan mobil maira yang masuk ke halaman rumah lalu melambaikan tangannya pada kian yang langsung melajukan mobilnya pergi dari kediaman maira.
"Mai....!"
panggil Abian menghentikan langkah maira yang hendak masuk ke dalam kamar nya.
"kebiasaan apa itu, datang tanpa mengucapkan salam langsung nyelonong aja!"
sambung Abian membuat maira tertegun.
"maaf kirain enggak ada papah!"
jawab maira tanpa beban, ia senyum menghampiri Abian yang memindai keseluruhan nya.
"dari mana sih?"
tanya Abian setelah maira mencium tangan nya lalu bergelayut di pundak Abian.
"main sama Erlin, kenapa sih pah?"
tanya maira balik lalu menjauh sedikit saat Abian melepaskan rangkulannya.
"mama tuh berkali kali telpon kamu, Alfa juga!
sekarang cepat mandi, Alfa akan mengajak mu makan malam...!"
"tapi Mai sudah makan dan masih kenyang!"
bantah maira yang tidak mau pergi dengan Alfa.
"terserah kamu mau makan atau tidak yang terpenting adalah kamu pergi bersama Alfa!"
jawab Abian lalu pergi meninggalkan maira yang mematung sendiri.
Zahira masuk ke dalam kamar Maira setelah maira keluar dari kamar mandi, Zahira senyum lalu meletakkan dress cantik untuk maira pakai makan malam bersama Alfa.
"maira pakai gaun saja....!"
ujar maira duduk di depan meja rias nya.
"tapi papah bilang kamu harus pakai hijab kalau pergi dengan Alfa, dia tidak akan mau pergi dengan mu!"
jawab Zahira duduk di tepi ranjang.
"itu lebih bagus...!"
jawaban maira membuat Zahira tertegun, maira semakin susah di atur, dan Zahira tidak tahu harus berbuat apa lagi agar maira menurut.
"Mai tolong jangan bersikap seperti ini, mama bingung jadinya mai!"
maira terkekeh melihat ekspresi wajah Zahira tampak lelah.
"ya sudah maira akan menurut tapi tolong jangan pernah kekang kebebasan maira!
sekarang Mama keluar!"
Zahira mengangguk kecil lalu pergi dari kamar maira.
__ADS_1
"mana maira?"
tanya Abian saat Zahira turun dari tangga, terlihat Alfa juga sudah datang dan menunggu maira.
"ada di dalam tengah berganti pakaian, tunggu sebentar ya Al?"
Alfa menggangguk sambil menarik sudut bibirnya sedikit.
Maira mendesah melihat dirinya di cermin, rasanya malas sekali pergi bersama Alfa.
namun ia tidak bisa membantah perintah Abian, gegas ia keluar dari kamar dan turun menapaki anak tangga dengan anggun.
Alfa memindai maira yang tampak lebih cantik dengan dress cantik berwarna Lilac di padu dengan pasmina berwarna putih.
"nah itu maira?"
ujar Abian beranjak dari duduknya berdiri memerhatikan maira yang berjalan ke arah nya.
"ya sudah Alfa langsung berangkat saja ya pah?"
seru Alfa lalu berjalan keluar dari rumah, di ikuti oleh maira yang menggerutu sendiri. "dasar manusia kulkas!"
seperti itulah Alfa, tidak seperti kian yang langsung menggenggam tangan nya saat berjalan.
"mau makan dimana?"
tanya maira saat masuk ke dalam mobil.
"perlu tahu ya?"
tanya Alfa kembali membuat maira menghembuskan nafas nya pelan, Alfa benar benar menyebalkan. dalam hati Alfa terkekeh melihat ekspresi wajah maira tampak kesal.
tak berapa lama mereka berdua sampai di sebuah restoran mewah yang berada di dalam kota, suasana tak begitu ramai mungkin karena sebagian menggunakan ruangan VVIP.
hanya beberapa yang terlihat di meja, Alfa berjalan masuk ke sebuah ruangan yang sudah di pesan nya tadi siang.
"aku dengar dari Mama kamu tidak datang ke tempat spa? kemana saja seharian ini?"
tanya Alfa duduk sebuah meja panjang, seperti nya mereka bukan hanya makan malam berdua.
"kamu perlu tahu?"
tanya maira seakan membalas sikap Alfa tadi.
"tentu saja bukan kah kau calon istri ku?"
jawab Alfa mendekatkan tubuhnya pada maira.
gadis itu langsung terkekeh sambil berpindah kursi, menatap Alfa geli.
"masih dalam angan, kau tidak akan pernah menjadi suami ku sebelum bisa meraih hati ku!"
seru maira mengecam sikap Alfa yang begitu percaya diri, karena kenyataannya kian lah yang lebih dulu memikat hati nya.
maira tertegun saat seorang pria masuk ke dalam ruangan tersebut, mata nya melebar saat kian lah yang masuk dan duduk di dekat Alfa, lalu netra nya melebar memindai maira yang berada di hadapan nya, baru saja mereka berpisah dan sekarang bertemu dalam satu ruangan yang sama.
"ini maira, dia calon istri ku! semoga saja!"
__ADS_1
Ujar Alfa membuat kian tertegun, berbeda dengan maira jantung nya berdegup tak karuan, Kian tidak tahu tentang pertunangan nya dengan Alfa, awal awal ingin memberi tahu kian justru ia tahu sendiri.
kian menatap maira lekat, keadaan nya ternyata sudah sama-sama berdua hanya maira baru bertunangan namun hal itu tak akan menyurutkan keinginan nya memiliki maira.
"maaf ya, sebenarnya kemarin itu mau cerita. tapi enggak sempat waktu nya, aku juga masih enggak percaya dengan kita!"
gegas maira mengirim kan pesan pada kian.
sementara kian dan Alfa keduanya fokus membahas mengenai lukisan yang sudah di pesan sebelumnya.
"maaf Al aku ke toilet sebentar!"
Alfa tak menanggapi justru kian yang mengangguk kecil menoleh sekilas sementara Alfa fokus melihat Poto Poto lukisan milik kian, bukan hasil karya kian saja tapi juga karya maira dan yang lainnya.
"saya ke toilet sebentar ya pak Alfa!"
ujar kian dan di anggukan oleh Alfa, ia tengah meminta pendapat asisten nya untuk memilih beberapa lukisan.
sementara kian beranjak memang untuk menemui maira di luar.
keduanya bertemu di depan toilet, kian menghela nafas merengkuh maira yang terkekeh kecil.
"jadi ini calon nyonya Alfa?"
maira kembali terkekeh lalu melepaskan rengkuhan kian.
"jangan macam-macam di luar bagaimana kalau ada yang melihat!"
"aku tidak peduli...!"
maira melebarkan matanya mendengar penuturan kian yang menganggap enteng keadaan mereka berdua.
"kenapa tidak cerita dari awalnya...pulang dengan ku!"
tanya kian senyum menatap wajah cantik maira berbalut pasmina
"tidak bisa, nanti aku ceritakan dari awal... sebaiknya kita kembali!"
jawab maira lalu pergi dari tempat itu bersama kian yang mengikuti nya dari belakang, kalau tidak mengingat status mereka ingin sekali menggenggam tangan maira.
"kalian barengan?"
tanya Alfa saat kian dan maira masuk ke dalam ruangan itu.
"kita hanya bertemu di depan, toilet laki laki dan perempuan kan terpisah!"
Jawab maira duduk di hadapan kian yang langsung mengangguk mengiyakan.
"kamu mau pesan apa?"
tanya Alfa melirik ke arah maira.
"pizza, aku mau pizza!"
jawab maira sedikit melirik ke arah kian yang tersenyum simpul.
"mana ada Pizza di sini, pesan yang lain!"
__ADS_1
bersambung....