
Seminggu berlalu, Maira dan Nico memutus kan untuk kembali ke Italia, Sebelum pulang Nico menyempatkan waktu untuk bertemu dengan diva, ternyata kedua langsung suka.
Tiga hari yang lalu, Alfa mengajak nya untuk pergi ke Lombok, namun maira menolak.
Ia lebih memilih menghabiskan waktunya di kamar, tak menghiraukan waktu yang terus berputar menjauh dari nya.
Abian sendiri tak menekan maira untuk beranjak, Ia membiarkan maira untuk berpikir tentang cinta nya yang keliru.
"Jika mencintai mu suatu kesalahan, biarkan aku bersalah karena aku ingin kita !"
Maira menangis menelungkup kan wajah nya di bantal.
Zahira sebenarnya iba, tapi Maira selalu menutup diri membiarkan dirinya terpuruk dalam kesendirian.
Pagi ini mereka akan kembali ke Italia, seperti biasa beberapa orang sudah Abian siapkan untuk menjaga maira dan Nico selama di Italia.
"kamu baik baik ya di sana !"
ujar Abian mengusap kepala putri angkat nya itu, Abian sangat menyayangi maira, sejak kecil Abian yang mengurusnya.
Maira mengangguk kecil lalu beranjak dari rumah itu.
***
Hari berlalu, bulan berganti.
Seperti keinginan Abian, Maira fokus dengan kuliah nya, kini ia tengah sibuk menyusun skripsi.
Kian sendiri terus melakukan pengobatan pasca operasi dan kecelakaan yang menyebabkan kaki nya sulit berjalan, beberapa waktu ini mengikuti terapi agar ia bisa berjalan kembali seperti semula.
tentu Shira tak pernah jauh dari kian, ia sendiri tidak bisa meminta Shira Untuk menjauhinya karena saat ini ia membutuhkan seseorang untuk menemani nya, sementara Shelomita memiliki kesibukan hingga tak selalu ada di samping nya.
"Alhamdulillah, sekarang kamu sudah sembuh...Mama senang sekali melihat kamu sudah pulih...."
ujar Shelomita memeluk anak kesayangan itu.
"kian ingin menemui Maira mah..."
pinta kian membuat Shelomita tertegun
"tidak kian, Mama enggak kasih izin. untuk apa kamu menemui perempuan itu? lihat ini !"
ujar Shelomita memberikan potret kebersamaan Maira Dengan Alfa.
__ADS_1
"dia itu sudah melupakan kamu, untuk apa kamu mengharapkan seseorang yang sudah melupakan kamu... Ada Shira, bukankah kamu ingin bersama Shira, , Mama akan izinkan kalian bersama ?"
Kian menggeleng kan kepala nya tak mengerti dengan pemikiran sang Mama.
"bagaimana bisa kian dengan Shira ?"
tanya kian memindai wajah cantik Shelomita.
"tentu saja, bukan kah itu keinginan kamu ?"
Shelomita menyilang kan tangan nya di perut, sementara Shira diam menanggapi, ia sendiri tidak bisa menolak keinginan Shelomita, anggap saja itu ia lakukan untuk membalas Budi karena Shelomita sudah membesar kan nya.
"Pikir saja, Maira sudah melupakan kamu. lihat seperti apa kelakuan nya di luar, pantas saja dia mau melayani kamu yang masih berstatus suami Luna, ternyata dia itu memang murahan...!
kalau dia cinta sama kamu, dia tidak akan mau di sentuh pria lain, mama juga curiga kalau dia sudah tidur dengan mantan tunangan nya itu...!"
kian termenung sendiri mencerna ucapan sang Mama, teringat kebersamaan nya dengan Maira, mungkin kah ia juga membiarkan orang lain menyentuh nya?
kian menunduk kan wajah nya seketika rasa nyeri menyeruak ke dalam dada.
"berpikirlah kian, kalau kamu sudah mendapatkan jawaban. Mama akan menyiapkan keperluan pernikahan mu dengan Shira...!"
ujar Shelomita lalu pergi meninggalkan kedua nya di ruangan itu, sore ini Shelomita berencana membawa kian kembali ke Indonesia.
Hening, dalam ruangan itu tak ada yang bersuara, Shira juga memilih untuk diam.
***
Beberapa hari berlalu, Kian sudah berada di Indonesia.
Deni yang mendengar hal itu ingin bertemu dengan bos nya itu, namun rumah di jaga dengan ketat. Shelomita belum mengizinkan orang luar bertemu dengan kian.
Siang itu Shelomita pergi ke luar kota, kian duduk di hadapan kolam renang memikirkan perempuan yang kini jauh di mata, Shelomita memaksa diri nya untuk menikah dengan Shira.
Kian pun beranjak dari duduknya, untuk pergi ke galery.
Saat itu Shira juga tengah menidurkan anak nya berusia dua tahun, Shelomita yang meminta si kecil untuk ikut dengan Shira sementara yang berusia lima tahun ikut dengan nenek nya.
"mau kemana den, ibu bilang Aden tidak boleh keluar rumah !" ujar satpam yang sebenarnya tidak enak berbicara seperti itu pada kian.
"kalian pikir aku anak kecil di kurung di rumah .. buka pintu nya !"
bentak kian sudah tak tahan dengan keadaan ini, ia harus segera pergi mencari kekasih nya.
__ADS_1
satpam pun merasa takut lalu membuka pintu gerbang membiarkan mobil melesat jauh.
*
Deni mengerut kan kening nya saat melihat mobil mewah masuk ke dalam galery, Deni tercengang melihat kian keluar dari mobil tersebut.
"kian, Lo kemana aja !?"
tanya Deni yang langsung memeluk sahabat sekaligus bos nya itu.
Kian duduk di sofa lalu menceritakan kecelakaan yang menimpa nya sebelum ia sampai di rumah maira di Italia.
"Gue enggak tahu apa apa, nyokap Lo menyembunyikan kejadian itu, Maira bahkan cari Lo ki!"
ujar Deni lalu menceritakan tentang Maira yang beberapa kali menghubungi nya untuk mencari keberadaan kian.
"gue dapat info Maira dekat sama cowok lain, bahkan beberapa kali gue mendapatkan potret kebersamaan Maira dengan Alfa.."
ujar kian menceritakan apa yang Shelomita sampai kan pada nya.
"kalau Soal itu gue enggak tahu, tapi waktu liburan semester kemarin dia datang kesini cari Lo !"
kian kembali tertegun mengingat Maira yang berpelukan dengan Alfa.
"Ki, kalau Lo masih cinta seharusnya Lo enggak terhasut omongan orang, kasihan dia Ki. gue yakin semua itu enggak seperti yang mama Lo tuduhkan, terkecuali Lo benar benar mau melepaskan maira dan merelakan nya dengan orang lain..!"
"enggak, gue masih cinta.. gue akan datangi dia sekarang juga !"
"gue temenin Lo, gue enggak akan membiarkan Lo sendiri lagi !"
sahut Deni dan di anggukan oleh kian, ia langsung berkemas untuk pergi, tak lagi mempedulikan Shelomita yang terus mengatur hidup nya.
Siang itu juga Alfa hendak berangkat ke Italia untuk keperluan bisnis, Alfa pikir Ia bisa sekalian bertemu dengan maira di sana.
**
Maira menengadahkan kepalanya ke atas langit, dimana salju kembali turun di penghujung tahun. satu tahun berlalu dari kejadian itu. waktu berlalu begitu cepat, setahun bagai kan sewindu rasa rindu itu semakin menggebu, Maira berjongkok dan menulis nama kian di jalanan.
perlahan dengan pasti salju menimpa rangkaian nama tersebut hingga lama kelamaan hilang tertimpa salju.
"salju yang sama seperti tahun lalu, aku lalui tanpa mu... benar kah aku harus melupakan mu kak, kenapa rasa nya semakin sakit...?"
Tutur maira menyeka air matanya.
__ADS_1
seperti salju tahun lalu, orang orang itu kembali mengincar maira dari kejauhan.
bersambung.......