Affair With Kakak Ipar Sahabat Ku

Affair With Kakak Ipar Sahabat Ku
salah Paham.


__ADS_3

Abian memperhatikan maira yang tampak lesu, tak biasa nya maira seperti itu sepulang dari kampus maira tak bicara sama sekali.


"kamu sakit Mai ?"


tanya Abian memindai wajah maira yang langsung mendongak.


"enggak, cuma ngantuk !"


jawab maira acuh, rasanya tak semangat karena beberapa hari ini ia tidak bertemu dengan kian, tadi sore mereka gagal bertemu karena ada Luna di galery.


maira sendiri tak memiliki keberanian untuk menghadapi mereka, melihat dari kejauhan saja rasanya begitu menyakitkan apa lagi harus melihat dari dekat.


mana bisa ia konsen melukis sementara keadaan hati nya tengah galau.


"kamu kan baru bangun mai, kamu dari mana sih ? Alfa bilang kamu ke hotel ?"


tanya Abian membuat netra maira sedikit memicing


"Alfa bilang apa aja?"


tanya maira menatap Abian, apa Alfa bicara tentang sikap nya.


"Alfa bilang ingin segera menikahi kamu !"


Maira langsung tercengang mendengar apa yang Abian sampai kan.


"yang benar saja, enggak....maira belum siap terikat !"


jawab maira, Zahira dan Yusuf hanya diam menanggapi padahal kedua nya mengetahui sesuatu tapi masih dalam tanda tanya, dan tak ingin memberi tahu Abian tentang hal itu.


"ya sudah maira masuk duluan !"


sahut maira beranjak tanpa menunggu jawaban dari yang lain nya, ia melangkah menaiki tangga menuju kamar.


maira masih ingat kalau malam ini kian dan Luna hendak pergi makan malam dengan keluarga besar kian, entah ada acara apa ?


kian dan Luna kini tengah berkumpul untuk makan malam bersama di rumah besar milik orang tua kian, pak Pramono Edhie, ibu Shelomita.


"gimana apa kalian masih belum ikut program hamil?"


tanya sang mama memindai wajah putranya yang tampan.


"belum, tapi Luna berencana untuk ikut program setelah kontrak selesai, dua bulan lagi ma!"


Shelomita mengangguk sambil memperhatikan kian yang tampak acuh tak seperti Luna.

__ADS_1


"kamu harus secepatnya Kasih mama cucu, adik kamu saja sudah memiliki dua anak !"


ujar Shelomita membuat kian mendongak, perempuan itu mengingatkan kian pada wanita yang menjadi cinta pertama nya, tentunya Shelomita tahu kalau kian jatuh cinta pada adik angkat nya, namun Shelomita tak tinggal diam tentunya menentang hubungan mereka berdua, dan menjodohkan Shira terlebih dahulu agar kian melupakan rasa yang tak seharusnya.


"mama nanti akan undang Shira untuk datang makan malam bersama kita, untuk kedepannya mama ingin kalian tinggal bersama kami disini.... tidak usah tinggal di apartemen lagi !"


kian sedikit mendengus tak setuju dengan keputusan sang Mama, ruang nya tentu akan terbatas jika tinggal di rumah itu, ia tidak akan bebas seperti dulu.


sementara Luna merasa senang dengan keputusan itu ia bisa lebih dekat dengan mertuanya, tanpa tahu kalau sebenarnya kian tengah menyiapkan berkas untuk penceraian kedua nya.


"kita tinggal di apartemen saja ?"


elak kian membuat Luna tertegun sejenak menoleh ke arah kian.


"tidak kian , itu sudah keputusan mama kalau kamu masih ingin melihat kanvas kanvas mu...!"


itu adalah keputusan mutlak yang tidak bisa di ganggu gugat, sementara sang papa hanya diam menanggapi, berharap kalau kian Mau kembali ke kantor membantu ia dan kakak laki laki nya,Andika.


namun tampak nya kian masih saja keras kepala dan Luna belum berhasil membujuk putranya itu.


kian beranjak dari duduknya lalu naik ke atas menuju kamar meninggalkan mereka yang masih duduk di kursi meja makan.


"biarkan saja lun, nanti juga terbiasa lagi ...!"


Luna hanya mengangguk kecil, suaminya itu memang keras kepala dan ia harus sabar menghadapi kian.


siang itu Alfa menjemput maira di kampus, maira tertegun saat Alfa menelpon dan mengatakan bahwa ia sudah menunggu di parkiran.


"kenapa Mai ?"


tanya diva, siang ini Erlin kembali absen dari kelas entah kenapa tak ada kabar, nomor nya juga tidak aktif.


awalnya diva dan maira hendak menemui Erlin namun tak jadi karena Alfa sudah menunggu nya.


"Alfa jemput dan sekarang dia udah ada di parkiran ?!"


jawab maira dan di anggukan oleh diva.


"ya sudah nanti saja kita temui Erlin, kamu temui saja calon suami mu itu !"


balas diva senyum lalu merangkul pundak maira berjalan keluar dari gedung tersebut.


Alfa menilik maira yang keluar bersama diva, seperti biasa gadis itu menggunakan celana jeans ketat berwarna hitam dengan kaos dan kemeja kotak kotak berwarna merah maroon tanpa kerudung yang di harapkan Alfa, rambut nya berwarna coklat tergerai indah sepunggung.


"hai....!"

__ADS_1


sapa diva terlebih dahulu pada Alfa yang langsung tersenyum.


"Cakep banget calon suami kamu Mai !"


desis diva di telinga maira sambil terkekeh.


maira mendesah lalu masuk ke dalam mobil kemudian melambaikan tangan pada diva.


"tumben sih jemput ?"


tanya maira sambil menggunakan sabuk pengaman.


"karena aku tahu kamu enggak bawa mobil."


jawab Alfa simpel, tadi pagi ia memang pergi bersama Yusuf.


"kita pergi makan siang ya !"


Maira hanya mengangguk tanpa mengatakan apapun, kian tak menghubungi nya sama sekali entah apa yang terjadi, padahal ia sangat rindu.


tak berapa lama mereka sampai di sebuah restoran mewah, kian dan Deni juga baru sampai di tempat itu, mobil mereka terparkir saling berhadapan dan kian lah yang lebih dahulu melihat maira bersama Alfa.


"tunggu Mai ?"


titah Alfa saat maira hendak keluar dari mobil, Alfa mengarahkan tubuhnya untuk membelakangi nya, Alfa mengambil sesuatu lalu meraih rambut maira yang langsung membeku, maira tertegun saat Alfa mengikat rambut nya tinggi, Alfa sendiri tertegun menatap leher jenjang dan putih milik maira yang juga begitu wangi.


maira menoleh ke arah Alfa yang juga tertegun dengan jantung berdetak kencang, begitu juga dengan maira jantung nya berdebar keras tak biasa.


kian yang melihat interaksi keduanya hanya bisa mengepalkan tangannya sambil menahan sesak di dada.


"aku ingin kamu memakai ini Mai...!"


ujar Alfa menutupi kepala maira dengan pasmina berwarna hitam.


hal itu terlihat seperti Alfa yang tengah mencium maira, kian langsung membunyikan klakson membuat Alfa langsung menoleh ke arah mobil yang melaju pergi meninggalkan halaman parkir tersebut, kian benar benar kesal melihat kemesraan mereka berdua, hanya karena beberapa waktu tidak bertemu dengan mudah maira berpaling dari nya.


"sabar Ki, itu resikonya kalau Lo punya affair sama tunangan orang...!"


ujar Deni semakin membuat kian cemburu, padahal ia hanya salah paham karena yang terjadi tak seperti yang ia duga.


Maira tertegun saat Alfa memakainya pasmina, netra kedua nya bertemu maira membiarkan Alfa memasangkan peniti kecil pada pasmina tersebut namun keduanya tercenung saat sebuah mobil membunyikan klaksonnya lalu melesat melewati mobil mereka, namun keduanya tak menghiraukan mobil tersebut karena maira sendiri tak mengetahui kalau itu mobil kian.


"ayo kita keluar !"


maira mengangguk lalu beranjak dari mobil bersama Alfa.

__ADS_1


bersambung......


__ADS_2